Materi Radiofarmasi (Radiokimia Medisinal)

Radiofarmasi merupakan senyawa radioaktif yang digunakan untuk tujuan diagnostik atau terapeutik.
Meskipun radiofarmasi yang ditargetkan dan agen pencitraan pintar masih dalam tahap awal pengembangan, beberapa analis industri menilai teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengubah bisnis kecantikan.

Pengertian

Radiofarmasi adalah adalah penggunaan senyawa radioaktif dalam pengobatan penyakit.

Radiasi adalah pemancaran/pengeluaran dan perambatan energy menembus ruang atau sebuah substansi dalam bentuk gelombang atau partikel. Partikel radiasi terdiri dari atom atau subatom dimana mempunyai massa dan bergerak, menyebar dengan kecepatan tinggi menggunakan energi kinetik. Beberapa contoh dari partikel radiasi :

  • elektron
  • beta
  • alpha
  • foton
  • neutron

Sumber radiasi dapat terjadi secara alamiah maupun buatan. Sumber radiasi alamiah contohnya radiasi dari sinar kosmis, radiasi dari unsur-unsur kimia yang terdapat pada lapisan kerak bumi, radiasi yang terjadi pada atsmosfir akibat terjadinya pergeseran lintasan perputaran bola bumi. Sedangan sumber radiasi buatan contohnya radiasi sinar x, radiasi sinar alfa, radiasi sinar beta , radiasi sinar gamma.

Prinsip

Penggunaan prinsip dan cara-cara farmasi dan radiokimia untuk membuat obat yang mengandung atom radioaktif (radiofarmaka) bagi keperluan diagnosa dan penyembuhan (terapi) penyakit yang diidap oleh pasien. Senyawa kimia atau obat, yang salah satu atom penyusun strukturnya adalah nuklida radioaktif, untuk keperluan diagnosa atau penyembuhan (terapi) suatu penyakit dan dapat diberikan ke pasien secara oral, parenteral, dan inhalasi disebut sebagai radiofarmaka.

Sedangkan untuk bidang keahlian (specialist) kedokteran yang berhubungan dengan penggunaan bahan radioaktif (radiofarmaka) untuk tujuan diagnosa dan terapi suatu penyakit disebut kedokteran nuklir.

Radiofarmaka diformulasikan dalam berbagai wujud kimia dan fisika untuk mengarahkan (targeted) keradioaktifan ke bagian-bagian tertentu dari tubuh dengan harapan bahwa Radiasi-γ yang dipancarkan dari radiofarmaka diagnosa dengan mudah akan keluar dari tubuh sehingga memungkinkan deteksi dan pengukuran dilakukan di luar tubuh (eksternal).

Terapi Radiofarmaka akan memancarkan radiasi dalam bentuk partikel bermuatan,

  • misalnya b atau a, yang mendepositkan energi kedalam organ yang sedang disembuhkan dari penyakit.

Sediaan radiofarmaka

  • Pengertian

Sediaan radiofarmaka adalah istilah yang digunakan pada zat radioaktif yang digunakan dalam bidang farmasi dan juga kedokteran nuklir. Sediaan radiofarmaka adalah istilah yang digunakan pada zat radioaktif yang digunakan dalam farmasi dan juga kedokteran nuklir.

Istilah sediaan radiofarmaka tidak termasuk zat radioaktif yang digunakan dalam bidang radiologi. Pengertian lebih lanjut dari sediaan radiofarmaka adalah zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia baik secara langsung ( Oral / Diminum ) atau secara parental / Disuntik, serta tidak berada dalam wadah yang tertutup ( sealed source ). Sediaan radiofarmaka  yang masuk ke dalam tubuh manusia akan ikut mengalami perubahan metabolisme yang terjadi di dalam tubuh.

Bagaimana pengaruh sterilitas sediaan radiofarmaka dan lain sebagainya, juga perlu ditambahkan sebagai keterangan tambahan pada sediaan radiofarmaka. Mengingat bahwa sediaan radiofarmaka  akan dimasukkan kedalam tubuh manusia

Beberapa hal yang harus diperhatikan demi keselamatan dalam pemakaiannya, antara lain :

  1. Dosis radiasi maksimum yang diijinkan ( Maximum Permissible Dose ( MPD ) ).
  2. Waktu optimum yang diperlukan untuk memulai penatahan / pengukuran.
  3. Dosis pemakaian ( administered dose ) yang tepat dari setiap sediaan radiofarmaka berdasarkan waktu dan MPD
  4. Ketepatan pemilihan sediaan radiofarmaka yang akan digunakan berdasarkan pertimbangan biologis, peluruhan fisika ( physical decay ), dan kementakan / Kebolehjadian keberhasilan pema-kaian sediaan radiofarmaka secara statistik.
  5. Pertimbangan medis antara pemakaian sediaan radiofarmaka dan penanganan medis.
  6. Masalah-masalah lain yang mungkin timbul dari pemakaian  sediaan radiofarmaka.

Contoh sediaan radiofarmaka dapat dilihat pada penjelasan aplikasi teknologi nuklir dalam bidang kedokteran yang telah dibahas di muka. Namun demikian, sebenarnya sediaan radiofarmaka secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi :

  • Sediaan radiofarmaka isotop primer, Contoh :
  1. I-131 dalam bentuk larutan NaI131
  2. P-32 dalam bentuk larutan H3P32O4 atau NaH2P32O4
  3. S-35 dalam bentuk larutan H2S35O4
  •   Sediaan radiofarmaka senyawa bertanda, contoh :
  1. Hipuran I-131
  2. Emas koloid Au-198
  3. Rose bengal  I-131
  4. RISHA  I-131
  5. Asam oleat  I-131
  6. Tc-99m dan derivatnya