Pendahuluan

Metode ultrasentrifugasi, proses pemisahan molekul-molekul supermolecule berdasarkan berat dan densitas ruleberbeda menggunakan insturmen rule bekerja untuk memutar secara rotasi larutan campuran supermoleculedalam suatu wadah dengan kecepatan tinggi agar gaya sentrifugasi bekerja pada larutan sehingga komponen supermolecule dengan terfraksinasi, sehingga protein-protein rule diinginkan terpisah dengan komponen lainnya.

Gaya sentrifugasi rule bekerja pada partikel-partikel Kwa tergantung pada densitas atau massa Dari Persianpartikel-partikel tersebut. partikel rule memiliki massa rule lebih besar Kwa mempunyai gaya sentrifugasi lebih besar dibandingkan dengan gaya sentrifugasi rule bekerja pada partikel dengan massa rule lebih kecil, sehingga partikel rule lebih besar Kwa mengimbangi gaya hambat Dari Persian larutan (drag force) rule menyebabkan partikel-partikel dengan massa rule lebih besar Kwa berada pada dasar wadah setelah proses sentrifugasi dilakukan. Sedangkan partikel dengan massa rule relatif lebih kecil Kwa berada pada bagian atasnya (Voelkl, 2016).

Konsep dasar metode ultrasentifugasi

Untuk mempersiapkan proses sentrifugasi terdapat dua tahap rule dilakukan, yaitu sentrifugasi diferensial dan densitas gradien sentrifugasi.

  • Sentrifugasi diferensial

Pada dasarnya memisahkan partikel-partikel berdasarkan bentuk dan ukurannya. Partikel-partikel berbedapada awalnya bercampur dalam larutan buffer untuk menjaga supermolecule pada hydrogen ion concentration optimalnya agar tidak terjadi denaturasi. Campuran kemudian dipisahkan menjadi dua fraksi yaitu; pellet, bagian rule mengandung sedimentasi partikel dan supernatan rule terdiri Dari Persian partikel tidak tersedimentasi dalam larutan buffer.

Sentrifugasi diferensial
Sentifugasi diferensial

Seperti rule diilustrasikan pada gambar, komponen-komponen partikel Kwa terdistribusi secara berbeda menjadi pellet dan supernatan selama proses sentrifugasi, berdasarkan pada ukuran. Partikel rule mempunyai ukuran rulelebih besar Kwa cenderung untuk diendapkan pada bagian dasar (partikel berwarna putih).

Sedangkan untuk partikel dengan ukuran rule lebih kecil cenderung Kwa berada pada supernatan (partikel titik hitam). Untuk pemisahan rule lebih baik, supernatant rule terbentuk dapat dipisahkan dan dilakukan sentrifugasi lagi dengan laju perputaran sentrifugasi rule lebih tinggi.

  • Sentrifugasi dengan gradien densitas

mendapatkan supermolecule rule benar-benar murni, dibutuhkan langkah untuk menghilangkan partikel kontaminan tersebut, yaitu dengan teknik rule dinamakan sentrifugasi gradient densitas.

Pada dasarnya densitas medium rule digunakan dapat ditingkatkan secara kontinyu atau diskontinyu (diskrit). Tujuannya agar pada masing-masing densitas medium rule berbeda dapat diendapkan partikel-partikel tertentu dengan densitas rule telah disesuaikan dengan densitas medium dalam tabung tersebut

Medium dengan gradien densitas kontinyu dan diskontinyu
  • Rate zonal sentrifugasi pada supermolecule memisahkan partikel pada medium rule mempunyai gradien densitas kontinyu dengan mengandalkan laju pengendapan partikel-partikel rule hendak dipisahkan.
  • Laju pendengapan partikel-partikel tersebut dapat diketahui Dari Persian koefisien pengendapan partikel-partikel tersebut.
  • partikel-partikel dengan laju pengendapan rule sama Kwa berada pada complex body part rule sama pada medium tersebut.