Biosignal – Pengertian, Klarisifikasi dan Analisa

Biosignal adalah

Pengertian

Biosignal adalah sinyal pada makhluk hidup yang dapat diukur dan dimonitor secara konstan. Istilah biosignal sering digunakan untuk merujuk pada sinyal bioelektrik, tetapi dapat merujuk pada sinyal listrik dan non-listrik. Meskipun memahami parameter spasial (misalkan. Urutan Nukleotida menentukan kode genetik) terkadang juga dimasukkan.

Biosignal :

  • SIGNAL adalah pembawa informasi.
  • INFORMASI : menjelaskan mekanisme fisik/tubuh tertentu saat terjadinya aktifitas sistem.
  • Signal ini dapat diukur dan dianalisa untuk mengetahui informasi mengenai struktur dan fungsi dari sistem biologi. contohnya : denyut jantung, kontraksi otot, aktifitas otak dll.
  • Medical diagnostics dari electrocardiogram (ECG) oleh Einthoven (1905) dan electro encephalogram (EEG) oleh Berger(1929).

Secara Umum Tujuan untuk pengolahan sinyal biomedis:

  • Kuantifikasi dan kompensasi untuk efek mengukur perangkat dan kebisingan pada sinyal.
  • Identifikasi dan pemisahan yang diinginkan dan komponen yang tidak diinginkan dari sinyal.
  • Untuk menghasilkan sinyal pada dasar analisis karakteristik sinyal

Klarifikasi Signal Biomedis

Klasifikasi berdasarkan sumber :

  • Bioelectric Signals : dihasilkan oleh sel-sel saraf dan sel-sel otot.
  • Biomagnetic Signals : otak, jantung, paru-paru menghasilkan medan magnet yang sangat lemah
  • Bioacoustic Signals : banyak fenomena buat akustik kebisingan.
  • Sinyal Biomekanik : gerak dan perpindahan sinyal, tekanan, ketegangan dan aliran sinyal.
  • Sinyal Biokimia : pengukuran kimia dari hidup jaringan atau sampel yang dianalisis di laboratorium.
  • Sinyal Bioimpedance : impedansi jaringan mengungkapkan informasi tentang komposisi jaringan
  • Sinyal Biooptical : oksigenasi darah dengan pengukuran ditransmisikan dan cahaya backscattered dari tisu, estimasi output jantung dengan pewarna pengenceran. teknologi serat optik.

Klasifikasi BIOSIGNAL berdasarkan bentuk fisik diantaranya :

  • Mekanik: tekanan darah, aliran darah, nystagmus (gerakan mata involuntary), contractability (kemampuan kontraksi), bunyi/suara, tidal air volume (volume udara yg dihirup dan dikeluarkan pada siklus pernafasan).
  • Termal (temperatur, distribusi temperatur)
  • Listrik (perubahan tegangan, dapat dilihat pada EEG, ECG dan EMG, kulit)
  • Konduktansi (distribusi tegangan, depolarisasi sel syaraf)
  • Magnetik (magnetoencephalogram, magnetocardiogram)
  • Optik (micrographs, X-ray images)
  • Atom (konsentrasi radioaktif isotop, scintigrams, distribusi aktifitas)

Klasifikasi berdasarkan dimensi diantaranya :

  • dimensi(time curve [misal: ECG])
  • dimensi(images [misal: distribusi temperatur pada permukaan kulit])
  • dimensi(konsentrasiatauvolume [misal: kadarO2 dalam darah]).

Klasifikasi berdasarkan perubahan sinyal :

  • Analog: kontinyu
  • Digital: diskrit

Klasifikasi berdasarkan statistik diantaranya :

  • Deterministic
  • Periodical: (pengulangan sinyal pada periode waktu yang konstan)
  • Harmonic: bentuk sinyal yang sinusoidal (ideal, tidak muncul pada biosignal)
  • Non-harmonic: bentuk karakteristik yang berulang dengan interva tertentu (tekanandarah, ECG)
  • Non-periodical: evoked potential, wash-out-curves of radio-isotopes
  • Stochastic (accidental)
  • Stationary (pengujian statis EEG pada periode waktu yg pendek);
  • Non-stationary (pengujian dinamis EEG, depolarisasisel syaraf).

Analisa Biosignal

  • Metode dasar analisa signal : penguatan, filtering, digitalisasi, processing dan penyimpanan dapat diterapkan pada analisa biosignal.
  • Menggunakan metode pengembangan untuk analisa biosignal.