Kumpulan Soal dan Pembahasan Unsur Transisi Periode Keempat

Unduh soal pembahasan Unsur Transisi Periode Keempat untuk kelas XII SMA/MA

Soal dan pembahasan Unsur Transisi Periode Keempat dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan Alkali

  1. Beberapa sifat unsur sebagai berikut

(1) membentuk senyawa berwarna

(2) titik leburnya rendah

(3) dapat membentuk ion kompleks

(4) diamagnetic

(5) mempunyai berbagai macam bilangan oksidasi

Sifat unsur transisi periode keempat ditunjukkan oleh….

  1. 1,3 & 5 4 & 5                      E. 3, 4 & 5
  2. 1,2 & 3 2,4 & 5

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara: 215)

Jawaban : A

Pembahasan:

Unsur-unsur transisi periode keempat mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi, di sebabkan karena:

1.rapatanyya tinggi, menunjukkan tingkat kepadatan antara atom-atom logam sangat tinggi

  1. jari-jari atom unsur yang relative pendek, memungkinkan ikatan antara logam sangat kuat, yang dikenal dengan ikatan logam.

Sifat kemagnetan unsur transisi ada tiga, yaitu: paramagnetic, diamagnetic dan feromagnetik. Adanya electron-elektron yang tidak berpasangan pada orbital menyebabkan unsur-unsur transisi bersifat paramagnetic. Paramagnetik adalah sifat dari suatu unsur yang dapat ditarik oleh medan magnet. Makin banyak jumlah electron yang tak berpasangan, makin kuat sifat paramagnetic unsur tersebut. Diamagnetik adalah zat itu ditolak oleh medan magnet, sifat ini dimiliki oleh atom molekul atau ion yang seluruh electron pada orbitnya berpasangan. Dan feromagnetik yaitu ditarik sangat kuat kedalam medan magnet.

Senyawa unsur-unsur transisi pada umumnya berwarna

Contoh: CuSO4 = Biru

K2Cr2O7 = Jingga

Fe(SCN)3 = Merah Coklat

FeSO4 = Hijau Muda

Unsur-unsur transisi periode keempat merupakan unsur logam. Secara umum nilangan oksidasinya selalu positif. Bilangan oksidasi unsur-unsur transisi periode keempat sebagai berikut:

  • Kebanyakan memiliki bilangan oksidasi +2 atau +3 atau keduanya
  • Apabila unsur-unsur logam transisi berikatan dengan oksigen, unsur-unsur tersebut menunjukkan variasi bilangan oksidasi karena unsur-unsur transisi dan oksigen mempunyai keelektronegatifan yang tinggi.

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:181)

  1. Suatu unsur transisi periode keempat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

(1) bilangan oksida +3 dan +6

(2) jika bilangan oksidanya +3 dalam air berwarna biru atau hijau

(3) jika bilangan oksidasinya +6 dalam air berwarna kuning atau jingga

(4) larutan kuning jika ditambanh atom akan bersifat oksidator an berubah menjadi jingga

 

 

Unsur tersebut adalah….

  1. Cu Ni               E. Zn
  2. Cr Co

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:216)

Jawaban: B

Pembahasan:

Warna dri senyawa unsur transisi tergantung pada banyak dan jenis ionnya atau molekul lain yang terikat atom lain. Warna-warna dari ion unsur transisi periode keempat yang sesuai dengan bilangan oksidasinya.

Unsur Biloks Warna
Sc +3 Tidak berwarna
Ti +2

+3

+4

Ungu

Hijau

Tidak berwarna

V +2

+3

+4

+5

Ungu

Hijau

Biru

Merah

Cr +3

+6

+6

Hijau

Kuning

Jingga

Mn +2

+3

+6

+7

Merah Muda

Merah Coklat

Hijau

Cokelat Ungu

Fe +2

+3

Hijau

Jingga

Co +2

+3

Merah Muda

Biru

Ni +2

+3

Hijau

Merah

Cu +1

+2

Tidak berwarna

Biru

Zn +2 Tidak berwarna

 

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:182)

  1. Senyawa unsur-unsur transisi periode keempat pada umumnya berwarna. Hal ini disebabkan karena….
  2. Orbital d-nya terisi penuh
  3. orbital d-nya tidak terisi
  4. pengisisan terakhir pada orbital d
  5. bersifat paramagnetic
  6. Elektron dalam keadaan berpasangan

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:216)

Jawaban: C

Pembahasan :

Hal yang mempengaruhi warna ion transisi dalam senyawa adalah subkulit d. Subkulit d memiliki 5 orbital yang masing-masing memiliki tingkat energi yang sama. Apabila ion-ion unsur transisi berikatan dengan unsur ion lain maka muatan listrik anion tersebut akan mempengaruhi 5 orbital d, sehingga terjadi perbedaan tingkat energi antara orbital-orbital d. Elektron-elektron pada orbital d dapat mengalami perpindahan ke tingkat energi yang lebih tinggi, dengan cara menyerap energi tampak. Besarnya energi yang diserab tergantung jenis atom pusat dan anionnya. Apabila semua energi cahaya tampak diserap maka senyawa tersebut tidak berwarna. Karena orbital d terisi penuh electron atau kosong, maka senyawanya atau ionnya tidak berwarna. Apabila suatu zat menyerap energi cahaya tampak dengan panjang gelombang tertentu, zat tersebut akan meneruskan cahaya tampak yang tidak diserap mata, sehingga zat akan tampak berwarna sesuai dengan warna cahaya yang tidak diserap.

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:182)

 

  1. Nama mineral yang mengandung mangan adalah….
  2. bauksit C. pirolusit E. pirit
  3. kobaltit D. kriolit

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:216)

Jawaban: C

Bijih mangan yang utama adalah pirolusit (MnO2) . Jika pirit adalah mineral yang mengandung besi (FeS2), kobalt di alam diperoleh sebagai bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS)

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:196)

  1. Beberapa reaksi kimia sebagai berikut:
  2. Fe2O3 (s) + 3 CO (g) à 2 Fe (l) + 3 CO2 (g)
  3. 3 Fe2O3 (s) + CO (g) à 2 Fe3O4 (s) + CO2 (g)
  4. Fe3O4 (s) + CO (g) à 3 FeO (s) + CO2 (g)
  5. FeO (s) + CO2 (g) à FeCO3 (s)
  6. CaCO3 (s) à CaO (s) + CO2 (g)

Reaksi yang terjadi pada peleburan besi pada tanur tinggi adalah….

  1. 1,2 & 3 2,3 & 4       E. 2,4 & 5
  2. 1, 2, & 4 2,3 & 5

Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:216)

 

Jawaban : A

Pembahasan:

Pengolahan bijih besi dilakukan di dalam tanur tinggi yang dikenal dengan namablast furnance. Proses pengolahan bjih adalah sebagai berikut.

Bijih besi, kokas dan kapur dimasukkan dari puncak tanur lalu udara panas diembuskan dari bawah. Reaksi yang terjadi pada tanur tinggi adalah sebagai berikut.

“Udara panas yang diembuskan kedalam tanur akan mengalir ke atas dan mengoksidasi kokas © dengan reaksi eksoterm menghasilkan gas CO2. Kerika bergerak naik, gas CO2 yang baru terbentuk itu bereaksi lagi dengan kokas yang bergerak turun membentuk CO. Reaksi eksoterm menyebabkan temperature pembakaran di dalam tanur tetap tinggi. Gas CO yang dihasilkan akan mereduksi bijih besi secara bertahap.

Fe2O3 à Fe3O4 à FeO à Fe

Jadi, reaksi total pada tanur adalah sebagai berikut.

Fe2O3 (s) + 3 CO (g) à 2 Fe (l) + 3 CO2

Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:199)

  1. V2O5 pada pembuatan H2SO4 menurut proses kontak berfungsi sebagai….
  2. oksidator C. reactor E. reaktan
  3. reduktor D. katalisator

(Tim Masmedia Buana Pustaka. 2016. Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Masmedia: 136)

Jawaban: D

Pembahasan:

Cara paling murah membuat asam sulfat, yaitu dengan proses kontak. Sebagai bahan utamanya digunakan sulfur, udara dan air. Pertama kali yang dilakukan adalah sulfur padat dibakar dengan oksigen dari udara untuk menghasilkan SO2. Selanjutnya, campuran gas SO2 dan udara ditambah dengan katalisator V2O5 pada kondisi 500oC dan tekanan 1 atm yang mengakibatkan SO2 akan teroksidasi menjadi SO3 . Gas SO3 yang terbentuk kemudian direaksikan dengan air membentuk H2SO4

  1. Berikut ini merupakan fungsi dari unsur transisi periode keempat.
  2. Bahan pelapis besi
  3. Penghantar Listrik
  4. Bahan bangunan
  5. Bahan penguat
  6. Bahan agar menjadi bercahaya

Yang merupakan fungsi dari titanium adalah….

  1. 1 dan 2 3 dan 4       E. 1 dan 5
  2. 2 dan 3 4 dan 5

(Tim Masmedia Buana Pustaka. 2016. Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Masmedia: 120)

 

Jawaban: D

 

 

 

 

Pembahasan:

Pada unsur-unsur transisi periode keempat, kegunaannya sebagi berikut:

  1. Titanium digukan untuk campuran bahan agar menjadi lebih kuat dan bercahaya seperti pesawat dan perhiasan
  2. Vanadium untuk pembuatan katalisator vanadium peroksida
  3. Kromium untuk bahan pelapis besi dalam baja
  4. Besi untuk bahan bangunan, bahan pembuatan mesin dan lain-lain
  5. Tembaga untuk penghantar listrik
  6. Seng untuk pelapis besi dan baja untuk mencegah terjadinya korosi
  7. Mangan untuk pembuatan KMnO4

(Tim Masmedia Buana Pustaka. 2016. Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Masmedia: 120)

  1. Urutan yang benar pada proses pengolahan tembaga dari bijih tembaga adalah….
  2. Elektrolisis-reduksi-pemekatan-pemanggangan
  3. Reduksi-elektrolsiis-pemanggangan-pemekatan
  4. Pemekatan-reduksi-pemanggangan-elektrolisis
  5. Pemanganggan-reduksi-pemekatan-elektrolisis
  6. pemekatan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:218)

Jawaban:  E

Pembahasan:

Pada umumnya bijih tembaga mengandung 0.5 % Cu, karena itu diperlukan pemekatan bijih tembaga. Langkah-langkah pengolahan bijih tembaga adalah seperti skema berikut:

 

Biji tembaga 0.4-0.5 % Cu dari CuFeS2
Proses pengapungan kadar Cu 20-40 % CuFeS2

 

 

 

Terbentuk Cu2S dan FeO + SiO2

 

Proses pemekatan

Cu (s) 99%
CU2O + Cu2S

 

Cu2S
FeSiO3

Pemanggangan

 

 

 

 

Cu (s) murni

Reduksi                               elektrolisis

 

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:203)

  1. Tembaga dibuat dari bijihnya dengan cara pemanggangan, reaksi yang tepat adalah….
  2. 4 CuFeS2 + 9 O2 à 2 Cu2S + 2 Fe2O3 + 6 SO2
  3. 2 CuFeS2 + 6 O2 à Cu2O + Fe2O3 + 4 SO2
  4. 2 Cu2S + 3 O2 à 2 Cu2O + 2 SO2
  5. Cu2S + 2 Cu2O à 6 Cu + SO2
  6. 2 CuFeS2 + 3 O2 à 2 CuS + 2 FeO + 2 SO2

(Mustafal Bakri.Seri Pendalaman Materi KIMIA untuk SMA/MA. Esis: 124)

Jawaban: A

 

 

Pembahasan:

Pada umumnya, bijih tembaga hanya mengandung 0.5 % Cu. Melalui pengapungan dapat dipeoleh biji pekat yang mengandung 20-40% Cu. Bijih pekat itu kemudian dipanggangang untuk mengubah besi sulfide menjadi besi oksida, sedangkan tembaga tetap berupa sulfide.

4 CuFeS2 + 9 O2 à 2 Cu2S + 2 Fe2O3 + 6 SO2

(Michael Purba. 2012. Kimia 3 untuk SMA/MA kelas XII. Erlangga: 120)

  1. Stainless steel adalah baja tahan karat yang merupakan campuran dari….
  2. 48% Ni dan 52% Cr
  3. 10 % Cr, 35 % Co dan 55 % Fe
  4. 9 % Ni, 18 % Cr dan 73 % Fe
  5. 20 % Cr dan 80 % Fe
  6. 12 % Ni dan 88 % Fe

(Mustafal Bakri.Seri Pendalaman Materi KIMIA untuk SMA/MA. Esis: 124)

Jawaban : C

Pembahasan :

Beberapa jenis baja yaitu:

Nama Komposisi Logam Campuran
Stainless steel 14-18 % Cr, 7-9 % Ni dan 74 % Fe
Baja Mangan 10-18 % Mn, 1 % C, dan 86 % Fe
Baja silicon 1-5 %  Si dan 95 % Fe
Baja kobalt 9 % Co, 1 % C dan 90 % Fe
Baja wolfram 81 % Fe, 18 % , dan 1 % C
Baja kromium vanadium 1-10 % Cr, 0.15 % V dan 89 % Fe
Durian 12-15 % Si dan 85 % Fe

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:200)

  1. Kuningan Merupakan salah satu jenis aliasi logam….
  2. Sn dengan Cu D. Zn dengan Ni

B, Zn dengan Cu              E. Ni dengan Cr

  1. Ag dengan Cu

(Soedjono. Mandiri Mengasah Kemampuan Diri KIMIA. Erlangga: 55)

Jawaban: B

Pembahasan:

Seng juga digunakan sebagai logam paduan, misalnya kuningan yang berasal dari campuran Zn dan Cu yang digunakan untuk membuat alat-alat music dan hiasan

(Unggul Sudarmo. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga: 202)

  1. Berikut ini yang bukan merupakan mineral yang mengandung bijih besi adalah….
  2. Hematit C. Siderit E. Pirit
  3. Magnetit D. Rutil

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:198)

Jawaban: D

Pembahasan:

Hematit : Fe2O3                              Siderit : FeCO3               Rutil : TiO2

Magnetit : Fe3O4                            Pirit : FeS2

Dari rumus kimia mineral di atas dapat diketahui bahwa mineral yang tidak menganding bijih besi adalah pirit, karena pirit merupakan mineral yang mengandung titanium

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:191 dan 198)

13.Perunggu merupakan aliasi antara….

  1. Tembaga dengan perak
  2. Tembaga dengan timah
  3. Tembaga dengan zink
  4. Emas dengan perak
  5. Tembaga dengan alumunium

(Soedjono. Mandiri Mengasah Kemampuan Diri KIMIA. Erlangga: 56)

Jawaban: B

Pembahasan:

Jenis paduann :

  1. Perunggu Cu, Zn dan Sn
  2. Kuningan : Cu dan Zn
  3. Perak jerman : Cu, Zn, Sn dan Pb
  4. Emas: Cu, Ag, dan Au
  5. Monel : Ni dan Cu

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:205)

 

 

 

  1. Alnico merupakan aliasi dari….
  2. Al, Ni dan Co D. Al, N, dan C
  3. Al, N dan Co e. Ag, Ni dan Co
  4. Al, Ni dan C

(Soedjono. Mandiri Mengasah Kemampuan Diri KIMIA. Erlangga: 56)

Jawaban: A

Pembahasan :

Beberapa logam campuran dari nikel yang dikenal adalah:

  1. Monel : Ni dan Cu
  2. Nikrom : Ni, Fe dan Cr
  3. Alnico : Ni, Al, Fe dan Co
  4. Palmitit : Paduan logam nikel

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:202)

  1. Nikelkrom merupakan paduan logam dari….
  2. Fe, Cr dan Zn D. Fe, Cr dan Cu
  3. Fe, Co dan Ni E. Sn, Cu dan Fe
  4. Fe, Ni dan Cr

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:218)

Jawaban: C

 

 

 

Pembahasan :

Beberapa logam campuran dari nikel yang dikenal adalah:

  1. Monel : Ni dan Cu
  2. Nikrom : Ni, Fe dan Cr
  3. Alnico : Ni, Al, Fe dan Co
  4. Palmitit : Paduan logam nikel

(Tine Maria Kuswati,dkk. 2007. Sains Kimia 3 SMA/MA Kelas XII. Bumi Aksara:202)

  1. Pernyataan berikut yang bukan merupakan sifat unsur transisi adalah …
  • Bersifat nonlogam
  • Mempunyai beberapa bilangan oksidasi
  1. Bersifat paramagnetik
  2. Dapat membentuk senyawa kompleks
  3. Senyawanya berwarna

Jawab : A

Pembahasan :

Unsur transisi mempunyai siat-sifat khas yang membedakan dari unsure glongan utama, antara lain :

  • Sifat logam, semua unsure transisi tergolong logam dengan titk cair dan titik didih yang relatif tinggi.
  • Bersifat paramegnetik (sedikit tertarik ke dalam medan magnet).
  • Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna.
  • Mempunyai beberapa tingkat oksidasi.
  • Membentuk berbagai macam ion kompleks.
  • Berdaya katalitik, banyak unsur transisi atau senyawanya yang berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun dalam metabolisme.

(Sentot Budi Rahardjo, 2012, Kimia Berbasis eksperimen 3, Platinum, hal 203)

 

  1. Unsur-unsur berikut yang termasuk unsur transisi adalah …
  2. Sr, Sc dan V
  3. Ti, Cr dan Br
  4. Fe, Co dan Na
  5. Mn, Cu dan Zn
  6. Mn, Sc dan Si

Jawab : D

Pembahasan :

21Sc 22Ti 23V 24Cr 25Mn 26Fe 27Co 28Ni 29Cu 30Zn

Jadi yang merupakan unsur transisi adalah Mn, Cu dan Zn

(Sentot Budi Rahardjo, 2012, Kimia Berbasis eksperimen 3, Platinum, hal 203)

  1. Berdasarkan perbedaan sifat unsur maka seng dapat digunakan sebagai logam pelindung karena dengan udara …
  2. Tidak dapat bereaksi
  3. Membentuk seng oksida
  4. Membentuk seng karbonat basa
  5. Membentuk seng hidroksida
  6. Membentuk asam zinkat

Jawab : B

Pembahasan :

Dalam kehidupan sehari-hari,seng dikenal sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan. Seng biasa digunakan sebagai atap rumah. Atap rumah yang terbuat dari seng sebenarnya bukan sepenuhnya berasal dari seng. Seng hanya digunakan sebagai logam pelapis. Hal ini dikarenakan harga potensial reduksi seng (-0,76) lebih rendah daripada Besi (0,77). Seng yang teroksidasi akan membentuk oksida seng yang bersifat melapisi sehingga oksidasi selanjutnya tidak akan terjadi lagi. Akibatnya besi yang dilapisi seng akan lebih tahan karat dan tahan lama.

(Sentot Budi Rahardjo, 2012, Kimia Berbasis eksperimen 3, Platinum, hal 203)

  1. Pada umunya unsur transisi bersifat paramagnetik. Hal ini disebabkan oleh …
  2. Elektron terluarnya berada pada subkulit d
  3. Adanya elektron-elektron tidak berpasangan pada subkulit d
  4. Orbital-orbital pada subkulit d terisi penuh elektron
  5. Semua unsur transisi bersifat logam
  6. Adanya perpindahan elektron pada subkulit d yang tidak penuh

Jawab : B

Pembahasan :

Setiap atom dan molekul mempunyai sifat magnetik, yaitu paramagnetik, di mana atom, molekul, atau ion sedikit dapat ditarik oleh medan magnet karena ada elektron yang tidak berpasangan pada orbitalnya dan diamagnetik, di mana atom, molekul, atau ion dapat ditolak oleh medan magnet karena seluruh elektron pada orbitnya berpasangan. Sedangkan pada umumnya unsur-unsur transisi bersifat paramagnetik karena mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada orbital-orbital d-nya. Sifat paramagnetik ini akan semakin kuat jika jumlah elektron yang tidak berpasangan pada orbitalnya semakin banyak. Logam Sc, Ti, V, Cr, dan Mn bersifat paramagnetik, sedangkan Cu dan Zn bersifat diamagnetik. Untuk Fe, Co, dan Ni bersifat feromagnetik, yaitu kondisi yang sama dengan paramagnetik hanya saja dalam keadaan padat.

(Johari, 2008, Kimia SMA dan MA untuk Kelas XII, Esis, hal 201)

  1. Ditinjau dari konfigurasi elektronnya, Zn dianggap tidak termasuk unsur logam transisi karena Zn …
  2. Terletak pada golongan IB
  3. Bersifat amfoter
  4. Mempunyai subkulit 3d yang terisi penuh
  5. Dapat membentuk ion kompleks
  6. Mempunyai satu macam bilangan oksidasi

Jawab : C

Pembahasan :

  • Elektron valensi unsur Zn seluruhnya terisi penuh sehingga menyimpang dari kaidah golongan transisi: rata-rata tidak terisi penuh
  • Zink mempunyai titik leleh dan didih sangat jatuh dari Cu (tembaga) alias sangat kecil. Maksudnya, rata-rata transisi mempunyai titk leleh dan didih yang tinggi
  • Zink tidak berwarna, sekalipun dalam bentuk ion Zn2+, kenyataannya unsur-unsur transisi rata-rata berwarna khas.
  • Tingkat oksidasi Zn hanya 1, yaitu biloks +2
  • Energi ionisasi Zn sangat tinggi dan mencolok naiknya dari Cu, kenyataannya unsur-unsur transisi periode keempat lainnya mempunyai sifat keelektronegatifan dan keelektropositifan yang rendah
  • Konfigurasi elektron Zn stabil, kenyataannya unsur-unsur transisi periode keempat lainnya tidak stabil (tidak penuh)

(Johari, 2008, Kimia SMA dan MA untuk Kelas XII, Esis, hal 201)

  1. Unsur transisi yang paling banyak terdapat didalam kulit bumi adalah …
  2. Krom
  • Mangan
  1. Besi
  2. Nikel
  3. Tembaga

Jawab : C

Pembahasan :

Besi (Fe) adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6,2% massa kerak bumi). Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Besi umumnya ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi), seperti hematite (Fe2O3), siderite (FeCO3), dan magnetite (Fe3O4).

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 128)

  1. Dibawah ini yang termasuk macam-macam ligan adalah …
  2. Ligan monodentat
  • Ligan okso
  1. Ligan nitrat
  2. Ligan siano
  3. Ligan okasalat

 

Jawab : A

Pembahasan:

Yang termasuk macam-macam ligan adalah :

  1. Ligan monodentat : ligan yang menyumbangkan sepasang elektron pada atom pusat
  2. Ligan bidentat : ligan yang menyumbangkan dua pasang elektron pada atom pusat
  3. Ligan polidentat : ligan yang menyumbangkan lebih dari dua pasang elektron pada atom pusat

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 128)

  1. Unsur transisi periode 4 memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi karena, kecuali …
  2. Rapatannya tinggi
  • jari-jari atom unsur yang relatif pendek
  1. tingkat kepadatan antara atom-atom logam sangat tinggi
  2. ikatan antar logam sangat kuat
  3. jari-jari atom unsur yang relatif panjang

 

Jawab : E

 

Pembahasan :

Unsur transisi periode 4 mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi karena:

  1. Unsur-unsur transisi periode 4 mempunyai rapatan tinggi yang menunjukkan tingkat kepadatan antara atom-atom logam sangat tinggi
  2. Unsur-unsur transisi periode 4 mempunyai jari-jari atom unsur yang relatif pendek yang memungkinkan ikatan antaratom logam sangat kuat, yang di kenal dengan ikatan logam

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 129)

  1. Beberapa warna yang tampak pada ion mangan adalah sebagai berikut :

Mn2+ = merah muda

Mn6+ = hijau

Mn7+ = ungu

Senyawa mangan berikut yang mempunyai warna hijau adalah …

  1. Mn(NO3)2
  2. MnO2
  3. KMnO4
  4. K2MnO4
  5. MnCl2

Jawab : D

Pembahasan :

Karena biloks Mn pada K2MnO4 adalah +6

K2MnO4 = 0

1 x 2 + Mn + -2 x 4 = 0

2 + Mn + -8 = 0

-6 = Mn

Mn = +6

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 128)

  1. Senyawa seng dari unsur transisi tidak berwarna, hal ini disebabkan oleh …
  2. Orbital d telah penuh terisi elektron
  3. Tidak adanya elektron pada orbital d
  4. Orbital d telah terisi elektron setengah penuh
  5. Tidak adanya elektron pada orbital s
  6. Orbital s telah terisi elektron setengah penuh

Jawab : A

Pembahasan :

Seng (Zn ) melepaskan dua elektronnya pada 4s  ketika terkena energy cahaya, sedangkan semua electron pada 3d tetap penuh,  sehingga semua gelombang cahaya itu dipantulkan semuanya , sehingga terlihat berwarna putih atau tidak berwarna.

Zn ( 30 ) = ( Ar ) 3d10  4s2

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 123)

  1. Unsur transisi yang bersifat feromagnetik adalah …
  2. Sc
  3. Ti
  4. Cr
  5. V
  6. Co                                              

Jawab : E

Pembahasan :

Feromagnetik (Fero : besi : besi itu kuat) = Sifat magnet yang ditarik kuat ke medan magnet. Syaratnya adalah semakin banyaknya elektron tidak berpasangan atau lebih dari satu. Contohnya, Fe, Co, dan Ni.

Sifat Feromagnetik → Sifat ini dimiliki zat yang mempunyai atom-atom paramagnetik yang berada pada jarak sedemikian sehingga interaksi yang terjadi antara atom-atom begitu kuat.

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 128)

  1. Berdasarkan prosesgoldschmidt, kromium dibuat melalui cara ….
  2. Elektrolisis leburan CrCl2
  3. Reduksi Cr2O3dengan karbon pijar
  4. Reaksi larutan Cr2(SO4)3dengan Ag
  5. Reduksi Cr2O3dengan Al
  6. Pemanasan Cr2S3

Jawab : D

Pembahasan :

Krom (Cr): logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi  Cr2O3 dengan logam aluminium. Reaksinya :

Cr2O3 (s) + 2Al(s)         →        Al2O3(s) + 2Cr(s)

(Mustafal Bakri, 2012, SPM KIMIA, esis, hal 123)

  1. Jumlah unsur transisi periode keempat adalah …
  2. 6 unsur
  3. 8 unsur
  4. 10 unsur
  5. 12 unsur
  6. 14 unsur

Jawab : C

Pembahasan :

Unsur transisi merupakan kelompok unsur yang terletak pada blok d di dalam sistem periodik. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur  golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan membentuk senyawa kompleks.

Unsur- unsur transisi pada perioda 4 terdiri atas 10 unsur, yaitu :

21Sc 22Ti 23V 24Cr 25Mn 26Fe 27Co 28Ni 29Cu 30Zn

 

(Sentot Budi Rahardjo, 2012, Kimia Berbasis eksperimen 3, Platinum, hal 203)

  1. Nama senyawa kompleks [Ag(CN)2]
  2. Ion sianoargentat (I)
  3. Ion disianoargentat (I)
  4. Ion disianida argentat
  5. Ion Trisianoargentat
  6. Ion disianidaargentum (I)

(Tine Maria Kuswati, dkk.2007. Sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Aksara: 187)

Jawaban: B

Pembahasan:

Nama ion kompleks [Ag(CN)2] adalah ion diasianoargentat (I)

Pemberian nama ion kompleks yang bermuatan negatif  dimulai dengan nama ligannyakemudian di ikuti oleh nama atom pusat yang di tambah dengan akhiran at dan hanya satu kata. Bilangan oksidasi dari atom pusat di tulis dengan bilangan romawi dalam tanda kurung.

(Tine Maria Kuswati, dkk.2007. Sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Aksara: 187)

  1. Air yang mengandung logam tembaga mempunyai batas maksimum, karena jika telah melebihi batas maksimum dapat menimbulkan dampak negative apabila dikonsumsi. Batas maksimum logam tembaga dalam air adalah….
  2. 1 bpj 3 bpj           E.  5 bpj
  3. 2 bpj 4 bpj

(Nana Sutresna. Kimia. Grafindo)

Jawaban: A

Pembahasan:

Batas maksimum logam tembaga dalam air adalah 1 bpj. Air yang mengandung tembaga dengan kadar melebihi batas maksimum yang diperbolehkan dapat menimbulkan dampak berupa kerongkongan terasa kering, mual-mual, diare yang terus menerus dan iritasi pada lambung. Bpj adalah bagian perjuta

  1. Cat tembok sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang mana mengandung senyawa kimia, salah satu diantaranya cat berwarna putih. Senyawa kimia yang terkandung dalam cat putih tersebut adalah….
  2. V2O5 TiCl3           E. TiO2
  3. Cr Fe

(J.M.C Johari M.Racmawati. Kimia 3 SMA/MA. Esis: 171)

Jawaban: E

Pembahasan:

TiO2 (titanium dioksida) adalah pigmen putih, selain itu dapat memberikan sifat cemerlang pada warna lain. Senyawa ini dapat digunakan untuk cat tembok.

V2O5 sebagai katalisator menggunakan proses Kontak  , Cr untuk bahan pelapis besi atau alloy dalam baja. Fe untuk bahan bangunan, bahan pembuatan mesin. Dan TiCl3 sebagai katalisator untuk polimerisasi etena menjadi polietena.

(J.M.C Johari M.Racmawati. Kimia 3 SMA/MA. Esis: 169)

 

  1. Konfigurasi elektron yang menyatak unsur transisi adalah …
  2. 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d10
  3. 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d10 , 4s1
  4. 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d10 , 4s2 , 4p3
  5. 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d10 , 4s1 , 4p6, 5s2
  6. 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 4s1 , 3d10, 4p1

(Unggul Sudarmo. 2013. Kimia SMA/MA. Erlangga: 185)

Jawaban: B

Pembahasan :

Unsur transisi periode keempat adalah unsur yang electron valensinya terletak pada subkulit 3d yang belum terisi penuh kecuali unsur Zn.

(Michael purba. Kimia untuk SMA. Erlangga: 154)

  1. Data dibawah ini menunjukkan warna beberapa ion unsur transisi
Ion Unsur Transisi Sc +3 Ti 3+ Ti 4+ Cr 3+ Mn 2+ Mn 3+ Fe 2+ Ni 2+ Cu+ Cu2+
warna Tak berwarna ungu Tak berwarna Hijau ungu Merah muda Merah Coklat Hijau Kotor Hijau Tak berwarna Biru

Berdasarkan data diatas, senyawa MnO, TiCl3, CuSO4, dan NiO mempunyai warna berturut-turut …

  1. merah coklat – ungu – Tak berwarna – hijau
  2. merah muda – Tak berwarna –biru – hijau
  3. merah coklat – ungu – biru – hijau
  4. merah muda – ungu – Tak berwarna – hijau
  5. merah muda – ungu – biru- hijau

Pembahasan :

Pada umunya unsur-unsur transisi periode keempat membentuk senyawa berwarna, baik dalam bentuk padat maupun dalam larutan. warna senyawa dari unsur transisi juga berkaitan dengan adanya subkulit d yang tidak terisi penuh.

MnO adalah senyawa dari Mn+2 maka berwarna merah muda

TiCl3 adalah senyawa dari Ti+3 maka berwarna ungu

CuSO4 adalah senyawa dari Cu+2 maka berwarna biru

NiO adalah senyawa dari Ni+2 maka berwarna hijau

Sumber : Michael Purba, 2007, Kimia 3A untuk SMA kelas XII, Jakarta: Erlangga, h.155-156.

 

 

  1. Menurut aturan IUPAC, anam yang benar untuk senyawa kompleks [Cr(NH3)5Cl]Cl2 adalah …
  2. Pentaaminoklorokromium (III) klorida
  3. Kloropentaaminokromium (III) diklorida
  4. Krom (III) pentaaminokloroklorida
  5. Monoklorokromium (III) pentaaminoklorida
  6. dikloropentaaminomonoklorokrom (III)

Pembahasan :

Salah satu sifat dari unsur transisi deret pertama yaitu dapat membentuk berbagai macam ion kompleks. Adapun tata cara penamaan senyawa kompleks  yaitu :

  1. Nama ion kompleks baik kation maupun anion terdiri ataus dua bagian yang ditulis sdalam satu kata. Bagian pertama menyatakan jumlah dan nama ligan, bagian kedua menyatakan nama ion pusat dan bilangan oksidasinya. Bilangan oksidasi ion pusat ditulis dengan angka Romawi dalam tanda kurung.
  • Ligan : NH3 dan Cl-
  • Kation kompleks : Cr+2
  • Anion Kompleks : Cl-
  1. Jumlah ligan dinyatakan dengan awalan angka dalam bahasa Yunani.
  • Ligan NH3 = 5 (Penta)
  • Ligan Cl- = 1 (Mono)
  1. Nama ligan yang berupa anion mendapat akhiran “o” sedang ligan-ligan yang berupa molekul netral penamaannya tidak memounyai aturan khusus, jadi dihafalkan saja

Ligan NH3 : Pentaamino

Ligan Cl- : Kloro

  1. Nama ion pusat pada kation kompleks sama dengan nama biasa dari ion pusat itu

Ion pusat Kation : kromium

Ion pusat anion : Diklorida

  1. Nama ion pusat pada anion kompleks harus menggunakan nama IUPAC dan diberi akhiran at
  2. Bila terdapat lebih dari sejenis ligan, maka urutan penulisannya berdasarkan urutan abjad dari nama ligan tsb

Maka  nama senyawa tersebut adalah : pentaaminoklorokromium (III)

  1. Rutil, pirolusit, hematit, dan milerit masing-masing rumus molekulnya adalah …
  2. Fe2O3, MnO2, NiS, ZnS
  3. Fe2O3, CuS, MnO2, CuFeS2
  4. TiO2, MnO2, Fe2O3, NiS
  5. Fe3O4, MnO2, KMnO4, ZnCO3
  6. TiO2, Fe2O3, NiS, ZnS

Pembahasan :

Berikut nama-nama senyawa pada pilihan diatas :

Rumus Molekul Nama senyawa Rumus Molekul Nama senyawa
Fe2O3 Hematit CuFeS2  
MnO2   TiO2  
NiS   Fe3O4 Magnetit
ZnS   KMnO4  
CuS   ZnCO3  

 

Sumber : Sunardi, 2006,Kumpulan Soal dan Pembahasan Bank Soal Kimia untuk SMA kelas X, XI, dan XII, Bandung : CV. M2S Bandung, h.168

 

  1. Pada proses tanur tinggi, bijih besi harus dicampur dengan kapur. Fungsi kapur adalah …
  2. Mengikat SiO2
  3. Mengikat oksigen
  4. Mengikat kelebihan karbon
  5. Menambah ion kalsium
  6. Menghasilkan besi murni

Pembahasan :

Adapun bahan baku yang digunakan dalam proses tanur tinggi adalah

  • Bujih besi hematit, magentit dengan kandungan SiO2 (lebih kurang 10 %), seedikit senyawa belerang, fosforus, aluminium, mangan
  • Batu Kapur (CaCO3) untuk mengikat zat-zat pengotor (SiO2, P4O10, atau oksida amfoter seperti Al2O3)
  • Kokas (C) sebagai bahan reduktor. C dapat mereduksi O2 sehingga terbentuk CO2. Gas CO2 yang panas akan naik dan mengoksidasi karbon membentuk gas CO. Gas CO yang terjadi secara bertahap mereduksi bijih besi
  • Udara untuk mengoksidasi C sehingga membentuk CO

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h.203

  1. Ion Cu2+ dapat membentuk ion kompleks [Cu(NH3)4]2+ maka bilangan koordinasi ion Cu2+ adalah ….
  2. 1
  3. 2
  4. 3
  5. 4
  6. 5

Pembahasan :

Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan sederhana atau jumlah ikatan koordinasi yang dibentuk oleh ion pusat. Seringkali, bilangan koordniasi ion pusat sama dengan dua kali bilangan oksidasinya. Bilangan koordniasi yang umun adalah 2,4 dan 6

Bilangn koordinasi untuk ion pusat Cu2+ yang memiliki bilangan oksidasi +2 adalah 4. Selain melihat bilangan oksidasi lalu dikalikan dua, menenetukan bilangan koordniasi ion pusat dapat juga dilihat dari rumus molekul senyawanya yaitu [Cu(NH3)4]2+ dari rumus senyawa ini bilangan koordinasi berada sesudah tanda kurung ligan.

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h.203

  1. Dalam ion kompleks [Zn(NH3)4]2+ angka 4 menyatakan …
  2. Bilangan koordinasi
  3. Valensi (NH3)
  4. Jumlah ikatan koordinasi
  5. Muatan ion kompleks
  6. Banyaknya ikatan ion

Pembahasan :

Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan sederhana atau jumlah ikatan koordinasi yang dibentuk oleh ion pusat. Seringkali, bilangan koordniasi ion pusat sama dengan dua kali bilangan oksidasinya. Bilangan koordniasi yang umun adalah 2,4 dan 6

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h.203

  1. Pada proses pengolahan besi dari bijihnya, reaksi akhir untuk mendapatkan logam besi adalah ….
  2. Fe3O4 + CO
  3. Fe2O3 + CO
  4. Fe2O3 + C
  5. FeO + C
  6. FeO + CO

Pembahasan :

Berikut rangkaian reaksi yang terjadi pada pengolahan bii besi dari bijihnya

  • Udara dialirkan melalui dasar tungku sehingga bereaksi dengan krabon membentuk gas CO2. Reaksi in i bersifat eksoterm sehingga dapat menaikkan temperatur tungku sampai mendekati 1.900 oC

C + O2 à CO2

Gas Co2 yang panas naik dan mengoksidasi karbon membentuk gas CO

C + CO2 à 2 CO

Gas CO yang terjadi secara bertahap mereduksi bijih besi

3Fe2O3 + CO à 2Fe3O4 + CO2

(FE3O4 merupakan campuran FeO dan Fe2O3)

Fe3O4 + CO à 3FeO + CO2

FeO + CO à Fe + CO2

Besi yang terbentuk akan turun kebaah dan meleleh didasar tungku

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h 186 dan 203

Sumber : Sandri Justiana dan Muchtaridi, 2009, Kimia 3, Jakarta: Yudistira, h. 103

  1. Sifat unsur transisi periode keempat yang memiliki jari-jari atom yang paling besar adalah….
  2. Mn c, V                 Sc
  3. Cr Ti

Jawab: E

Pembahasan:

Jari-jari atom dipengaruhi oleh gaya tarik-menarik antara inti dan electron. Pada unsur transisi periode keempat dari Sc ke Ni terjadi penurunan jari-jari atom, karena meski terdapat lebih banyak electron di subkulit 3d, namun electron-elektron ini terikat semakin kuat keinti. Hal ini dikarenakan muatan inti bertambah positif dari kiri ke kanan.

Unsur Sc Ti V Cr Mn
Jari-jari Atom 1.44 1.32 1.22 1.18 1.17

(J.M.C Johari dan M.Rachmawati. Kimia 3 SMA/MA. Esis: 163)

  1. Unsur transisi periode keempat yang memiliki orbital d nya penuh (3d10) adalah….
  2. Cu dan Sc Cu dan Zn              e. Zn dan Ni
  3. Cu dan Ni Zn dan Sn

(J.M.C Johari dan M.Rachmawati. Kimia 3 SMA/MA. Esis: 158)

Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron
Sc 21 [Ar] 4s2 3d1
Ti 22 [Ar] 4s2 3d2
V 23 [Ar] 4s2 3d3
Cr 24 [Ar] 4s1 3d5
Mn 25 [Ar] 4s2 3d5
Fe 26 [Ar] 4s2 3d6
Co 27 [Ar] 4s2 3d7
Ni 28 [Ar] 4s2 3d8
Cu 29 [Ar] 4s1 3d10
Zn 30 [Ar] 4s2 3d10

Jawaban: C

 

 

 

 

 

(Unggul Sudarmo. 2013. Kimia SMA/MA. Erlangga: 185)

  1. Zat di bawah ini diperlukan untuk pembuatan besi kasar menurut tanur tinggi, kecuali….
  2. Fe2O3 SiO2                                E. Kokas
  3. CaCO3 udara

(Sentot Budi Rahardjo. 2012. Kimia Berbasis Eksperimen. Platinum: 202)

Jawaban: C

Besi yang keluar dari tungku disebut besi kasar dan mengandung 95% Fe, 4% dan sedikit silicon, fosforus, dan belerang. Besi kasar bersifat getas. Pengolahan besi meliputi penyediaan bahan baku, prinsip pengolahan dan proses pengolahan.

Bahan baku

  1. Bijih besi hematit (Fe2O3) , magnetit (Fe3O4) dengan kandungan SiO2 (10 %) sedikit senyawa belerang, fosforus, alumunium dan mangan.
  2. Batu kapur (CaCO3) untuk mengikat zat pengotor
  3. Kokas (C) sebagai bahan reduktor
  4. Udara untuk mengoksidasi C sehingga membentuk CO

 

 

  1. Berikut ini tabel tentang nama bijih mineral dan unsur ya ng terkandung dalam bijih tersebut :
No Nama Bijih Kandungan Unsur
1 Bauksit Titanium
2 Kalkopirit Tembaga
3 Hematit Besi
4 Pyrit Nikel
5 Pirolusit Mangan

Hubungan yuang sesuai antyara bijih dan unsur yang dikandungnya adalah nomor …

  1. 1 dan 5
  2. 2 dan 3
  3. 2 dan 4
  4. 2 dan 5
  5. 3 dan 5

Pembahasan :

No Nama Bijih Kandungan Unsur
1 Bauksit Alumium
2 Kalkopirit Besi
3 Hematit Besi
4 Pyrit Besi
5 Pirolusit Mangan

 

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h.203

  1. Reduktor yang sering digunakan secara besar-besaran unturk mereduksi bijih besi menjadi logamnya adalah …
  2. Natrium
  3. Hidrogen
  4. Aluminium
  5. Karbon
  6. Platina

Pembahasan :

Adapun bahan baku yang digunakan dalam proses tanur tinggi adalah

  • Bujih besi hematit, magentit dengan kandungan SiO2 (lebih kurang 10 %), seedikit senyawa belerang, fosforus, aluminium, mangan
  • Batu Kapur (CaCO3) untuk mengikat zat-zat pengotor (SiO2, P4O10, atau oksida amfoter seperti Al2O3)
  • Kokas (C) sebagai bahan reduktor. C dapat mereduksi O2 sehingga terbentuk CO2. Gas CO2 yang panas akan naik dan mengoksidasi karbon membentuk gas CO. Gas CO yang terjadi secara bertahap mereduksi bijih besi

Udara dialirkan melalui dasar tungku sehingga bereaksi dengan krabon membentuk gas CO2. Reaksi in i bersifat eksoterm sehingga dapat menaikkan temperatur tungku sampai mendekati 1.900 oC

C + O2 à CO2

Gas Co2 yang panas naik dan mengoksidasi karbon membentuk gas CO

C + CO2 à 2 CO

Gas CO yang terjadi secara bertahap mereduksi bijih besi

  • Udara untuk mengoksidasi C sehingga membentuk CO

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h.203

  1. Nama yang benar untuk senyawa kompleks K2PtCl6 adalah …
  2. Kalium Kloroplatinat (IV)
  3. Kalium heksakloroplatina (IV)
  4. Heksakloroplatinat (IV) kalium
  5. Kalium heksakloroplatinat (IV)
  6. Kalium heksakloriumplatina (IV)

Pembahasan :

Reaksi :

K2PtCl6 à 2K+ + [ PtCl6 ]-2

Salah satu sifat dari unsur transisi deret pertama yaitu dapat membentuk berbagai macam ion kompleks. Adapun tata cara penamaan senyawa kompleks  yaitu :

  1. Nama ion kompleks baik kation maupun anion terdiri atas dua bagian yang ditulis sdalam satu kata. Bagian pertama menyatakan jumlah dan nama ligan, bagian kedua menyatakan nama ion pusat dan bilangan oksidasinya. Bilangan oksidasi ion pusat ditulis dengan angka Romawi dalam tanda kurung.
  • Ligan : Cl-
  • Kation kompleks : K+
  1. Jumlah ligan dinyatakan dengan awalan angka dalam bahasa Yunani.
  • Ligan Cl- = 6 (Heksa)
  1. Nama ligan yang berupa anion mendapat akhiran “o” sedang ligan-ligan yang berupa molekul netral penamaannya tidak mempunyai aturan khusus, jadi dihafalkan saja
  2. Nama ion pusat pada kation kompleks sama dengan nama biasa dari ion pusat itu

Ion pusat Kation : Kalium

  1. Nama ion pusat pada anion kompleks harus menggunakan nama IUPAC dan diberi akhiran at
  2. Bila terdapat lebih dari sejenis ligan, maka urutan penulisannya berdasarkan urutan abjad dari nama ligan tsb

Maka  nama senyawa tersebut adalah : Kalium Heksakloroplatina (IV)

Sumber : Sentot Budi Raharjo, 2012, Kimia Berbasis Eksperimen kelas 3, Solo : Tiga serankai, h.203