Rekayasa Hayati – Pengertian, Contoh dan Ruang Lingkup

Rekayasa Hayati

Pengertian

Rekayasa Hayati (Bioengineering atau Biological Engineering) adalah bidang studi interdisipliner yang berdasarkan prinsip-prinsip hokum konservasi (massa, energi, muatan, dan momentum) dan menggunakan pendekatan analisis, sintesis, dan desain dari ilmu keteknikan yang diaplikasikan dalam system biologi (hayati) dari molekul hingga organisme baik dari perspektif kuantitatif maupun analitis.

Secara sederhana, Rekayasa Hayati di merupakan ilmu perekayasaan lingkungan makhluk hidup agar menghasilkan produk yang diinginkan secara maksimal.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup rekayasa hayati meliputi 7F, yaitu :

1. Food (pangan)
2. Feed (pakan)
3. Fine Chemical (senyawa kimia murni)
4. Fertilization (fertilisasi)
5. Fiber (serat)
6. Functional food (pangan fungsional)
7. Fuel (bahan bakar)

Objek kajian program studi ini adalah metabolit sekunder. Metabolit sekunder diolah untuk meminimalkan limbah (waste) dalam suatu system produksi dan memperoleh nilai guna yang tinggi. Berikut beberapa contoh penerapan keilmuan rekayasa hayati :

  •  Produksi tebu

Dalam suatu pabrik, produk utama tebua dalah gula. Setelah mengalami pengolahan, tentu terdapat limbah, yakni ampas tebu. Ampas tebu biasanya dibuang saja oleh orang karena dianggap tidak berguna. Sebagai Bio-engineer (perekayasahayati), tentu hal ini dimanfaatkan sekali, bahkan bisa bernilai jual tinggi. Bio-engineer memandang hal ini sebagai peluang besar karena ampas tebu ini dapat diolah menjadi bioetanol yang memiliki nilai jual tinggi.

  • Produksi nanas

Produk utama kebun nanas tentu buahnya. Bio-engineer dapat memanfaatkan daun nanas yang tidak terpakai dengan mengolahnya dan menghasilkan enzim bromelian yang berguna untuk keperluan farmasi. Sisa limbah lainnya dijadikan pakan ternak dan melalui imitasi kerja perut sapi dapat dihasilkan biogas. Hal iniberarti satu nanas saja dapat menghasilkan banyak produk tentu energi dapat dihemat karena pabrik bisa memanfaatkan biogas yang dihasilkan nanas itu sendiri.

  • Produksi mikro alga

Mikro alga sangat banyak ditemukan Indonesia dan tidak dimanfaatkan. Padahal mikro alga mempunyai potensi yang besar untuk menanggulangi krisis bahan bakar fosil. Dalam hal ini, Bio-engineer berperan sebagai pengolah mikro alga menjadi biodiesel yang bernilai tinggi. Demi kelangsungan kehidupan di bumi tentu hal ini sangat membantu memperpanjang keberlanjutan energi yang ada di bumi ini sesuai SDG (Sustainable Development Goals).