Kumpulan Soal dan Pembahasan Koloid

Unduh soal pembahasan Koloid untuk kelas XI SMA/MA

Soal dan pembahasan Koloid ini dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan

 

  • Hal – hal berikut  merupakan  sifat  system  koloid, kecuali …
  1. Stabil Homogen
  2. Tidak dapat disaring Menghamburkan  cahaya
  3. Terdiri atas 2 fase

Jawabanya : C

Pembahasan :

Cirri koloid :

  • Homogen (secara makrokopis), heterogen (secara mikrokopis)
  • Ukuran 1 nm – 100 nm
  • Dua fase
  • Stabil
  • Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. hlm 217. No. 1)

 

  • Sifat – sifat berikut  menunjukan  sifat  koloid, kecuali …
  1. Dapat lolos dari kertas saring
  2. Menghamburkan berkas cahaya
  3. Dapat mengabsorbsi
  4. Menunjukan gerak  brown
  5. Dapat bersifat hidrofob atau hidrofil

Jawabanya:  A

Pembahasan :

Sebab, koloid  hanya dapat disaring  dengan penyaring ultra.  Dan diantar sifat sifat koloid merupakan antara lain, yaitu :

  1. Efek tyndall : peristiwa menghamburnya cahaya, bila dipancarkan melalui sistem koloid. Hal itu disebabkan oleh partikel-pertikel koloid.
  2. Gerak brown : gerakan dari partikel dalam sistem koloid yang terjadi karena adanya tumbukan antar partikel tersebut, gerakan ini sifatnya acak dan tidak terhenti.
  3. Elektroforesis : suatu proses pengamatan imigrasi atau berpindahnya partikel-pertikel dalam sistem koloid karena pengaruh medan listrik .
  4. Adsorbsi : proses penyerapan bagian permukaan benda atau ion yang dilakukan sistem koloid ini mempunyai muatan listrik.
  5. Koagulasi : suatu keadaan dimana partikel-partikel koloid membentuk suatu gumpalan yang lebih besar.
  6. Dialisis : kemampuan koloid untuk memisahkan ion-ion dalam proses.
  7. Koloid liofil dan liofob : koloid liofil, suatu sistem dimana zat terdispersinya mempunyai daya tarik terhadap medium pendespersinya. Sebaliknya, koloid liofob suatu sistemdimana zat terdispersinya mempunyai daya tarik yang kecil terhadap medium pendespersinya. Jika medium dispersinya adalah air, maka kedua jenis ini disebut koloid hidrofil dan koloid hidrofob.

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 217. No. 3)

 

  • Peristiwa berikut ini :
  1. Pembentukan delta pada muara sungai
  2. Pemurnian gula pasir
  3. Penyembuhan sakit perut oleh norit
  4. Penjernihan air

Merupakan contoh koagulasi koloid adalah …

  1. 1 dan 2 2 dan 3
  2. 1 dan 3 2 dan 4
  3. 1 dan 4

Jawabanya:  C

 

Pembahasan :

Koagulasi  merupakan suatu  keadaan  dimana  partikel-partikel koloid membentuk suatu gumpalan yang lebih besar.penggumpalan ini dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain karena  penambahan  zat kimia atau enzim tertentu.                                                                                                                                Contoh  peristiwa  koagulasi :

  • Pembentukan delta muara sungai
  • Penggumpalan karet dalam  lateks dengan asam  format
  • Penggumpalan lumpur  koloidal dalam air sungai dengan t awas
  • Koagulasi asap  atau  debu dengan  koagulator  listrik

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 218. No. 20)

  • Berikut merupakan  cara  pembuatan  koloid :
  1. Reaksi redoks
  2. Busur bredig
  3. Reaksi hidrolisis
  4. Peptiasi
  5. Reaksi pemindahan
  6. Mekanik

Pembuatan koloid secara disperse adalah …

  1. 1, 2, dan 3 2, 4, dan 6
  2. 1, 3, dan 4 4, 5, dan 6
  3. 2, 3, dan 4

Jawabanya: D

Pembahasan :

Cara dipersi  ini  merupakan dimana partikel kasar dipecah menjadi partikel  koloid. Pembuatan  koloid dengan cara disperse dapat dilakukan secara  mekanik,  peptiasi, atau dengan  loncatan  bunga  listrik (cara busur bredig).

  1. Cara mekanik à butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling  koloid sampai diperoleh  tingkat  kehalusan tertentu. Contoh : sol belerang yang dapat dibuat dengan  menggerus belerang  bersama  sama dengan suatu zat inert  (Seperti gula pasir),  kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.
  2. Cara peptiasi à pembuatan koloid  dari butir-butir kasar atau dari suatu  endapan  dengan  bantuan  zat  pemeptiasi  (pemisah). Contoh : agar-agar yang dipepriasi oleh air , karet oleh bensin.
  3. Cara busur  bredig à untuk membuat sol-sol logam , logam yang  akan dijadikan  koloid digunakan sebagai elektroda yang dicelupkan kepada  medium                                                                                         ( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 219. No. 37)
  • Proses elektrodialisis yang dilakukan terhadap larutan koloid bertujuan untuk ….
  1. Memisahkan partikel- pertikel koloid
  2. Mengendapkan partikel – pertikel koloid
  3. Mengukur dimensi partikel – pertikel koloid
  4. Membuang kelebihan  ion – ion elektrolit  dari  larutan koloid
  5. Semuanya benar

`Jawabanya: D

Pembahasan :

Elektrodialisis  bertujuan  untuk  membuang  kelebihan  ion- ion dari larutan koloid                                                                                                             ( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 220. No. 46)

  1. Diantara zat- zat berikut ini yang tidak dapat  membentuk  koloid   liofil jika di despersikan ke dalam  air adalah …
  2. Kanji sabun
  3. Belerang agar – agar
  4. gelatin

`Jawabanya: B

Pembahasan :

koloid liofil merupakan  suatu  sistem dimana  zat  terdispersinya mempunyai  daya tarik terhadap medium  pendespersinya. Sebaliknya, koloid  liofob suatu  sistem dimana zat  terdispersinya  mempunyai daya tarik yang  kecil  terhadap  medium  pendespersinya.  Jika  medium dispersinya  adalah  air, maka  kedua jenis  ini disebut  koloid  hidrofil dan koloid  hidrofob.  Contoh  koloid  hidrofil : protein, sabun, detergen, agar – agar, kanji, dan gelatin.  Sedangakan contoh koloid hidrofob : susu, mayones, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol- sol sulfide, dan sol-sol logam.                                                   ( Parning. 2005. Kimia 2b. Jakarta:  Yudistira, Ghalia Indonesia. Hlm. 183. No. 12)

  • penyusun sistem  koloid  asap adalah …
  1. gas terdispersinya dalam  gas
  2. gas terdispersinya  dalam  padat
  3. padat terdispersinya dalam gas
  4. padat terdispersinya dalam cair
  5. cair terdispersinya dalam gas

Jawabanya:  C

Pemba hasan :                                                                                            Koloid asap merupakan contoh dari koloid aerosol padat, dimana fase terdispersinya pada   t dalam  fase  pendispersinya gas. Contohnya  asap dan debu diudara.

( Parning. 2005. Kimia 2b. Jakarta:  Yudistira, Ghalia Indonesia. Hlm. 184. No. 19)

  • sistem koloid berikut termasuk golongan emulsi, kecuali …
  1. mayonnaise susu
  2. alcohol 70 % santan
  3. minyak ikan

Jawabnya :  B

Pembahasan :

Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair disebut emulsi dapat dibagi menjadi dua bagian emulsi minyak dalam air seperti santan,susu, dan lateks. Emulsi minyak dalam minyak seperti : mayonnaise, minyak bumi, dan minyak ikan.                                               ( Purba, Michael. 2002. kimia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga. Hlm. 171. No.10)

  • salah satu  perbendaan  antara  suspense  dan  koloid adalah …
  1. koloid bersifat  homogeny, sedangkan  suspense  bersifat  heterogen
  2. koloid menghamburkan  cahaya, sedangkan  suspense  meneruskan cahaya
  3. koloid stabil, sedangkan suspensi tidak stabil
  4. koloid satu fase, sedangkan suspense dua fase
  5. koloid transparan , sedangkan suspense keruh

Jawabnya: C

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembahasan

Koloid

(campuran  susu  dan  air)

Suspensi

(campuran  tepung  t erigu  dan air)

Secara  maskrokopis  bersifat homogeny dan  secara  mikrokopis bersifat heterogen. Heterogen
Dimensi antara 1nm-100nm Dimensi > 100 nm
2 fase 2 fase
Pada umumnya  stabil Tidak stabil
Tidak dapat d isaring  kecuali dengan  menggunakan saringan membrane  atau  saringan  ultra. Dapat disaring

( Purba, Michael. 2002. kimia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga. Hlm. 170. No.3)

  • disperse zat cair atau zat  padat dalam gas disebut…
  1. sol   aerosol
  2. emulsi   suspensi
  3. buih

Jawabnya

Pembahasan :

Aerosol    merupakan sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispesrsi dalam  gas. Jika zat terdispersinya adalah zat padat disebut aerosol padat, contohnya : asap dan debu diudara. Jika zat terdispersinya adalah cair  maka disebut aerosol cair, contohnya : kabut dan awan.

( Purba, Michael. 2002. kimia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga. Hlm. 170. No.5)

 

 

  • berikut ini adalah  peristiwa-peristiwa koagulasi pada partikel koloid, kecuali …
  1. Penggumpalan lateks
  2. Pengobatan sakit perut
  3. Pengendapan debu pada cerobong asap
  4. Penjernihan lumpur dari air sungai
  5. Pembentukan delta pada muara sungai

Jawabanya : B

Pembahasan:

Beberapa  contoh  koagulasi  dalam  kehidupan sehari-hari  dan  industry :

  1. Pembentukan delta dimuara sungai terjadi karena koloid tanah liat (lempung) dalam air sungai mengalami koagulasi ketika bercampur dengan elektrolit dalam air laut.
  2. Karet dalam lateks digumpalkan dengan menambahkan asam format.
  3. Lumpur koloidal dalm air sungai dapat digumpalkan dengan menambahkan
  4. Asap atau debu dari pabrik/ industry digumpalkan dengan alat koagulasi listrik dari cuttrel.

Sedangkan  pengobatan  sakit perut  merupakan contoh  dari  adsorpsi.

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 220. No. 47)

  • Pembuatan sol  Fe(OH)3  dilakukan dengan cara …
  1. Mekanik Hidrolisis
  2. Peptiasi Presipitasi
  3. Kondensasi

Jawabanya : D

 

 

Pembahasan

Reaksi  hidrolisi  adalah  reaksi  suatu  zat  dengan  air.  Contohnya, pembuatan sol Fe(OH)3 dengan  penguraian  garam  FeCl3 menggunakan  air  mendidih.  Pembuatan  sol  Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3 akan  terbentuk  sol  Fe(OH)3.

Reaksi :

FeCl3 (aq) + 3H2O (l) à Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl (aq)

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 218. No. 28)

 

  • Jika gas belerang dioksida dialirkan ke dalam larutan hydrogen sulfida, maka zat terakhir  ini  akan  teroksidasi  menjadi
  1. H2SO3 H2SO4
  2. S H2S2O3
  3. H2SO4

Jawabanya : B

Contoh  ini  merupakan  cara  kondensasi  dengan  cara  reaksi redoks., dimana pembuatan sol belerang dari reaksi  antara  hydrogen  sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2) yaitu dengan  mengalirkan gas H2S ke dalam  larutan  SO2.

2 H2S(g) + SO2(aq) à 2 H2O (I) + 3S (koloid)

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 220. No. 50)

 

 

 

 

  • Gerak brown terjadi  karena …
  1. Gaya gravitasi
  2. Tolak-menolak antara  partikel  koloid  yang  bermuatan  sama
  3. Tarik-menarik antara partikel  koloid yang berbeda  muatan
  4. Tumbukan antara  partikel  koloid
  5. Tumbukan molekul  medium  dengan  partikel  koloid

Jawabanya : E

Koloid dapat  menghamburkan  cahaya,  jika diamati dengan  miskroskop ultra, akan terlihat  partikel  koloid senantiasa  bergerak  terus  menerus dengan  gerakan  patah-patah  (zig zag)  yang  disebut dengan gerak brown (Robert Brown) .  gerak  brown  ini  terjadi  disebabkan  tumbukan  yang tidak  seimbang  dari  molekul-molekul  medium  tehadap  partikel  koloid. Semakin tinggi  suhu   semakin cepat  gerak  brown  berlansung  karena  energy  kinetic  moleku l  medium   meningkat sehingga  menghasilkan  tumbukan  yang  kuat. ( Purba, Michael. 2002. kimia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga. Hlm. 171. No.12)

  • Yang termasuk  koloid  hidrofob adalah …
  1. Amilum dalam air                  lemak dalam air
  2. Protein dalam air                    agar  agar dalam air
  3. Putih telur dalam air

Jawabanya : D

Pembahasan :

Lemak dalam air.

Koloid hidrofob merupakan liofob yang medium dispersinya yang dipakai adalah air. Liofob dalam bahasa yunani (Yunani = phobia = takut/benci)  yang berarti takut cairan.

( Purba, Michael. 2002. kimia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga. Hlm. 172. No.19)

  • Sifat koloid yang dapat menghamburkan cahaya disebut …
  1. Dialisis
  2. Gerak brown
  3. Efek tyndall
  4. Elektroforesis
  5. Koagulasi

Jawabanya: C

Pembahasan :

  1. Dialisis yaitu pemurnian koloid dari ion dengan menggunakan selaput semipermeabel
  2. Gerak brown adalah gerak acak (tidak beraturan) dari partikel koloid yang disebabkan oleh benturan antara partikel koloid dengan mediumnya
  3. Efek tyndall adalah penghamburan cahaya yang melalui koloid yang disebabkan oleh partikel-partikel koloid
  4. Elektroforesis adalah peristiwa bergeraknya partikel koloid ke elektrode positi ataupun negatif. Partikel koloid yang bermuatan negatif akan bergerak ke eletrode positif dan sebaliknya
  5. Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan partikel koloid

(Bakri, Mustafal.2012. seri pendalaman materi untuk SMA/MA . jakarta : Erlangga. Hlm.100)

  • Koloid dapat menyerap ion pada permukaannya. Sifat ini disebut …
  1. Elektroforesis
  2. Absorbsi
  3. Adsorpsi
  4. Dialisis
  5. Elektroforesis

Jawaban C

Pembahasan :

Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan ion pada permukaan partikel koloid. Adanya penyerapan ion ini menyebabkan koloid menjadi stabil. Hal tersebut disebabkan ion sejenis yang diserap pada permukaan menimbulkan tolakan antara partikel.

(Bakri, Mustafal.2012. seri pendalaman materi untuk SMA/MA . jakarta : Erlangga. Hlm.100)

 

  • Koloid yang fase terdispersinya zat padat adalah…
  1. Kabut, susu
  2. Asap, agar-agar
  3. Santan, mayones
  4. Embun, tinta
  5. Minyak ikan, susu

Jawaban B

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembahasan :

 

NO

FASE TERDISPERSI MEDIUM PENDISPERSI JENIS KOLOID  

CONTOH

1

 

2

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

Gas

 

Gas

Cair

 

Cair

 

Cair

 

Padat

 

Padat

 

Padat

Cair

 

Padat

Gas

 

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

Busa

 

Busa padat

Aerosol cair

 

Emulsi

 

Emulsi padat

Aerosol padat

Sol

 

Sol padat

Busa sabun, krim kocok

Batu apung, karet busa

Kabut, hair spray, awan

Susu, santan, minyak goreng

Keju, mentega, mutiara

Asap, debu

 

Cat, lem kanji, agar-agar, selai

Kaca berwarna

 

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.317)

  • Koloid berikut merupakan koloid yang medium pendispersinya gas, yaitu…
  1. Kabut, busa sabun
  2. Awan, asap
  3. Debu, busa sabun
  4. Asap, tinta
  5. Busa sabun, asap

Jawaban B

Pembahasan :

 

NO

FASE TERDISPERSI MEDIUM PENDISPERSI JENIS KOLOID  

CONTOH

1

 

2

 

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

Gas

 

Gas

 

Cair

 

Cair

 

Cair

 

Padat

 

Padat

 

Padat

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

Busa

 

Busa padat

 

Aerosol cair

Emulsi

 

Emulsi padat

Aerosol padat

Sol

 

Sol padat

Busa sabun, krim kocok

Batu apung, karet busa

Kabut, hair spray, awan

Susu, santan, minyak goreng

Keju, mentega, mutiara

Asap, debu

 

Cat, lem kanji, agar-agar, selai

Kaca berwarna

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.317)

  • Di antara zat berikut yang termasuk aerosol adalah …
  1. Kaca berwarna
  2. Cat
  3. Busa sabun
  4. Mutiara
  5. Kabut

Jawaban E

Pembahasan :

  1. Kaca berwarna termasuk sol padat
  2. Cat termasuk sol
  3. Busa sabun termasuk busa cair (buih)
  4. Mutiara termasuk emulsi
  5. Kabut termasuk aerosol cair

(Bakri, Mustafal.2012. seri pendalaman materi untuk SMA/MA . jakarta : Erlangga. Hlm.101)

  • Peristiwa koagulasi dapat ditemukan pada  …
  1. Pembusukan air  susu
  2. Pembuatan agar – agar
  3. Terjadinya berkas sinar
  4. Pembuatan cat
  5. Terjadinya delta di muara sungai

Jawaban E

Pembahasan :

Koagulasi koloid adalah peristiwa pengendapan koloid. Terbentuknya delta di muara sungai merupakan peristiwa koagulasi yang terjadi bertahun-tahun. Partikel tanah liat dalam air sungai yang bercampur dengan air laut atau sungai lain terjadi koagulasi karena air laut atau sungai yang lain merupakan suatu elektrolit.

(Bakri, Mustafal.2012. seri pendalaman materi untuk SMA/MA . jakarta : Erlangga. Hlm.102)

 

 

 

  • Terjadinya gerak brown dari partikel koloid disebabkan oleh…
  1. Benturan partikel  koloid
  2. Gaya gravitasi
  3. Pengadukan
  4. Pemanasan
  5. Muatan partikel  koloid

Jawaban  A

Pembahasan :

Gerak brown diakibatkan  interkasi antara  partikel-partikel  koloid dengan  molekul-molekul pendispersinya. Interkasi berupa tumbukan antarpartikel tersebut tidak seimbang karena kecilnya ukuran partikel. Akibatnya arah gerakan partikel berubah-ubah tidak menentu dan membentuk gerakan zig-zag.

( Justiana, Sandri.dkk.2009. Kimia 2 SMA kelas XI. Jakarta : Yudhistira. Hlm : 225)

  • Pemberian tawas  pada  air  minum dimaksudkan untuk …
  1. Mengendapkan partikel-partikel koloid agar air menjadi  jernih
  2. Membunuh kuman yang berbahaya
  3. Menghilangkan bahan – bahan yang menyebabkan pencemaran air
  4. Menghilangkan bau tidak sedap
  5. Memberikan rasa segar  pada  air

Jawaban  A

Pembahasan :

Tawas yang dilarutkan dalam  air  selain dapat mengadsorpsi  juga dapat mengendapkan kotoran – kotoran dalam air. Tawas  akan  membentuk koloid Al(OH) yang bermuatan positif. Kotoran – kotoran dalam air keruh yang bermuatan negatif akan dikoagulasikan sehingga kotoran  mengendap dan dapat dipisahkan.

( Justiana, Sandri.dkk.2009. Kimia 2 SMA kelas XI. Jakarta : Yudhistira. Hlm : 228)

 

  • Faktor – faktor berikut yang tidak menyebabkan terjadinya koagulasi pada koloid adalah…
  1. Pemanasan
  2. Pendinginan
  3. Adsorpsi
  4. Pengandukan
  5. Penambahan elektrolit

Jawaban: C Pembahasan :

Peristiwa koagulasi pada koloid dapat terjadi akibat peristiwa – peristiwa mekani satu peristiwa kimia. Peristiwa mekanis misalnya pemanasan atau pendinginan. Darah merupakan  sol butir – butir darahmerah yang terdispersinyadalam  plasmadarah. Jikadarah dipanaskan, darah akan menggumpal. Sebaliknya agar – agar akan menggumpal jika didinginkan. Peristiwa kimia yang dapat menyebabkan  terjadinya koagulasi misalnya pencampuran koloid yang berbeda muatan dan  adanya elektrolit.

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.321)

  • Alat pengendap cottrel yang dipasang pada cerobong asap dan knalpot mobil merupakan pemanfaatan dari  proses …
  1. Dialysis
  2. Peptidase
  3. Kondensasi
  4. Elektroforesis
  5. Busurbredig

Jawaban: D

Pembahasan :

Peristiwa elektroforesis ini dimanfaatkan dalam  proses pemisahan potongan – potongan gen pada  proses bioteknologi dan penyaring debu pabrik pada cerobong asap, yang disebut dengan pengendepan cottrel.

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.321)

  • Contoh pemanfaatan  dialysis  pada kehidupan  sehari – hari adalah…
  1. Proses cuci darah
  2. Pembuatan susu bubuk
  3. Pembuatan lem kanji
  4. Pembuatan eskrim
  5. Alat pengendapan cottrel

Jawaban: A

Pembahasan :

Salah  satu pemanfaatan  proses dialysis yang  penting adalah  proses cucidarah (hemodialisis). Pada proses hemodialisis darah kotor dari pasien dilewatkan dalam  pipa – pipa yang terbuat dari membrane semi permeabel. Selama darah berjalan,  pipa semipermebael tersebut dialiri cairan ( biasanya plasma darah) sehingga ion –ion dalam darah kotor tadi akan terbawa pada aliran  plasma darah yang berfumgsi sebagai pencuci.

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.322-323)

 

  • Jenis koloid yang  fase terdispersinya cair dan  medium pendispersinya padat adalah …
  1. Emulsi padat
  2. Busa padat
  3. Sol padat
  4. Aerosol padat
  5. Sol

Jawaban : A

 

NO

FASE TERDISPERSI MEDIUM PENDISPERSI JENIS KOLOID  

CONTOH

1

 

2

 

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

Gas

 

Gas

 

Cair

 

Cair

 

Cair

 

Padat

 

Padat

 

Padat

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

Busa

 

Busa padat

 

Aerosol cair

Emulsi

 

Emulsi padat

Aerosol padat

Sol

 

Sol padat

Busa sabun, krim kocok

Batu apung, karet busa

Kabut, hair spray, awan

Susu, santan, minyak goreng

Keju, mentega, mutiara

Asap, debu

 

Cat, lem kanji, agar-agar, selai

Kaca berwarna

 

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.317)

 

 

  • Berikut ini fenomena sehari –hari yang  menunjukkan sifat koloid :
  • Proses cuci darah
  • Pemberian tawas pada pengolahan air
  • Penyaringan debu pabrik
  • Pembentukan delta di muara sungai
  • Penjernihan air

Sifat elektroforesis koloid ditunjukkan oleh  nomor …

  1. (1) (4)
  2. (2) (5)
  3. (3)

Jawaban : C

Pembahasan :

Peristiwa elektroforesis ini dimanfaatkan dalam  proses pemisahan potongan – potongan gen pada  proses bioteknologi dan penyaring debu pabrik pada cerobong asap, yang disebut dengan pengendepan cottrel.

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.321)

  • Mentega merupakan salah satu jenis  koloid yang terdiri dari fase terdispersi dan  medium  pendispersi berturut – turut  adalah …
  1. Cair dan padat
  2. Padat dan cair
  3. Cair dan cair
  4. Gas dan cair
  5. Gas dan padat

Jawabannya: A

Pembahasan :

 

NO

FASE TERDISPERSI MEDIUM PENDISPERSI JENIS KOLOID  

CONTOH

1

 

2

 

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

Gas

 

Gas

 

Cair

 

Cair

 

Cair

 

Padat

 

Padat

 

Padat

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

Busa

 

Busa padat

 

Aerosol cair

Emulsi

 

Emulsi padat

Aerosol padat

Sol

 

Sol padat

Busa sabun, krim kocok

Batu apung, karet busa

Kabut, hair spray, awan

Susu, santan, minyak goreng

Keju, mentega, mutiara

Asap, debu

 

Cat, lem kanji, agar-agar, selai

Kaca berwarna

 

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.317)

  • Sistem disepersi koloid yang  medium  pendispersinya  gas dan fase terdispersinya padat disebut …
  1. Busa
  2. Busapadat
  3. Aerosol padat
  4. Sol
  5. Emulsi

Jawaban : B

Pembahasan :

 

NO

FASE TERDISPERSI MEDIUM PENDISPERSI JENIS KOLOID  

CONTOH

1

 

2

 

3

 

4

 

5

 

6

 

7

 

8

 

Gas

 

Gas

 

Cair

 

Cair

 

Cair

 

Padat

 

Padat

 

Padat

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

 

Gas

 

Cair

 

Padat

Busa

 

Busa padat

 

Aerosol cair

Emulsi

 

Emulsi padat

Aerosol padat

Sol

 

Sol padat

Busa sabun, krim kocok

Batu apung, karet busa

Kabut, hair spray, awan

Susu, santan, minyak goreng

Keju, mentega, mutiara

Asap, debu

 

Cat, lem kanji, agar-agar, selai

Kaca berwarna

 

(Sudarmo, unggul.2013.untuk SMA/MA kelas XI.Jakarta :Erlangga. Hlm.317)

  • Diantarakoloidberikut yang bukanmerupakankoloidjenis sol adalah……..
  1. Cat
  2. Tinta
  3. Agar-agar
  4. Minyakikan
  5. Larutan Fe(OH)

Jawabanya : D

Pembahasan :

KOLOID  jenis  sol  adalah  fase terdispersinya padat dan  fase  pendispersinya cair, sol juga terbagi 2 yaitu :1. sol liofil (sol yang suka mengabsorbsi molekul cairan  hingga terbentuk selubung di sekeliling  partikel  koloid. Biasanya agak kental dibanding medium dispersinya sebab fase terdispersi suka pada mediumnya 2  solliofob yaitu sol yang tidak mengabsorbsi molekul cairan biasanya terdiri atas zat organic.Diantara klu yang diberikan diatas hanya minyak ikan  yang  tidak  termasuk  kedalam  sol, karena fase terdispersinya  maupun  medium  pendispersinya cair, dan termasuk kedalam emulsi.

(Buku SUMARJONO “Jalan pintas pintar kimia”  hal: 230 no. 1)

  • System koloid yang medium pendispersinyacairdanfaseterdisfersinyacairadalah……
  1. Susu
  2. Kabut
  3. Awan
  4. Keju
  5. Mentega

Jawaban : A

Pembahasan :

System koloid yang medium  pendispersinya dan fase pendispersinya  cair yaitu: emulsi klu yang diberikan diatas yang termasuk  kedalam  emulsi  yaitu  susu,  keju, dan  mentega,  namun  keju  dan  mentega fase pendispersinya  padat dan termasuk  kedalam  emulsi  padat, sedangkan  kabut  dan  awan adalah  aerosol cair yang fase terdispersinya cair dan fase pendispersinya gas.

(Buku SUMARJONO “Jalan pintas pintar kimia” hal: 230 no. 2)

  • Jenis zat  koloid  yang  zat  ter dispersinya  cair  dan  medium pendispersinya gas adalah…
  1. Gel
  2. Sol
  3. Busa
  4. Emulsi
  5. Aerosol cair

Jawaban :E

Pembahasan :

Jika kita tinjau klu diatas, Gel adalah  sol  liofil  setengah  padat yang  fase terdispersinya  menyerap  medium  dispersinya  sehinggaa gak padat. Sol yaitu yang fase pendispersinya  dan fase terdispersinya cair padat. Busa fase terdispersinya gas dan fase pendispersinya cair. Emulsi fase terdispersinya cair dan fase pendispersinya cair, sedangkan aerosol cair fase terdispersinya cair dan  medium  pendispersinya  gas. Jadi, jawaban  yang  tepat  yaitu E

(Buku SUMARJONO “Jalan pintas pintar kimia”hal : 230 no. 3

 

  • Dintara zat-zat dibawah ini  yang  tidak dapat membentuk  koloid  liofil jika didispersikan  kedalam  air  adalah…
  1. Kanji Sabun
  2. Belerang Agar-agar
  3. Gelatin

Jawaban :B

Pembahasan :

Koloidliofil   (sol  yang  suka mengabsorbsi  molekul  cairan  hingga terbentuk  selubung  di sekeliling  partikel  koloid. Biasanya  agak kental dibanding  medium  dispersinya  sebab fase  terdispersi suka pada mediumnya. Contohnya kanji, sabun, gelatin dan  agar agar.Sedangkan belerang  termasuk  kedalam  sol  liofob yang  tidak meng absorbsi molekul cairan.

(Buku SUMARJONO “Jala n  pintas pintar   kimia” hal: 230 No.4)

  • Gejala atau proses  yang  paling tidak ada hubungannya  dengan system koloid adalah…
  1. Efektyndall Emulsi
  2. Dialysis Elektrolisis
  3. Koagulasi

Jawaban : E

Pembahasan :

Dalam sistem koloid efek tyndall, dialisis, koagulasi dan emulsi merupakan sifat sifat dari  koloid  sedangkan Elektrolisis disini berarti Sel elektrolisis merupakan perangkat yang digunakan dalam proses elektrolisis, yang terdiri atas sumber arus searah serta elektro depositif dan negatif.  Zat  yang  dielektrolisis  merupakan elektrolit berupa larutan atau cairan  (lelehan)  zat murni. Ikasuatu cairan atau larutan elektrolit dialiri arus listrik searah  melalui batang elektrode, ion-ion yang berada dalam cairan atau larutan  tersebut akan bergerak menuju elekrode yang muatannya  berlawanan. Tidak  ada  hubungan  atau  pun  proses terhadap sistem koloid.

(Buku SUMARJONO “Jalan pintas pinta r kimia” hal: 230  no. 5)

  • Kabut adalah system  koloid dari….
  1. Zat cair dalam gas            Gas dalam  zat  padat
  2. Gas dalam zat  cair           Zat acir dalam cair
  3. Gas dalam gas

Jawaban :A

Pembahasan :

Kabut  adalah  system  koloid  yang  termasuk kedalam aerosol, aerosol  disini  merupakan  system  koloid  partikel padat atau cair yang  terdispersike dalam gas.

(Buku kimia I WAYAN JULIARTAWAN “ contoh  soal  dan penyelesaiannya”  hal : 162)

  • Larutan koloid dimurnikan dengan…
  1. Kristalisasi Distilasi
  2. Ultramikroskop Penguapan
  3. Dialysis

Jawaban : C

Pembahasan :

Dialisi s adalah  proses  pemurnian  partikel  koloid dari muatan-muatan yang  menempel  pada  permukaannya. Pada proses dialisis ini digunakan selaput semi permeabel. Pergerakan  ion-ion  dan  molekul – molekul kecil melalui  selaput  semi permiabel disebut dialysis. Suatu  koloid  biasanya bercampur dengan  ion-ion  pengganggu, karena pertikel koloid memiliki sifat mengadsorbsi. Pemisahan ion penggangu dapat dilakukan dengan memasuk  kan  koloid  kedalam  kertas / membran  semi permiabel (selofan), baru  kemudian  akan dialiri air yang mengalir. Karena  diameter ion pengganggu  jauh  lebih kecil dari pada kolid, ion pengganggu akan merembes melewati pori-pori kertas selofan, sedangkan partikel kolid akan tertinggal.Proses dialisis untuk pemisahan partikel-partikel koloid dan zat terlarut dijadikan dasar bagi pengembangan dialisator. Salah satu aplikasi dialisator  adalah  sebagai mesin pencuci darah  untuk penderita gagal ginjal. Jaringan  ginjal  bersifat semi permiabel, selaput ginjal  hanya dapat dilewati oleh air dan  molekul sederhana seperti urea, tetapi menahan partikel-partikel  koloid  seperti sel-sel darah  merah

(Buku  kimia  I WAYAN JULIARTAWAN “contoh  soal  dan penyelesaiannya”  hal : 162)

  • Pembuatan koloid dibawah ini yang termasuk cara disperse adalah…
  1. As2S3 dibuat dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan As2O3
  2. Sol belerangdibuatdenganmengalirkan gas SO2 kedalam larutan H2S
  3. Sol AgCl dapat dibuat dengan mereaksikan perak nitrat encer dengan larutan HCl
  4. Sol emas dibuat dengan melompatkan bunga api listrik dari electrode Au dalam air
  5. Sol Fe(OH)3 dibuat dengan menambahkan lerutan FeCl3 jenuh kedalam air yang mendidih

Jawaban : D

Pembahasan :

Cara Busur Bredig
Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam, seperti Ag, Au, dan Pt. Dalam cara ini, logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel koloid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudian kedua logam dicelupkan kedalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujung nya saling berdekatan. Kemudian, kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel koloid. Karena logam diubah jadi partikel koloid dengan proses uap logam, maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi.

(Buku kimia I WAYAN JULIARTAWAN “ contoh soa ldan penyelesaiannya” hal : 231)

 

  • Sistem koloid yang medium pendispersinya cair dan fase terdispersinya cair adalah …
  1. Susu Keju
  2. Kabut Mentega
  3. Awan

Jawaban :A

Pembahasan :

Emulsi cair : medium pendispersinya cair, fase terdispersinya cair.  Contohnya : susu dan santan

 (Tim Pena Eksakta. 2013. Mendadak UN. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET. Hlm 388 No.17)

  • Diberikan beberapa cara  pembuatan  koloid  berikut
  1. Reaks I redoks
  2. Bususr bredig
  3. Reaksi hidrolisis
  4. Peptidase
  5. Reaksi pemindahan
  6. Mekanik

Pembuatan koloid secara  dispersi adalah…

  1. 1,2 dan 3
  2. 1,3 dan 5
  3. 1,3 dan 4
  4. 2,4 dan 6
  5. 4,5 dan 6

Jawaban 😀

Pembahasan :

Cara dispersi

Dengan cara dispersi partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atu dengan loncatan bunga listrik(busur bredig).

1) Cara mekanik

Dengan cara ini, butir-butir kasar  digerus dengan lumpang, sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium pendispersi. Contoh pembuatan sol belerang dengan menggerus serbuk belerang bersama zat inert seperti gula pasir, kemudian mencampur dengan air.

2) Cara peptisasi

Cara peptisasi adalah  pembuatan  koloid  dari butir-butir  kasar atau dari suatu  endapan  dengan bantuan  z at  pemecah (pemeptisasi).

3) Cara busur bredig

Cara busur bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elktrode yang dicelupkan kedalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik dikedua ujungnya. Mula-mula atom  logam akan terlempar kedalam air, lalu atom tersebut mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi cara busur bredig ini merupakan gabungan cara disperse dan kondensasi.

(Buku kimia I WAYAN JULIARTAWAN “ contoh soal dan penyelesaiannya” hal : 162)

  • Kresol (metal fenol)  mempunyai  system  koloid sebanyak…
  1. Dua
  2. Tiga
  3. Empat
  4. Lima
  5. Takpunya isomer

Jawaban : B

Pembahasan :

Ada 3 yaitu  isomer orfo-metilfenol, mefa-metilfenol dan  para-metilfeno

(Buku kimia I WAYAN JULIARTAWAN “ contoh  soal dan penyelesaiannya” hal : 162)

  • Pada umumnya masyarakat menggunakan tawas untuk menjernihkan air, bak ,air sumur, air pam. Atau jenis air yang lainnya. Prinsip menjernihkan air dengan menggunakan tawas berkaitan dengan sifat koloid yaitu ..
  1. Gerak Brown Koagulasi
  2. Elktrolisis Adsorpsi
  3. Efek tyndall

Jawabanya D

Pembahasan :

Prinsip penjernihan air dengan menggunakan tawas merupakan sifat koagulasi dimana tawas akan diikat atau menyerap partikel kotoran dan menggumpalkannya.

(Tim Pena Eksakta. 2013. Mendadak UN. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET. Hlm 388 No.18)

  • Pada pembuatan eskrim, cat, atautinta .koloid yang membentuklapisandisekelilingpartikelkoloid yang lain disebut…
  1. Koloidpelindung
  2. Gel
  3. Aerosol
  4. Emulsi
  5. Buih

Jawaban :A

Pembahasan :

Banyak  koloid yang harus  dipertahankan  dalam  bentuk  koloid untuk penggunaannya.

Contoh: eskrim, cat, dan tinta

Untuk itu digunakan koloid lain yang dapa t  membentuk lapisan disekeliling  koloid  tersebut. Koloid  lain  ini disebut koloid  pelindung. Contoh: gelatin  pada sol Fe(OH)3.

(Buku kimia  I WAYAN  JULIARTAWAN “ contoh soal dan penyelesaiannya” hal :163-164

  • Kelebihan elektrolit  dalam suatu  disperse   koloid  biasa dihilangkan dengan cara…
  1. Elektrolisis
  2. Dialysis
  3. Elektroforesis
  4. Dekantasi
  5. Presipitasi

Jawaban : B

Pembahasan :

Dialisis  merupakan  proses  pemurnian  koloid  dengan  membersihkan atau  menghilangkan  ion-ion pengganggu  menggunakan  suatu  kantong yang terbuat dari selaput  semi permiabel

Untuk stabilitas koloid diperlukan  sejumlah  muatanion  suatu  elektrolit. Akan tetapi, jika penambahan elektrolit ke dalam  sistem koloid terlalu banyak,  kelebihan  ini dapat  mengendapkan fase  terdispersi dari koloid itu. Hal  ini  akan  mengganggu  stabilitas  sistem  koloid tersebut. Untuk mencegah  kelebihan  elektrolit,  penambahan  elektrolit dilakukan  dengan cara dialisis.

(Buku kimia  I WAYAN JULIARTAWAN “ conto h  soa l dan penyelesaiannya” hal : 163)

  • Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan cara :
  1. Hidrolisis Reaksi redoks
  2. Peptisasi Penggilingan

Pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah  nomot …

  1. 1 dan 2 1 dan 4                    e. 2 dan 4
  2. 1 dan 3 2 dan 3

Jawabanya : B

Pembahasan :

Pembuatan koloid dengan cara kondensasi dapat meliputi :

  1. Reaksi redoks
  2. Hidrolisis
  3. Dekomposisi rangkap
  4. Penggantian pelarut

( Wuri, Dian Astuti, dkk. 2009. Bahas Tuntas 1001 soal Kimia SMA kelas X, XI, dan XII. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. Hlm 219. No. 36)