Kumpulan Soal dan Pembahasan Termokimia

Unduh soal pembahasan Termokimia untuk kelas XII SMA/MA

Soal dan pembahasan Termokimia dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan

  1. Suatu campuran pereaksi di dalam tabung reaksi meyebabkan tabung tersebut menjadi panas jika dipegang. Penyataan yang tepat mengenai hal tersebut adalah….
  2. Entalpi pereaksi bertambah
  3. Entalpi peraksi berkurang
  4. Entalpi pereaksi dan hasil reaksi bertambah
  5. Entalpi pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi
  6. Entalpi hasil reaksi lebih besar daripada entalpi pereaksi

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.45)

(Jawaban: D)

Pembahasan:

Jika suatu reaksi kimia menghasilkan panas, maka reaksi tersebut merupakan reaksi eksoterm. Pada reaksi eksoterm, entalpi reaksi bernilai negative (entalpi pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi)

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.43)

  1. Pernyataan yang benar tentang reaksi endoterm adalah….
  2. Entalpi awal lebih besar daripada entalpi akhir dan ΔH > 0
  3. Entalpi awal lebih kecil daripada entalpi akhir dan ΔH > 0
  4. Entalpi awal lebih besar daripada entalpi akhir dan ΔH < 0
  5. Entalpi awal lebih kecil daripada entalpi akhir dan ΔH < 0
  6. Entalpi awal sama dengan entalpi akhir dan ΔH = 0

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, PhiBeta,2006, hal.69)

(Jawaban: B)

 

 

 

Pembahasan:

Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Dalam reaksi reaksi ini, kalor diserap oleh sistem dari lingkungannya. Hal yang terjadi Hakhir > Hawal sehingga ΔH > 0 (berharga positif)

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, PhiBeta, 2006, hal.48)

  1. Sebuah Kristal KNO3 dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditetesi dengan air. Pada tabung reaksi terasa dingin. Reaksi ini dapat digolongkan….
  2. Eksoterm, energy berpindah dari sistem ke lingkungan
  3. Eksoterm, energy berpindah dari lingkungan kesistem
  4. Endoterm, energy berpindah dari sistem ke lingkungan
  5. Endoterm, energy berpindah dari lingkungan ke sistem
  6. Endoterm, energy tidak berpindah

(Sains Kimia 2 SMA/MA, Sri Rahayu Ningsih, Bumi Aksara, 2007, hal 74)

(Jawaban: D)

Pembahasan:

Pada percobaan tersebut dikatakan endoterm, karena pada saat KNO3 beraksi dengan air, temperature nya turun karena tabung reaksi terasa dingin. Setelah sampai pada titik terendah, lama-kelamaan temperature akan naik kembali sampai temperature awal. Penururnan temperature pada saat KNO3 bereaksi dengan air, menunjukkan bahwa reaksi menyerap kalor . Pada reaksi endoterm reaksi yang menyerap kalornya berpindah dari lingkungan ke sistem, sehingga kalor dari sistem akan bertambah. Sehingga lingkungannyaa terasa dingin atau pada soal lingkungannya tabung reaksi.

(Sains Kimia 2 SMA/MA, Sri Rahayu Ningsih, Bumi Aksara, 2007, hal 56)

 

  1. Perubahan entalpi dari reaksi manakah yang berikut ini dapat disebut dengan perubahan entalpi pembentukan ΔHfo Na2SO4 kristal….
  2. 2 NaOH (aq) + H2SO4 (aq) à Na2SO4 (aq) + 2H2O (l)
  3. 2 NaOH (s) + H2SO4 (aq) à Na2SO4 (k) + 2H2O (l)
  4. Na2O (s) + SO2 (g) à Na2SO4 (k)
  5. 2 Na (s) + S8 (s) + 2O2 (g) à Na2SO4 (k)
  6. 16 Na (s) + S8 (s) + 16 O2 (g) à 8 Na2SO4 (k)

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, PhiBeta,2006, hal.69)

(Jawaban : D)

Pembahasan:

Perubahan entalpi pembentukan standar merupakan perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol suatu senyawa dari unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan stabil, pada 250 C dan tekanan 1 atm. Perubahan entalpi pembentukan standar suatu zat ditentukan dengan menggunakan rumus:

ΔHfo reaksi = ∑ ΔHfo hasil – ∑ΔHfo pereaksi

Reaksi pembentukan ΔHfo Na2SO4

2 Na (s) +  S8 (s) + 2O2 (g) à Na2SO4 (k)

 

Unsur-unsurnya               1 mol = koefisien 1

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.54

  1. Diantara persamaan termokimia di bawah ini yang merupakan perubahan entalpi penguraian adalah….
  2. Mg (OH)2 (s) à Mg (s) + O2 (g) + H2 (g) ΔHo  = +925 kJ
  3. C6H12O6 (s) + 6O2 (g) à 6CO2 (g) + 6H2O (l) ΔHo  = -2.820 kJ
  4. CaO (s) + CO2 (g) à CaCO3 (s) ΔHo  = +1.207 kJ
  5. Ca (s) + C (s) + O2 (g) à CaCO3 (s) ΔHo   = -1.207 kJ
  6. 2 CO2 (g) + 3H2O (l) à C2H5O H (l) + 3O2 ΔHo   = +1.380 kJ

(Sains Kimia 2 SMA/MA, Sri Rahayu Ningsih, Bumi Aksara, 2007, hal 75)

(Jawaban: A)

Pembahasan:

Perubahan entalpi penguraian standar adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguraian 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-unsurnya yang paling stabil pada keadaan standar. Pada dasarnya, perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar, maka nilainya pun akan berlawanan tandanya. Jadi dari pilihan ganda yang di atas, jawaban yang tepat adalah A karena reaktannya berupa satu mol menjadi unsur-unsurnya.

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.66)

  1. Jika diketahui: N2 (g) + 3H2 (g) à 2NH3 (g) ΔH= -92 kJ

Perubahan entalpi pada penguraian 1 mol gas NH3 menjadi unsur-unsurnya adalah….

  1. -92 kJ + 184 kJ
  2. -46 kJ + 92 kJ
  3. +46 kJ

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.86)

(Jawaban: C)

Pembahasan:

Dalam soal di atas dapat dilihat merupakan pembentukan reaksi. Pada dasarnya, perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar, maka nilainya pun akan berlawanan tandanya. Tapi pada reaksinya NH3 memiliki 2 mol sehingga jika diminta 1 mol nya, 92 sehingga pada 1 mol NH3 menjadi +46

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.66)

  1. Jika diketahui ΔHco C = -393,5 kJ mol -1 , berapa kalor yang terjadi pada pembakaran 1 kg arang, jika dianggap bahwa arang mengandung 48% karbon dan Ar C = 12?
  2. 740 kJ
  3. 470 kJ
  4. 740 kJ
  5. 470 kJ
  6. 740 kJ

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.66)

(Jawaban: A)

Pembahasan:

ΔHco C = -393,5 kJ mol -1

massa C = 48/100 x 1000 gram

= 480 gram

Pada pembakaran 1 mol karbon dibebaskan kalor 393,5 kJ maka pada pembakaran  karbon dihasilkan kalor sebanyak:

x 393,5 kJ/mol

= 15.740 kJ

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.67)

  1. Entalpi pembakaran asetilena adalah -1300 kJ, entalpi pembentukan asetilena, C2H2 adalah….

(ΔHf o CO2 = -395 ; ΔHf o H2O = -285 )

  1. -225 kJ +450 kJ
  2. +225 kJ -620 kJ
  3. -450 kJ

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.56)

(Jawaban: B)

 

Pembahasan :

Reaksi pembakaran : C2H2 + 5/2 O2 à 2 CO2 + H2O                ΔH= -1.300 Kj

(ΔHf unsur = 0)

ΔH reaksi  = ∑ ΔHfo hasil – ∑ΔHfo pereaksi

-1.300        = (2. ΔHfo CO2 + ΔHfo H2O) – (ΔHfo C2H2 + 0)

-1.300        = (2(-395) + -285) – (ΔHfo C2H2 + 0)

ΔHfo C2H= -790 – 285 + 1.300 = + 225 Kj

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.56)

  1. Dalam calorimeter terdapat zat yang bereaksi secara eksotermik dan ternyata 0,5 kg air yang mengelilinginya sebagai pelarut mengalami kenaikan temperature sebesar 3o Kalor jenis air = 4,2 J/gram K. Kalor reaksi zat yang dilepaskan oleh reaksi itu adalah..
  2. 577,6 kJ 5796 kJ
  3. 578,6 kJ 57,96 kJ
  4. 579,6 kJ

(Sains Kimia 2 SMA/MA, Sri Rahayu Ningsih, Bumi Aksara, 2007, hal 60)

(Jawaban: C)

Pembahasan:

ΔT     = 3oC

= 3 + 273 K = 276 K

Q = m.c. ΔT

= 500 gram x 4,2 J/gram K x 276 K

= 579.600 J = 579, 6 kJ

(Sains Kimia 2 SMA/MA, Sri Rahayu Ningsih, Bumi Aksara, 2007, hal 61)

  1. Pada suatu percobaan, 3 L air dipanaskan sehingga suhu air naik dari 25o C menjadi 720 Jika diketahui massa jenis air = 1g mL-1, dan kalor jenis air = 4,2 J/g K, Hasil ∆H reaksi pemanasan tersebut adalah.…
  2. 592,2 kJ 5,922 kJ
  3. 5922 kJ 59220 kJ
  4. 59,22 kJ

(Jawaban: A)

Pembahasan:

m = v x ρ

= 3000 mL x 1 gr/mL

= 3000 gr

Q = m x c x ∆T

= 3000 gram x 4,2 J/g K x ((72 + 273) – (25+273))

= 3000 gram  x 4,2 J/g K x 47 K

= 592200 J

= 592,2 Kj

(Sains Kimia 2 SMA/MA, Sri Rahayu Ningsih, Bumi Aksara, 2007, hal 61)

 

  1. Dalam suatu calorimeter direaksikan 200 cm3 larutan NaOH 1 M dengan 200 cm3 larutan HCl 1 M, ternyata suhunya naik dari 29oC menjadi 36o Kalor jensi larutan dianggap sama dengan kalor jenis air, yaitu 4,18 J/g oK  dan massa jenis larutan dianggap 1 g/cm3. Jika dianggap bahwa calorimeter tidak menyerap kalor, tentukanlah perubahan entalpi dari reaksi:

NaOH (aq) + HCl (aq) à NaCl (aq) + H2O (l)

  1. +50,16 kJ +11,704 kJ
  2. -50,16 kJ -11,704 kJ
  3. +80,14 kJ

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.70)

(Jawaban: E)

Pembahasan:

qreaksi  = -(qkalorimeter  + qlarutan)

Oleh karena calorimeter tidak menyerap kalor, maka:

qreaksi  = – qlarutan

volume           = v NaOH + v HCl

= (200 + 200) mL

= 400 mL

massa larutan = volume larutan x rapatan larutan

= 400 mL x 1 gram/mL

= 400 gram

ΔT     = (36 – 29 )O C

= 7 O C

Atau   ΔT       = (36+273) – (29+273)

= 7 K

qlarutan            =  mlarutan  x carutan x ΔT

= 400 gram x 4,18 J/g K x 7 K

=  11.704 joule = 11,704 kJ

NaOH = HCl = 0,1L x 1 mol/L = 0,1 mol

Jadi pada reaksi antara 0,1 mol NaOH dengan 0,1 mol HCl terjadi perubahan kalor sebesar : qreaksi  = – qlarutan

qreaksi  = – 11,704 kJ

Maka, untuk setiap 1 mol NaOH yang bereaksi dengan 1 mol HCl akan terjadi perubahan kalor sebesar:

qreaksi = – 11,704 kJ/0,1 mol = – 11,704 kJ/mol

Perubahan kalor yang bertanda negative menunjukkan reaksi berlangsung secara eksoterm. Pada tekanan konstan, perubahan kalornya sama dengan perubahan entalpinya. Persamaan termokimianya:

NaOH (aq) + HCl (aq) à NaCl (aq) + H2O (l)            ΔH= -11,704 kJ

(Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, hal.71)

  1. Diketahui  H2O(l)à  H2O(g)      ΔH = + 40 kJ/mol, berapakah kalor yang diperlukan untuk penguapan 4,5 gram H2O (Ar H = 1,0 Ar O = 16) ?
  2. +8 kJ
  3. +9 kJ
  4. +10 kJ
  5. +11 kJ
  6. +12 kJ

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.50)

(Jawaban: C)

Pembahasan:

Mr H2O = 18 g/mol

Massa H2O = 4,5 gr

Mol H2O = 4,5 g/18 g mol-1  = 0,25 mol

ΔH = Q/n

Q = ΔH x n

= + 40 kJ/mol x 0,25 mol

= + 10 kJ

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.49)

  1. Kalor yang dihasilkan pada pembakaran 4,48 Liter gas karbon standar sesuai reaksi sbb adalah….

C(g)  +  O2(g)   à CO2(g)    ΔH = -394 kJ/mol

  1. – 78,8 kJ
  2. + 78.8 kJ
  3. +79,2 kJ
  4. -79,2 kJ
  5. +80,0 kJ

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.50)

(Jawaban: A)

Pembahasan :

Mol pembakaran gas karbon = 4,48 L/22,4 Lmol-1

= 0,2 mol

 

ΔH = Q/n

Q   = ΔH x n

= -394 kJ/mol x 0,2 mol

Q   = -78,8 kJ

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.49)

  1. C(g) +  O2 (g)     à      CO2 ΔHof = -393,5 kJ/mol menghasilkan 22 gr CO2, kalor yang diperlukan untuk menghasilkan gas CO2 tersebut adalah….
  2. – 196,75 kJ
  3. +196,75 kJ
  4. -197,75 kJ
  5. +197,75 kJ
  6. -198,75 Kj

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.50)

(Jawaban: A)

Pembahasan :

mol CO2 = Massa/Mr                                      ΔH  = Q/n

Q = ΔH x n                                               Q  = -393,5 kJ/mol x 0,5 mol

= 22 gr/44g mol-1                                             Q  = -196,75 kJ

=0,5 mol

(Kimia 2, Sandri Justiana, Yudhistira, 2009, hal.49

  1. Pada pembakaran 2,24 liter gas C2H2 (diukur pada keadaan standar) dihasilkan kalor sebesar 129,9 kJ , maka ΔH co C2H2 adalah….
  2. -2598 kJ/mol
  3. -259,8 kJ/mol
  4. -129,9 kJ/mol
  5. +1299 kJ/mol
  6. -1299 kJ/mol

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, PhiBeta,2006, hal.69)

(Jawaban: E)

 

 

 

Pembahasan :

n     = massa/Mr

= 2,24/22,4

= 0,1 mol

Reaksinya : C2H2 +5/2 O2 à 2CO2 + H2O

ΔH= Q/n

= -129,9/0,1

= -1299 kJ/mol

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, PhiBeta,2006, hal.51)

  1. Yang di maksud denganperubahan entalpi ….
  2. Perubahan suhu
  3. Perubahan keadaan
  4. Perubahan hari
  5. Perubahan kalor
  6. Perubahan suasana

Jawab : D

Pembahasan : perubahan entalpi adalah perubahan kalor yang diukur pada tekanan konstan,untuk menentukan perubahan entalpi dilakukan dengan cara yang sama dengan penentuan perubahan kalor yang dilakukan pada tekanan konstan.kalor  energi yang terjadi akibat adanya perbedaan suhu.jadi,perubahan kalor pada suatu reaksi dapat diukur melalui pengukuran perubahan suhu yang terjadi. (PHIBETA)

 

  1. Di dalam suatu kalorimeter bom direaksikan 0,16 gram gas metana (CH4) dengan oksigen berlebihan, sehingga terjadi reaksi sebagai berikut.

CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)

Ternyata terjadi kenaikan suhu 1,56oC. Jika diketahui kapasitas kalor bom kalorimeter adalah 958 J oC-1, massa air di dalam kalorimeter adalah 2000 gramdan kalorjenis air 5,18 J g-1 oC-1. kalor pembakaran gas metana dalam KJ mol-1. (Ar C = 16 , H = 1 ) adalah….

 

  1. – 8,014 kj
  2. – 1765,5 kj
  3. -9,500 kj
  4. -10,543,7 kj
  5. -11,545 kj

Jawab : B

 

Pembahasan : kalor yang dilepas selama reaksi berlangsung sama dengan kalor yang diserap oleh air dan oleh bomnya dalam kalorimeter,maka

Qreaksi = – (qair + qbom)

Qair       = mair  x cair x ∆T

= 2000 g x 5,18 J g-1 x 1,56oC

= 16161 J

Qbom      =  Cbom x ∆T

= 958 J oC-1 x 1,56 oC

=1494 J

Maka, qreaksi       = -(16161 + 1494 ) J

= -17655 J

= -17,655 kJ

Jumalh metana yang dibakar sebanyak 0,16 gram.

CH4       =  mol

= 0,01 mol

Maka untuk setiap reaksi pembakaran satu mol CH4 akan dilepas kalor sebanyak

 

Q         =

= -1765,5 Kj mol-1

Karena reaksi berlangsung pada volum  (∆V = 0 ) maka, ∆U = q

∆U = -1765,5 Kj mol-1 (PHIBETA)

 

  1. Kegunaan Bom yang dibenamkan dalam calorimeter adalah ….
  2. Untuk pendingin
  3. Untuk pereda
  4. Untuk melangsungkan reaksi pembakaran sampel
  5. Untuk membakar rumah
  6. Untuk memasak makanan

Jawab : C

Pembahasan : di dalam kalorimeter bom terdapat ruang khusus yang disebut Bom,dan diisi dengan gas oksigen pada tekanan tinggi. Bom yang dibenamakan dalam kalorimeter yang berirsi air digunakan untuk melangsungkan reaksi pembakaran sampel.

 

  1. Hubungan hukum hess pada perhitungan reaksi ∆H adalah ….
  2. Berguna untuk melancarkan segela aktifitas reaksi
  3. Membantu kalor berjalan saat reaksi berlangsunug
  4. Karna kalor yang berlangsung sangat berguna makanya digunakan hukum Hess
  5. Hukum ini sangat berguna karena kenyataannya tidak semua reaksi dapat ditentukan kalor reaksinya secara eskperimen
  6. Sangat berguna bagi setiap atom-atom yang ada di alam semesta

Jawab : D

Pembahasan : selain melalui percobaan  entalpi dapat ditentukan berdasarkan data entalpi. Perhitungan perubahan entalpi pada suatu reaksi dari data entalpi  reaksi yang berhubungan dilakukan menggunakan Hukum Hess. Hal ini sangat berguna karena pada kenyataannya tidak semua reaksi dapat ditentukan oleh kalor secara eksperimen. (facil)

 

  1. Bunyi hukum hess mengatakan kalor yang dibebaskan atau diperlukan pada suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi,tetapi (……..)

Jawaban yang tepat untuk melengkapi pernyataan diatas adalah….

  1. Hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi
  2. Hanya bergantung pada keadaan awal saja
  3. Hanya bergantung pada keadaan normal saat reaksi berlangsung
  4. Hanya bergantung pada saat reaksi berlangsung lama
  5. Hanya bergantung pada saat reaksi berlangsung cepat

Jawab : A

 

Pembahasan : menurut Hukum Hess reaksi dapat di tentukan kalor reaksinya secara eskperimen karena kalor reaksi yang di bebeaskan atau diperlukan pada suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi,tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi. ( facil)

 

  1. Dalam suatu kalorimeter direaksikan 100 cm3 larutan NaOH 1M dengan 100 cm3 larutan HCL 1M,ternyata suhunya naik dari 30oC menjadi 35okalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air,yaitu 4,18 J g-1 K-1 dan massa jenis larutan dianggap 1 g/cm3 . jika dianggap bahwa kalorimeter tidak menyerap kalor,perubahan entalpi dari reaksi dibawah ini adalah….

NaOH + HCL    NaCL + H2O

  1. -50,16 Kj/mol
  2. -49,50 Kj/mol
  3. -41,80 kj/mol
  4. -42.30 kj/mol
  5. -41.90 kj/mol

Jawab : C

Pembahasan :

Qreaksi  = -(qkalorimeter + qlarutan)

Oleh karena kalorimeter tidak menyerap kalor,maka : qreaksi – qlarutan

Masa larutan    = m NaOH + m HCL

= (100 + 100 )

= 200 gram

∆T                   = ( (35 + 273) – (30 + 273) )

= 5 K

Qlarutan   = mlarutan x clarutan x ∆T

= 200 gram x 4,18 J g-1 k-1 x 5 K

= 4180 Kj

 

NaOH = HCL = 0.1 L x 1 mol/L = 0.1 mol

Jadi,pada reaksi antara 0.1 mol NaOH dengan 0,1 mol HCL terjadi perubahan kalor sebesar qreaksi = -4180 kj

Maka, untuk setiap 1 mol NaOH yang bereaksi dengan 1 mol HCL akan tejadi perubahan kalor sebesar

Qreaksi =  = 41,80 kj/mol

Perubahan kalor yang bertanda negatif menunjukkan reaksi berlangsung secara eksoterm. Pada tekanan konstan,perubahan kalornya sama dengan perubahan entalpinya. Persamaan termikimianya

NaOH + HCL → NaCL + H2O ∆H = -41,80 Kj (erlangga )

CaO + H2O
Ca (OH)2
Ca + H2 + O2  

 

 

  1. ∆H2 = -986 kj

 

∆H1 = -720 kj                                                              ∆H3 = …

 

 

Dari siklus tersebut perubahan entalpi reaksi : CaO + H2O → Ca (OH)2 adalah….

  1. -50 kj
  2. -44 kj
  3. -266 kj
  4. 55 kj
  5. 60 kj

Jawab : C

Pembahasan : untuk menyelesaikan model siklus Hess harus diperhatikan arah anak panah. Pada soal di atas ∆H1 dan ∆H3 mempunyai arah anak panah yang berlawanan jarum jam,sedangkan ∆H2 searah jarum jam. Dari arah tersebut dapat diketahui bahwa jumlah ∆H yang searah jarum jam akan sama dengan ∆H yang berlawanan dengan arah jarum jam sehingga :

∆H2                                      = ∆H1 + ∆H3

 -986 kj                        = (-720 kj ) + ( -986 kj ) + (∆H3 )

-986 kj + 720 kj           = ∆H3

                                ∆H3       = -266 kj (erlangga hal 75 )

 

  1. Jika suatu sendok serbuk seng dimasukkan ke dalam gas kimia yang berisi larutan HCL,ternyata terbentuk gelembung gas dan dasar tabung berasa panas, reaksi ini dapat digolongkan ..
  2. Eksoterm,energi berpindah dari sistem ke lingkungan
  3. Eksoterm,energi berpindah dari lingkungan ke sistem
  4. Endoterm,energi berpindah dari sistem ke lingkungan
  5. Endoterm,energi berpindah dari lingkungan ke sistem
  6. Endoterm,energi tidak berpindah

Jawab: A

Pembahasan : karena reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan kesistem,dalam reaksi ini kalor diserap oleh sistem ke lingkungannya. Pada reaksi endoterm umumnya ditunjukkan oleh adanya penurunan suhu. Adanya penurunan suhu sistem iniilah yang mengakibatkan terjadinya penyerapan kalor oleh sistem. (PHIBETA,48)

 

  1. Pada pemanasan 500 g air bersuhu 30oC diperlukan kalor 90 Kj, jika diketahui kalor jenis air sebesar 4,5 J g-1 oC-1, suhu air setelah pemanasan adalah….
  2. 81oC
  3. 84oC
  4. 85oC
  5. 70oC
  6. 75oC

 

Jawab : D

 

Pembahasan :

Q                  = 90 Kj

= 90.000 J

Q                 = m x c x ∆T

90.000 J           = 500 g x 4,5 J g-1 oC-1  x ∆T

∆T                   =  = 40

∆T                   = T2 – T1

40OC                = T2  – 30OC

T2                              = 40OC + 30OC

= 70OC

Jadi suhu air setelah pemanasan 70oC

  1. Diketahui:

∆ H pembentukan C3 H8 (g ) = – 24,8 kJ/m ol.

∆ H pembentukan CO2 (g )  = – 94,7 kJ/m ol.

∆ H pembentukan H2 O (l)  = – 68,3 kJ/m ol.

∆ H pembakaran C 3 H8 (g ) adalah….

 

  1. 532,5 kJ/mol
  2. +81 kJ/mol
  3. –81 kJ/mol
  4. –94 kJ/mol
  5. –208 kJ/mol

 

Jawab: A

 

Pembahasan:

 

C3 H8 (g ) —→    3 C (s )   +   4 H2 (g ) ∆ H = + 24,8 kJ

3 C(s)     +   3 O2  (g)  —→    3 CO2 (g ) ∆ H = – 94,7 kJ x 3

4 H2 (g )    +    2 O2 (g )  —→    4 H2 O (l )  ∆ H = – 68,3 kJ x 4

————————————————————————————— +

C3 H8 (g )   +    5 O2 (g )  —→    3 CO2 (g )   +   4 H2 O (l)∆ H = – 532,5 kJ

Jadi  ∆ H pembakaran C 3 H8 (g )   = – 532,5 kJ/mol.

 

 

  1. Apabila 100 mL larutan NaOH 1 M direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 1 M dalam sebuah bejana, suhu larutan naik dari 29°C menjadi 37,5°C. Jika kalor jenis air = 4,2 J/°C, maka perubahan entalpi reaksi adalah ….

 

  1. 7,14 kJ
  2. 3,44 Kj
  3. 12,4 kJ
  4. 8,23 Kj
  5. 7,44 KJ

 

Jawaban: A

 

 

Pembahasan:

NaOH(aq) + HCl(aq) → H2O(l) + NaCl(aq)

q = m.c.ΔT = 200 x 4,2 x 8,5 J = 7,14 kJ.

 

  1. Dalam suatu reaksi kimia dibebaskan 8,4 kJ kalor. Jika kalor ini digunakan untuk memanaskan 100 cm3 air, maka kenaikan suhunya adalah …. (kalor jenis air = 4,2 J/g/°C)
  2. 4,2°C
  3. 20°C
  4. 8,4°C
  5. 30°C
  6. 16,8°C

 

Jawaban:  B

 

Pembahasan:

q = m.c.ΔT

8400 J = 100 x 4,2 x ΔT

ΔT = 20oC.

 

 

  1. Diketahui reaksi :

 

4 C + 6 H2 + O2 → 2C H5OH, ΔH = – 13,28 kkal.

Dari reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan 9,2 gram C H5OH ( Ar C=12; H=1; O=16) , adalah ….

  1. + 1,328 kkal
  2. -1,328 kkal
  3. + 2,656 kkal
  4. -2,656 kkal
  5. + 0,435 kkal

 

Jawaban : B

 

Penyelesaian :

Mr C 

H5OH  = 46

Mol C H5OH =   = 0,2 mol

Dari persamaan termokimia di atas diketahui untuk pembentukan 2 mol C H5OH ΔH = – 13,28kkal.

Maka untuk 1 mol C H5OH =   = -6,64 kkal

Untuk pembentukan 9,2 gram C H5OH (0,2 mol) = 0,2 mol x – 6,64 kkal/mol  = -1,328 kkal

 

  1. Perhatikan proses-proses yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berikut ini!
  1. Pakaian basah menjadi kering setelah dijemur.
  2. Pembakaran gas elpiji.
  3. Logam/besi dilelehkan pada proses pengelasan.
  4. Perkaratan besi.

Pasangan yang merupakan proses endoterm adalah ….

  1. (1) dan (2)
  2. (1) dan (3)
  3. (2) dan (3)
  4. (2) dan (4)
  5. (3) dan (4)

 

Jawab : B

 

Pembahasan :

Reaksi endoterm adalah reaksi yang membutuhkan kalor atau energi. Sedangkan reaksi eksoterm adalah1 reaksi yang menghasilkan kalor atau energi.

  1. Pakaian basah menjadi kering karena menyerap energi matahari (endoterm).
  2. Pembakaran gas elpiji akan menghasilkan panas di antaranya untuk memasak (eksoterm).
  3. Logam meleleh karena mendapat kalor dari alat pengelasan (endoterm).
  4. Perkaratan besi merupakan reaksi oksidasi yang melepas kalor (eksoterm).

Jadi, pasangan yang merupakan proses endoterm adalah pasangan nomor 1 dan 3 (B).

 

  1. Perhatikan persamaan reaksi termokimia di bawah ini!
  1.   ½ N2 (g) + ½ O2 (g) → NO (g)        ΔH = +kJ/mol
  2.   NO2 (g) → ½ N2 (g) + O2 (g)          ΔH = −kJ/mol
  3.   CO2 (g) → C (s) + O2 (g)                 ΔH = +kJ/mol
  4.   C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O    ΔH = −kJ/mol
  5.   Na (s) + ½ Cl2 (g) → NaCl               ΔH = −kJ/mol

Pasangan persamaan reaksi yang merupakan ΔHfo, ΔHdo, dan ΔHco adalah ….

  1. 3, 4, dan 5
  2. 2, 4, dan 5
  3. 1, 3, dan 5
  4. 1, 2, dan 4
  5. 1, 2, dan 3

Jawab : D

 

Prmbahasan :

Ada tiga jenis kalor reaksi (perubahan entalpi reaksi):

  • Kalor Pembentukan (ΔHfo), yaitu kalor yang diperlukan (endoterm) atau kalor yang dibebaskan (eksoterm) pada pembentukan 1 mol suatu senyawa dari unsur-unsurnya. Persamaan reaksi yang merupakan ΔHfo adalah nomor 1 (pembentukan NO) dan nomor 5 (pembentukan NaCl).
  • Kalor Penguraian (ΔHdo), yaitu kalor yang diperlukan atau kalor yang dibebaskan pada penguraian 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-unsurnya. Persamaan reaksi yang merupakan ΔHdo adalah nomor 2 (penguraian NO2) dan nomor 3 (penguraian CO2).
  • Kalor Pembakaran (ΔHco), yaitu kalor yang dibebaskan (selalu eksoterm) pada pembakaran 1 mol zat (unsur/senyawa) dengan oksigen. Persamaan reaksi yang merupakan ΔHco adalah nomor 4 (pembakaran C2H5OH). Persamaan reaksi nomor 1 tidak bisa dikatakan pembakaran N2 karena koefisien N2 tidak sama dengan 1.

Jadi, pasangan persamaan reaksi yang merupakan reaksi pembentukan, penguraian, dan pembakaran sesuai dengan opsi yang ada adalah nomor 1, 2, dan 4 (D).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Data energi ikatan :

C = C = 611 kJ/mol

C – H = 414 kJ/mol

H – Cl = 431 kJ/mol

C – Cl = 339 kJ/mol

C – C = 347 kJ/mol

Berdasarkan data energi ikatan, maka perubahan entalpi pada reaksi C2H4 + HCl → C2H5Cl adalah…kJ.

  1. +46
  2. -46
  3. -58
  4. -138
  5. -148

(Kimia SMA Kelas XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 67)

(Jawaban : C)

Pembahasan :

Struktur ikatan :

 

Energi total pemutusan ikatan (pereaksi) :

4 x EC-H = 4 x 414 kJ/mol = 1.656 kJ/mol

1 x EC=C = 1 x 611 kJ/mol =   611 kJ/mol

1 x EH-Cl = 1 x 431 kJ/mol =   431 kJ/mol

+

E.total =                                  2.698 kJ/mol

 

Energi total pembentukan ikatan :

5 x EC-H = 5 x 414 kJ/mol = 2.070 kJ/mol

1 x EC-C = 1 x 347 kJ/mol =    347 kJ/mol

1 x EC-Cl = 1 x 339 kJ/mol =   339 kJ/mol

+

E.total =                                  2.756 kJ/mol

 

ΔH reaksi = energi pemutusan ikatan – energi pembentukan ikatan

= ( 2.698 – 2.756) kJ/mol

= -58 kJ/mol

(Chemistry 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Diketahui energi ikatan :

O = H = 464 kJ

O = O = 500 kJ

H – H = 436 kJ

Kalor yang diperlukan untuk menguraikan 9 g air (Mr=18) adalah…

  1. 8 kJ
  2. 121 kJ
  3. 222 kJ
  4. 242 kJ
  5. 472 kJ

(Chemistry 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 110)

(Jawaban : D)

Pembahasan :

2H2O → 2H2 + O2

                2 H – O – H →2 H – H  + O = O

ΔH reaksi = kiri – kanan

= (4 x O – H) – (2 x H – H + O = O)

= (4 x 464) – (2 x 436 + 500) kJ/mol

= 1.856 – 1.372

= 484 kJ/mol

Untuk menguraikan 1 mol air, diperlukan kalor sebesar 484 kJ/mol, maka untuk  9 gram air ;

Mol air =  =  = 0,5 mol

Jadi, kalor yang diperlukan adalah 0,5 mol x 484 kJ/mol  = 242 kJ

(BUKU AMPUH KIMIA SMA, Nayla Shahira, Grasindo, 2013, h.82)

  1. Jika energi ikatan rata-rata dari :

C = C = 146 kkal/mol

C – C = 83 kkal/mol

C – H = 99 kkal/mol

C – Cl = 79 kkal/mol

H – Cl = 103 kkal/mol

Maka perubahan entalpi pada adisi etena dengan asam klorida menurut persamaan H2C=CH2 + HCl → CH3 – CH2 – Cl adalah sebesar….

  1. 510 kkal 12 kkal
  2. -72,8 kkal 510 kkal
  3. -12 kkal

(KIMIA SMA KELAS XI 2A, Michael Purba, Erlangga, 2006 h.132)

(Jawaban : C)

 

Pembahasan :

Energi total pemutusan ikatan (pereaksi) :

4 x EC-H = 4 x 99 kkal/mol = 396 kkal/mol

1 x EC=C = 1 x 146 kkal/mol = 146 kkal/mol

1 x EH-Cl = 1 x 103 kkal/mol =  103 kkal/mol

+

E.total =                                  645 kkal/mol

 

Energi total pembentukan ikatan :

5 x EC-H = 5 x 99 kkal/mol = 495 kkal/mol

1 x EC-C = 1 x 79 kkal/mol =  79 kkal/mol

1 x EC-Cl = 1 x 83 kkal/mol =  83 kkal/mol

+

E.total =                                  657 kkal/mol

ΔH reaksi = energi pemutusan ikatan – energi pembentukan ikatan

= ( 645 – 657)

= -12 kkal

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Pada reaksi :

H

׀

H – C – H  + 2O=O → O = C = O + 2 H− O – H    ΔHc = -109 kJ/mol

׀

H

 

Energi ikatan C=O, H=O, dan O=O berturut-turut adalah 243 kJ/mol, 432 kJ/mol, dan 335 kJ/mol. Energi ikatan rata-rata C – H adalah….

  1. 194,75 kJ/mol
  2. 358,75 kJ/mol
  3. 804,5 kJ/mol
  4. 595,00 kJ/mol
  5. 599,50 kJ/mol

(KIMIA SMA KELAS XI 2A, Michael Purba, Erlangga, 2006 h.132)

(Jawaban : B)

Pembahasan :

Energi pemutusan ikatan :

4 x EC-H = 4 x C – H

2 x EO=O = 2 x 335            +

= 670

 

(4 x C – H + 670)

 

 

Energi pembentukan ikatan :

2 x EO=C = 2 x 243 =   486

4 x EH-O = 4 x 432 = 1.728        +

= 2.214

-109 = (4 x C – H + 670) – 2.214

-109 + 2.214 = (4 x C – H + 670)

2.109 = 4 x C – H + 670

2.109 – 670 =  4 x C – H

1.435/4 = C – H

358,75 = C – H

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Diketahui data energi ikatan rata-rata sebagai berikut :

H – H = 436 kJ/mol ; Cl – Cl = 242 kJ/mol ; dan H – Cl = 431 kJ/mol

Kalor yang diperlukan untuk menguraikan 146 gram HCl menjadi unsur-unsurnya adalah…

  1. 92 kJ
  2. 184 kJ
  3. 247 kJ
  4. 368 kJ
  5. 494 kJ

(KIMIA SMA KELAS XI 2A, Michael Purba, Erlangga, 2006 h.132)

(Jawaban : D)

Pembahasan :

HCl → ½ H2  + ½ Cl2

ΔH HCl = (1 x H – Cl) – (½ x 436 + ½ x 242)

= 431 – (218 + 121)

= 431 – 339

= 92 kJ untuk 1 mol

HCl =  = 4 mol

Q = ΔH x mol

= 92 x 4

= 368 kJ

(BUKU AMPUH KIMIA SMA, Nayla Shahira, Grasindo, 2013, h.82)

  1. Diketahui entalpi pembentukan H2O(g) = -242 kJ/mol, energi ikatan H –H = 436 kJ/mol dan energi ikatan dalam molekul oksigen adalah 495 kJ/mol. Energi ikatan O – H dalam air adalah….
  2. 1173 kJ/mol
  3. 925,5 kJ/mol
  4. 804,5 kJ/mol
  5. 586,5 kJ/mol
  6. 402,25 kJ/mol

(KIMIA SMA KELAS XI 2A, Michael Purba, Erlangga, 2006 h.132)

(Jawaban : E

Pembahasan :

2H2 + O2 → 2H2O

2 (H – H) + O = O → 2 (H – O – H)

 

 

 

Reaktan :

2 (H – H)  = 2 x 436 = 872

O = O = 495

+

Total =             1.367

Produk :

4 x O – H

ΔH  = Reaktan – Produk

-242 = 1.367 – 4 (O – H)

4 (O – H) = 1.367 + 242

4 (O – H) = 1.609

O – H = 1.609/4

O – H = 402,25 kJ/mol

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. H2 + ½ O2 → H2O ΔH = -242 kJ

Energi ikatan H – H dan O = O masing-masing 436 kJ/mol dan 500 kJ/mol, maka energi ikatan rata-rata H – O adalah…Kj

  1. 121
  2. 222
  3. 363
  4. 464
  5. 589

(Kimia SMA Kelas XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 67)

(Jawaban : D)

Pembahasan :

ΔH = (H – H + ½ O = O) – H – O – H

-242 = (436 + 250) – H – O – H

H – O – H = 686 + 242

H – O – H = 928

H – O = 464

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Diketahui energi ikatan :

N – H = 351 kJ/mol

N ≡ N = 945 kJ/mol

H – H = 433 kJ/mol

Kalor penguraian NH3 menjadi unsur-unsurnya menurut reaksi :

2NH3 → N2 + 3H2 adalah….kJ/mol

  1. -97
  2. +97
  3. -194
  4. +194
  5. -138

(KIMIA SMA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 67)

(Jawaban : E)

Pembahasan :

2 H – N – H → N ≡ N + 3 H – H
׀
H

 

(6 x N – H) – N ≡ N + (3 x H – H)

{(6 x 351)} – {945 + (3 x 433)}

2.106 – 2.244

= -138 kJ/mol

  1. Diketahui entalpi pembakaran 1 mol CH4 = -18kkal, energi ikatan :

O = O = 119 kkal/mol

C = O = 173 kkal/mol

O – H = 110 kkal/mol

Energi ikatan C – H adalah…

  1. 6,75 kkal 66,2 kkal
  2. 11,05 kkal 132,5 kkal
  3. 33,13 kkal

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 110)

(Jawaban : E)

Pembahasan :

CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O

ΔH = (4 x C – H) + (2 x O = O) – (2 x C = O) + (4 x O – H)

-18 = (4 x C – H) + (2 x 119) – (2 x 173) + (4 x 110)

-18 = (4 x C – H + 238) – 786

-18 + 786 = (4 x C – H + 238)

768 = (4 x C – H + 238)

768 – 238 = 4 x C – H

530 = 4 x C – H

C – H = 530/4

C – H = 132,5

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Entalpi pembentukan NO = +90 kJ/mol. Jika energi ikatan N ≡ N = 418 kJ/mol dan O = O = 498 kJ/mol, maka energi yang dibutuhkan untuk memutuskan 2 mol ikatan NO adalah…kJ/mol
  2. 413
  3. 765
  4. 720
  5. 826
  6. 911

(KIMIA SMA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 67)

(Jawaban : D)

Pembahasan :

2NO → N2 + O2

ΔH = N ≡ N + O = O

90 = 418 + 498

90 = 916

= 916 – 90

= 826 kJ/mol untuk 2 mol NO

(BUKU AMPUH KIMIA SMA, Nayla Shahira, Grasindo, 2013, h.82)

 

 

 

  1. Jika diketahui energi ikatan rata-rata untuk :

C – H = 417,06 kJ/mol

C = C = 609 kJ/mol

C – C = 349,02 kJ/mol

H – H = 437,64 kJ/mol

Maka besarnya perubahan entalpi reaksi adisi 1-butena oleh gas hidrogen adalah….

  1. -280,56 kJ/mol
  2. -136,50 kJ/mol
  3. -28,06 kJ/mol
  4. 136,50 kJ/mol
  5. 280,56 kJ/mol

(KIMIA SMA KELAS XI 2A, Michael Purba, Erlangga, 2006 h.133)

(Jawaban : B)

Pembahasan :

CH2 = CH – CH2 – CH3 + H2 → CH3 – CH2 – CH2 – CH3

Energi total pemutusan ikatan :

(8 x C – H) + C = C + (2 x C – C) + H – H

= (8 x 417,06) + 609 + (2 x 349,02) + 437,64

= 5.081,16

Energi total pembentukan ikatan :

(10 x C – H) + (3 x C – C)

= (10 x 417,06) + (3 x 349,02)

= 5.217,66

 

 

ΔH = energi total pemutusan ikatan – energi total pembentukan ikatan

= 5.081,16 – 5.217,66

= -136,50 kJ/mol

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Diketahui energi ikatan rata-rata :

C – H = 99,3 kkal/mol

C – Cl = 79 kkal/mol

Cl – Cl = 57,8 kkal/mol

H – Cl = 103,2 kkal/mol

ΔH untuk reaksi berikut adalah…kkal

CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl

  1. -100,4
  2. -75,3
  3. -50,2
  4. -25,1
  5. -15,06

(KIMIA SMA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 67)

(Jawaban : D)

Pembahasan :

CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl

 

Energi total pemutusan ikatan :

(4 x C – H) + Cl – Cl = (4 x 99,3) + 57,8

= 397,2 + 57,8

= 455

 

 

Energi total pembentukan ikatan :

(3 x C – H) + C – Cl  + H – Cl = (3 x 99,3) + 79 + 103,2

= 279,9 + 79 + 103,2

= 480,1

 

ΔH = energi total pemutusan ikatan – energi total pembentukan ikatan

= 455 – 480,1

= -25,1 kkal

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Diketahui energi ikatan :

C = C = 606,1 kJ

C – C = 347,4 kJ

H – H = 435,6 kJ

C – H = 412,3 kJ

ΔH reaksi CH2 = CH2  + H2 → C2H6  adalah….

  1. -694,3 kJ
  2. -236,6 kJ
  3. 236,6 kJ
  4. -130,3 kJ
  5. 694,3 kJ

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 109)

(Jawaban : D)

Pembahasan :

CH2 = CH2  + H2 → C2H6

Energi total pemutusan ikatan :

(4 x C – H) + C = C + H – H = (4 x 412,3) + 606,1 + 435,6

= 1.649,2 + 606,1 + 435,6

= 2.690,9

Energi total pembentukan ikatan :

(6 x C – H) + C – C = (6 x 412,3) + 347,4

= 2.473,8 + 347,4

= 2.821,2

ΔH = energi total pemutusan ikatan – energi total pembentukan ikatan

= 2.690,9 – 2.821,2

= -130,3 kJ

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 98)

  1. Diketahui energi disosiasi ikatan Cl – Cl pada molekul Cl2 adalah 243,4 kJ/mol dan H – H pada molekul H2 adalah 435,9 kJ/mol, serta ΔHf HCl adalah -92,3 kJ/mol. Berdasarkan data tersebut, energi ikatan rata-rata H – Cl pada molekul HCl adalah….
  2. 431,95 826
  3. 56,6 413
  4. 148

(KIMIA SMA KELAS XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, h.80)

(Jawaban : A)

Pembahasan :

Reaksi pembentukan HCl adalah :

½ H2  + ½ Cl2 → HCl

Struktur ikatannya adalah :

½H – H +½Cl – Cl → H – Cl

ΔH =  (½H – H +½Cl – Cl) – (H – Cl)

-92,3   =  (½ x 243,4 + ½ x 435,9) – (H – Cl) kJ/mol

-92,3          = (339,65) – (H – Cl)

H – Cl  = 431,95 kJ/mol

(KIMIA SMA KELAS XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, h.80)

  1. Persamaan reaksi berikut yang menyatakan energi ikatan H – Cl adalah…
  2. HCl (aq) → H+ (aq) + Cl
  3. 2HCl (aq) → H2 (g) + Cl2 (g)
  4. HCl (aq) → HCl (g)
  5. 2HCl(g) → H2 (g) + Cl2 (g)
  6. HCl (g) → H (g) + Cl (g)

(KIMIA SMA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 66)                                                                                             (Jawaban : D)

Pembahasan :

Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. Jawaban yang tepat dari soal diatas adalah D, karena persamaan reaksinya sudah setara dan berwujud gas.

(KIMIA SMA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, h. 56)

  1. Kalor pembentukan adalah kalor yang dilepas atau dibutuhkan apabila 1 mol senyawa terbentuk dari … .

 

  1. ion positif dan negatif
  2. unsur-unsurnya
  3. senyawa yang lebih sederhana
  4. molekul-molekul diatomik
  5. atom-atomnya

 

Sumber: Budi Utami, dkk. Kimia untuk SMA/MA, Pusat Perbukuan, Jakarta, h.71

Pembahasan: Kalor pembentukan adalah kalor yang dilepas atau dibutuhkan apabila 1 mol senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya.

Jawaban B

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kalor pembakaran adalah . . . .
  2. Kalor yang dibebaskan apabila 1 mol bahan bakar terbakar dengan sempurna dalam oksigen berlebihan.
  3. Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran
  4. Kalor yang diterima apabila bahan bakar terbakar dengan sempurna
  5. Energi yang dibutuhkan untuk proses pembakaran
  6. Panas yang dihasilkan oleh api

Sumber: Siti Kalsum, 2009, Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA, Depdiknas, Jakarta, h.64

Pembahasan: Kalor pembakaran adalah kalor yang dibebaskan apabila 1 mol bahan bakar terbakar dengan sempurna dalam oksigen berlebihan.

Jawaban A

 

  1. Diketahui harga arang Rp. 2000/kg, harga batu bara Rp.5000/kg. Jika nilai kalor bakar arang adalah 34 kJ/gram dan nilai kalor bakar batu bara 32 kJ/gram. Nilai kalor yang lebih murah antara arang dan batu bara tersebut adalah….

 

 

  1. Bara, 6,4 kJ/rupiah
  2. Arang, 17 kJ/rupiah
  3. Arang, 6,4 kJ/rupiah
  4. Bara, 17kJ/rupiah
  5. Bara, 6,4 kJ/rupiah

 


Sumber:  Unggul Sudarmo,  2013, Kimia SMA/MA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta, h.81

Pembahasan:

Diketahui:

Harga arang : Rp.2000/kg

Harga batu bara : 5000/kg

Nilai kalor arang : 34 kJ

Nilai kalor batu bara: 32 kJ

 

Jawab:

Nilai kalor 1 kg arang = 34 kJ X 1000 g  = 34.000 kJ

Setiap rupiah nya mendapatkan kalor = 34.000 k J/ 2000= 17 kJ

 

Nilai kalor 1 kg batu bara = 32 X 1000 g = 32.000 kJ

Setiap rupiahnya mendapatkan kalor =  32.0000 kJ/5000 =  6,4 kJ

 

Jika diperhatikan dari energi yang dihasilkan setiap rupiahnya menggunakan arang lebih murah dibandingkan batu bara, yakni 17 kJ/rupiah.                                                                Jawaban B

 

  1. Ciri-ciri reaksi eksoterm adalah … .

 

  1. Lingkungan menyerap kalor dari sistem
  2. Sistem menyerap kalor dari lingkungan
  3. Sistem dan lingkungan memiliki kalor sama
  4. Kalor sistem dan lingkungan jika dijumlahkan sama dengan nol
  5. Pada akhir reaksi, kalor lingkungan selalu lebih kecil dari kalor system

Sumber: Budi Utrami, dkk. Kimia untuk SMA/MA, Pusat Perbukuan, Jakarta, h.69

Pembahasan: reaksi eksotem adalah reaksi yang membebaskan kalor. Ciri-ciri reaksi eksoterm adalah:

  • kalor mengalir dari sistem ke lingkungan dalam arti lingkungan menyerap kalor dari sistem
  • perubahan entalpinya bertanda negative
  • entalpi produk lebih kecil dari pada entalpi pereaksi

Jawaban A

 

  1. Ke dalam tabung reaksi yang berisi air dilarutkan urea padat. Ternyata pada tabung reaksi terasa dingin, yang termasuk sistem pada peristiwa itu adalah . . . .

 

  1. Urea
  2. Air
  3. Urea dan air

 

 

  1. Air dan tabung reaksi
  2. Urea, air, dan tabung reaksi


Sumber: Siti Kalsum,dkk, 2009, Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA, Depdiknas, Jakarta, h.68

Pembahasan: Dalam ilmu kimia, system adalah sejumlah zat yang bereaksi, berarti system nya ialah air dan urea, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar zat-zat tersebut misalnya tabung reaksi.

Jawaban C

 

  1. Kalor yang diserap atau dilepas apabila 1 mol senyawa terurai menjadi unsur-unsurnya disebut … .
  2. kalor reaksi
  3. kalor pembentukan
  4. kalor peruraian
  5. kalor netralisasi
  6. kalor ionisasi

 

Sumber: Budi Utami, dkk. Kimia untuk SMA/MA, Pusat Perbukuan:Jakarta, h.70

Pembahasan:

Kalor penguraian (entalpi penguraian; panas penguraian) Kalor yang diserap/dibebaskan pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya.

Jawaban C

 

  1. Diketahui reaksi H2(g) +Br2(g) → 2Hbr(g) = -72kJ

Untuk menguraikan 11,2 L gas HBr  (STP) menjadi gas H2 dan  gas Br2 diperlukan kalor sebesar

. . . .

 

  1. 144 kJ
  2. 72 kJ
  3. 48 kJ
  4. 18 kJ
  5. 9 kJ

 

 

Sumber: Sri Rahayu Ningsih, dkk, 2007, Sains KIMIA 2 SMA/MA,  Bumi Aksara, h.75

Pembahasan:

Reaksi penguraian HBr

2HBr(g) → H2(g) + Br2(g)  ; ∆H = 72 kJ

 

∆H untuk 1 mol HBr  = 36 kJ

n HBr =  =  = 0,5 mol

 

Maka ∆H untuk 0,5 mol = 0,5 mol X 36 kJ = 18 kJ                                             Jawaban D

 

  1. Reaksi pembakaran adalah . . . .
  2. Reaksi yang cepat antara bahan bakar dengan oksigen yang disertai terjadinya api
  3. Reasi yang menghasilkan api
  4. Reaksi yang menghasilkan bunyi
  5. Reaksi yang menghasilkan cahaya
  6. Semua jawaban benar

 

Sumber: Budi Utrami, dkk. Kimia untuk SMA/MA, Pusat Perbukuan, Jakarta, h.65

Pembahasan:

Reaksi pembakaran adalah reaksi yang cepat antara bahan bakar dengan oksigen yang disertai terjadinya api. Selain energi panas, pembakaran ada juga yang menghasilkan energi bunyi

dan energi cahaya, seperti kembang api dan petasan.

Jawaban E

 

  1. Diketahui : ΔHf0 CH4 = -74,8 kJ , ΔHf0 H2O(g) = -241,8 kJ , ΔHf0 CO2(g) = -393,5 kJ. Banyak gas CH4 yang harus dibakar agar kalor yang dihasilkan dapat menaikkan suhu 1000 gram air dari 50  menjadi 100  adalah . . . .

 

  1. 4,18 gram
  2. 0,418 gram
  3. 0,26 gram
  4. 0,052 gram
  5. 0,026 gram

 

 

Sumber: Unggul Sudarmo, 2013, Kimia SMA/MA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta, h.89

 

Pembahasan:

Panas yg dibutuhkan memanaskan air :
q = m. C. ∆t
q = 1000g x 4,2 j/g°C x (100 – 50)°C
q = 210.000 J = 21 kJ
∆H = – q = -21 kJ

CH4 + 2O2→CO2 + 2 H2O

∆H = ∑∆Hf° produk – ∑∆Hf° reaktan
∆H = (∆Hf° CO2 + 2 ∆Hf° H2O) – ( ∆Hf° CH4 + 0 )
∆H = ( -393,5 + 2(-241,8)) – ( -74,8)
∆H = – 802,3 kJ/mol
Banyaknya gas CH4 yang harus dibakar:

 

Massa = n.Mr

= 0,02617 mol . 16

= 0,418 gram                                                                                             Jawaban A

 

  1. Sebuah Kristal KNO3 dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditetesi dengan air. Pada dasar tabung reaksi terasa dingin. Reaksi ini dapat digolongkan . . . .
  2. Eksoterm,energi berpindah dari system ke lingkungan
  3. Eksoterm, energi berpindah dari lingkungan ke system
  4. Endoterm, energi berpindah dari system ke lingkungan
  5. Endoterm, energi berpindah dari lingkungan ke system
  6. Endoterm, energi tidak berpindah

Sumber : Sumarjono, 2010, Jalan Pintas Pintar Kimia, Penerbit Andi, Yogyakarta, h.88

Pembahasan:

KNO3 + air    system, tabung   lingkungan

Dasar tabung terasa dingin berarti terjadi penyerapan energi oleh system dari lingkungan atau energy berpindah dari lingkunagan ke system    endoterm.                                                                                        Jawaban D

 

  1. C3H8(g) + 5O2(g)  ¾¾® 3CO2(g) + 4H2O(g)    DH = – 2218 kJ
  2. C3H8(g) +    O2(g) ¾¾® 2CO2(g) + CO(g) + 4H2O(g)   DH = – 1934 kJ

 

Dari kedua persamaan reaksi diatas manakah reaksi yang menghasilkan kalor lebih banyak, dan mengapa reaksi tersebut menghasilkan kalor lebih banyak?

 

  1. Reaksi 2, karena terjadi pembakaran sempurna sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak
  2. Reaksi 2, karena terjadi pembakaran tidak sempurna sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak
  3. Reaksi 1, karena terjadi pembakaran sempurna sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak
  4. Reaksi 1, karena terjadi pembakaran tidak sempurna sehingga energi yang dihasilkan lebih sedikit
  5. Reaksi 1, karena terjadi pembakaran tidak sempurna sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak

 

Sumber:

Unggul Sudarmo,  2013, Kimia SMA/MA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta, h.82

Pembahasan:

Reaksi yang menghasilkan kalor lebih banyak adalah  reaksi 1, terlihat pada perubahan entalpi nya yaitu -2218 kJ, dimana pada reaksi 1 terjadi reaksi pembakaran sempurna sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak.

 

Jawaban C

 

  1. Hasil pembakaran bahan bakar bensin yang tidak sempurna dapat mengakibatkan pencemaran udara oleh gas . . . .

 

  1. CO
  2. CO2
  3. SO3
  4. NO
  5. SO3


Sumber: Siti Kalsum,dkk, 2009, Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA, Depdiknas, Jakarta, h.71

 

Pembahasan: Pada pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna akan menghasilkan gas karbon monooksida (CO). Gas CO berbahaya bagi manusia, sebab gas CO lebih mudah terikat oleh haemoglobin daripada gas O2.                                                                                                        Jawaban A

 

  1. Pada pembakaran 570 gram isooktana (C8H18), salah satu komponen yang ada dalam bensin, pada keadaan standar/STP dibebaskan kalor sebesar 27.500 kJ. Berapa ΔHc° yang dihasilkan pada pembakaran isooktana?

 

  1. 500 kJ
  2. -5.500 kJ
  3. 000 kJ
  4. -5.300 kJ
  5. -5.000 kJ

 

Sumber: Siti Kalsum,dkk, 2009, Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA, Depdiknas, Jakarta, h.72

 

Pembahasan:

  • Mol isooktana = =         = 5 mol
  • Untuk 1 mol C8H18 maka ΔHc° = Q/n = 5/(–27.500) = –5.500 kJ/mol
  • Persamaan termokimia:

C8H18(l) + 25/2 O2(g)  ⎯⎯→ 8 CO2(g) + 9 H2O(g) ΔHc° = –5.500 kJ/mol

Jawaban B

 

 

  1. Jika kapur tohor dilarutkan dalam air, akan menghasilkan panas. Pernyataan yang tepat untuk hal ini adalah . . . .

 

  1. reaksi tersebut endoterm
  2. entalpi sistem bertambah
  3. entalpi sistem berkurang
  4. ΔH reaksi positif
  5. reaksi memerlukan kalor

 

Sumber: Siti Kalsum, 2009, Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA, Depdiknas, Jakarta, h.68

Pembahasan: Kapur tohor (CaO) digunakan untuk melabur rumah agar tampak putih bersih. Sebelum kapur dipakai, terlebih dahulu dicampur dengan air dan terjadi reaksi yang disertai panas. Apakah reaksi ini eksoterm atau endoterm? Bagaimana perubahan entalpinya?Reaksi yang terjadi:

 

CaO(s) + H2O(l)→ Ca(OH)2 (s)

Oleh karena timbul panas, artinya reaksi tersebut melepaskan kalor atau reaksinya eksoterm yang menyebabkan entalpi sistem berkurang ini berarti kalor hasil reaksi lebih rendah dari pereaksi. Jika reaksi itu dilakukan pada tekanan tetap (terbuka) maka kalor yang dilepaskan menyatakan perubahan entalpi (ΔH) yang harganya negatif.

Jawaban C

 

  1. Jika arang (karbon) dibakar dengan oksigen menjadi gas karbondioksida, akan di lepaskan kalor sebesar 393,5 kJ/mol, persamaan termokimia yang benar berikut ini adalah….
    1. C(s) + O2(g)   CO2(g)   = -395 kJ/mol
    2. C(s) + O2(g)   CO2(g)   = 395 kJ/mol
    3. C(s) + O(g)   CO(g)       = 395 kJ/mol
    4. 2C(s) + O(g)   CO(g)    = -395 kJ/mol
    5. C(s) + O2(g)   CO(g)     = 395 kJ/mol

 

Sumber: Siti Kalsum, 2009, Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA, Depdiknas, Jakarta, h.69

Pembahasan: Jika melepaskan maka  bernilai negatif, dan persamaan nya

C(s) + O2(g)    CO2(g)           = -395 kJ/mol

Jawaban A