Kumpulan Soal dan Pembahasan Hereditas

Unduh Soal dan Pembahasan Pola Hereditas untuk kelas XII SMA/MA

Contoh Soal dan Pembahasan Hereditas dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc atau .pdf agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Link Download Soal dan Kunci Jawaban Pola Hereditas

Google Drive | Zippyshare Mirror

Soal Hereditas

 

  1. Pak Budi menyilangkan galur murni kacang kapri berbiji bulat warna kuning (BBKK) dan biji keriput warna hijau (bbkk). Persilangan dilakukan sampai mendapat keturunan F2 menghasilkan biji sejumlah 3.200 buah. Secara berurutan, jumlah biji bulat warna kuning dan biji keriput warna hijau adalah. . .
  2. 200 dan 600          d.    600 dan 200
  3. 200 dan 1.200      e.    1.800 dan 200
  4. 200 dan 1800

Pembahasan :

Dari soal diketahui bahwa:

P1 :         BBKK                    ><           bbkk

(bulat, kuning)                  (keriput, hijau)

G  :             BK                                          bk

F1 :         BbKk (bulat, kuning)

P2 :         BbKk                      ><           BbKk

G  :         BK, Bk, bK, bk                    BK, Bk, bK, bk

F2 : 3.200 buah

GametBKBkbKbk
BKBBKKBBKkBbKKBbKk
BkBBKkBBkkBbKkBbkk
bKBbKKBbKkbbKkbbKk
bkBbKkBbkkBbkkbbkk

Keterangan :

–          BB : bulat             – KK : kuning

–          Bb : bulat             – Kk : kuning

–          Bb : keriput         – kk : hijau

F2 =

bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau

9          :                3            :            3                  :           1

1.800    :                    600        :            600             :           200

Jadi, jumlah biji bulat warna kuning dan biji keriput warna hijau adalah 1.800 dan 200.

Jawaban : E

  1. Pada penyilangan bunga Linariamaroccanabungan merah (Aabb) dengan bunga putih (aaBB) menghasilkan bunga ungu (AaBb). Apabila F1 disilangkan dengan bungan merah (Aabb), berapakah rasio fenotip F2nya antara ungu : putih : merah?
  2. 3 : 2 :3                     d.    9 : 4 : 3
  3. 6 : 2 : 8                    e.    12 : 3 : 1
  4. 9 : 3 : 4

Pembahasan :

Dari soal diketahui bahwa :

P1     =             Aabb(merah)     ><           aaBB(putih)

G      =             Ab                                          aB

F1     =             AaBb (ungu)

P2     =             AbBb(ungu)       ><           Aabb(merah)

G      =             AB,Ab,aB,ab                       Ab,ab

 

GametABAbaBAb
AbAABb

(ungu)

AAbb

(merah)

AaBb

(ungu)

Aabb

(merah)

abAaBb

(ungu)

Aabb (merah)aaBb

(putih)

aabb

(putih)

F2     =             ungu      :               putih     :               merah

3                                2                              3

Jawaban : A

 

  1. Disilangkan tanaman mangga bulat manis (BBMM) dengan buah lonjong manis (bbMm). Hasil persilangannya adalah. . .
  2. 100% bulat manis                                                                  d. 50% bulat manis : 50% lonjong pahit
  3. 75% bulat manis : 25% lonjong manis                           e. 100% lonjong manis
  4. 50% bulat manis : 50% lonjong manis

Pembahasan :

 

P       :               BBMM(bulat manis)                       ><           bbMm(lonjong manis)

G      :               BM                                                                         bM, bm

F       :               BbMM (bulat manis) dan BbMm (bulat manis)

Dari persilangan diatas tampak bahwa semua keturunannya berfenotip bulat manis.

Jawaban : A

 

  1. Pada suatu daerah dengan 10.000 penduduk, terdapat 4% warga albino, maka perbandingan jumlah orang yang berkulit normal homozigot dan heterozigot secara berurutan adalah. . .
  2. 6.400 dan 1.600                                                                      d. 3.200 dan 400
  3. 6.400 dan 3.200                                                                      e. 1.600 dan 400
  4. 3.200 dan 1.600

 

Pembahasan :

 

Diketahui :    Jumlah penduduk = 10.000                          Jumlah warga albino = aa = 4%

Ditanya :        Penduduk normal Heterozigot (AA) dan heterozigot (Aa).

Dijawab :       Frekuensi genotip aa = 4%

Frekuensi gen a =   =    = 0.2

Hukum Hadi-Weinberg :   -keseimbangan frekuensi gen : A + a = 1, maka A = 1 – 0,2 = 0,8

-keseimbangan frekuensi genotip : A² + 2Aa + a² =1

Maka :

Jumlah penduduk normal homozigot (AA) : (0,8)²  x 10.000 = 6.400

Jumlah penduduk normal heterozigot (Aa) : 2 x (0,8) x (0,2) x 10.000 = 3.200

Jawaban : B

 

  1. Interaksi antara dua pasang gen yang mengendalikan karakter bentuk pial ayam, dilambangkan dengan R_P_ untuk ayam berpial walnut, R_pp untuk ayam berpial rose, rrP_ untuk ayam berpial pea, dan rrpp untuk ayam berpial single. Persilangan antara ayam berpial walnut dan berpial pea menghasilkan keturunanwalnut dan rose dengan rasio 3 : 1. Berdasarkan hasil persilangan di atas, genotip induknya adalah. . .
  2. RRPP x rrPP                                                             d. RrPP x rrPp
  3. RRPp x rrPp                                                             e. RrPp x rrPp
  4. RrPP x rrPP

 

Pembahasan :

 

P       =             walnut (R_P_)                   ><           pea (rrP_)

F1     =             walnut (R_P_)                   :               pea (rrP_)

3                              :                       1

Pada persilangan antara walnut (R_P_) dengan pea (rrP_) didapatkan keturunan yang berpial rose (R_pp), maka masing-masing induk pastilah mengandung (p). jika dituliskan :

P       = walnut (R_Pp)               ><  pea (rrPp)

Menghasilkan keturunan walnut dan rose dengan rasio 3:1 , maka genotip induk yang walnut harus (RRPp) bukan (RrPp) karena jika RrPp maka akan didapatkan keturunan yang berfenotip rose, pea, dan single.

 

Jawaban : B

 

  1. Di suatu kota yang berpenduduk 100.000 jiwa, dengan komposisi laki-laki dan perempuan sama, terdapat 5% penduduk laki-laki menderita buta warna. Penduduk kota tersebut yang bersifat normal, tetapi membawa gen buta warna diperkirakan berjumlah. . .
  2. 2.500 orang                                                              d. 9.500 orang
  3. 4.750 orang                                                             e. 45.125 orang
  4. 5.000 orang

 

Pembahasan :

 

Diketahui :    -jumlah penduduk = 100.000 orang         -komposisi laki-laki dan perempuan = @50.000 jiwa

-laki-laki buta warna = 5% =XᵇY

Maka :            – XᵇY = 5%       menunjukkan frekuensi gen Xᵇ

-berdasarkan hokumHardy-Weinberg : Xᴮ + Xᵇ = 1, maka Xᴮ = 95%.

-ditanyakan penduduk yang normal, tetapi membawa gen buta warna, maka yang dimaksud adlah perempuan normal karier (XᴮXᵇ) karena pada laki-laki tidak ada normal karier, hanya ada laki-laki normal (XᴮY) atau laki-laki buta warna (XᵇY). hal ini disebabkan oleh gen penyebab buta warna terpaut pada kromosom X.

-Jadi, XᴮXᵇ = 2 (95%) (5%) x 50.000 jiwa = 2

(0,95) (0,05) x 50.000 jiwa = 4.750 jiwa.

Jawaban : B

 

  1. Gen C dan P yang saling berinteraksi dan melengkapi menyebabkan seseorang berfenotip normal (tidak bisu-tuli). Sebaliknya, jika salah satu gen tidak ada, menyebabkan seseorang berfenotip bisu-tuli. Persilangan antara laki-laki bisu-tuli (Ccpp) dan wanita bisu-tuli (ccPP) akan menghasilkan keturunan bisu-tuli sebanyak. . .
  2. 0%            b. 25%                   c. 50%                   d. 75%                   e. 100%

Pembahasan :

 

Jawaban : A

 

  1. Jika diketahui populasi penduduk kota Kediri adalah 25 juta dan didapatkan penderit albino adalah 16% dari total penduduk, maka jumlah penduduk yang normal heterozigot adalah. . .
  2. 18 juta                    b. 14 juta             c. 12 juta              d. 10 juta             e. 8 juta

Pembahasan :

 

Jawaban : C

 

Untuk soal nomor  9, 10, dan 11.

Ditemukan bahwa gen H mengatur warna hitam, sedangkan alelnya gen h mengatur warna abu-abu. Adapun gen P mengatur panjang sayap dan alelnya gen p mengatur sayap pendek. Jarak antara HP adalah 10%.

  1. Berapa rasio fenotip hasil testcrossHhPp yang mengalami pindah silang?
  2. 9 : 1 : 1 : 9              b. 9 : 1 : 9 : 1        c. 1 : 1 : 9 : 9        d. 1 : 9 : 9 : 1        e.1 : 9 : 1 : 9

Pembahasan :

 

Jawaban : A

 

  1. Berapa nilai pindah silangnya ?
  2. 70%                         b. 80%                   c. 90%                   d. 100%                                e. 60%

Jawaban : C

 

  1. Berapa jarak gen H dan P ?
  2. 5%                            b. 10%                   c. 15%                   d. 17%                   25%

Jawaban : B

 

Pembahasan

 

Test cross P:                 hitam dan bersayap panjang (HhPp) >< abu-abu dan bersayap pendek (hhpp)

Gamet            :  HP, Hp, hP dan hp

Hasil persilangannya :              HhPp = hitam bersayap panjang

Hhpp = hitam bersayap pendek

hhPp = abu-abu bersayap panjang

hhpp = abu-abu bersayap pendek

Oleh Karena jarak gen = rekombinasi = 10% maka KPnya = 100% – 10% = 90%

 

Oleh Karena masing-masing KP dan RK perbandingannya 50% maka rasio fenotipnya :

Hitam bersayap panjang         =             50% x 90% = 45% disederhanakan jadi    9

Hitam bersayap pendek         =             50% x 10% = 5% disederhanakan jadi      1

Abu-abu bersayap panjang   =             50% x 10% = 5% disederhankan jadi         1

Abu-abu bersayap pendek    =             50% x 90% = 45% disederhanakan jadi    9

 

Perbandingan fenotip antara HhPp : Hhpp : hhPp : hhpp = 9 : 1 : 1 : 9.

Dengan demikian jumlah perbandingannya adalah 9 +1+1+9 = 20

Maka KP =  x 100% = 90%

Oleh karena KP > 50, gen HP mengalami pindah silang. Jarak gen H dan P adalah
x 100% = 10% atau 100% – 90% = 10%

Nilai pindah silang = RK =10%.

 

 

  1. Aneuploidi terjadi karena peristiwa ….
  2. a. kriptomeri
  3. b. gagal berpisah
  4. c. pautan
  5. d. polimeri
  6. e. pindah silang

 

Jawaban : B

 

  1. Lima belas bersaudara kandung terdiri atas 5 wanita dan 10 pria. Kesepuluh pria pada keluarga tersebut mengalami kelainan pada salah satu anggota badannya, sedangkan ke 5 wanitanya normal. Kelainan tersebut disebabkan oleh factorgenetic akibat peristiwa. . .
  2. Pindah silang                                       d. epistasis
  3. Pautan seks                                         e. kriptomeri
  4. Gagal berpisah

 

Jawaban : B

 

Pembahasan :

 

Tampak pada soal yang mengalami kelainan hanya seluruh anggota keluarga yang berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan wanita tidak mengalami kelainan. Berarti gen yang terpaut pada gonosom Y. Pautan sex merupakan gen yang terpaut pada kromosom kelamin/gonosom.

 

  1. Perkawinan antara kuda betina dan keledai jantan tidak dapat menghasilkan spesies baru, karena. . .
  2. Hibrid yang dihasilkan fertile                         d.  Hibrid yang dihasilkan steril
  3. Adanya isolasi reproduksi                              e.  Hibrid yang dihasilkan letal
  4. Adanya isolasi perilaku

 

Jawaban : D

 

Tampak pada soal terjadi isolasi reproduksi yang berarti hambatan dua spesies berbeda untuk reproduksi. Isolasi reproduksi yang terjadi di soal ini tergolong isolasi post zigot yang mengakibatkan sterilitas pada hibrid.

 

  1. Diketahui :
  2. Alel posisi bunga aksial (A) dominan terhadap posisi bunga terminal (a)
  3. Alel batang tinggi (L) dominan terhadap batang kerdil (l)
  4. Alel biji bulat (B) dominan terhadap biji keriput (b)

Perkawinan sendiri tanaman heterozigot akan menghasilkan keturunan dengan sifat homozigot untuk posisi bunganaksial dan batang tinggi serta heterozigot untuk bentuk biji, dengan kemungkinan. . .

a.1/64             b.1/32                   c.1/8                      d.1/4                     e.1/2

 

Jawaban : B

P : AaLlBb  ><   AaLlBb

G : 8 macam  >< 8 macam

F : 64 macam kombinasi

Genotip homozigot posisi bunga aksial dan batang tinggi, heterozigot bentuk biji = AALLBb.

Soal ini dapat diselesaikan dengan diagram garpu.

P : Aa><Aa                   Ll><Ll                   Bb><Bb

F : AA,2Aa,aa               LL,2Ll,ll                  BB,2Bb,bb

1AA                 LL            BB

2Ll           2Bb                        2AALLBb dari 64 kombinasi = 2/64 = 1/32

Ll             bb

 

  1. Penyimpangan perbandingan fenotip F1 pada persilangan dengan dua sifat beda, misalnya dari 9 : 3 : 3 : 1 menjadi 9 : 3 : 4 disebut. . .
  2. pindah silang           b. hipostais         c. epistasis          d.polimeri           e.kriptomeri

Jawaban : E

Kriptomeri adalah gen dengan sifat tersembunyi, dimana ekspresi / pemunculan sifatnya sangat dipengaruhi factor lain, misalnya factor asam – basa. Perbandingan fenotip F2 = 9 : 3 : 4

 

  1. Perkawinan lalat buah warna abu-abu, sayap panjang dengan lalat buah warna hitam, sayap pendek. Memperoleh keturunan lalat buah dengan fenotip warna abu-abu, sayap panjang dan warna hitam, sayap pendek. Keadaan demikian dapat terjadi karena adanya peristiwa. . .

a.dominansi       b. gagal berpisah        c. gen terikat sempurna                                gen terikat tak sempurna             e.epistasis

Jawaban : C

Misalkan : abu-abu = A            Hitam = a             sayap panjang = P            sayap pendek = p

P :     lalat buah warna abu-abu sayap panjang (AaPp)  >< lalat buah warna hitam sayap pendek (aapp)

F :     AaPp = abu-abu, sayap panjang

Aapp = abu-abu, sayap pendek

aaPp = hitam , sayap panjang

aapp = hitam, sayap pendek

 

  1. Hemofilia adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh gen resesif yang terpaut kromosom X. seorang anak laki-laki hemophilia dapat lahir dari perkawinan
  2. Ayah normal, ibu normal heterozigotik
  3. Ayah normal, ibu hemofiliakarir
  4. Ayah normal, ibu normal karir
  5. Ayah hemoflia,ibu normal homozigotik

Jawaban yang benar adalah. . .

a.1, 2, dan 3                  b. 1 dan 3             c. 2 dan 4             d. 1         e. 1, 2, 3, dan 4

Jawaban: A

P : Ayah normal (HY) >< Ibu normal heterozigot (Hh)

G : H, Y                                           H, h

F:  laki-laki hemofili (hy)

 

P : Ayah Hemofili (hY) >< ibu normal homozigot (HH)

G : h, Y                                            H

F : hanya ada laki-laki normal

 

  1. Pernikahan antara wanita dan laki-laki yang keduanya berpenglihatan normal menghasilkan seorang anak laki-laki yang buta warna dan dua anak perempuan berpenglihatan normal. Dari kasus ini dapat dikethaui bahwa
  2. Ibu adalah homozigot dominan
  3. Ibu adalah homozigot resesif
  4. Ibu adalah karier
  5. Ayah adalah karier
  6. Ayah adalah homozigot dominan

Jawaban yang benar adalah. . .

a.1, 2, dan 3          b. 1, 2, dan 5       c. 1, 3, dan 5       d. 3         e. 4

Jawaban : D

Dari soal terlihat bahwa kelainan buta warna terpaut pada kromosom X dan bersifat resesif.

P : laki-laki normal (Xᴮ Y)  ><   wanita normal (XᴮXᵇ)

F : laki-laki buta warna (XᵇY)

 

  1. Berdasarkan analisis genetic seorang gadis butawarna (XᵇXᵇ) harus mempunyai seorang ayah yang mempunyai genotip. . .

a.XᵇXᵇ             b. XᵇYᵇ                   c. XᴮYᵇ                   d. XY      e. XᵇY

Jawaban : E

P : ayah (XᵇY)   >< Ibu (XᴮXᵇ)

F: anak perempuan (XᵇXᵇ)

 

  1. Persilangan antara tanaman berbunga biru (BBRR) dengan tanaman berbunga putih (BBrr) menghasilkan keturunan F1. Peristiwa tersebut adalah peristiwa komplementer. Gen B membentuk pigmen warna biru, sedangkan R membentuk enzim pengikat. Apabila F1 tersebut disilangkan dengan sesamanya, perbandingan persentase fenotipenya adalah….
    A. biru : putih = 100% : 75%
    B. biru : putih = 75% : 25%
    C. biru : putih = 50% : 50%
    D. biru : putih = 25% :75%
    E. biru : putih = 0% : 100%
    Pembahasan :
    P1 : BBRR >< BBrr  F1 : BBRr

P2 : BBRr  >< BBRr F2 : biru (BBRR, BBRr, BBRr), putih(BBrr)
Persentase fenotipe: Biru = ¾ x 100% = 75%,

Putih = ¼ x 100% = 25%
Perbandingan Biru :Putih = 75% : 25%

 

  1. Apabila terjadi perkawinan antara parental bergolongan darah A heterozigot dengan B heterozigot, maka kemungkinan golongan darah anak-anaknya adalah . . . .
  2. A dan B
  3. A dan AB
  4. AB dan O
  5. A, B, AB dan O
  6. B dan AB

Pembahasan :

P 1 = I O I A > < I O I B

F 1 = I O I O , I O I A, I O I B , I A I B

Maka kemungkinan golongan darah anak- anaknya adalah A, B, AB, dan O.

 

  1. 23.  Perkawinan tikus hitam dan tikus kuning dimana faktor (H) pembawa sifat hitam bersifat epistasis terhadap faktor (K) pembawa sifat kuning yang hipostasis. Jika Hh Kk disilangkan dengan Hb KK genotip tikus hitam yang akan dihasilkan adalah ……..
    2 macam
    B. 3 macam
    C. 4 macam
    D. 6 macam
    E. 5 macam
    Pembahasan:
    Perkawinan tikus hitam dan tikus kuning
    HhKk X HhKK H epistasi faktor K maka genotif tikus hitam yang dihasilkan HHKK, HHKk, HhKK, HhKk.

 

  1. 2 Persilangan antara bunga Linnaria maroccana merah (Aabb) dan putih (aaBb) menunjukkan peristiwa kriptomeri. Apabila F1 yang memiliki fenotipe ungu dan F1 yang memiliki fenotipe merah disilangkan dan menghasilkan 360 tanaman, jumlah keturunan yang berfenotipe putih sebanyak …. tanaman
    A. 45
    B. 90
    C. 135
    D. 180
    E. 270
    Pembahasan:
    P1 = Aabb >< aaBb
    F1= AaBb (ungu), Aabb (merah), aaBb (putih), aabb (putih)
    P2= AaBb (ungu) >< Aabb (merah)
    F2= ungu (AABb, AaBb, AaBb),merah(AAbb, Aabb, Aabb), putih(aaBb, aabb)
    Jadi, keturunan yang berfenotipe putih sebanyak adalah :

2/8 x 360 = 90 tanaman

 

  1. 2 Gen M (merah), epistasis terhadap gen H(hijau). Kedua gen tersebut bersifat dominan terhadap alelnya (kuning). Pada persilangan antara tanaman berdaun merah (MMHh) dan tanaman berdaun hijau (mmHH) menghasilkan dua tanaman berdaun merah dengan genotipe yang berbeda. Apabila dilakukan persilangan antara kedua tanaman berdaun merah tersebut, perbandingan fenotipe yang diperoleh adalah ….
    A. merah : hijau = 6:2
    B. merah : kuning = 3 : 3
    C. merah : kuning = 15:1
    D. merah : hijau : kuning = 4 : 3 : 1
    E. merah : hijau : kuning = 9 : 3 : 4
    Pembahasan:
    P1 : MMHh >< mmHH
    F1 : MmHH, MmHh
    P2 : MmHH >< MmHh
    F2 : merah (MMHH, MMHh, MmHH, MmHh, MmHH, MmHh), hijau(mmHH, mmHh)
    Jadi perbandingan fenotipe yang diperoleh adalah merah : hijau = 6 : 2