Kumpulan Soal dan Pembahasan Laju Reaksi

Unduh soal pembahasan Laju Reaksi untuk kelas XII SMA/MA

Soal dan pembahasan Laju Reaksi dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan

  1. Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi karena …
  2. kenaikan suhu akan menyebabkan konsentrasi pereaksi meningkat
  3. frekuensi tumbukan semakin tinggi
  4. dalam reaksi kimia suhu berperan sebagai katalisator
  5. kenaikan suhu akan mengakibatkan turunnya energi aktivasi
  6. energi kinetik partikel-partikel yang bereaksi semakin tinggi

Jawaban : E

Pembahasan :

Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi dikarenakan energi kinetik partikel-partikel yang bereaksi semakin tinggi. Apabila suhunya menurun maka energi kinetik partikel-partikel yang bereaksi semakin kecil.

(KIMIA SMA XI.Sandri Justiana dan Muchtaridi. Yudhistira. 2009. hal : 94)

  1. Katalis alami yang digunakan dalam pembuatan asam sulfat adalah…
  2. Nikel    zeolit
  3. V2O5    Pt
  4. Fe

Jawaban : B

Pembahasan :

V2O5 merupakan katalis alami yang digunakan untuk sintesis asam sulfat.

Pt juga merupakan katalis pembuatan asam sulfat tetapi perlu diproses kembali terlebih dahulu.

(KIMIA SMA XI.Sandri Justiana dan Muchtaridi. Yudhisira. 2009. hal : 97)

  1. Laju reaksi A + B → AB dapat dinyatakan sebagai …
  2. penambahan konsentrasi A tiap satuan waktu
  3. penambahan konsentrasi B tiap satuan waktu
  4. penambahan konsentrasi AB tiap satuan waktu
  5. penambahan konsentrasi A dan B tiap satuan waktu
  6. penambahan konsentrasi A, B dan AB tiap satuan waktu

Jawaban : C

Pembahasan :

Karena A dan B merupakan reaktan sehingga akan mengalami pengurangan tiap satuan waktu. Sedangkan AB merupakan produk dari reaktan sehingga akan terus bertambah tiap satuan waktu

(KIMIA SMA XI.Sandri Justiana dan Muchtaridi. Yudhistira. 2009. hal : 96)

  1. Kedalam ruang yang volumenya 2 liter, dimasukkan 4 mol gas HI yang kemudian terurai menjadi gas H2 dan I2. Setelah 5 detik, dalam ruang tersebut terdapat 1 mol gas H2. Tentukan laju reaksi pembentukan gas H2 dan laju reaksi peruraian gas HI berturut-turut adalah …
  2. 0,1 M/detik dan 0,2 M/detik
  3. 0,2 M/detik dan 0,1 M/detik
  4. 0,1 M/detik dan 0,5 M/detik
  5. 0,5 M/detik dan 0,1 M/detik
  6. 0,2 M/detik dan 0,2 M/detik

Jawaban : A

Pembahasan :

Persamaan reaksi : 2 HI(g) → H2(g) + I2(g)

Mula-mula           :  4 mol           –           –

Setelah 5 detik     :  2 mol        1 mol    1 mol

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 349)

  1. Suatu reaksi kimia yang berlangsung pada suhu 30 °C memerlukan waktu 40 detik. Setiap kenaikan suhu 10 °C, reaksi akan lebih cepat dua kali dari semula. berapakah waktu yang diperlukan jika suhu dinaikkan menjadi 50 °C…
  2. 30 detik
  3. 20 detik
  4. 15 detik
  5. 10 detik
  6. 5 detik

Jawaban : D

Pembahasan :

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 334)

  1. Grafik yang menyatakan reaksi orde satu adalah ..
  2. b.

 

 

  1. d.

 

e.

 

 

Jawaban : B

Pembahasan :

 

 

 

Orde nol                                              Orde satu                                          Orde dua

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 334)

  1. Suatu katalis mempercepat reaksi dengan cara meningkatkan ….
  2. jumlah tumbukan molekul
  3. energi kinetik molekul
  4. perubahan entalpi
  5. energi aktivasi
  6. jumlah molekul yang memiliki energi di atas energi aktivasi

Jawaban : E

Pembahasan :

Jumlah molekul yang memiliki energi di atas energi aktivasi dan menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi dapat terjadi lebih cepat.

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 335)

  1. Energi aktivasi suatu reaksi dapat diperkecil dengan cara ….
  2. menaikkan suhu
  3. menambah konsentrasi
  4. menghaluskan pereaksi
  5. memperbesar tekanan
  6. menambahkan katalis

Jawaban : E

Pembahasan :

  • Luas permukaan, semakin luas permukaan semakin cepat reaksi terjadi.
  • Suhu, semakin tinggi suhu semakin cepat reaksi terjadi karena energi kinetiknya bertambah melebihi energi aktivasi .
  • Konsentrasi, semakin besar konsentrasi, semakin cepat terjadi reaksi karena semakin banyak molekul-molekul bertumbukan (berinteraksi)
  • Katalis, berfungsi mempercepat terjadinya reaksi karena katalis dapat menurunkan energi aktivasi.

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 350)

  1. Suatu reaksi berlangsung dua kali lebih cepat setiap suhunya dinaikkan 10°C. Jika laju reaksi pada saat suhu 20 °C adalah x M/detik, tentukan laju reaksi pada saat suhu dinaikkan menjadi 60 °C.
  2. 2x
  3. 4x
  4. 8x
  5. 16x
  6. 32x

Jawaban : D

Pembahasan :

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 335)

  1. Diketahui persamaan reaksi A + 3B → 2C + 2D Molaritas B mula-mula 0,9986 M dan dalam waktu 13,2 menit molaritas B berubah menjadi 0,9746 M. Berapa kecepatan reaksi rata-rata selama waktu tersebut dalam M per detik.
  2. 1,01 x    2,01 x
  3. 1,01 x    2,01 x
  4. 1,01 x

Jawaban : A

Pembahasan :

Molaritas B berubah selama reaksi berlangsung 13,2 menit dapat dihitung sebagai berikut.

Δ[B] = 0,9746 M – 0,9986 M

= –0,0240 M

Δt = 13,2 menit

Kecepatan reaksi =  x

=  x  = 6,06 x  M

Karena kecepatan reaksi dalam M , maka kita harus mengubah menit ke detik. Faktor konversinya adalah . Berarti,

Kecepatan reaksi = 6,06 x  M

= 1,01 x  M

Jadi, kecepatan reaksinya sebesar 1,01 x  M

(KIMIA SMA XI.Sandri Justiana dan Muchtaridi. Yudhistira. 2009. hal : 96)

  1. Jika pada reaksi N2 + H2 → NH3, kecepatan reaksi berdasarkan N2 dinyatakan sebagai xN dan berdasarkan H2 dinyatakan sebagai xH maka persamaan yang tepat adalah…
  2. xN = xH
  3. xN = xH
  4. xN = xH
  5. xN = xH
  6. xN = 3 xH

Jawaban : A

Pembahasan :

xN : xH =  :      = 1  xN =  xH

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013, hal: 80)

  1. Dalam suatu reaksi kimia, setiap kenaikan suhu 10° C reaksi menjadi dua kali lebih cepat. Beberapa kali lebih cepat reaksi pada 80° C dibandingkan pada suhu 20°
  2. 8 kali
  3. 16 kali
  4. 32 kali
  5. 64 kali
  6. 128 kali

Jawaban : D

Pembahasan :

Reaksi menjadi dua kali lebih cepat → n = 2 pada setiap ΔT = 10° C,

Maka jika T1 = 20° C dan T2 = 80° C

v pada 80° C = (2) . Jadi, v pada 80° C =  v pada 80° C = 64 kali lebih cepat.

(KIMIA SMA XI.Sandri Justiana dan Muchtaridi. Yudhistira. 2009. Hal. 77)

  1. Reaksi gas bromin dengan gas nitrogen oksida sesuai dengan persamaan reaksi:

2 NO(g) + Br(g) → 2 NOBr(g)

Berdasarkan hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut

 

No. Konsentrasi Awal (M) Laju reaksi awal (M/det)
[NO] [Br2]
1. 0,1 M 0,05 M 6
2. 0,1 M 0,1 M 12
3. 0,2 M 0,05 M 24
4. 0,3 M 0,05 54

Tentukan Harga tetapan reaksi k.

  1. 1,2 x                                                              1,4 x
  2. 1,2 x                                                              1,5 x
  3. 1,4 x

Jawaban : A

Rumus persamaan laju reaksi adalah v =

(KIMIA SMA XI.Sandri Justiana dan Muchtaridi. Yudhistira. 2009. Hal. 81)

  1. Persamaan laju dari reaksi aA → bB dapat dituliskan

r = k

Dari eksperimen diperoleh data sebagai berikut

No. Molaritas Awal (M) Laju awal
1. 0,05 M 3 x
2. 0,1 M 12 x
3. 0,2 M 48 x

Tentukan orde reaksi!

  1. 1    4
  2. 2    5
  3. 3

Jawaban : B

Jika reaksi tersebut memiliki orde reaksi terhadap a = 1, maka laju reaksi sebanding dengan molaritas [A] , yaitu r = k

Hal ini tidak mungkin, karena pada molaritas awal nomor 2 ketika molaritas awal dinaikan 2 kali, laju awal 4 kali lebih besar. Orde reaksi dapat dicari dengan cara membandingkan laju reaksi dari masing-masing eksperimen sebagai berikut.

r = k

Perbandingan laju reaksi 2 dengan laju reaksi 1

=

=

 

2 =

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal : 349)

 

  1. Uap bensin lebih mudah terbakar daripada bensin cair. Perbedaan tersebut disebabkan karena faktor ….
  2. entalpi    luas permukaan
  3. katalisator    konsentrasi
  4. suhu

Jawaban : D

Luas permukaan pada uap bensin lebih besar daripada bensin cair. Jadi uap bensin lebih mudah terbakar dibandingkan bensin cair.

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Erlangga kurikulum 2013, hal: 115)

  1. Berapa molaritas larutan yang terjadi jika 4 gram NaOH dilarutkan ke dalam air sampai volumenya menjadi 500 mL…
  2. 0,1 M 0,4 M
  3. 0,2 M 0,5 M
  4. 0,3 M

Jawab:

Massa zat terlarut (NaOH) = 4 gram

Mr NaOH        = 40

Volume           = 500 mL

 

M   =

=  0,2 M                (b)

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013, hal: 80)

 

  1. Faktor-faktor berikut yang tidak dapat mempercepat laju reaksi adalah…
  2. konsentrasi awal zat pereaksi
  3. suhu
  4. luas permukaan sentuhan
  5. katalis
  6. jumlah zat pereaksi

      Jawab:

  • Luas permukaan, semakin luas permukaan semakin cepat reaksi terjadi.
  • Suhu, semakin tinggi suhu semakin cepat reaksi terjadi karena energi kinetiknya bertambah melebihi energi aktivasi .
  • Konsentrasi, semakin besar konsentrasi, semakin cepat terjadi reaksi karena semakin banyak molekul-molekul bertumbukan (berinteraksi)
  • Katalis, berfungsi mempercepat terjadinya reaksi karena katalis dapat menurunkan energi aktivasi.                                      (e)

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .hal : 99)

 

  1. Natrium hidroksida (NaOH) merupakan satu di antara beberapa zat kimia yang digunakan untuk membuat sabun, detergen, dan kertas. Jika 2 g NaOH (Mr = 40) dilarutkan dalam air hingga 250 mL, berapakah kemolaran larutan tersebut…
  2. 0,2 M d. 0,5 M
  3. 0,3 M e. 0,6 M
  4. 0,4 M

Jawab:

Cara I

n =  = = 0,05 mol

M =  = = 0,2 mol L-1 = 0,2 M

Cara II

M =  x

M=  x x

      = 0,2 mol L-1 = 0,2 M

Jadi, kemolaran larutan NaOH adalah 0,2 M atau 0,2 mol L-1                       (a)

(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .hal : 90)

 

  1. Jika pada reaksi N2 +  H2                  NH3, kecepatan reaksi berdasarkan N2 dinyatakan sebagai rN dan berdasarkan H2 dinyatakan sebagai rH, maka persamaan yang tepat adalah …
  2. rN = rH d. rN = rH
  3. rN = rH e. rN = 3rH
  4. rN = rH

Jawab:

rN : rH =  :                   =               rN = rH                    (c)

(KIMIA SMA XI. Sandri Justiana. Yudhistira. 2009 .hal 72)

 

  1. Dalam ruang yang volumenya 2 liter, 1 mol gas NH3 terurai menjadi gas N2 dan gas H2. Setelah 10 sekon, ternyata gas NH3 yang tersisa dalam ruang tersebut 0,6 mol. Tentukan laju reaksi penguraian gas NH3 dan laju reaksi pembentukan gas N2 dan gas H2 secara berurutan…
  2. 0,01mol L-1 s-1 ; 0,02 mol L-1 s-1 ; 0,03mol L-1 s-1
  3. 0,02mol L-1 s-1 ; 0,03 mol L-1 s-1 ; 0,01mol L-1 s-1
  4. 0,03mol L-1 s-1 ; 0,01mol L-1 s-1 ; 0,02mol L-1 s-1
  5. 0,02 mol L-1 s-1 ; 0,01 mol L-1 s-1 ; 0,03mol L-1 s-1
  6. 0,03mol L-1 s-1 ; 0,02 mol L-1 s-1; 0,01mol L-1 s-1

Jawab:

  • Laju penguraian gas NH3

Gas NH3 yang terurai = 1 mol – 06 mol

= 0,4 mol

M NH3 yang terurai              =

= 0,2 mol L-1

Laju penguraian gas NH3 adalah banyaknya mol NH3 yang terurai dalam 1 liter setiap sekon.

Jadi, v NH3          =

= 0,02 mol L-1 s-1

  • Laju pembentukan gas N2

2 mol gas NH3 ~ 1 mol N2

Berarti mol gas N2 yang terbentuk              =

= 0,2 mol

M N2 yang terbentuk            =

                            = 0,1 mol L-1

Laju pembentukan gas N2 adalah banyaknya mol N2 yang terbentuk dalam 1 liter setiap sekon.

Jadi, v N2                    =

= 0,01 mol L-1 s-1

  • Laju pembentukan gas H2

2 mol gas NH3 ~ 3 mol H2

Berarti mol gas H2 yang terbentuk              =

= 0,6 mol

M H2 yang terbentuk            =

                                             = 0,3 mol L-1

Jadi, v H2                    =

= 0,03 mol L-1 s-1   (d)

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013 .hal: 82)

 

  1. Laju suatu reaksi menjadi dua kali lebih cepat pada setiap kenaikan suhu 10 o Bila pada suhu 20 oC reaksi berlangsung dengan laju reaksi 2 x 10-3 mol L-1 s-1, berapa laju reaksi yang terjadi pada suhu 50 oC…
  2. 1,6 x 10-2 mol L-1 s-1 1,7 x 10-3 mol L-1 s-1
  3. 1,6 x 10-3 mol L-1 s-1 1,7 x 10-4 mol L-1 s-1
  4. 1,6 x 10-4 mol L-1 s-1

Jawab:

=  1,6 x 10-2 mol L-1 s-1                  (a)

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007, hal: 89)

  1. Berdasarkan eksperimen pada reaksi berikut.

H2O2(aq) + 2HI(aq)                    2H2O(l) + I2(aq)

Diketahui bahwa konsentrasi I2 bertambah dari 0 menjadi 0,002 mol/L dalam waktu 10 sekon. Berapakah laju reaksi pembentukan I2

  1. 1 x 10-3 2 x 10-3
  2. 1 x 10-4 2 x 10-4
  3. 1 x 10-5

Jawab:

v I2 = +  = +

=

= 2 x 10-4 mol L-1 s-1                             (e)

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013, hal: 82)

  1. Laju reaksi meningkat dua kali pada setiap kenaikan suhu sebesar 10 o Jika pada suhu 30 oC reaksi berlangsung selama 48 menit, berapakah lama reaksi yang berlangsung pada suhu 60 oC…
  2. 4 menit d. 7 menit
  3. 5 menit e. 8 menit
  4. 6 menit

Jawab:

= 2                                          = 60 oC

= 10                                        = 48 menit

= 30 oC                                           = ?

=  x  =  x 48 menit

= ( )3 x 48 menit = 6 menit               (c)

(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013, hal: 107)

  1. Suatu reaksi pada umumnya akan menjadi lebih cepat berlangsung apabila konsentrasi pereaksinya semakin besar. Penjelasan yang paling tepat dari fakta tersebut adalah…
  2. semakin besar konsentrasi pereaksi, semakin besar pula energi aktivasinya
  3. tumbukan antarpartikel akan menghasilkan energi yang besar bila konsentrasi pereaksi meningkat
  4. bertambahnya konsentrasi pereaksi akan menyebabkan orde reaksi bertambah
  5. semakin besar konsentrasi, peluang terjadinya tumbukan yang menghasilkan reaksi juga semakin besar
  6. semakin besar konsentrasi akan menyebabkan suhu reaksi juga semakin tinggi

Jawab:

Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi ini dapat dijelaskan dengan model teori tumbukan. Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan, dengan demikian tumbukan antarmolekul semakin sering terjadi. Semakin banyak tumbukan yang terjadi berarti kemungkinan untuk menghasilkan tumbukan efektif semakin besar, sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.                 (d)

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007, hal: 99)

 

  1. Gas A dan gas B bereaksi menurut persamaan berikut.

A (g) + B (g)                      C (g) + D (g)

Pengaruh konsentrasi A dan B terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut.

Percobaan [A] M [B] M v (M s-1)
1 0,1 0,1 4
2 0,2 0,1 16
3 0,1 0,3 12

Orde reaksi terhadap A adalah ..

  1. 1 4
  2. 2 5
  3. 3

Jawab:

Untuk menentukan orde reaksi A maka [B] harus tetap, karena itu diambil data percobaan 1 dan 2.

(b)

Jadi, pangkat reaksi A adalah 2. Orde reaksi terhadap A = 2

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013, hal : 100)

 

  1. Laju reaksi: 2A + 2B 3C + D pada setiap saat dapat dinyatakan sebagai …
  2. bertambahnya konsentrasi A setiap satuan waktu
  3. bertambahnya konsentrasi B setiap satuan waktu
  4. bertambahnya konsentrasi C setiap satuan waktu
  5. bertambahnya konsentrasi A dan B setiap satuan waktu
  6. bertambahnya konsentrasi B dan C setiap satuan waktu

Jawab:

Reaksi kimia menyangkut perubahan dari suatu pereaksi (reaktan) menjadi hasil reaksi (produk), yang dinyatakan dengan persamaan reaksi.

Pereaksi (reaktan)                                Hasil reaksi (produk)

Pada persamaan reaksi di atas, maka laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah pereaksi untuk setiap satuan waktu atau  bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.          (c)

(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 96)

 

  1. Berapakah lamanya reaksi pada temperatur 75 oC, jika diketahui lamanya reaksi pada 45 oC adalah 48 sekon dan setiap kenaikan temperatur 10 oC laju reaksi menjadi 2 kali laju reaksi semula…
  2. 4 sekon 7 sekon
  3. 5 sekon 8 sekon
  4. 6 sekon

Jawab:

= (75 – 45) oC = 30 oC

=

= 2 x

      = 23 x   =

=  =  = 6 sekon                     (c)

(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013 .hal: 89)

  1. Dalam suatu praktikum kimia, seorang siswa memasukkan 8 g zat A (Ar A = 65) ke dalam tabung reaksi yang berisi 200 mL larutan HCl 2 M. Setelah reaksi berlangsung selama 2 menit, zat A masih tersisa sebanyak 1,5 g. Berapakah laju pengurangan zat A…
  2. 3,2 x 10-2 M s-1 d. 4,2 x 10-2 M s-1
  3. 3,2 x 10-3 M s-1 e. 4,2 x 10-3 M s-1
  4. 3,2 x 10-4 M s-1

Jawab:

Massa A yang bereaksi = 1,5 g – 8 g = -6,5 g

n A=  = = – 0,1 mol

[A] yang bereaksi =  = = – 0,5 M

= 2 menit = 2 x 60 s = 120 s

=  = = 4,2 x 10-3 M s-1                      (e)

(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .hal :95)

  1. Diketahui reaksi: P + 3Q PQ3

Dari hasil percobaan akhirnya dapat ditentukan rumus laju reaksi v = k [P]1[Q]2

Mula-mula direaksikan 0,2 M zat P dan 0,6 M zat Q serta harga k = 0,01 mol-2 L2 det-1.

Berapakah harga laju reaksi pada saat P telah bereaksi sebesar 40% …

  1. 1,5432 x 10-4 M/det d. 1,4532 x 10-4 M/det
  2. 1,5432 x 10-5 M/det e. 1,4532 x 10-5 M/det
  3. 1,5423 x 10-4 M/det

Jawab:

Reaksi                  : P             +     3Q                PQ3             P bereaksi =  (0,2) = 0,08 M

Mula-mula           : 0,2 M            0,6 M                            Q bereaksi =  . 0,08 = 0,24 M

Reaksi                  : 0,08 M          0,24 M          0,08 M

Sisa                      : 0,12 M          0,36 M          0,08 M

v = k[P]1[Q]2 = (0,01) (0,12)1 (0,36)2 = 1,5432 x 10-4 M/det                    (a)

(KIMIA SMA XI. Sandri Justiana. Yudhistira. 2009 .h. 81)

  1. Dari persamaan reaksi 2A + B A2B, diperoleh laju reaksi v = 0,8[A][B]2. Jika ke dalam volume 2 L dimasukkan 3,2 mol zat A dan 2,4 mol zat B serta dibiarkan terjadi reaksi, berapakah laju reaksi setelah 25% zat A bereaksi…
  2. 0,096 M s-1 d. – 0,096 M s-1
  3. 0,96 M s-1 e. – 0,96 M s-1
  4. 96 M s-1

Jawab:

Laju reaksi pada saat 25% zat A bereaksi ditentukan dari konsentrasi pereaksi pada saat itu.

      2A                 +                                 B                                          A2B
Jumlah Mol          3,2 mol                              2,4 mol                                   2,4 mol

Bereaksi               25 % x 3,2 = 0,8 mol          x 0,8 = 0,4 mol

Jumlah mol sisa   3,2 – 0,8 = 2,4 mol            2,4 – 0,4 = 2,0 mol

 

v    = k [A][B]2

v    = (0,8 M-3 s-1)( )( )2

= 0,8 M-3 s-1 x 1,2 M x 1 M = 0,96 M s-1         (b)

(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .h. 100)

  1. Berapakah molaritas larutan yang dibuat dari 3 gram NaoH yang dilarutkan kedalam air sampai volume nya menjadi 800 mL…
  2. 093 M
  3. 094 M
  4. 93 M
  5. 10 M
  6. 3 M

Jawab : a. 0.093 M

M =

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 79)

  1. Berapakah molaritas larutan yang terjadi,jika 70mL larutan H2So4 3mL ditambah dengan 160 mL air…
  2. 1 M
  3. 3 M
  4. 31 M
  5. 54 M
  6. 35 M

Jawab : c. 1.31 M

V1M1=V2M2

70 X 3 = 160 . M2

210 =160. M2

M2

1.31 M= M2

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 81)

  1. Kedalam ruang yang volumenya 2 liter,dimasukan 4 mol gas HI yang kemudian terurai menjadi H2 dan I2,setelah 5 detik,dalam ruang tersebut terdapat 1 mol gas H2. berapakah laju reaksi pembentukan gas H2 dan laju penguraian gas HI…
  2. 6 M/det & 31.5 M/det
  3. 6 M/det  & 2.5 M/det
  4. 6 M/det & 0.5 M/det
  5. 06 M/det & 5.05 M/det
  6. 0,1 M/det & 0.2 M/det

Jawab : E. 0,1 M/det  & 0.2 M/det

Persamaan reaksi         : 2HI(g) ® H2(g) +I2(g)

Mula-mula                   : 4 mol                   –           –

Setelah 5 detik             : 2 mol        1 mol   1 mol

  1. Laju pembentukan reaksi H2

Karna mol H2 yang tidak terbentuk = 1 mol

 

Maka molaritas H2      n/v =

= 2 mol

Jadi, Laju pembentukan reaksi H2 =

= 0.1 M/detik

  1. Laju reaksi penguraian HI

2 mol HI~ 1mol H2

Maka gas yang HI terurai =

= 2 mol

 

Molaritas HI yang terurai

 

Jadi laju penguraian HI =

= 0.2 M/detik

 

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 83)

 

  1. Suatu reaksi kimia berlangsung dua kali lebih ceppat setiap suhunya dinaikkan 10°jika laju reaksi pada saat suhu 20°c adalah x M/detik, berapakah laju reaksi pada saat suhu dinaikkan menjadi 60°c…
  2. 13x
  3. 15x
  4. 16x
  5. 17x
  6. 18x

Jawab : C. 16x

Pembahasan : ∆t=(60-20) °c = 40 °c

V2= 20(40/10) . x = 24 .x =16x

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 89)

  1. Fungsi katalis yaitu mempercepat laju reaksi dan menurunkan. . .
  2. Energy aktivasi
  3. Tumbukan
  4. Suhu
  5. Konsentrasi
  6. Luas permukaan

Jawab : A. energi aktivasi

Beberapa reaksi sukar berlangsung disebabkan oleh tingginya energy aktivasi.oleh karena itu,agar reaksi lebih mudah berlangsung,ditambahkan katalis.katalis mempercepat reaksi yang dengan cara mengubah jalannya reaksi,dimana jalur yang ditempuh tersebut mempunyai energy aktivasi yang lebih rendah dari pada jalur reaksi yang ditempuh biasanya.jadi dapat dikatakan bahwa katalis berperan dalam menurunkan energy aktivasi.

(kimia SMA kelas XI, Drs. Unggul sudarmo M.pd. Erlangga  .2013. hal 111)

  1. Berikut ini yang manakah faktor yang mempengaruhi laju reaksi…
  2. Katalis
  3. Jumlah pereksi
  4. Jenis reaksi
  5. Tingkat keasaman
  6. Waktu

Jawab : A. katalis

Katalis adalah zat yang  mempengaruhi laju reaksi tanpa mengalami perubahan kekal dalam reaksi tersebut. Karena katalis mempercepat jalannya reaksi dengan cara menurunkan energy aktifasi

(kimia SMA kelas XI,Sentot Budi Raharjo. Platinum .2012. hal 123)

  1. 2N2O5®4NO2(g) + O2(g)

Diketahui bahwa N2O5 berkurang dari 3 mol/liter mwnjadi 0,6 mol/liter dalam waktu 15 detik.berapakah laju reaksi berkurangnya N2O5

 

  1. 5 M/detik
  2. 6 M/detik
  3. 16 M/detik
  4. 15 M/detik
  5. 16 M/detik

Jawab: C. 0.16 M/detik

 

=-

=0.16 M/detik

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 82)

  1. Kenaikan suhu akan mempengaruhi laju reaksi sebab. . .
  2. Kenaikan suhu akan mengakibatkan turunnya energy aktivasi
  3. Energy kinetik partikel-partikel yang bereaksi meningkat
  4. Dalam reaksi kimia, suhu berperan seperti katalis
  5. Kenaikan suhu menyebabkan konsentrasi pereaksi meningkat
  6. Menyebabkan frekuensi antar partikel semakin meningkat

Jawab : B. Energy kinetik partikel-partikel yang bereaksi meningkat

Pada suhu tinggi, partikel-partikel yang terdapat pada suatu zat akan bergerak lebih cepat dari pada suhu rendah.oleh karena itu, apabila terjadi kenaikan suhu,partikel-partikel akan bergerak lebih cepat. sehingga energy partikel meningkat.

(kimia SMA kelas XI, Drs. Unggul sudarmo M.pd. Erlangga  .2013. hal 110)

 

  1. Laju suatu reaksi menjadi dua kali lebih cepat pada setiap kenaikan suhu 10°jika pada sushu 20 °c reaksi berlangsung dengan laju reaksi 2×10-3 mol/Liter detik,berapa laju reaksi yang terjadi  pada suhu 50 °c…
  2. 1,6 x 10-2
  3. 2 x 10-3
  4. 3x 10-3
  5. 5 x 10-2
  6. 5 x 10-3

Jawab : A.1,6 x 10-3

V50= v20(2)(

=22 x 10-3 M/det (2)3

=1.6x 10-2 M/det (2)3

(kimia SMA kelas XI, Drs. Unggul sudarmo M.pd. Erlangga  .2013. hal 108)

 

  1. Reaksi gas bromin dengan gas nitrogen oksida sesuai dengan persamaan reaksi :

2 NO(g) + Br(g) ® 2 NOBr(g)

Berdasarkan hasil dari percobaan diperoleh data sebagai berikut :

No Konsentrasi awal(M) Laju reaksi awal (M/detik)
[NO] [Br2]
1. 0.1 0.05 6
2. 0.1 0.1 12
3. 0.2 0.05 24
4. 0.3 0.05 54

Tentukan orde reaksi terhadap NO…

  1. X=6
  2. X=5
  3. X=9
  4. X=3
  5. X=2

Jawab : E. X=2

rumus persamaan laju reaksi adalha v = k [NO]x [Br]y

= (1/2)x

X = 2

Jadi orde reaksi terhadap NO adalah 2

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 93)

  1. Zat hasil reaksi yang bertindak sebagai katalis adalah…
  2. Katalis homogen
  3. Katalis heterogen
  4. Autokatalis
  5. Biokatalis
  6. Antikatalis

Jawab : C. Autokatalis

Autokatalis adalah zat hasil reaksi yang bertindak sebagai katalis.

Katalis homogen merupakan katalis yang dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksinya karena mempunyai wujud yang sama

Katalis heterogen merupakan katalis yang tidak dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksinya karena wujudnya berbeda.

Biokatalis merupakan katalis yang bekerja pada proses metabolisme yaitu enzim.

Antikatalis merupakan katalis yang bertindak untuk menghambat reaksi atau yang sering dikenal juga dengan Inhibitor

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 95)

  1. Diketahui data-data percobaan pada table berikut :
No Logam fe 0,2 gram [HCl]
1 Serbuk 3M
2 Serbuk 2M
3 1 keping 3M
4 1 keping 2M
5 1 keping 1M

Dari data diatas, reaksi yang berlangsung paling cepat adalah percobaan nomor…

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

Jawab : A. 1

Kecepatan reaksi diatas bergantung pada luas permukaan dan konsentrasi :

  1. Serbuk lebih cepat bereaksi dari pada keeping
  2. Konsentrasi (kemolaran),semakin pekat (konsentrasi semakin besar) reaksi berlangsung semakin cepat.

 

(seri pendalaman materi kimia, Mustafal Bakri. esis.2008. hal 85)

  1. Dari hasil percobaan reaksi

2NO(g) + 2H2(g)® N2(g) + 2H2O(g)

Diperoleh data sebagai berikut :

 

No pereaksi awal(M) waktu (detik)
[NO] [H2]
1. 0.6 0.1 9.6
2. 0.6 0.3 3.2
3. 0.2 0.5 4.0
4. 0.4 0.5 1.0

Tingkat reaksi untuk reaksi diatas adalah…

  1. 0
  2. Tetap
  3. 0
  4. 5
  5. 0

Jawab : 3.0

Waktu berbanding terbalik dengan laju,maka :

1/3 =(1/3)y

Y = 1

Dari percobaan 3 dan 4 :

1/4 =(1/2)x

x = 2

(seri pendalaman materi kimia,Mustafal Bakri. esis.2008. hal 85)

 

  1. Dari percobaan untuk reaksi : A+B ® produk reaksi adalah sebagai berikut :
No Zat yang bereaksi waktu (detik) Suhu (°c)
A B
1. 1 gram serbuk 1M 20 25
2. 1 gram larutan 1M 10 25
3. 1gram kepingan 1M 40 25
4. 1 gram larutan 2M 5 25
5. 1 gram larutan 1M 5 25

 

Untuk percobaan 1 dan 4 faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi adalah…

  1. Konsentrasi dan suhu
  2. Suhu dan wujud
  3. Luas permukaan sentuh dan konsentrasi
  4. Wujud dan konsentrasi
  5. Luas permukaan dan suhu

Jawab :

Pada percobaan 1 dan 4 faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi adalah wujud dan besarnya konsentrasi (D)

(seri pendalaman materi kimia,Mustafal Bakri. esis.2008. hal 86)

  1. manakah dari gambar berikut yang berorde dua…
  2. b.

 

 

  1. d.

 

e.

 

Jawab : E

Suatu reaksi dikatan berorde dua, apabila besarnya laju reaksi merupakan pangkat dua dari peningkatan pereaksinya. Artinya,jika konsentrasi pereaksi dinaikkan 2 kali semula maka laju reaksi akan meningkat (2)2 atau 4 kali semula.

(kimia SMA kelas XI,Budi utami dkk. cv.Haka MJ.2009. hal 92)

  1. Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh faktor berikut, kecuali…
  2. Ukuran partikel
  3. Suhu
  4. Katalis
  5. Konsentrasi
  6. Warna

(Kimia SMA kelas XI,Justiana,Sandri,dan Muchtaridi,2002,hal.94)

Pembahasan:

Jawab: E

Faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi adalah

  • Luas permukaan sentuh

Luas permukaan (total) zat padat akan bertambah jika ukurannya diperkecil,

makin luas permukaan sentuh, reaksi makin cepat

  • Konsentrasi pereaksi

Semakin besar konsentrasi, makin cepat reaksi berlangsung.

  • Tekanan

Pada reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas, penambahan tekanan

dengan memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi, dengan

demikian dapat memperbesar laju reaksi.

  • Suhu

Laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah

suhunya, makin tinggi suhu reaksi makin cepat.

  • Katalisator

Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi zat itu

sendiri tidak mengalami perubahan yang kekal (tidak dikonsumsi atau tidak

dihabiskan).

 

  1. Molaritas larutan KI yang dibuat dengan melarutkan 0,1 mol KI kedalam air sampai volumenya 2 liter adalah…
  2. 0,05 M
  3. 0,20 M
  4. 0,50 M
  5. 2,00 M
  6. 2,50 M

(Kimia SMA/MA kelas XI, Rahayu,Sri,dkk,2012,hal.108)

Pembahasan:

Jawab: A

Diketahui mol KI: 0,1 mol

Volume larutan = 2L

M =

 

M =

M = 0,05 M

  1. Reaksi : 2NO(g) + O2(g) → 2NO2(g).

Persamaan laju reaksinya, r = k[NO]2[O2]

Jika volume diperkecil    volume semula maka laju reaksinya sebanding laju semula menjadi…

  1. 8 kali
  2. kali
  3. 16 kali
  4. 32 kali
  5. kali

(Bank Soal Kimia,2014,hal.136)

Pembahasan:

Jawab:A

r = k [NO]2 [O2]

1 = k [1]2 [1]

k = 1

volume diperkecil menjadi setengah volume semula maka laju reaksinya.

[NO] =  = 2

[O2] =   = 2

V = k [NO]2 [O2]

V = 1 [2]2 [2]

V = 8

  1. Untuk membuat 500 mL larutan KOH 0,2 M diperlukan kristal KOH murni sebanyak…
  2. 56 g
  3. 28 g
  4. 14 g
  5. 7 g
  6. 5,6 g

(Kimia SMA/MA kelas XIA,Purba,Michael,2006,hal.179)

Pembahasan:

Jawab: E

  • Dicari mol KOH: Volume konsentrasi

Mol = 500  0,2 = 100 mmol / 100 10-3 / 0,1 mol

  • Dicari massa kristal KOH :

Mol     =

Massa  = mol  Mr KOH

Massa = 0,1  56 = 5,6 gram kristal KOH

  1. Data eksperimen untuk reaksi A(g) + B2(g) 2AB(g) adalah sebagai berikut.
Percobaan [A] awal

(mol/L)

[B] awal

(mol/L)

Laju Reaksi

(mol.L-1.S-1)

1 0,1 0,1 6
2 0,1 0,2 12
3 0,1 0,3 18
4 0,2 0,1 24
5 0,3 0,1 54

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa persamaan laju reaksinya adalah…

  1. υ = k [A]2
  2. υ = k [B]
  3. υ = k [A] [B]
  4. υ = k [A] [B]2
  5. υ = k [A]2[B]

(Kimia SMA kelas XI,Justiana,Sandri,dan Muchtaridi,2002,hal.95)

Pembahasan:

Jawab:E

Kita tentukan terlebihdahulu orde masing-masing reaktan. Untuk A, lihat konsentrasi B yang sama yaitu pada nomor 1 dan 4

Percobaan [A] awal

(mol/L)

[B] awal

(mol/L)

Laju Reaksi

(mol.L-1.S-1)

1 0,1 0,1 6
2 0,1 0,2 12
3 0,1 0,3 18
4 0,2 0,1 24
5 0,3 0,1 54

Bandingkan data no 1 dan data no 4:

  • =
  • =
  • =
  • 2x = 4
  • 2x = 22
  • X = 2

Selanjutnya tentukan orde untuk B, lihat konsentrasi A yang sama yaitu pada data nomor 1 dan 2.

Percobaan [A] awal

(mol/L)

[B] awal

(mol/L)

Laju Reaksi

(mol.L-1.S-1)

1 0,1 0,1 6
2 0,1 0,2 12
3 0,1 0,3 18
4 0,2 0,1 24
5 0,3 0,1 54

Bandingkan data no 1 dan 2:

  • =

 

  • =

 

  • =

 

  • 2y = 2

 

  • 2y  = 21

 

  • y = 1

 

jadi, persamaan laju reaksinya adalah : v = k[A]2.[B]

 

  1. Berikut ini adalah data hasil percobaan laju reaksi dari reaksi:

2NO(g) + 2 H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)

[NO]

(mol L-1)

[H2]

(mol L-1)

Laju Reaksi

(mol L-1 s-1)

0,30 0,05 1,6
0,30 0,15 4,8
0,10 0,25 0,5
0,20 0,25 2,0

Reaksi tersebut mempunyai tetapan laju reaksi sebesar…

  1. 0,2
  2. 2,0
  3. 20
  4. 100
  5. 200

(Kimia SMA/MA kelas XI, Sudarmo,Unggul,2006,hal.97)

Pembahasan:

Jawab: E

=

= )m

 

= )n

= )n

 

  = ( )n

 

v = k [NO]2 [H2]

2 = k [0,2]2 [0,25]

2 = k 4.10-2. 25.10-2

k =

k = 200

 

  1. Kalsium karbonat terurai menurut reaksi :

CaCO3 → CaO + CO2

Bila 50 gram (CaCO3 Mr = 100) pada suhu dan tekanan tertentu terurai seluruhnya dalam waktu 5 menit maka kecepatan penguraiannya adalah…

  1. 1,67 mol/detik
  2. 0,1 mol/detik
  3. 0,5 mol/detik
  4. 0,05 mol/detik
  5. 1,67 × 10-3 mol/detik

(Bank Soal Kimia,2014,hal.138)

Pembahasan:

Jawab: E

Mol CaCO3 = (massa)/Mr

= (50 gram)/100 gram/mol

= 0,5 mol

5 menit = 300 detik

Kecepatan terurainya =

=

= 1,67 × 10-3 mol/detik

 

  1. Diketahui reaksi:

2Fe3+  (aq) + 3S-2 (aq) → S(s) + 2FeS(s)

Menurut data percobaan pada suhu tetap:

No [Fe3+]

(M)

[S2-]

(M)

Laju

(M s-1)

1 0,1 0,1 2
2 0,2 0,1 8
3 0,2 0,2 16
4 0,2 0,3 54

Reaksi diatas merupakan reaksi orde …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

(Kimia SMA/MA kelas XI, Sudarmo,Unggul,2006,hal.98)

Pembahasan:

Jawab : C

=

= ( )m

  =( )m

 = 2

 

= )n

= ( )n

  =( )n

 

orde = m + n

= 2 + 1

= 3

 

 

  1. Tabel berikut memberikan informasi reaksi.

A + B → C + D

Reaksi [A] M [B] M v(M s-1)
1 0,2 0,1 0,1
2 0,4 0,1 0,2
3 0,6 0,1 0,3

Orde reaksi terhadap A adalah …

  1. 0
  2. 0,5
  3. 1,0
  4. 2,0
  5. 3,0

(Kimia SMA/MA kelas XI, Rahayu,Sri,dkk,2012,hal.108)

Pembahasan:

Jawab: C

Menentukan orde reaksi terhadap A dengan data 1 dan 2

 

( )m = ( )

( )m = ( )

m = 1

 

  1. Setiap kenaikan suhu 20oC, laju reaksi menjadi tiga kali lebih cepat dari semula. Jika pada suhu 20oC laju reaksi berlangsung 9 menit, maka laju reaksi pada suhu 80oC adalah…
  2. 1/9 menit
  3. 1/6 menit
  4. 1/3 menit
  5. 2/3 menit
  6. 3/6 menit

(Kimia SMA/MA kelas XIA,Purba,Michael,2006,hal.180)

Pembahasan:

Jawab: C

Setiap suhu naik 20oC, laju reaksi 3 kali lebih cepat.

Suhu (oC)                                : 20      40       60     80

Waktu reaksi (menit)               : 9

Atau:

T80  =  . T20

T80  =  . 9

T80 =( ) 3 . 9

T80 = 0,333 menit

 

 

  1. Dari percobaan reaksi:

CaCO3(s) + 2 HCl (aq) → CaCl(aq) + CO2 (g) + H2O(g)

Diperoleh data sebagai berikut :

Perobaan Bentuk CaCO3

(10 gram)

Konentrasi 25 mLHCl (M) Waktu (s) Temperatur (Oc)
1 Serbuk 0,2 4 25
2 Butiran 0,2 6 25
3 Bongkahan 0,2 10 25
4 Butiran 0,4 3 25
5 Butiran 0,2 3 35

Pada percobaan 1 dan 3 laju reaksi di pengaruhi oleh….

  1. Temperatur
  2. Katalis
  3. Sifat-sifat
  4. Konsentrasi
  5. Luas permukaan

(Kimia SMA/MA kelas XI, Rahayu,Sri,dkk,2012,hal.109)

Pembahasan:

Jawab: E

Pada percobaan 1 massa zat CaCO3 berrbentuk serbuk, sedangkan percobaan 3 berbentuk bongkahan. Waktu reaksi pada percobaan 1 lebih cepat dibandingkan pada percobaan 3. Hal inni disebabkan luas permukaan bentuk serbuk lebih besar dibandingkan bentuk bongkahan.

 

 

  1. Akohol lebih mudah terbakar dari pada minyak tanah, sebab alcohol…
  2. Lebih mudah menguap
  3. Lebih kecil energi pengaktifannya
  4. Lebih reaktif
  5. Lebih rendah masa jenis nya
  6. Lebih kecil massa rumusnya

(Kimia SMA/MA kelas XI,Sudarmo,Unggul,2013,hal.115)

Pembahasan:

Jawab: A

Sifat alkohol apabila berinteraksi dengan udara (diletakkan di tempat terbuka) maka alkohol lebih mudah terikat dengan gas sehingga alkohol lebih cepat menguap, karena penguapan yang lebih cepat dari minyak tanah yang menyebabkan alkohol lebih mudah terbakar.

 

  1. Percobaan kinetika reaksi X + Y → P + Q

Menghasilkan data sebagai berikut:

Percobaan Konsentrasi awal (M) Laju Reaksi Awal (M/det)
     x                        y
1 0,4                 0,01 3
2 0,8                 0,01 6
3 1,2                 0,01 10

Orde reaksi terhadap X adalah..

  1. Nol
  2. Setengah
  3. Satu
  4. Dua
  5. Tiga

(Bank Soal Kimia,2014,hal.135)

Pembahasan:

Jawab: C

=

=

 

x = 1

 

  1. Suatu reaksi mempunyai ungkapan laju reaksi v = k[P]2[Q]. Apabila konsentrasi masing-masing pereaksi diperbesar tiga kali, kecepatan reaksi diperbesar … kali.
  2. 3
  3. 6
  4. 9
  5. 18
  6. 27

(Kimia SMA/MA kelas XI,Justiani, Sandri dan Muchtaridi ,2002,hal.94)

Pembahasan :

Jawab: E

V= k [P]2[Q] diperbesar konsentrasi masing-masing 3X

V2= k [3P]2 [3Q]

V2 = k [9P2] [3Q]

V1 = k [P2] [Q]

= 27 kali

  1. Data eksperimen untuk reaksi A(g) + B2(g) → 2 AB(g) adalah sebagai berikut…
Percobaan [A] awal

(mol/L)

[B] awal

(mol/L)

Laju reaksi

(mol.L-1.s-1)

1 0,1 0,1 6
2 0,1 0,2 12
3 0,1 0,3 18
4 0,2 0,1 24
5 0,3 0,1 54

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa persamaan laju reaksinya adalah…

  1. V = k [A]2
  2. V = k [B]
  3. V = k [A] [B]
  4. V = k [A] [B]2
  5. V = k [A]2[B]

(Kimia SMA/MA kelas XI,Justiani,Sandri dan Muchtaridi ,2002,hal.95)

Pembahasan:

Jawab: E

 

=

= ( )m

 

 

= ( )

=

= ( )n

 

V = k [A]m [B]n

     = k [A]2 [B]