Kumpulan Soal dan Pembahasan Sifat Koligatif Larutan

Unduh soal pembahasan Sifat Koligatif Larutan untuk kelas XII SMA/MA

Soal dan pembahasan Sifat Koligatif Larutan ini dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan

  1. Sifat koligatif larutan adalah sifat yang bergantung pada ….
  2. Jenis zat terlarut
  3. Jenis zat pelaut
  4. Jumlah zat pelarut
  5. Jumlah zat terlarut
  6. Konsentrasi larutan

                                                                                            JAWABAN : D

PEMBAHASAN

Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat yang hanya tergantung pada Jumlah (kuantitas) partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis atau identitas partikel zat terlarut, tidak peduli dalam bentuk otom, ion, ataupun molekul. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya memandang “kuantitas” bukan “kualitas”.

(Nana Sutrisna, Kimia Untuk  kelas XII, Bandung : Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 30)

  1. Salah satu yang akan di sebebkan oleh keberadaan zat terlarut dalam pelarut adalah ….
  2. Tekanan uap jenuh lebih tinggi daripada tekanan uap jenuh pelarut
  3. Titik beku larutan lebih tinggi daripada titik beku pelarut
  4. Tekanan osmosis larutan lebih rendah dari tekanan osmosis pelarut
  5. Titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut
  6. Titik didih pelarut lebih tinggi dari pelarutnya

                                                                                            JAWABAN : D

PEMBAHASAN

Keberadaan zat terlarut dalam pelarut dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan titik didih larutan,karena terjadinya penurunan tekanan uap larutan oleh keberadaan zat terlarut tersebut. Sehingga dibutuhkan kenaikan temperatur untuk menaikkan tekanan uap larutan sehingga sama dengan tekanan eksternal.

(Nana Sutrisna, Kimia Untuk  kelas XII, Bandung : Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 29)

  1. Larutan fruktosa dengan konsentrasi 1,476 M mempunyai massa jenis 1,2 g/ml. Berapa kemolala larutan adalah …. (Mr fruktosa = 180)
  2. 1,75 mol/kg
  3. 1,87 mol/kg
  4. 1,77 mol/kg
  5. 1,85 mol/kg
  6. 1,90 mol/kg

JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Basis perhitungan 1 L larutan fruktosa

Kemolalan laerutan fruktosa, m =  x 1.000

Diketahui, dalam 1L larutan

– mol fruktosa, n Fruktosa = 1,476 mol

– menghitung massa air, w air = w larutan –w froktosa

Massa larutan       =          ρ x V

                             =         1,1 g/Ml x 1000 ml

=          1100 g

Massa fruktosa     =          n fruktosa x Mm

=          1,476 mol x 180 g/mol

=          265,6 g

Diperoleh w air = w larutan – w fruktosa = 1100 g – 265,6 g = 834,4 g

Jadi, kemolalan larutan fruktosa

m = x 1000 =  x 1000 g/kg = 1,77 mol/kg

(J.M.C Johari dan M. Rachmawati, Kimia 3, Jakarta : Erlangga , 2006, Hal 4)

 

  1. Fraksi mol larutan methanol CH3OH dalam air adalah 0,50. Kosentrasi methanol dalam arutanini dinyataan dalam persen berat methanol adalah …. Ar C = 12, O = 16, H =1
  • 64 %
  • 54%
  • 63%
  • 62%
  • 60%

JAWABAN : A

PEMBAHASAN :

% massa    =  x 100%

% massa    =  x 100%

= 64%

 

                            

  1. Jika didalam suatu larutan yang dibuat dengan melarutkan 4,5 gram glukosa (C6H12O6) dalam 100 gram air,kemolalanya adalah …. (Ar C = 12, H =1, O = 16)
  2. 0,25 molal
  3. 0,4 molal
  4. 0,3 molal
  5. 0,5 molal
  6. 0,43 molal

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Mr C6H12O6             = 180

m  = x

=  x

= 0,025 x 10

= 0,25 molal

(Tine Maria Kuswati, dkk, Kimia 3 SMA Kelas XII, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2007, Hal 7)

  1. jika suatu larutan mengandung 24 gram MgSO4 dilarutkan dalam 500 gram air.. molalitasnya adalah ….(Mr MgSO4 = 120)
  2. 0,5 molal
  3. 0,7 molal
  4. 0,6 molal
  5. 0,4 molal
  6. 0,9 molal

                                                                                            JAWABAN : D

PEMBAHASAN

n   = = 0,2 mol

p   = 500 gram

m  = 0,2 mol x

= 0,4 molal

(J.M.C Johari dan M. Rachmawati, Kimia 3, Jakarta : Erlangga, 2006, Hal 7)

  1. Didalam suautu larutan yang telah dibuat dari 5 gram kristal NaOH yang dilarutkan ke dalam air hingga volumenya 500 mL, konsentrasinya adalah …. (Mr NaOH = 40)
  2. 0,1 mol/L
  3. 0,5 mol/L
  4. 0,25 mol/L
  5. 0,7 mol/L
  6. 0,35 mol/L

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

n   =

= 0,125 mol

V   = 0,5 liter

M  =

     = 0,25 mol/L

(J.M.C Johari dan M. Rachmawati, Kimia 3, Jakarta : Erlangga , 2006, Hal 7)

(J.M.C Johari dan M. Rachmawati, Kimia 3, Jakarta : Erlangga, 2006, Hal 8)

  1. Jika didalam zat terlarut dan zat pelarut ada 200 gram air dan dilarutkan 30 gram asam cuka (CH3COOH) fraksi molnya zat terlarut adalah (Ar C = 12, H= 1, O = 16) ….
  2. 0,943
  3. 0,957
  4. 0,987
  5. 0,945
  6. 0,975

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Mr CH3COOH     =  60

M r H2O               =  18

       n  CH3COOH           = 30 gram x  = 0,5 mol     = n2

       n  H2O                       = 200 gram x  = 11,11 mol   = n1

 

X CH3COOH       =

=           = 0,043

X H2O                  =

=           = 0,956

Atau X H2O         =          1 – 0,043 = 0.957

(Tine Maria Kuswati, dkk, Kimia 3 SMA Kelas XII, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2007, hal 9)

  1. Jika didalam suatu larutan yang dibuat dengan melarutkan 5,5 gram glukosa (C6H12O6) dalam 200 gram air,kemolalanya adalah …. (Ar C = 12, H =1, O = 16)
  2. 0,25 molal
  3. 0,14 molal
  4. 0,35 molal
  5. 0,05 molal
  6. 0,15 molal

                                                                                            JAWABAN : E

PEMBAHASAN

Mr C6H12O6 = 18

m              = x

=  x

= 0,030 x 5

= 0,15 molal

(Tine Maria Kuswati, dkk, Kimia 3 SMA Kelas XII, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2007, Hal 7)

  1. Jika didalam suatu larutan yang dibuat dengan melarutkan 5,5 gram glukosa (C6H12O6) dalam 200 gram air,kemolalanya adalah …. (Ar C = 12, H =1, O = 16)
  2. 0,25 molal
  3. 0,14 molal
  4. 0,35 molal
  5. 0,05 molal
  6. 0,15 molal

                                                                                            JAWABAN : E

PEMBAHASAN

Mr C6H12O6 = 18

m              = x

=  x

= 0,030 x 5

= 0,15 molal

(Tine Maria Kuswati, dkk, Kimia 3 SMA Kelas XII, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2007, Hal 7)

  1. Sebanyak 11,7 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan dalam 500 gram air. Titik didih larutan adalah …. (Kb air = 0,52oC/m)
  2. 100,420C
  3. 98,90C
  4. 50,890C
  5. 1000,540C
  6. 65,780C

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Reaksi ionisasi : NaCl(aq) → Na +  Cl (aq)

n = banyaknya ion =1 + 1 = 2

jika derajat ionisasi tidak diketahui, α dianggap 1.

∆Tb = Kb x  x  x i

= Kb x  x  x (1 + (n -1)α)

= 0,52 x  x  x (1 +(2 -1)1)

= 0,420 C

Titik didih NaCl = 1000C + 0.420C = 100,420C

(Sumarjo, jalan pintas pintar kimia, Jakarta : Andi Yogyakarta, 2010, Hal 217)

  1. Berapa banyaknya Al2(SO4)3 (Mr = 342) yang harus dilarutkan dalam 250 gram air, agar larutan tersebut membeku pada suhu -3 adalah …. (Kf air = 1,860C/m)
  2. 30,5 gram
  3. 45,60 gram
  4. 27,6 gram
  5. 25,5 gram
  6. 25,4 gram

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Reaksi ionisasi (n) = 2 + 3 = 5

∆T= 0 – (-3)0C = 30C

∆Tf   = Kf  x  x  x (1 + (n -1)α)

3 = 1,86 x x  x (1 + (5-1)1)

g =   = 27,6 gram

jadi massa Al2(SO4)3 yang harus dilarutkan adalah 27,6 gram.

(Sumarjo, jalan pintas pintar kimia, Jakarta : Andi Yogyakarta, 2010, Hal 220)

  1. Larutan elektrolit biner 5,85 gram dalam 500 gram membeku pada suhu -1,240C jika Kf air = 1,860C/m. Mr yang dibutuhkan adalah ….
  2. 30,5
  3. 29,5
  4. 30,1
  5. 35,1
  6. 34,1

                                                                                            JAWABAN : D

PEMBAHASAN

Elektrolit biner → n = 2

∆Tf               = Tf  pelarut – Tlarutan

       = 0 – (-1,24)

= 1,240C

∆Tf               = Kf  x  x (1 +(n – 1)α)

1,24          = 1,86 x  x  x (1 +(2 – 1)1)

Mr                        =

= 35,1

(Sumarjo, jalan pintas pintar kimia, Jakarta : Andi Yogyakarta, 2010, Hal 220)

  1. 10,4 gram BaCl2 yang dilarutkan dalam 1000 gram air ternyata mempunyai kenaikan titik didih 1,4 kali kenaikan titik didih 3 gram urea (CO(NH2)2) yang dilarutkan dalam 500 gram air.Derajat ionisasi BaCl2 dalam larutan adalah …. (Mr BaCl = 208, urea = 60 )
  2. 2,7
  3. 2,8
  4. 2,9
  5. 3,0
  6. 3,5

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

∆Tb BaCl2 = 1,4 ∆T(CO(NH2)2)

Kb x x  x i  =  1,4 x Kb x x

x  x i          =  1,4 x x

0,05 x i                 =  1,4 x 0,1

i                            =   = 2,8

(Sumarjo, jalan pintas pintar kimia, Jakarta : Andi Yogyakarta, 2010, Hal 223-224)

  1. Pada suhu 270C, glukosa C6H12O6 (Mr = 180) sebanyak 8,5 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 500 ml R= 0,082 L atm mol-1 K-1. Tekanan osmosislarutan yang terjadi sebesar ….
  2. 2,3546 atm
  3. 2,3344 atm
  4. 2,3123 atm
  5. 2,3024 atm
  6. 2,3124 atm

                                                                                            JAWABAN : E

PEMBAHASAN

= M R T

=  x  x 0,082 x (273 + 27)

= 2,3124 atm

(Mustafal Bakri, Seri Pendalaman Materi Untuk SMA, Jakarta : Erlangga, 2008, Hal 108)

  1. Dalam penurunan tekanan uap ) semakin tinggi temperatur maka ….
  2. Semakin besar tekanan uap zat cair
  3. Sama dengan tekanan uap zat cair
  4. Semakin rendah tekana uap zat cair
  5. Tekanan uap tidak berpengaruh
  6. Tidak ada tekanan uapnya

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Suatu zat cair pada setiap temperatur membunyai tekanan uap yang berbeda. Semain tinggi temperatur, semakin besar tekanan uap zat cair itu.

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 10)

  1. Pada pelarut di masukkan zat terlarut yang sukar menguap maka tekanan uap pelarut tersebut akan turun, yang disebabkan oleh ….
  2. Terdapat gaya tolak-menolak antar molekul
  3. Terdapat gaya tarik-menarik antar molekul
  4. Terdapat molekul yang tidak berpasangan
  5. Terdapat banyak molekul yang sama
  6. Terdapat molekul yang besar ukuran partikelny

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Jika kedalam pelarut dimasukkan zat terlarut yang sukar menguap maka tekanan uap pelarut tersebut akan turun disebabkan karena antara molekul zat terlarut dan molekul perlarut timbul gaya tarik-menarik.

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 11)

  1. Tekanan uap murni pada temperatur 50 adalah 92.50 mmHg. Ketika di dalam air dimasukkan sejumlah gula (sukrosa), maka tekanan uapnya turun menjadi 92.20 mmHg. Maka penurunan tekanan uap yang terjadi adalah ….
  2. 80 mmHg
  3. 92 mmHg
  4. 30 mmHg
  5. 20 mmHg
  6. 50 mmHg

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Diketahui:

= Mula-mula tekanan uap air sebelum penambahan gula 31,82 mmHg

P = Setelah penambahan gula tekanan turun menjadi 31,10 mmHg

Maka

Penurunan tekanan uap = (92.50 – 92.20) mmHg = 0.30 mmHg

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara.2005.hal 11)

  1. Hubungan tekanan uap dengan fraksi mol adalah ….
  2. Berbanding lurus
  3. Berbanding terbalik
  4. Tidak berhubungan
  5. Bila tekanan uap tetap fraksi mol semakin besar
  6. Tidak sabil

                                                                                            JAWABAN : A

 

 

 

PEMBAHASAN

Pada tahun 1887, F.M. Raoult (1830-1901) menyatakan bahwa penurunan tekanan uap relatif (Po – P) atau ΔP berbanding lurus dengan fraksi mol zat terlarut.

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara.2005.hal 11)

  1. dengan melarutkan 5 gram glukosa dalam 100 gram air, maka kemolalan larutan yang terbentuk (Ar C=12, H=1, O=16) adalah ….
  2. 025 molal
  3. 35 molal
  4. 28 molal
  5. 75 molal
  6. 30 molal

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Mr  = 180`

m  =

=

=0.28 molal

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 7)

  1. larutan NaOH membunyai konsentrasi 2 m (molal). Maka fraksi air adalah …. ( Ar O = 16, H = 1)
  2. 04
  3. 96
  4. 77
  5. 55
  6. 66

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Mr     = 18

Setiap 1000 gram air terdapat 2 mol NaOH

n NaOH   = 2 mol

n        =

X NaOH  =

X       = 1 – 0.04 = 0.96

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 9)

  1. Tekanan uap pada temperatur 30 adalah 55.30 mmHg. Maka penurunan tekanan uap, jika kedalam 108 gram air dilarutkan 36 gram glukosa Jika (Ar C=12, H=1, O=16) adalah ….
  2. 66 mmHg
  3. 33 mmHg
  4. 45 mmHg
  5. 48 mmHg
  6. 56 mmHg

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Karena penurunan tekanan sebanding dengan fraksi mol zat terlarut maka dicari terlebih dahulu fraksi mol zat terlarut.

Mr       =  180

Mr )             =  18

n                         =

n                                =

X                        =

 

= 55.30 mmHg

=1.66 mmHg

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 13)

  1. Suatu larutan yang mengandung 22% massa urea ( ), Jika tekanan uap jenuh air pada temperatur adalah 92.50 mmHg dan massa larutan 200 gram. Maka tekanan uap jenuh larutan tersebut adalah ….
  2. 1 mmHg
  3. 1 mmHg
  4. 1 mmHg
  5. 1 mmHg
  6. 55 mmHg

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut, oleh karena itu dicari terlebih dahulu fraksi mol pelarut.

Massa     =

Massa                = (200-22)gram = 156 gram

n             =

n                        =

X          =

P                               =

= 92.50 mmHg 0.92

= 85.1 mmHg

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 13)

  1. Air murni akan mendidih pada saat proses pemanasan berlangsung, kecuali ….
  2. Pada saat tekanan 1 atm
  3. Pada saat temperatur 100
  4. Pada saat tekanan sama dengan 760 mmHg
  5. Pada saat tekanan uap jenuh zat cair itu sama dengan tekanan udara disekitar
  6. Pada saat tekanan sama dengan 610 mmHg

                                                                                            JAWABAN : E

PEMBAHASAN

Suatu zat cair akan mendidih jika tekanan uap jenuh zat cair itu sama dengan tekanan udara disekitarnya. Apabila air murni di panaskan pada tekanan 1 atm (760mmHg) maka air akan mendidih pada temperatur 100 , karena pada temperatur itu tekanan uap air sama dengan tekanan udara di sekitarnya.

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 13)

  1. Air murni di larutkan dengan sukrosa, maka tekanannya pada saat pemanasan berlangsung adalah ….
  2. Tekanan uap air akan turun
  3. Tekanan uap air akan naik
  4. Larutan tersebut akan mendidih pada saat tekanan kurang dari 1 atm
  5. Larutan tersebut tidak akan mendidih pada saat temperatur sampai di atas 100
  6. Larutan akan cepat mendidih pada saat temperatur belum mencapai 100

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Apabila pada temperatur 100  dilarutkan sukrosa maka tekanan uap air akan turun. Semakin banyak sukrosa yanag dilarutkan, semakin besar penurunan tekanan uapnya, sehingga pada temperatur 100  larutan sukrosa belum mendidih sebab telanannya kurang dari 760 mmHg. Larutan ini memerlukan temperatur yang lebih tinggi lagi agar tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udara di sekitarnya.

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara.2005.hal 14)

  1. Kenaikan titik didih larutan 5 molal sukrosa adalah …. (
  2. 51
  3. 53
  4. 55
  5. 57
  6. 59

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

=

= 5 molal x 0.51 /molal

= 2.55

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 15)

  1. 60 gram glukosa dalam 500 gram alkohol, jika diketahui titik didih benzena 78.5  dan  (Ar C=12, H=1, O=16), maka titik didih larutan tersebut adalah ….
  2. 39
  3. 29
  4. 19
  5. 27
  6. 22

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Mr

=

=

= 0.79

Titik didih larutan glukosa   = (78.5 + 0.79)

= 79.29

(Erlangga, Drs. Unggul Sudarmo M.pd, 2013, Hal 15)

  1. Suatu zat nonelektrolit yang massanya 8 gram dilarutkan dalam 200 gram air. Larutan itu mendidih pada temperatur .. Maka Mr zat tersebut adalah …. (
  2. 255
  3. 355
  4. 155
  5. 155
  6. 125

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Mula-mula dicari kenaikan titik didih larutan

= (100.08 – 100)

=

0.08       =

Mr           = 255

(Tine Maria Kuswati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 16)

  1. Tekanan uap air murni pada temperatur 27 adalah 26.74 mmHg. Jika kedalam 100 gram air dilarutkan 36 gram glukosa (  Maka tekanan uap larutan tersebut adalah ….
  2. 89 mmHg
  3. 89 mmHg
  4. 82 mmHg
  5. 82 mmHg
  6. 82 mmHg

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

=

=

=

(Sundari Justiana dan Muchtaridi. KIMIA 3. Yudhistira. 2007. Hal 9)

  1. 8 gram alumunium sulfat dalam 200 gram air, jika derajat ionisasi  adalah 0.9 (  (Al = 27, S = 32, O = 16). Maka titik didih larutan tersebut adalah ….
  2. 1028
  3. 1027
  4. 1026
  5. 1025
  6. 1024

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Mula-mula dibuat reaksi ionisasinya untuk menentukan harga v.

 

=

=

= 0.27

Titik didih  = 100 + 0.27  = 100.27

(Tine Maria Ku  swati dkk, sains KIMIA 3 SMA/MA. Bumi Akasara. 2005. Hal 27)

  1. Sebanyak 1,8 gram zat nonelektrolit dilarutkan ke dalam 200 gram air. Jika penurunan titik beku larutan = 0,93oC (Kf air = 1,86oC m-1), massa molekul relatif zat tersebut adalah ….
  2. 18 gram/mol
  3. 19 gram/mol
  4. 20 gram/mol
  5. 21 gram/mol
  6. 22 gram/mol

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 14)

JAWABAN: A

PEMBAHASAN

Titik beku adalah suhu pada nilai tekanan tertentu, saat terjadi perubahan wujud zat dari cair menjadi padat. Selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan disebut penurunan titik beku larutan ( ). Rumus dari penurunan titik beku larutan adalah

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 14)

Diketahui:

  • Massa = 1,8 gram
  • Massa air (pelarut) = 200 gram
  • = 0,93oC
  • Kf air = 1,86oC m-1

Ditanya : Mr ?

 oC = 1,86oC m-1 x

1,86oC m-1 x

1,86 m-1 x 1,94 x 5

18 gram mol-1

  1. Sebanyak 4 gram NaOH (Mr = 40) dilarutkan dalam 750 gram air. Jika derajat ionisasi larutan NaOH 75% dan Kf air 1,86oC m-1 maka penurunan titik beku larutan NaOH adalah ….
  2. -0,43oC
  3. -0,23oC
  4. 0,23oC
  5. 0,43oC
  6. 0,73oC

(JALAN PINTAS PINTAR KIMIA, Sumarjono, ANDI Yogyakarta, 2010, Hal 114)

JAWABAN : D

PEMBAHASAN

Selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan disebut penurunan titik beku larutan ( ). Rumus dari penurunan titik beku larutan adalah

Faktor van’t Hoff diberi lambang (i) adalah faktor yang membandingkan jumlah ion dari larutan elektrolit terhadap jumlah molekul dari larutan nonelektrolit. Pengaruh faktor van’t Hoff dapat dirumuskan sebagai berikut:

i = {1 + (n – 1) α }

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 20)

 

diketahui:

  • Massa NaOH (terlarut) = 4 gram
  • Mr NaOH = 40
  • Massa air (pelarut) = 750 gram
  • Derajat ionisasi = 75% (0,75)
  • Kf air = 1,86oC m-1

Ditanya: ΔTf?

Pertama-tama kita mencari faktor van’t Hoff (i)

NaOH  Na+ + OH

n  = jumlah ion yang dihasilkan yaitu 2

i = 1 + (n -1) α

i = 1 + (2-1) 0,75

i = 1,75

ΔTf = 1,86oC m-1 x

ΔTf = 1,86oC m-1 x 0,1 x 1,33 x 1,75

ΔTf = 0,43

  1. Senyawa X (Mr = 100) yang tidak dapat menghantarkan listrik dilarutkan dalam 250 gram benzen, ternyata memberikan penurunan titik beku (ΔTf) sebesar 1,024o Jika diketahui harga Kf benzen = 5,12oC m-1 maka berat senyawa yang dilarutkan adalah ….
  2. 0,5 gram
  3. 2,5 gram
  4. 5,0 gram
  5. 7,5 gram
  6. 10 gram

(JALAN PINTAS PINTAR KIMIA, Sumarjono, ANDI Yogyakarta, 2010, Hal 114)

JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Rumus dari penurunan titik beku larutan adalah

Diketahui:

  • Mr X = 100
  • Massa benzen = 250 gram
  • ΔTf = 1,024
  • Kf benzen = 5,12oC m-1

Ditanya : Massa X?

1,024  = 5,12oC m-1 x

1,024   = 5,12oC m-1 x  x 4

1,024   = 20,48 x

1,024   = 0,2048 massa

massa = 5 gram

  1. Data percobaan penurunan titik beku:
Larutan Konsentrasi (molal) Titik beku ( )
Urea 0,10 -0,1860
0,01 -0,0186
Garam dapur 0,10 -0,3720
0,01 -0,0372
Gula 0,10 -0,1860
0,01 -0,0186

Berdasarkan data percobaan di atas, maka besarnya penurunan titik beku larutan ditentukan oleh ….

  1. Jenis zat terlarut
  2. Jumlah partikel zat terlarut
  3. Jenis larutan
  4. Jenis pelarut
  5. Perbedaan titik beku pelarut

(KIMIA 3, J.M.C. Johari, MSc. Dan Ir. M. Rachmawati, Mphil, Esis, 2008, Hal 28)

JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Penurunan titik beku larutan merupakan sifat koligatif, seperti halnya kenaikan titik didih. Penurunan titik beku tidak dipengaruhi (ditentukan) oleh jenis (macam) zat yang terlarut, tetapi ditentukan oleh seberapa banyak jumlah zat yang terlarut. Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa semakin besar konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan, maka semakin rendah titik beku larutan tersebut dan semakin rendah konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan, maka titik beku larutan akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan oleh larutan yang mempunyai konsentrasi lebih tinggim mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak sehingga lebih sukar untuk membuat tekanan padatannya. Sehingga titik beku larutan tersebut lebih rendah atau peristiwa saat larutan tersebut mulai membeku lebih lama.

(KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2015, Hal 18)

  1. Untuk menurunkan titik beku 500 gram air menjadi -0,062oC (Kf air = 1,86oC/molal) maka jumlah urea (CO(NH2)2) (Ar C = 12, O = 16, N = 14, H = 1) yang harus dilarutkan adalah ….
  2. 0,2 gram
  3. 0,5 gram
  4. 1 gram
  5. 2 gram
  6. 4 gram

(Sains KIMIA 3, Tine Maria Kuswati, dkk, PT Bumi Aksara, 2007, Hal 35)

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • Massa pelarut = 500 gram
  • Tf = – 0,062oC
  • Mr (CO(NH2)2) = 60

Mr = 12 + 16 + (2 x 14) + (4 x 1)

Mr = 28 + 28 + 4 = 60

  • Kf air = 1,86oC/molal

Ditanya : massa terlarut ?

Pertama-tama kita menentukan ΔTf

ΔTf = 0 – (-0,062oC) = 0,062oC

  1. Glukosa (C6H12O6) yang massanya 45 gram dilarutkan dalam 250 gram air (Kf air = 1,86oC/molal). Jika diketahui Ar C = 12, H = 1, dan O = 16 maka titik beku larutan tersebut adalah ….
  2. 1,86oC
  3. 0,46oC
  4. 0,23oC
  5. -0,46oC
  6. -1,86oC

(Sains KIMIA 3, Tine Maria Kuswati, dkk, PT Bumi Aksara, 2007, Hal 35)

                                                                                            JAWABAN : E

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • Massa terlarut = 45 gram
  • Massa pelarut = 250 gram
  • Kf air = 1,86oC/molal
  • Mr C6H12O6 = 180

Mr C6H12O6 = (6 x 12) + (12 x 1) + (6 x 16) = 180

Ditanya : ΔTf ?

Kemudian, ditentukan Tf nya

Tf = 0 – 1,86oC = -1,86oC

Jadi, titik beku larutannya adalah -1,86oC

  1. Sukrosa (Mr = 342) sebanyak 6,84 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 100 ml. Tekanan osmosis larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu 27oC adalah ….
  2. 0,092 atm
  3. 0,984 atm
  4. 4,92 atm
  5. 6,15 atm
  6. 9,84 atm

(KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2015, Hal 30)

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • Mr = 342
  • Massa = 6,48 gram
  • Volume = 100 ml = 0,1 L
  • T = 27oC + 273 = 300 K
  • R = 0,082 L atm/mol K-1

Ditanya :  ?

  1. Dalam 400 mL larutan terdapat 2,4 gram zat nonelektrolit. Jika pada suhu 27oC, tekanan osmosis larutan 2,46 atm, massa molekul relatif (Mr) zat tersebut adalah ….
  2. 46
  3. 58,5
  4. 80
  5. 98
  6. 60

(KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2015, Hal 31)

                                                                                            JAWABAN : E

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • V = 400 mL = 0,4 L
  • Massa = 2,4 gram
  • T = 27oC + 273 = 300 K
  • R = 0,082 L atm/mol K-1
  • = 2,46 atm

Ditanya : Massa Molekul relatif (Mr) ?

  1. Pada suhu 27oC, sukrosa ( C12H22O11) Mr = 342 gram/mol. Sebanyak 17,1 gram dilarutkan dalam air sampai mencapai volume 500 mL. jika diketahui R = 0,082 L atm/mol K-1, tekanan osmosis larutan yang terjadi adalah ….
  2. 0,39 atm
  3. 2,46 atm
  4. 3,90 atm
  5. 4,80 atm
  6. 30,00 atm

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 27)

JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • T = 27oC + 273 = 300 K
  • Mr = 342
  • Massa = 17,1 gram
  • V = 500 mL = 0,5 L
  • R = 0,082 L atm/mol K-1

Ditanya :  ?

  1. Larutan urea sebanyak 500 mL mempunyai tekanan osmosis sebesar 2,46 atm pada suhu 27o Jika Mr urea adalah 60 dan R = 0,082 L atm/mol K-1. Maka konsentrasi larutan urea tersebut adalah ….
  2. 0,01 M
  3. 0,02 M
  4. 0,05 M
  5. 0,10 M
  6. 0,20 M

(KIMIA 3, J.M.C. Johari, MSc. Dan Ir. M. Rachmawati, Mphil, Esis, 2008, Hal 29)

JAWABAN : D

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • V = 500 mL = 0,5 L
  • = 2,46 atm
  • T = 27oC + 273 = 300 K
  • R = 0,082 L atm/mol K-1
  • Mr = 60

Ditanya : Konsentrasi (M) ?

2,46 atm = M x 0,082 L atm/mol K-1 x 300 K

2,46 = 24,6 M

 

  1. Dalam 250 mL suatu larutan terdapat 24 gram zat X yang bersifat nonelektrolit. Jika pada temperatur 27oC, tekanan osmosis larutan 32,8 atm, massa molekul relatif (Mr) zat X adalah …. (R = 0,082 L atm/mol K-1)
  2. 36
  3. 48
  4. 72
  5. 96
  6. 144

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 27)

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • V = 250 mL = 0,25 L
  • Massa = 24 gram
  • T = 27oC + 273 = 300 K
  • R = 0,082 L atm/mol K-1
  • = 32,8 atm

Ditanya : Massa molekul relatif (Mr) ?

  1. Larutan H2SO4 1 molal terionisasi 90%. Kf air = 1,86oC/molal. Maka titik beku larutan tersebut adalah ….
  2. -5,208oC
  3. -4,208oC
  4. -3,208oC
  5. 4,208oC
  6. 5,208oC

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 25)

JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • H2SO4 = 1 molal
  • Kf air = 1,86oC/molal
  • α = 90% = 0,9

ditanya : ΔTf ?

H2SO4  2H+ + SO42-

n = 3

i = 1 + (n – 1) α

i = 1 + (3 – 1) 0,9

i = 1 + 1,8

i = 2,8

ΔTf = Kf x m x i

ΔTf = 1,86oC/molal x 1 molal x 2,8

ΔTf = 5,208oC

Tf = 0 – 5,208oC = -5,208oC

Jadi titik beku larutan tersebut adalah -5,208oC

  1. tekanan osmosis larutan NaCl 0,1 M pada suhu 27oC adalah 4,8 atm. Maka persentase derajat ionisasi larutan tersebut adalah ….
  2. 0,85
  3. 0,95
  4. 0,90
  5. 0,80
  6. 0,75

(KIMIA 3, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2013, Hal 25)

                                                                                            JAWABAN : B

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • = 4,8 atm
  • T = 27oC + 273 = 300 K
  • M = 0,1 M
  • R = 0,082 L atm/mol K-1

Ditanya : α ?

NaCl  Na+ + Cl

n = 2

4,8 atm = 0,1 M x 0,082 L atm/mol K-1 x 300 K x i

4,8 = 2,46 i

i = 1 + (n – 1) α

1,95 = 1 + (2 – 1) α

1,95 = 1 + α

α = 0,95

  1. Suatu larutan elektrolit biner, 0,5 molal membeku pada suhu -1,55o jika nilai Kf = 1,86oC/molal, derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah ….
  2. 0,33
  3. 0,42
  4. 0,66
  5. 0,83
  6. 0,99

(SPM, Mustafal Bakri, Esis, 2008, Hal 107)

                                                                                            JAWABAN : C

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • m = 0,5
  • Kf = 1,86oC/molal
  • ΔTf = 0 – (-1,55) = 1,55oC
  • Elektrolit niner (n = 2)

Ditanya : α ?

ΔTf = m x Kf x i

1,55oC = 0,5 molal x 1,86oC/molal x i

1,55oC = 0,93oC x i

i = 1 + (n – 1) α

1,66 = 1 + (2 – 1) α

1,66 = 1 + α

α = 0,66

  1. Tekanan osmosis rata-rata dalam darah adalah 7,7 atm pada suhu 25o maka konsentrasi glukosa (C6H12O6) yang bersifat isotonik dengan darah adalah ….
  2. 0,31 M
  3. 0,59 M
  4. 1,65 M
  5. 3,18 M
  6. 3,75 M

(KIMIA 3, J.M.C. Johari, MSc. Dan Ir. M. Rachmawati, Mphil, Esis, 2008, Hal 28)

                                                                                            JAWABAN : A

PEMBAHASAN

Diketahui:

  • = 7,7 atm
  • T = 25oC + 273 = 298 K
  • R = 0,082 L atm/mol K-1

Ditanya : Konsentrasi (M) ?