Kumpulan Soal dan Pembahasan Larutan Penyangga

Unduh soal pembahasan Larutan Penyangga untuk kelas XI SMA/MA

Soal dan pembahasan Larutan Penyangga ini dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan

 

  1. Pernyataan yang benar tentang larutan penyangga adalah ….
  2. mempertahankan pH sistem agar tetap
  3. memiliki komponen asam dan basa yang selalu berupa pasangan konjugasi
  4. mampu mengatasi penambahan asam dan basa dalam jumlah banyak
  5. memiliki kapasitas tertentu
  6. pengenceran tidak mengubah konsentrasi ion H+ dan OH

(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis. 2009 .h. 265)

Jawaban : A

Pembahasan:

Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan pH pada kisarannya apabila terjadi upaya untuk menaikkan atau menurunkan pH akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran.

 

  1. Yang merupakan larutan penyangga adalah ….
  2. CH3COOH/CHOOH NH3/NH4OH
  3. CHOO/CH3COO HOCl/OCl
  4. HCl/Cl

(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis. 2009 .h. 265)

Jawaban : E

Pembahasan :

Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah + asam konjugasinya).

  • Asam lemah/asam lemah
  • Basa konjugasi/basa konjugasi
  • Asam kuat/ion
  • Basa lemah/basa lemah
  • Asam lemah/basa konjugasi
  1. Pada penambahan sedikit basa pada larutan penyangga HOCl/OCl menyebabkan ….
  2. [HOCl] berkurang pH sistem tetap
  3. [OCl] tetap larutan menjadi basa
  4. [HOCl]/ [OCl] bertambah

(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis. 2009 .h. 265)

Jawaban : D

Pembahasan :

Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah + asam konjugasinya). HOCl merupakan asam lemah sedangkan OCl merupakan basa konjugasi. Hal ini merupakan larutan penyangga.

Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan pH pada kisarannya apabila terjadi upaya untuk menaikkan atau menurunkan pH akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran.

 

  1. Larutan penyangga dapat dibuat dengan pencampuran berikut, kecuali ….
  2. asam lemah berlebih dan basa kuat
  3. basa lemah dan garamnya
  4. garam asam lemah berlebih dan asam kuat
  5. asam lemah dan basa lemah
  6. basa lemah dan asam konjugasinya

(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis. 2009 .h. 266)

Jawaban : D

 

 

 

 

Pembahasan :

Larutan penyangga yang mengandung komponen asam dan basa berupa pasangan konjugasi, dapat disiapkan sebagai berikut:

-asam lemah berlebih dan basa kuat, contoh : CH3COOH/CH3COO dari CH3COOH berlebih dengan NaOH.

-basa lemah dan garamnya, contoh : NH3/NH4+ dari NH3 dengan NH4Cl.

-garam asam lemah berlebih dan asam kuat, contoh : CH3COOH/CH3COO dari CH3COONa berlebih dengan HCl.

-basa lemah dan asam konjugasinya, contoh : NH4OH dengan NH4+.

 

  1. Campuran di bawah ini merupakan komponen larutan penyangga, kecuali ….
  2. NH4Cl dan NH3 NaOH dan NaHCO3
  3. CH3COONa dan CH3COOH NaOH dan HCl
  4. CH3COOH dan NaOH

(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis. 2009 .h. 266)

Jawaban : E

Pembahasan :

Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah + asam konjugasinya). Komponen penyangga asam dapat dibuat dari campuran asam lemah + basa kuat atau asam lemah + garamnya dan komponen penyangga basa dapat dibuat dari campuran basa lemah + asam kuat atau basa lemah + garamnya.

  • NH4Cl dan NH3 = basa lemah + garamnya (penyangga)
  • CH3COONa dan CH3COOH = garam + asam lemah (penyangga)
  • CH3COOH dan NaOH = asam lemah + basa kuat (penyangga)
  • NaOH dan NaHCO3 = basa kuat + garam (penyangga)
  • NaOH dan HCl = basa kuat + asam kuat (bukan penyangga)

 

  1. Campuran larutan di bawah ini yang dapat membentuk campuran penyangga adalah ….
  2. larutan HCl dengan larutan NH4Cl
  3. larutan CH3COOH dengan larutan C6H5COOK
  4. larutan C2H5OH dengan larutan C2H5ONa
  5. larutan Ca(OH)2 dengan larutan CaCl2
  6. larutan HCOOH dengan larutan HCOONa

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013 .h. 243)

                                                                                                       Jawaban : B

Pembahasan :

Pembuatan larutan penyangga asam dan basa :

Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa
Asam lemah + Garamnya Basa lemah + Garamnya
Asam lemah  berlebih + basa kuat Basa lemah berlebih + Asam kuat
Garam asam lemah berlebih + Asam/Basa kuat Garam basa lemah berlebih + Asam/Basa kuat

 

  • HCl (asam kuat) dengan NH4Cl (garam dari basa lemah)
  • CH3COOH (asam lemah) dengan C6H5COOK (garam dari asam lemah)
  • C2H5OH (asam lemah dan basa lemah) dengan C2H5ONa (asam lemah dan basa lemah)
  • Ca(OH)2 (basa kuat) dengan CaCl2 (garam dari asam kuat dan basa kuat)
  • HCOOH (asam lemah) dengan HCOONa (garam dari asam kuat dan basa lemah)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perhatikan data percobaan berikut.
 

Larutan

 

pH Awal

pH dengan penambahan sedikit
Basa Asam
I 5,60 6,00 5,00
II 5,40 5,42 5,38
III 5,20 5,25 5,18
IV 8,20 8,80 7,80
V 9,20 9,60 8,70

 

Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah ….

  1. I dan II III dan V
  2. II dan III IV dan V
  3. III dan IV

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013 .h. 243)

Jawaban : B

Pembahasan :

Salah satu sifat penyangga adalah larutan yang pHnya relatif tetap pada penambahan sedikit asam dan/sedikit basa.

  • larutan I : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,4 sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,6.
  • larutan II : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,02 sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,02.
  • larutan III : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,05 sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,02.
  • larutan IV : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,6 sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,4.
  • larutan V : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,4 sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,5.

 

 

  1. Pasangan larutan berikut ini yang menghasilkan larutan penyangga adalah ….
  2. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL HCl 0,1 M
  3. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL HCl 0,3 M
  4. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL CH3COOH 0,2 M
  5. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL HCN 0,1 M
  6. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL HCN 0,2 M

(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .h. 274)

Jawaban : A

Pembahasan :

Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu. Tinggal dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.

  1. 100 mL NH4OH 0,2 M à 100 x 0,2 = 20 mmol

100 mL HCl 0,1 M                    à 100 x 0,1 = 10 mmol

Sisa = 10 (asam lemah bersisa membentuk larutan penyangga)

  1. 100 mL NH4OH 0,2 M à 100 x 0,2 = 20 mmol

100 mL HCl 0,3 M                    à 100x 0,3 = 30 mmol

Sisa = -10

  1. 100 mL NaOH 0,2 M à 100 x 0,2 = 20 mmol

100 mL CH3COOH 0,2 M        à 100 x 0,2 = 20 mmol

Sisa = 0

  1. 100 mL NaOH 0,2 M à 100 x 0,2 = 20 mmol

100 mL HCN 0,1 M                  à 100 x 0,1 = 10 mmol

Sisa = 10

 

  1. 100 mL NaOH 0,2 M à 100 x 0,2 = 20 mmol

100 mL HCN 0,2 M                  à 100 x 0,2 = 20 mmol

Sisa = 0

 

  1. Perhatikan tabel berikut ini.
 

Larutan

Perubahan pH Setelah Ditambah
Air Asam Kuat Basa Kuat
1 2,48 2,32 13,45
2 2,32 1,70 13,01
3 4,73 4,66 12,52
4 4,75 4,76 4,76
5 4,75 1,45 12,55

 

Larutan yang memiliki sifat penyangga adalah ….

  1. 1 4
  2. 2                         5
  3. 3

(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .h. 274)

Jawaban : D

Pembahasan :

Ciri-ciri larutan penyangga : saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau sedikit asam nilai pH relatif tetap, jika terjadi perubahan hanya relatif kecil. Dan larutan yang paling mendekati perubahan pH setelah penambahan air, asam dan basa adalah larutan 4.

 

  1. Campuran berikut ini yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….
  2. 100 mL NaOH 0,1 M + 100 mL HCl 0,1 M
  3. 100 mL NaOH 0,1 M + 100 mL NaCN 0,1 M
  4. 100 mL NaCN 0,1 M + 100 mL HCN 0,1 M
  5. 100 mL NH4OH 0,1 M + 50 mL H2SO4 0,1 M
  6. 100 mL K2SO4 0,1 M + 50 mL H2SO4 0,1 M

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 191)

Jawaban : D

 

 

Pembahasan :

Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu. Tinggal dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.

  • NaOH ( basa kuat) dan HCl (asam kuat)
  • NaOH (basa kuat) dan NaCN (garam)
  • NaCN (garam) dan HCN (asam lemah)
  • NH4OH (basa lemah) dan H2SO4 (asam kuat)
  • K2SO4 (garam) dan H2SO4 (asam kuat)

Pilihan c dan d memiliki asam lemah dan basa lemah jadi dilihat perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.

(c)   100 mL NaCN 0,1 M             à 100 x 0,2 = 10 mmol

100 mL HCN 0,1 M               à 100 x 0,1 = 10 mmol

Sisa = 0

  • 100 mL NH4OH 0,1 M à 100 x 0,2 =10 mmol

50 mL H2SO4 0,1 M               à 100x 0,3 = 5 mmol

Sisa = 5 (basa lemah bersisa membentuk larutan penyangga)

 

  1. Berikut ini merupakan hasil percobaan dari beberapa larutan yang ditetesi dengan larutan asam dan basa:
Larutan Perubahan pH pada penambahan
Asam Basa
1 2 6
2 0,1 0,01
3 4 0
4 0 4
5 3 3

 

 

Yang merupakan larutan penyangga adalah ….

  1. 1 4
  2. 2 5
  3. 3

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 191)

                                                                                                     Jawaban : E  

Pembahasan :

Ciri-ciri larutan penyangga : saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau sedikit asam nilai pH relatif tetap.

  • larutan I : terjadi perubahan pH sebanyak 4
  • larutan II : terjadi perubahan pH sebanyak 0,09
  • larutan III : terjadi perubahan pH sebanyak -4
  • larutan IV : terjadi perubahan pH sebanyak 4
  • larutan V : terjadi perubahan pH sebanyak 0 (TETAP)

 

  1. Campuran kristal garam berikut yang dapat berperan sebagai larutan penyangga adalah ….
  2. NaH2PO4 dan Na2HPO4 NaHSO4 dan Na2SO4
  3. NaCl dan NH4Cl KNO3 dan NaNO3
  4. (NH4)2SO4 dan Na2SO4

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 192)

Jawaban : A

Pembahasan :

Prinsip larutan penyangga berdasarkan teori asam basa Arrhenius terbatas hanya untuk campuran asam lemah dan garamnya atau basa lemah dan garamnya, sedangkan prinsip berdasarkan Bronsted-Lowry lebih umum, selain asam lemah dan garamnya juga mencakup campuran garam dan garam. Sistem kesetimbangan asam lemah dan basa konjugatnya dapat berasal dari garam NaH2PO4 dan Na2HPO4 , jika kedua garam ini dicampurkan akan terbentuk larutan penyangga.

NaH2PO4 (aq) à Na+(aq) + H2PO4(aq)

Na2HPO4 (aq) à 2Na+(aq) + HPO42-(aq)

Kedua anion tersebut membentuk asam basa konjugat dan berada dalam keadaan kesetimbangan. Oleh karena ion H2PO4 memiliki tingkat keasaman lebih kuat dibandingkan ion HPO42- maka H2PO4 berperan sebagai asam dan HPO42- sebagai basa konjugatnya. Persamaan reaksinya sebagai berikut.

H2PO4(aq) ↔HPO42-(aq) + H+(aq)

 

  1. Sistem larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 cm3 larutan CH3COOH 0,1 M dengan larutan ….
  2. 80 cm3 NaOH 0,1 M 120 cm3 NaOH 0,1 M
  3. 100 cm3 NaOH 0,1 M 50 cm3 HCl 0,1 M
  4. 120 cm3 HCl 0,1 M

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 192)

Jawaban : A

Pembahasan :

  • CH3COOH (asam lemah) + NaOH (basa kuat) à penyangga
  • CH3COOH (asam lemah) + HCl (asam kuat) à bukan penyangga
  • 100 mL CH3COOH 0,1 M à 100 x 0,1 =10 mmol

80 mL NaOH 0,1 M                 à 80 x 0,1 = 8 mmol

Sisa = 2 (asam lemah bersisa membentuk larutan penyangga)

  • 100 mL CH3COOH 0,1 M à 100 x 0,1 =10 mmol

100 mL NaOH 0,1 M               à 100 x 0,1 = 10 mmol

Sisa = 0

  • 100 mL CH3COOH 0,1 M à 100 x 0,1 =10 mmol

120 mL NaOH 0,1 M               à 120 x 0,1 = 12 mmol

Sisa = -2

 

 

  1. Larutan buffer dapat dibuat dengan mencampurkan larutan-larutan, kecuali ….
  2. asam sulfat dan natrium sulfat
  3. natrium hidroksida dan natrium nitrat
  4. amonium hidroksida dan amonium sianida
  5. asam asetat dan amonium asetat
  6. asam sianida dan kalium sianida

(KIMIA SMA XI. Sandri Justiana. Yudhistira. 2009 .h. 214)

Jawaban : B

Pembahasan :

Pembuatan larutan penyangga asam dan basa :

Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa
Asam lemah + Garamnya Basa lemah + Garamnya
Asam lemah  berlebih + basa kuat Basa lemah berlebih + Asam kuat
Garam asam lemah  berlebih + Asam/Basa kuat Garam basa lemah berlebih + Asam/Basa kuat

 

  1. asam kuat dan garam dari asam lemah
  2. basa kuat dan garam dari asam kuat
  3. basa lemah dan garam dari asam lemah dan basa lemah
  4. asam lemah dan garam dari asam konjugasi dan basa konjugasi
  5. asam lemah dan garam dari basa kuat dan asam lemah

 

  1. Pasangan senyawa di bawah ini merupakan campuran penyangga, kecuali ….
  2. CH3COOH dengan CH3COONH4 NaHCO3 dengan Na2CO3
  3. NH3 dengan NH4Cl HCN dengan KCN
  4. HF dengan KF

(KIMIA SMA XI. Sandri Justiana. Yudhistira. 2009 .h. 214)

Jawaban : D

 

 

 

Pembahasan :

Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa
Asam lemah + Garamnya Basa lemah + Garamnya
Asam lemah  berlebih + basa kuat Basa lemah berlebih + Asam kuat
Garam asam lemah  berlebih + Asam/Basa kuat Garam basa lemah berlebih + Asam/Basa kuat
  • asam lemah berlebih dengan garam dari asam kuat dan basa kuat
  • basa lemah dengan garam dari basa lemah
  • asam lemah dengan garam basa kuat dan asam lemah
  • garam dari asam lemah dan basa kuat dengan garam dari asam lemah
  • asam lemah dengan garam basa kuat dan asam lemah

 

  1. Ke dalam 1 liter larutan asam asetat 0,1 M yang pH-nya = 3 ditambahkan garam natrium asetat supaya pH-nya menjadi 2 kali semula. Ka asam asetat = 1 x 10-5. Garam natrium asetat yang ditambahkan itu sebanyak…
  2. 1 mol
  3. 0,1 mol
  4. 0,01 mol
  5. 0,001 mol
  6. 0,0001 mol

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.115)

Jawaban : A

Pembahasan:

pH = 3  à 2 kali semula, jadi pH = 6

[H+] = 10-6

[H+] =

10-6   = 1 x 10-5 .

=
=   10-1

=

 

 

  1. Perbandingan volum larutan CH3COOH 0,1 M ( Ka = 1 x 10-5) dan NaOH 0,1 M yang harus dicampurkan untuk membuat larutan buffer dengan pH = 6 adalah…
  2. 2 : 1
  3. 1 : 10
  4. 10 : 1
  5. 11 : 1
  6. 11 : 10

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.115)

Jawaban : E

Pembahasan :

pH = 6

[H+] =

10-6 = 1 x 10-5 x

10-6 = 1 x 10-5 x

=

10-1  =

1,1

1,1    =

 

 

  1. Ke dalam larutan basa lemah LOH ditambahkan padatan garam L2SO4 sehingga konsentrasi larutan LOH menjadi 0,1 M dan konsentrasi L2SO4 0,05 M. Bila Kb basa LOH = 10-5 maka pH campuran adalah…
  2. 11
  3. 9 + log 2
  4. 9
  5. 5
  6. 5 – log 2

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)

Jawaban : B

Pembahasan :

[OH]   =

= 10-5 x

= 2 x 10-5

                pOH = 5 – log 2

pH = 14 – (5 – log 2)

= 9 + log 2

 

  1. Sebanyak 50 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampurkan dengan 50 mL larutan CH3COONa sehingga diperoleh larutan buffer dengan pH = 4. Untuk membuat larutan buffer tersebut diperlukan konsentrasi CH3COONa sebesar…

(Ka CH3COOH = 1 x 10-5)

  1. 0,01 M
  2. 0,02 M
  3. 0,2 M
  4. 2 M
  5. 0,1 M

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)

Jawaban : B

Pembahasan :

            Mol CH3COOH = 50 ml x 0,2 mmol/ml

= 10 mmol

[H+] =

10-4  = 1 x 10-5 x

 

  1. Suatu campuran buffer terdiri dari y gram HCOONa (Mr = 68) dan 100 mL larutan HCOOH 0,1 M sehingga diperoleh larutan dengan pH = 4. Nilai y adalah…

(Ka HCOOH = 1 x 10-5)

  1. 3,4
  2. 0,068
  3. 0,34
  4. 6,8
  5. 0,68

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)

                                                                                                      Jawaban : B

 

Pembahasan :

a = 0,1 L x 0,1 M = 0,01 mol

[H+] = 10-4

 

[H+] =

10-4  = 1 x 10-5 x

 

 

 

  1. Asam HA mempunyai pKa = 3,2. Sebanyak x mol NaA ditambahkan ke dalam 500 mL larutan 0,2 M HA dan ternyata pH larutan adalah 3,5. Maka x adalah…
  2. 0,025
  3. 0,05
  4. 0,10
  5. 0,20
  6. 0,25

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)

Jawaban : D

Pembahasan :

Mol HA = 0,5 L x 0,2 M = 0,1 mol

pH = 3,5 jadi [H+] = 10-3,5

pKa = 3,2 jadi Ka = 10-3,2

[H+] =

10-3,5 =

 

  1. Untuk membuat larutan penyangga yang mempunyai pH = 4, ke dalam 100 ml larutan CH3COOH 0,5 M (Ka = 10-5) harus ditambah larutan CH3COONa 0,05 M sebanyak…
  2. 100 ml
  3. 50 ml
  4. 10 ml
  5. 5 ml
  6. 1 ml

(Jalan Pintas Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Yogyakarta, 2009, hal.134)

Jawaban : A

Pembahasan :

Mol AL = 100 ml x 0,5 M = 0,5 mmol

pH = 4 à [H+] = 10-4

[H+] =

 

  1. Jika 50 ml larutan CH3COOH 0,1 M dicampurkan dengan 100 ml CH3COONa 0,2 M (Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5), maka pH campuran adalah…
  2. 5,35
  3. 5,05
  4. 4,5
  5. 5
  6. 3,5

(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Facil, 2010, hal. 111)

Jawaban : A

Pembahasan :

            Jumlah mmol CH3COOH = 50 ml x 0,1 M = 5 mmol

Jumlah mmol CH3COONa = 100 ml x 0,2 M = 20 mmol

[H+] =

 

pH       = -log [H+]

= 6 – log 4,5

= 6 – 0,65

= 5,35

Jadi, pH campuran tersebut 5,35

 

  1. Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan larutan NH3 dengan NH4Cl dengan perbandingan mol 1 : 9. Jika Kb = 1,8 x 10-5, pH campuran tersebut adalah…
  2. 6 – log 2
  3. 6 + log 2
  4. 8 – log 2
  5. 8 + log 2
  6. 9 + log 2

(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.44)

Jawaban : D

Pembahasan :

            NH3 + NH4Cl = 1 : 9

[OH]   =

 

pOH    = 6 – log 2

pH       = 14 – (6 – log 2)

= 8 + log 2

 

  1. Harga pH campuran antara 100 ml larutan C6H5COOH 0,2 M dengan 100 ml larutan NaOH 0,1 M jika diketahui Ka C6H5COOH = 6 x 10-5..
  2. 4 + log 6
  3. 5 – log 6
  4. 5 + log 5
  5. 6 – log 5
  6. 6 + log 6

(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.44)

Jawaban : B

Pembahasan :

            Mol C6H5COOH = 100 ml x 0,2 M = 20 mmol

Mol NaOH = 100 ml x 0,1 M = 10 mmol

  C6H5COOH +   NaOH à C6H5COONa + H2O
Mula-mula 20 mmol 10 mmol
Bereaksi -10 mmol -10 mmol 10 mmol 10 mmol
Sisa 10 mmol 10 mmol 10 mmol

 

[H+] =

pH       = – log [H+]

= 5 – log 6

  1. Larutan penyangga dengan pH 8,5 dibuat dengan mengalirkan gas NH3 ke dalam 250 ml NH4Cl 0,05 M. Jika Kb NH3 = 10-5, volume NH3 yang dialirkan (diukur pada STP) sebanyak…ml.
  2. 28,5
  3. 42,0
  4. 56,5
  5. 70,0
  6. 88,5

(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.44)

Jawaban : E

Pembahasan :

            Mol NH4Cl = 250 ml x 0,05 = 12,5 mmol

pH = 8,5

pOH = 14 – 8,5 = 5,5

[OH] = 10-5,5

                [OH]   =

 

 

 

= 3,95

STP     = 3,95 x 22,4

= 88,5

 

 

 

 

 

  1. Sebanyak 0,28 gram kristal KOH ditambahkan ke dalam 50 ml larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 10-5). pH larutan yang terjadi jika diketahui Ar K = 39, O = 16, dan H =1 adalah…
  2. 3
  3. 6
  4. 7
  5. 9
  6. 12

(Jalan Pintas Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Yogyakarta, 2009, hal.136)                                                                                                     Jawaban : D

Pembahasan :

CH3COOH = 0,1 x 50 = 5 mmol

KOH =  = 0,005 mol = 5 mmol

  CH3COOH +   KOH à CH3COONa + H2O
Mula-mula 5 mmol 5 mmol
Bereaksi -5 mmol -5 mmol 5 mmol
Sisa 5 mmol

 

[CH3COONa] =

[OH] =

[OH]  =

=

pOH    = 5

pH       = 14 – 5 = 9

 

 

  1. Massa CH3COONa (Mr = 82) yang harus ditambahkan ke dalam 1.000 ml larutan CH3COOH 0,1 M agar pH-nya 6 adalah…gram.

(Ka CH3COOH = 1 x 10-5)

  1. 8,2
  2. 16,4
  3. 24,6
  4. 82
  5. 164

(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.47)

Jawaban : D

Pembahasan :

            Mol CH3COOH = 1 L x 0,1 M = 0,1 mol

pH = 6 à [H+] = 10-6

[H+] =

10-6 =

 

 

 

 

  1. Jika suatu asam lemah dengan Ka = 10-5 dilarutkan bersama-sama dengan garam natriumnya dalam perbandingan mol asam dan garamnya 1 : 10, pH larutan yang dihasilkan adalah…
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6

(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.47)

Jawaban : E

Pembahasan :

            [H+] =

 

 

pH     = – log [H+]

= 6 – log 1

= 6

 

  1. Sebanyak 0,082 gram suatu garam ditambahkan ke dalam 10 ml larutan asam asetat 0,1 M (Ka = 10-5). pH yang terbentuk adalah 5. Massa molekul relatif garam tersebut adalah…gram/mol.
  2. 66
  3. 82
  4. 83
  5. 98
  6. 99

(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.47)

Jawaban : B

Pembahasan :

Mol CH3COOH = 10 ml x 0,1 M = 1 mmol

pH = 5 à [H+] = 10-5

[H+] =

 

 

 

  1. Pada kondisi normal, pH dari darah manusia dan jaringan harus dijaga antara ….
  2. 3 – 4 d. 8,55 – 8,65
  3. 7,35 – 7,45 e. 1 – 2
  4. 5,56 – 5,68

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Astrid Triastari, Quadra, 2014, Hal: 167)

Jawaban: B

Pembahasan:

Darah mempunyai pH yang relatif tetap disekitar 7,4. Hal ini dimungkinkan Karena adanya sistem penyangga  / , sehingga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa, tetapi pengaruhnya terhadap perubahan pH dapat dinetralisir. Jika darah kemasukan zat yang bersifat asam, maka ion  dari asam tersebut akan bereaksi dengan ion . Sebaliknya, jika darah kemasukan zat yang bersifat basa, maka ion  akan bereaksi dengan .

Darah mempunyai kisaran pH 7,0 – 7,8. Diluar nilai tersebut akan berakibat fatal terhadap tubuh. Penyakit dimana pH darah terlalu tinggi disebut alkalosis, dan bila pH darah terlalu rendah disebut asidosis. Sehingga dari soal tersebut lebih tepat jawabannya pada pH yang relatif tetap disekitar 7,4.

(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 270 – 271)

 

 

 

 

  1. Berikut adalah nilai pH beberapa larutan pada penambahan sedikit asam dan sedikit basa:
Larutan pH Awal pH setelah penambahan
Sedikit asam Sedikit basa
P 3,0 1,0 4,0
Q 5,0 4,9 5,1
R 8,0 7,9 8,1
S 9,0 8,5 10,5
T 10,0 8,5 11,0

 

Larutan yang merupakan  sistem penyangga adalah ….

  1. P dan Q R dan T
  2. Q dan R S dan T
  3. R dan S

(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 273)

Jawaban: B

Pembahasan:

Larutan penyangga merupakan larutan yang pH nya relatif tetap (tidak berubah) dan juga mempertahankan nilai pH nya meskipun terjadi penambahan sedikit asam dan atau sedikit basa. Maka pada larutan Q dan R merupakan larutan penyangga Karena hanya mengalami perubahan pH yang relatif sedikit.

(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 261)

 

  1. Untuk membuat larutan penyangga yang mempunyai pH = 4, ke dalam 100 ml larutan 0,5 M (Ka = 10-5) harus ditambah larutan 0,5 M sebanyak ….
  2. 100 ml d. 5 ml
  3. 50 ml e. 1 ml
  4. 10 ml

(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 98)

Jawaban: C

Pembahasan:

Dik: pH = 4

[ = 10-4

            Vol = 100 ml

0,5 M

Ka = 10-5

Dit: penambahan larutan  0,5 M ?

Jaw:

[ = Ka

[ = Ka

10-4 =  10-5

10-4 =  10-5

10-4 = 

v =

v =

v = 10 ml

 

  1. Terdapat larutan dan yang masing-masing berkonsentrasi 0,1 mol/L. jika volume larutan  dan yang dicampurkan masing-masing 40 ml dan 80 ml, dengan harga Kb  = 1,8 x 10-5, pH campuran tersebut adalah ….
  2. 8,65 d. 8,62
  3. 8,96 e. 8,92
  4. 8,68

(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Grafindo, 2012, 114)

                                                                                                      Jawaban: A

 

 

Pembahasan:

n  40 ml . 0,1 M= 4 mmol

n  80 ml . 0,1 M = 8 mmol

[ = Kb

[ = Kb

= 1,8 x 10-5

= 0,45 x 10-5

= 4,5 x 10-6 M

pOH    = – log [

= 6 – log 4,5

pH       = 14 – pOH

= 14 – (6 – log 4,5)

= 8 + log 4,5

= 8 + 0,65

= 8,65

 

  1. Diantara campuran berikut, yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….
  2. HCl dan d. KOH dan KCl
  3. NaOH dan e. dan
  4. HBr dan NaBr

(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 273)

Jawaban: B

Pembahasan:

Campuran yang dapat membentuk larutan penyangga yaitu:

  • Basa kuat dan asam lemah
  • Asam kuat dan basa lemah

Berdasarkan soal tersebut yang termasuk dalam campuran yang membentuk larutan penyangga pada basa kuat dan asam lemah yaitu NaOH dan

  1. Diantara pernyataan berikut yang merupakan fungsi larutan penyangga dalam tubuh manusia, yaitu ….
  2. menjaga kesetimbangan cairan yang ada di luar dan di dalam sel
  3. menjaga pecahnya pembuluh darah
  4. menjaga pH darah agar tidak banyak berubah
  5. menjaga masuknya cairan ke dalam sel
  6. menjaga masuknya pelarut melalui selaput semipermeable

(Kimia SMA/MA, Sukardjo, Bailmu, 2009, Hal: 273)

Jawaban: A

Pembahasan:

Dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berfungsi untuk mempertahankan pH, diperlukan lingkungan reaksi dengan pH yang reatif tetap, maka diperlukannnya larutan penyangga. Di dalam setiap cairan tubuh terdapat pasangan asam basa konjugasi yang berfungsi sebagai larutan penyangga, cairan tubuh, baik intra sel maupun ekstra sel memerlukan sistem penyangga untuk mempertahankan nilai pH kesetimbangan cairan.

Sistem penyangga ekstra sel yaitu penyangga karbonat  / dalam menjaga pH darah. Sedangkan sistem penyangga intrasel yaitu system penyangga fosfat  / .

(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 270)

 

  1. Suatu larutan penyangga terdiri atas campuran 0,01 M (Ka = 1,0 x 10-5) dan 0,1 M mempunyai pH sebesar 6. Perbandingan volume  :  adalah ….
  2. 1:1 d. 1:100
  3. 1:10 e. 100:1
  4. 10:1

(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 99)

Jawaban: A

 

 

Pembahasan:

[ = Ka

[ = Ka

10-6 =  10-5

=

 

  1. Jika larutan NaOH 0,1 M dan larutan 0,1 M, volume larutan masing-masing diperlukan untuk membuat 120 ml larutan penyangga dengan pH 5 adalah ….
  2. 80 ml + 60 ml
  3. 50 ml + 70 ml
  4. 70 ml + 50 ml
  5. 80 ml + 40 ml
  6. 40 ml + 80 ml

(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 99)

Jawaban: E

Pembahasan:

Volume NaOH yang dipakai =  ml

Sehingga volume  = 120 –   ml

+      NaOH                          +            

m:  0,1 (120 –  )            0,1

b:   0,1                          0,1                    0,1

s:    [0,1 (120 –  )]          –                          0,1

  • 0,1

pH = 5

[ = 10-5

[ = Ka

[ = Ka

10-5   = 10-5

=

= 12 –  –

+ +  =

= 12

= 40

Jadi, volume NaOH yaitu  ml = 40 ml

Maka, volume  = 120 –   ml

= 120 – 40 ml

= 80 ml

 

  1. Massa (gram) ammonium sulfat harus ditambahkan ke dalam 500 ml larutan 0,1 M untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH 9, yaitu …. (Kb = 10-5 , N= 14, H= 1, O= 16, S= 32)
  2. 3,3 gram d. 4,2 gram
  3. 4 gram e. 5 gram
  4. 2,1 gram

(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 100)

Jawaban: A

Pembahasan:

n = 500 ml. 0,1 M = 50 mmol

pH = 9

pOH = 14- pH = 14 – 9 = 5

[= 10-5

[ = Kb

[ = Kb

10-5 = 10-5

mol = mmol

+

Mol  =  . 50 mmol = 25 mmol = 0,025 mol

Massa  = n . Mr

= 0,025 . 132

= 3,3 gram

 

  1. Terdapat 1 L larutan penyangga yang dibentuk oleh 0,1M (Kb = 1,8 x 10-5) dan  = 0,1 M.  pH larutan penyangga adalah ….
  2. 9,13 d. 9,28
  3. 9,20 e. 9,30
  4. 9,26

(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Grafindo, 2012, 118)

Jawaban: C

Pembahasan:

[ = Kb

[ = Kb

= 1,8 x 10-5

= 1,8 x 10-5 M

pOH    = – log [

=  – log 1,8 x 10-5

= 5 – log 1,8

pH       = 14 – pOH

= 14 – (5 – log 1,8)

= 9 + log 1,8

= 9 + 0,26

= 9,26

 

 

  1. Ke dalam 100 cm3 larutan asam asetat (Ka = 1,0 x 10-5) dimasukkan 100 cm3 larutan NaOH 0,2 M. Ternyata dihasilkan larutan penyangga dengan pH 5. Molaritas asam asetat semula yaitu ….
  2. 0,8 M d. 0,2 M
  3. 0,4 M e. 0,1 M
  4. 0,3 M

(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 98)

Jawaban: B

Pembahasan:

+      NaOH                     +               

m:                                 20

b:   20                             20                       20

s:    ( – 20)                     –                          20

[ = Ka

[ = Ka

10-5   = 10-5

= 20

= 20 + 20

= 40 mmol

M  =  = 0,4 M

 

  1. Keasaman (pH) campuran 200 ml larutan 0,4 M dengan 200 ml larutan HCl 0,2 M (Kb = 10-5) adalah ….
  2. 5 d. 11
  3. 9 e. 12
  4. 10

(Seri Pendalaman Materi Kimia, Mustafal Bakri, Esis, Hal: 56)

Jawaban: B

 

Pembahasan:

n = M . v = 0,4 M . 200 ml = 80 mmol

n HCl = M . v = 0,2 M . 200 ml = 40 mmol

+      HCl              

m:  80 mmol                40 mmol

b:   -40 mmol               -40 mmol                    +40 mmol

s:    40 mmol                     –                                40 mmol

[ = Kb

[ = Kb

= 10-5

= 10-5 M

pOH    = – log [

=  – log 10-5

= 5

pH       = 14 – pOH

= 14 – (5)

= 9

 

  1. Bila 0,15 mol asam formiat (HCOOH) Ka = 2 x 10-5 dan 0,10 mol NaOH dilarutkan dalam air sehingga diperoleh larutan dengan volume 1 liter maka pH larutan tersebut adalah ….
  2. 4 d. 5 – log 2
  3. 5 e. 5 – log3
  4. 6

(Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Offset, 2010, Hal: 136)

                                                                                                      Jawaban: B

 

 

 

 

Pembahasan:

HCOOH          +         NaOH                    HCOONa        +

m:  0,15 mol                   0,10 mol

b:   0,10 mol                   0,10 mol                    0,10 mol

s:    0,05 mol                          –                           0,10 mol

[ = Ka

[ = Ka

= 2 x 10-5

= 2 x 10-5 . 0,5 mol

= 10-5 M

 

pH    = – log [

=  – log 10-5

= 5

 

  1. Tersedia beberapa campuran sebagai berikut:

1) dan

2)  dan

3)  dan NaOh

4)  dan

Larutan buffer dihasilkan oleh campuran nomor ….

  1. 1 dan 2 d. 2 dan 3
  2. 1 dan 3 e. 2 dan 4
  3. 1 dan 4

(Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Offset, 2010, Hal: 134)

Jawaban: E

 

 

 

 

Pembahasan:

Larutan buffer dapat dibentuk melalui bebrapa cara, yaitu  campuran:

  • Asam lemah + garamnya

dan

  • Basa lemah + garamnya

dan

(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Grafindo, 2012, 100)

 

  1. Berdasarkan pasangan larutan berikut ini:
  2. 50 ml 0,2 M dan 50 ml NaOH 0,1 M
  3. 50 ml 0,2 M dan 100 ml NaOH 0,1 M
  4. 50 ml 0,2 M dan 100 ml 0,1 M
  5. 50 ml HCl 0,1 M dan 50 ml 0,2 M
  6. 50 ml HCl 0,1 M dan 50 ml NaOH 0,2 M

 

Pasangan-pasangan yang pH-nya tidak akan berubah apabila ditambah sedikit larutan basa kuat atau asam kuat adalah ….

  1. 1 dan 2 d. 2 dan 3
  2. 1 dan 3 e. 1 dan 5
  3. 1 dan 4

(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 101)

Jawaban: C

Pembahasan:

Larutan buffer dapat dibentuk melalui bebrapa cara, yaitu  campuran:

  • Asam lemah dengan garamnya

Contoh:  dan

  • Basa lemah dengan garamnya

Contoh:  dan

 

 

 

+           NaOH                       +       

m:  10 mmol                   5 mmol

b:   5 mmol                     5 mmol                                     5 mmol

s:    5 mmol                         –                                            5 mmol

(sisa asam lemah dengan garamnya)

 

  1. +           NaOH                       +       

m:  10 mmol                   10 mmol

b:   10 mmol                   10 mmol                                   10 mmol

s:         –                               –                                            10 mmol

(habis bereaksi dan sisa garamnya)

 

  1. +                                +

m:  10 mmol                   10 mmol

b:   5 mmol                     10 mmol                  5 mmol

s:    5 mmol                         –                            5 mmol

(bukan penyangga, Karena asam dan bsanya dua-duanya lemah)

 

  1. 4. +                      

m:  5 mmol                     10 mmol

b:   5 mmol                     5 mmol                    5 mmol

s:         –                           5 mmol                    5 mmol

(basa lemah dengan garamnya)

 

+           NaOH                       +     

m:  5 mmol                     10 mmol

b:   5 mmol                     5 mmol                                     5 mmol

s:        –                            5 mmol                                     5 mmol

(asam kuat dan basa kuat yang tersisa basa kuat)

 

46.Tentukan pH larutan penyagga yang dibuaat dengan mencampurkan 50 ml CH3COOH 0.1M dengan 50 ml larutan Na2CH3COOH…..

  1. 6-log 5
  2. 4-log 5
  3. 5-log 5
  4. 7-log 5
  5. 8-log 5

(Kimia SMA Kelas XI, Sandri justiana, yudisthira, hal 214)

                                                                                                            Jawaban: A

Pembahasan:

n = CH3COOH

=

=

=  5 mmol

n = Na2CH3COOH

=

=

= 10 mmol

[H+]  =

= 10 -5

= 10-5

= 5 10 –6

pH   = – log [H+]

= – log 510-6

= 6 – log 5

(Kimia SMA Kelas XI, Sandri justiana, yudisthira, hal 190)

 

 

 

  1. Tentukan pH larutan penyagga yang dibuat dengan mencampurkan 50 ml CH3COOH 0.3 M dengan 50 ml NaOH 0.1 M….
  2. 5 – log 7
  3. 9 – log 3
  4. 9 + log 3
  5. 7 + log 5
  6. 3 – log 5

(KIMIA SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, hal 294)

                                                                                                            Jawaban: B

Pembahasan:

na =

=

= 15 mmoll

Na =

=

= 5 mmol

[OH-]=

= 10-5

= 10-5

 

pOH  = – log 10-5

= 5 – log 3

pH             = 14 – (5 log 3)

= 9 – log 3

(KIMIA SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, hal 270)

 

 

 

  1. Tentukan ph larutan penyagga yang di buat dengan mencampurkan 50 ml NH3 0,1M dengan 50 ml NH4Cl 0,2 M…….
  2. 4 – log 3
  3. 5 + log 2
  4. 8 + log 5
  5. 2 – log 2
  6. 9 – log 3

(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 284)

                                                                                                            Jawaban: C

Pembahasan:

nb     =

= 15 mmol

ng     =

= 10 mmol

[OH-] =

= 10-5

= 10-6

POH   = – log 10-6

= 6 – log 5

pH     = 14 – (6 – log 5)

= 14 – 6 +log 5

= 8 + log 5

(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 247)

 

 

 

 

49.Tentukan ph larutan penyagga yang dibuat dengan mencampurkan 50 ml NH3 0.2 M dengan 50 ml HCl 0,15M…..

  1. 2 – log 2
  2. 3 + log 7
  3. 6 – log 2
  4. 9 + log 1,3
  5. 9 – log 1,3

(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 284)

                                                                                                            Jawaban: D

Pembahasan:

nb =

= 10 mmol

ng =

= 75 mmol

[OH-] =

= 10-5

= 10-5

pOH  = – log10-5

= 5 – log 1,3

pH  = 14 – (5 log 1,3)

= 9 + log 1,3

(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 248)

 

50 .Tentukan ph larutan penyagga yang di buat dengan mencampurkan 100 ml NH3 0,1 M dengan 100 ml NH4Cl 0.1 M….

  1. 4
  2. 3
  3. 2
  4. 1
  5. 0

(KIMIA SMA Kelas XI, sandi jusiana, yudhisthira, hal 215)

                                                                                                            Jawaban: E

Pembahasan:

nb =

= 10 mmol

ng =

= 10 mmol

[OH-]    =

= 10-5

= 5

POH      = – log 10-5

= 5 – log 1

= 1

pH         = 14 – (5- log 1)

= 9 + log 1

= 0

(KIMIA SMA Kelas XI,sandi justiana, ydhisthira, 192)

 

  1. Tentukan pH campuran 100 ml larutan CH3COOH 0,5 M dengan 50 ml larutan CH3COONa 0,2 M (ka = 1,810-5)….
  2. 9 – log 5
  3. 5 + log 9
  4. 5 – log 9
  5. 2 – log 5
  6. 3 + log 5

(KIMIA SMA Kelas XI, Sandi justiana, yudhisthira, hal 191)

                                                                                                            Jawaban: C

 

 

 

Pembahasan:

na =

= 0,5 M100 ml

= 50 mmol

na = 0,2 M50 ml

= 10 mmol

[H+] = ka

= 1,8 10-5

= 9  10-5

pH    = – log 9  10-5

= 5 – log 9

(KIMIA SMA Kelas XI, Sandi justiana, yudhisthira, hal 191)

 

  1. Tentukan pH campuran 4,48 gas NH3 (pada keadaan standar) dan 1 L larutan NH4Cl 0,2 M!

(kb = 1,810-5)

  1. 9 + log 1,8
  2. 6 – log 1,2
  3. 8 – log 1,3
  4. 5 + log 1,5
  5. 7 + log 2

(KIMIA SMA Kelas XI, Sandri justiana, Yudhistira, hal 190)

                                                                                                      Jawaban: A

 

 

 

 

Pembahasan:

mol NH3 =

= 0,2 mol

mol  NH4Cl = 0,2 M1 L

= 0,2 mol

[OH-] = kb

[OH-]  = 1,8 10-5

= 1,8 10-5

POH    = – log 1,8  10-5

= 5 – log 1,8

pH = 14 – (5-log 1,8)

= 9 + log 1,8

(KIMIA SMA Kelas XI, Sandri justiana, Yudhistira, hal 190)

 

  1. Data percobaan ph beberapa larutan sebagai berikut.
larutan pH awal Ph dengan penambahan sedikit
asam basa
I 5,60 6,00 5,00
II 5,40 5,42 5,38
III 5,20 5,25 5,18
IV 8,20 8,80 7,80
V 9,20 9,60 8,70

 

Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah…

  1. I dan II
  2. II dan III
  3. III dan IV
  4. III dan V
  5. IV dan V

(Ujian nasional 2010/2011)

                                                                                                            Jawaban: B

Pembahasan:

Larutan dikatakan bersifat penyagga jika pada larutan ditambahkan sedikit asam basa atau air ph nya cenderung tidak atau sedikit mengalami perubahan. Berdasarkan data percobaab II dan III merupakan larutan penyagga karena mengalami sedikit perubahan Ph. Larutan dikatakan bukan penyangga jika pada larutan itambah sedikit asam, basa, atau air terjadi perubahan ph yang cukup besar, larutan yang bukan penyangga yaitu larutan I, IV dan V.

 

54.Larutan buffer dapat di buat dengan mencampurkan larutan – larutan….

  1. asam sulfat dan natrium sulfat
  2. natrium hidroksida dan natrium nitrat
  3. ammonium hidroksida dan ammonium sianida
  4. asam asetat dan ammonium asetat
  5. asam sianida dan kalium sianida

(Kimia Sma kelas XI, sandri justiana, yudhisthira, Hal 214)

                                                                                                            Jawaban: A

Pembahasan:

Larutan penyagga dapat dibuat dengan cara yaitu mencampurkan asam lemah dengan garamnya atau mencampurkan asam lemah dan basa lemah dengan basa kuat atau basa kuat.

(Kimia Sma kelas XI, sandri justiana, yudhisthira, Hal 191)

 

  1. Pernyataan yang benar tentang larutan penyagga adalah…
  2. mempertahankan ph system agar tetap
  3. memiliki komponen asam dan basa yang selalu berupa pasangan konjugasi
  4. mampu mengatasi penambahan asam dan basa dalam jumlah yangbanyak
  5. memiliki kapasitas tertentu
  6. pengenceran tidak mengubah konsentrasi ion H+ DAN OH-

(kimia Sma kelas XI, M.Rachmawati, esis, Hal 265)

Jawaban: A

      Pembahasan:

Larutan penyangga adalah larutan yang mampu mempertahan kan (penyagga) ph pada pada kisarannya apabila terjadi penambahan sedikit asam, sedikit basa atau terjadi pengenceran.

(Kimia Sma kelas XI, M. Rachmawati,esis, Hal 242)

 

  1. 56. Pernyataan tentang larutan penyangga yang paling tepat adalah….
  2. pH larutan penyangga tidak mungkin berubah oleh penambahan asam dan basa.
  3. larutan penyangga dapat dibuat dari campuran garam dengan basa kuat berlebih.
  4. larutan penyangga dapat dibuat dari larutan basa dengan asam kuat berlebihan
  5. larutan penyangga dapat dibuat dari campuran larutan asam lemah dengan basa konjugasinya
  6. larutan penyangga dapat dibuat dari cmpuran asam kuat berlebih dengan basa lemah.

(Kimia Sma kelas XI, Unggul sudarmo, erlangga, Hal 275)

Jawaban: D

      Pembahasan:

Larutan penyangga merupakan larutan yang pH nya relatif tetap (tidak berubah) dan juga mempertahankan nilai pH nya meskipun terjadi penambahan sedikit asam dan atau sedikit basa. Ditinjau dari komposisi zat penyusunan, terdapat dua sistem larutan penyangga, yaitu sistem penyangga asam lemah dengan basa dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.

(Kimia Sma kelas XI, Unggul sudarmo, erlangga, Hal 275)

 

 

 

  1. Sebanyak 100 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampurkan dengan 100 mL larutan CH3COONa sehingga diperoleh larutan buffer dengan pH = 5. Untuk membuat larutan buffer tersebut diperlukan konsentrasi CH3COONa sebesar…

(Ka CH3COOH = 1 x 10-5)

  1. 0,01 M
  2. 0,02 M
  3. 0,2 M
  4. 2 M
  5. 0,1 M

(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)

Jawaban : C

Pembahasan :

            Mol CH3COOH = 100 ml x 0,2 mmol/ml

= 20 mmol

[H+] =

10-5  = 1 x 10-5 x

 

 

 

 

  1. Gelas kimia I berisi larutan HCOOH 0,2 M dan gelas kimia II berisi larutan (HCOO)2Ba 0,3 M. Perbandingan volume gelas kimia I dan gelas kimia II untuk meghasilkan pH larutan penyangga = 5 adalah… (Ka HCOOH = 2 x 10-4)
  1. 3 : 20
  2. 3 : 3
  3. 4 : 3
  4. 20 : 5
  5. 5 : 20

(KIMIA 2, Nana Sutresna, Grafindo,2014, hal.266)

                                                                                                Jawaban : A

Pembahasan :

pH = 5 sehingga [H+] = 10-5

jumlah mmol HCOOH = V1 x 0,2 M = 0,2 V1 mmol

jumlah mmol (HCOO)2Ba = V2 x 0,3 M = 0,3 V2 mmol

jumlah anion atau basa konjugasi, yaitu HCOO yang diikat adalah 2 sehingga

[H+] =

Jadi, perbandingan volume gelas kimia I : gelas kimia II adalah 3 : 20

  1. pH larutan penyangga yang dibuat dengan mencampurkan 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaCH3COO 0,1 M adalah…(Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5)
  2. 4,75
  3. 4,25
  4. 4,0
  5. 3,75
  6. 3,5

(KIMIA Kelas 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.105)

Jawaban : A

Pembahasan :

Mol CH3COOH = 50 mL x 0,1 mmol/mL = 5 mmol

Mol NaCH3COO = 50 mL x 0,1 mmol/mL = 5 mmol

Mol asam = mol basa konjugasi,

maka pH = pKa

= – log 1,8 x 10-5

= 4,75

 

  1. Perhatikan data percobaan berikut!

 

Larutan I II III IV V
pH awal 3 5 7 9 11
Ditambah sedikit asam 1 3 5 8,9 9
Ditambah sedikit basa 5 6,5 8 9,2 12
Ditambah sedikit air 4 6 7 9 10,5

 

Berdasarkan data tersebut, larutan penyangga terdapat pada nomor ….

  1. I IV
  2. II V
  3. III

 

(Detik-detik Ujian Nasional Kimia. Waldjinah. Intan Perwira. 2012 .h. 68)

Jawaban : D

Pembahasan :

Ciri-ciri larutan penyangga: saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau sedikit asam nilai pH relatif tetap, jika terjadi perubahan hanya relatif kecil. Dan larutan yang paling mendekati perubahan pH setelah penambahan air, asam dan basa adalah larutan 4.