Pengertian Hortikultura

  • (horticulture) berasal dari bahasa latin hortus (tanaman kebun) dan cultura (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun.
  • Hortikultura memiliki makna seluk beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah – buahan atau tanaman hias.
  • Secara harfiah istilah Hortikultura diartikan sebagai usaha membudidayakan tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias.

Tanaman Hortikultura

Sehingga hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari budidaya buah-buahan, sayuran dan tanaman hias. Sedangkan dalam GBHN 1993-1998 selain buah-buahan, sayuran dan tanaman hias, yang termasuk dalam kelompok hortikultura adalah tanaman obat-obatan.

Ilmu hortikultura berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan lainnya, seperti teknik budidaya tanaman, mekanisasi, tanah dan pemupukan, ilmu cuaca, dan sebagainya.

Penggolongan tanaman hortikultura

Hortikultura dikelompokkan menjadi:

  • Tanaman Buah-buahan (pomology)

Yaitu : kelompok tanaman ini memiliki keanekaragaman morfologi, seperti ada yang berbentuk :pohon (misalnya rambutan, mangga, durian, jeruk, dan sebagainya), atau bentuk semak markisa).

  • Tanaman sayuran (olerikultura)

Tanaman ini merupakan tanaman hortikultura yang utama. Sayuran juga dapat diklasifikasikan atas bagian apa dari sayuran tersebut yang dapat digunakan. Bagian tanaman tersebut dapat berasal dari daun, tangkai daun, umbi, batang, akar, bunga, buah ataupun biji.

Berbeda dengan tanaman buah – buahan, sayuran memiliki umur yang relatif singkat. Tanaman ini umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, oleh karenanya proses penanganannya lebih spesifik dibandingkan dengan hortikultura lainnya.

  • Tanaman Hias (florikultura)

Manfaat dari tanaman hias ini adalah meningkatkan aestetika lingkungan. Budidaya tanaman ini dapat dilakukan pada ruang terbuka maupun didalam ruangan.

  • Lanskap arsitektur

Lanskap menggunakan tanaman tertentu yang dipadukan dengan elemen elemen lainnya untuk menghasilkan pemandangan yang indah. Aspek utama dalam lanskap arsitektur ini adalah penutupan permukaan tanah yang umumnya diwakili dengan rumput. Lanskap arsitektur sedemikian pentingnya karena dapat memuaskan masyarakat yang melihatnya dan berpengaruh terhadap efek fisiologis manusia.

  • Tanaman obat-obatan

Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ramuan tradisional. Di mana bahan-bahan tersebut diambil dari berbagai bagian dari tanaman tersebut. Sebagai contoh tanaman toga berdasarkan bagian yang digunakan adalah

1). Jenis tanaman yang dimanfaatkan daunnya

  • Seledri, manfaatnya untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi.
  • Belimbing, digunakan untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi.
  • Kelor, manfaatnya mengobati panas dalam atau demam.
  • Daun bayam duri, manfaatnya untuk mengobati kurang darah.
  • Kangkung, manfaatnya untuk mengobati insomia.
  • Sirih, manfaatnya untuk menyembuhkan batuk, antiseptika, dan obat kumur.
  • Salam, bersifat astringensia.
  • Jambu Biji, manfaatnya untuk menyembuhkan mencret.

2). Jenis tanaman yang dimanfaatkan kulit batangnya

  • Kayu manis dimanfaatkan untuk mengobti penyakit batuk, sesak napas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan lambung.
  • Jeruk nipis, kulit batangnya dapat digunakan sebgai antiseptik, sehingga bisa dipakai bahan baku obat kumur.

Ciri – ciri tanaman hortikultura

Hasil tanaman hortikultura mempunyai sifat khusus yaitu :

  • Produksinya musiman, beberapa diantaranya tidak tersedia sepanjang tahun, contoh :Durian, Langsat, Rambutan, Manggis dan lain sebagainya
  • Memerlukan volume (ruangan) yang besar, menyebabkan ongkos angkut menjadi besar puladan harga pasar menjadi tinggi.
  • Memiliki daerah penanaman (geografi) yang sangat spesifik atau menuntut Agroklimat

Contoh : Jeruk Tebas, Durian Balai Karangan, Langsat Punggur, Duku Palembang,Jeruk Garut, Mangga Indramayu, Markisa Medan, Rambutan Parit Baru, Nenas Palembang dan lain sebagainya.

  • Memiliki nilai estetika, jadi harus memenuhi keinginan masyarakat umum. Keadaan ini sangatsulit karena tergantung pada cuaca, serangan hama dan penyakit, namun dengan biayatambahan kesulitan itu dapat diatasi.
  • Mudah / cepat busuk, tetapi selalu dibutuhkan setiap hari dalam keadaan segar. Sejak panensampai pasar memerlukan penanganan secara cermat dan efisien karena akan mempengaruhikualitas dan harga pasar.

Fungsi dan Peranan Hortikultura

Ditinjau dari fungsinya tanaman hortikultura dapat memenuhi kebutuhan jasmani sebagai sumber vitamin, mineral dan protein (dari buah dan sayur), serta memenuhi kebutuhan rohani karena dapat memberikan rasa tenteram, ketenangan hidup dan estetika (dari tanaman hias/bunga).

Peranan hortikultura adalah :

a) Memperbaiki gizi masyarakat,

b) memperbesar devisa negara,

c) memperluas kesempatan kerja,

d) meningkatkan pendapatan petani, dan

e) pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan

Perbanyakan tanaman hortikultura

Digolongkan atas dua cara yaitu

  • generatif adalah perbanyakan yang menggunakan biji
  • vegetative, Perbanyakan vegetatif buatan. Perbanyakan vegetatif buatan terjadi dengan bantuan manusia.

Beberapa perbanyakan vegetatif buatan adalah :

Cangkok, Stek batang, Runduk,Setek daun,Tempel (okulasi), dan Sambung pucuk (enten).

  • Cangkok, 

Jenis tumbuhan yang biasa dicangkok pohon buah – buahan misalnya mangga, jeruk, dan lainlain. Umumnya jenis tumbuhan berkayu

  • Setek batang, 

Potongan batang tumbuhan yang hendak di setek harus mempunyai sebuah mata sebagai bakal tunas. umumnya merupakan batang yang sudah cukup tua.

  • Runduk

jenis tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan runduk sangat sedikit. Tumbuhan itu mempunyai batang yang panjang dan lentur. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan cara merunduk misalnya melati , alemanda, apel, dan lain2

  • Setek daun,

umumnya diterapkan pada tanaman hias misalnya begunia. Daun yang disetek ini harus cukup tua, dan tanah yang digunakn sebagai media tumbuh harus gembur dan lembab. Perkembangbiakan dengan setek daun ini dilakukan dengan meletakkan daun yang sudah dipilih tadi diatas permukaan tanah. Beberapa hari kemudian tumbuh tunas baru yang kemudian dapat dipindahkan ketempat lain.

  • Tempel (okulasi), 

cara perbanyakkan ini dilakukan dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Setiap tumbuhan itu mempunyai sifat yang berbeda. Batang dan tunas yang diokulasi berasal dari dua tumbuhan. Batang yang ditempel merupakan tumbuhan yang mempunyai akar dan batang yang kuat.

  • Sambung pucuk (enten), 

merupakan penyatuan pucuk dengan batang bawah. Pucuk dan batang bawah yang disambung itu berasal dua tumbuhan. Sambung pucuk dapat menghasilkan tanaman yang lebih baik mutunya. Bila dibandingkan dengan okulasi, ternyata sambung pucuk lebih cepat menghasilkan. Cara sambung pucuk dapat dilakukan terhadap tanaman hias, buah-buahan, dan perkebunan. Sambung pucuk dilakukan secara sederhana. Batang bawah diperoleh dari semaian biji. Pucuk diambil dari cabang tumbuhan yang mempunyai sifat- sifat baik seperti berbunga indah dan berbuah manis, atau lainnya. Pucuk kemudian disambung dengan batang bawah . Penyambungan dilakukan dengan menggunakan tali plastic.