Kumpulan Soal dan Pembahasan Kesetimbangan Kimia

Unduh soal pembahasan Kesetimbangan Kimia untuk kelas XII SMA/MA

Soal dan pembahasan Kesetimbangan Kimia dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

 Soal dan Pembahasan

  1. Suatu sistem reaksi dalam keadaan setimbang bila…
  2. Reaksi berlangsung dua arah pada waktu bersamaan
  3. Reaksi berlangsung dalam dua arah dalam laju reaksi yang sama
  4. Jumlah mol zat yang ada pada keadaan setimbang selalu sama
  5. Masing-masing zat yang bereaksi sudah habis
  6. Jumlah zat yang terbentuk dalam reaksi sama dengan pereaksi

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 131)

Pembahasan:

Kesetimbangan dinamis yaitu proses bolak-balik dengan laju yang sama untuk kedua arah. Proses kesetimbangan dinamis ini dapat terjadi pula dalam suatu reaksi kimia.(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 104)

Jawaban : b

  1. Rumusan tetapan kesetimbangan untuk reaksi :

CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g)

Yang paling tepat adalah…

  1. Kc =
  2. Kc =
  3. Kc =
  4. Kc =
  5. Kc = [CO2]

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 131)

Pembahasan :

pA + qB  mC + Nd

Kc =

Hukum kesetimbangan yaitu bila suatu reaksi dalam keadaan setimbang, mak hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefisiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pereaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga tetap. Jika reaksi itu dalam wujud solid dan liquid maka diabaikan.

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 111)

Jawaban : e

  1. Gas A,B, dan C masing-masing 0,4 mol, 0,6 ,mol, dan 0,2 mol dicampurkan dalam ruang tertutup dan terjadi reaksi kesetimbangan:

3A(g) + B(g) 2C(g)

Pada saat setimbang 0,3 mol gas A telah bereaksi, maka gas B yang ada dalam keadaan setimbang adalah…

  1. 0,5 mol
  2. 0,4 mol
  3. 0,3 mol
  4. 0,2 mol
  5. 0,1 mol

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 131)

Pembahasan : Dengan menggunakan perbandingan koefisien maka :

3A(g)               + B(g)                       2C(g)

m       0,4mol                 0,6mol                     0,2mol

r        -0,3mol                -0,1mol                    +0,2mol

s        0,1 mol                0,5 mol                     0,4 mol

  1. Agar pada reaksi kesetimbangan:

N2(g) + O2(g)  2NO(g)  = +180 kj

Jumlah gas NO yang dihasilkan maksimal, maka tindakan yang diperlukan adalah…

  1. Menaikan tekanan
  2. Menurunkan takanan
  3. Mengecilkan volum
  4. Menaikan suhu
  5. Memperbesar volum

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 131)

Pembahasan :

Menurut Azas Le Chatelier, jika sistem dalam kesetimbangan terjadi kenaikan suhu, maka akan terjadi pergeseran kesetimbangan kearah reaksi yang menyerap kalor ( Apabila koefisien sama antara produk dan reaksi maka volume dan tekanan tidak mempengaruhi reaksi. reaksi diatas termasuk reaksi endoterm jadi jika dinaikkan suhu maka kesetimbangan akan bergeser kearah reaksi  endoterm atau bergeser kearah kanan (NO),  jika reaksi bergeser kerah kanan maka nilai Kc akan semakin besar. (Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 125)

Jawaban : d

  1. Gas N2 dengan volume 10 ml direaksikan dengan 25 ml gas H2, membentuk reaksi setimbang:

N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g)

Volum akhir pada saat setimbang tercatat 25 ml (diukur pada P dan T yang sama). Volum gas NH3 yang terjadi pada saat setimbang adalah…

  1. 5 ml
  2. 10 ml
  3. 15 ml
  4. 35 ml
  5. 40 ml

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 131)

Pembahasan :

Diket :V = 10 ml

Vt = 25 ml

V H2 = 25 ml

Jawab :

Dengan menggunakan perbandingan koefisien maka :

N2(g)               +          3H2(g)                     2NH3(g)

m       10mol                          25mol                          –

r         -xmol                           -3xmol                         +2xmol

s        (10-x)mol                    (25-3x)            mol                     2x mol

Vt = 25 ml

(10-x) + (25-3x) + 2x = 25

35 – 2x = 25

35 – 25 = 2x

10 = 2x

x = 5

jadi saat setimbang volume gas NH3 yaitu 2x = 2 . 5 = 10 ml

jawaban : b

  1. Dalam ruang 1 liter terdapat 1 mol gas HI yang terurai menurut reaksi:

2HI(g)  H2(g) + I2(g)

Harga Kc pada saat itu adalah 4, jumlah gas H2 yang ada pada saat setimbang adalah…

  1. 0,8 mol
  2. 0,6 mol
  3. 0,5 mol
  4. 0,4 mol
  5. 0,2 mol

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 132)

Pembahasan :

Diket : V = 1 liter

Kc = 4

Mol HI = 1

2HI(g)          H2(g)               +          I2(g)

m         1mol                –           –

r           -2xmol             -xmol               +          xmol

s          (1-2x) mol       x mol                           x mol

Kc =

4 =

22 =

2 – 4x = x

2 = 5x

x = 0,4 mol

Jawaban : D

  1. Reaksi yang termasuk kesetimbangan homogen ialah…
  2. C(s) + H2O(g) CO(g) + H2(g)
  3. CH3COOH(aq) +H2O(l) CH3COOH(aq) + H3O+(aq)
  4. Ag+(aq) + Fe+2(aq) Ag(s) + Fe+3(aq)
  5. 2NO2(g) + 2NO(g) + O2(g)
  6. 2BaO2(s) 2BaO(g) + O2(g)

(Kimia dan Kecakapan Hidup SMA Kelas XI, Maria Suharsini dan Dyah Saptarini, Ganeca Exact,2007, h 127)

Pembahasan:

Kesetimbangan homogen adalah reaksi kesetimbangan yan memiliki fasa reaktan dan produk sama. Pada pilihan

  1. reaksi yang tertera tidak berada dalam satu fasa, pada pereaksi terdapat fasa solid. Jadi pilihan a kurang tepat
  2. terdapat fasa yang berbeda, yaitu ada fase aq dan liquid, jadi bukan jawaban yang tepat .
  3. memiliki fasa yang berbeda
  4. fasanya sama
  5. berbeda fasa

(Kimia dan Kecakapan Hidup SMA Kelas XI, Maria Suharsini dan Dyah Saptarini, Ganeca Exact,2007, h 108)

Jawaban : d

  1. Perhatikan reaksi berikut.

2N2O5(g)  4NO2(g) + O2(g) = -T kkal

Reaksi kesetimbangan bergeser kekiri jika…

  1. Konsentrasi O2 ditambah
  2. Suhu diturunkan
  3. Tekanan diperkecil
  4. Konsentrasi NO2 dikurangi
  5. Volume diperbesar

(Kimia dan Kecakapan Hidup SMA Kelas XI, Maria Suharsini dan Dyah Saptarini, Ganeca Exact,2007, h 108)

Pembahasan :

Jika suhu diturunkan reaksi kesetimbangan bergeser ke kiri. Jika suhu dinaikkan reaksi kesetimbangan bergeser kekanan.

(Kimia dan Kecakapan Hidup SMA Kelas XI, Maria Suharsini dan Dyah Saptarini, Ganeca Exact,2007, h 114)

Jawaban : b

  1. Reaksi kesetimbangan yang bergeser kekanan jika tekanan diperbesar adalah…
  2. 2HI(g) H2(g) +I2(g)  = 2 ® 2
  3. N2O4(g) 2NO2(g) = 1 ® 2 (kiri)
  4. CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) = 0 ® 1  (kiri)
  5. 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) = 3 ® 2
  6. S(s) + O2(g) SO2(g) = 1 ® 1

(Kimia dan Kecakapan Hidup SMA Kelas XI, Maria Suharsini dan Dyah Saptarini, Ganeca Exact,2007, h 128)

Pembahasan :

Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke jumlah koefisien zat yang kecil dan bila tekanan di perkecil maka reaksi kesetimbanangan bergeser ke jumlah koefisien zat yang besar. Pada pilihan Diatas :

  1. 2HI(g) H2(g) +I2(g)

Mempunyai koefesien pereaksi 2 dan hasil reaksi  2 = setara

  1. N2O4(g) 2NO2(g)

Koefesien pereaksi nya 1 dan hasil reaksi 2. Jadi kesetimbangan bergeser kerah kiri.

  1. CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)

Koefesien pereaksi 0 karena pada pereaksi terdapat fase solid yang tidak dihitung koefesiennya dan hasil reaksi koefesiennya 1 berarti kesetimbangan bergeser kearah kiri.

  1. 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) = 3 ® 2

Koefesien pereaksi 3 dan hasil reaksi 2 jadi kesetimbangan bergeser kearah kanan

  1. S(s) + O2(g) SO2(g) = 1 ® 1

Koefesien antara pereaksi dan hasil reaksi sama sama 1

(Kimia dan Kecakapan Hidup SMA Kelas XI, Maria Suharsini dan Dyah Saptarini, Ganeca Exact,2007, h 114)

Jawaban : d

  1. Pada suhu tertentu, dalam ruang 1 liter terdapat kesetimbangan:

2SO3(g)  2SO2 (g) + O2(g)

Semula terdapat 0,5 mol gas SO3 dan setelah tercapai kesetimbangan perbandingan jumlah mol SO3 terhadap O2 adalah 4:3. Harga tetapan kesetimbangannya adalah…

  1. 0,125
  2. 0,3375
  3. 0,187
  4. 0,563
  5. 1,687

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 132)

Pembahasan :

 

2SO3(g)  2SO2 (g) + O2(g)

m         0,5mol         –             –

r           -6xmol       +6xmol             +3x mol

s           4x mol        6xmol                               3x mol

perbandingan mol SO3           terhadap          O2 adalah        4:3

jadi 0,5 – 6x = 4x

0,5 = 10x

x = 0,05

untuk 4x = 4(0,05) = 0,2

untuk 6x = 6(0,05) = 0,3

untuk 3x = 3(0,05) = 0,15

Kc =

Kc =

Kc = 0,3375

Jawaban : b

  1. Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut:

2NO(g) + O2(g)  2NO2(g)  +150kj

Apabila pada volume tetap pada temperatur dinaikkan, keserimbangan bergeser kearah…

  1. Kanan dan harga K tetap
  2. Kiri dan harga K kecil
  3. Kanan dan harga K semakin besar
  4. Kanan dan harga K semakin kecil
  5. Kiri dan harga K makin besar

(KIMIA 2 Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XI SMA, Sentot Budi Rahardjo, Platinum, 2012, h 172)

Pembahasan:

Kenaiakan temperatur menyebabkan kesetimbangan bergeser kekanan, kearah hasil dan harga K naik.

(KIMIA 2 Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XI SMA, Sentot Budi Rahardjo, Platinum, 2012, h 152)

Jawaban : c

  1. Suatu reaksi dapat balik dikatakan mencapai keadaan setimbang jika..
  2. Harga tetapan kesetimbangan Kc = 1
  3. Harga tetapan kesetimbangan Kc = 0
  4. Kecepatan reaksi kekanan sama dengan kekiri
  5. Jumlah mol zat sebelum dan sesudah reaksi sama
  6. Massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama

(KIMIA 2 Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XI SMA, Sentot Budi Rahardjo, Platinum, 2012, h 152)

Pembahasan:

Mula-mula reaksi A dan B berkurang dengancepat, kemudian tidak begitu cepat, dan akhirnya mencapai harga yang tetap. Keadaan sistem yang demikian disebut setimbang.

(KIMIA 2 Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XI SMA, Sentot Budi Rahardjo, Platinum, 2012, h 144)

Jawaban : c

  1. Diketahui reaksi :

2A(s) + B(l)  3C(s) +2D(g)

Rumus paling tepat untuk Kp adalah…

  1. Kp =
  2. Kp =
  3. Kp = (pD)2
  4. Kp =
  5. Kp =

(KIMIA 2 Berbasis Eksperimen Untuk Kelas XI SMA, Sentot Budi Rahardjo, Platinum, 2012, h 144)

          Pembahasan :

Zat-zat pereaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga tetap. Jika reaksi itu dalam wujud solid dan liquid maka diabaikan.

Jawaban : C

  1. Pada suhu tertentu dalam ruang tetutup yang bertekanan 10 atm terdapat dalam keadaan setimbang 0,3 mol gas SO2 ; 0,1 mol gas SO3 ; dan 0,1 mol gas O2 dengan reaksi :

2SO3(g)  2SO2(g) + O2(g)

Harga Kp pada suhu tersebut adalah…

  1. 36 atm
  2. 18 atm
  3. 9 atm
  4. 4,5 atm
  5. 0,05 atm

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 132)

Pembahasan:

Karena sudah dalam keadaan setimbang, dapat kita cari nt.

nt = 0,3 mol + 0,1 mol + 0,1 mol = 0,5mol

Pt = 10 atm

PSO3 =  =  = 2

PO2 =  = =  = 2

PSO2 =  =  = 6

Kp =

Kp =

Kp = 18 atm

Jawaban : b

 

  1. Suatu sistem kesetimbangan bersifat dinamis-mikroskopis berarti…
  2. Perubahan berlangsung terus-menerus dan dapat diamati
  3. Reaksi teruserlangsung kekanan dan kekiri dan dapat diamati
  4. Reaksi terus berlangsung kekanan dan kekiri tetapi tidak teramati
  5. Perubahan berlangsung terus berhenti sehingga tidak dapat diukur
  6. Perubahannya terhenti dan dapat terukur

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 132)

Pembahasan :

Kesetimbangan dinamis yaitu proses bolak-balik dengan laju yang sama untuk kedua arah. Jadi reaksi berlangsung kekanan dan kekiri. Bersifat dinamis-mikroskopis maksunya hanya terjadi sedikit perubahan jadi tidak teramati.

(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h 104)

Jawaban : c

  1. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan suatu reaksi reversible, kecuali…
  2. Suhu
  3. Volume
  4. Tekanan
  5. Konsentrasi
  6. Katalisator

(SPM Kimia SMA dan MA, Mustafal Bakri, Erlangga, 2008, h 95)

Pembahasan :

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan yaitu suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume.

Jawaban : e

  1. Dalam ruangan 1 liter terdapat kesetimbangan antara gas N2, H2 dan NH3 sesuai persamaan reaksi berikut.

2NH3(g)  N2(g) + 3H2(g)

Pada kesetimbangan tersebut terdapat 0,01 mol N2, 0,01 mol H2 dan 0,05 mol NH3. Nilai tetapan kesetimbangan reaksi adalah…

  1. 2 x 10-8
  2. 4 x 10-6
  3. 5 x 10-10
  4. 2 x 10-10
  5. 2 x 10-10

(Advanced Learning Chemistry 2A, Nana Sutresna, Facil, 2010, h 185)

Pembahasan :

2NH3(g)  N2(g) + 3H2(g)

Kc =

=

=

= 4.10-6

Jawaban : b

  1. Perhatikan reaksi berikut.

A + B  C + D

Jika satu mol A dicampur dengan satu mol B dan pada kestimbangan terdapat 0,2 mol A, tetapan kesetimbangan reaksi diatas adalah…

  1. 0,4
  2. 1,6
  3. 4
  4. 8
  5. 16

(Advanced Learning Chemistry 2A, Nana Sutresna, Facil, 2010, h 185)

Pembahasan :

A         +          B                 C         +          D

m  1                      1                      –                       –

r    0.8                   0,8                   0,8                   0,8

s    0,2                   0,2                   0,8                   0,8

Kc =

=

= 16

Jawaban : e

  1. Pada suhu 750 K terdapat kesetimbangan :

N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g)           Kc = 4,5 x 10-2

Jika R = 0,08 harga Kp adalah…

  1. 1,5 x 10-1
  2. 1,6 x 10-2
  3. 2,7 x 10-3
  4. 7,5 x 10-4
  5. 1,25 x 10-5

(OSN Kimia SMA, A. Haris Watoni, Yramawidya, 2014, h 224)

Pembahasan

Kp =

Kp = 4,5 x 10-2

Kp =

Kp =

Kp = 1,25 x 10-5

Jawaban : e

  1. Pada suhu 700 K terjadi reaksi ksetimbangan :

CO2(g) + H2(g)  CO(g) + H2O(g) dengan nilai Kc = 0,11

Nilai Kp untuk reaksi tersebut adalah…

  1. 0,99
  2. 9,99
  3. 0,11
  4. 11,0
  5. 110

(OSN Kimia SMA, A. Haris Watoni, Yramawidya, 2014, h 225)

Kp =

Kp = 0,11

Kp = 0,11

Jawab : c

 

  1. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi kesetimbangan :

2A(g) + B(g) Û C(g) + D(g) pada suhu tertentu adalah 2,5. Bila reaksi kea rah C dan D adalah eksotermik, maka bila suhu dinaikkan, tetapan kesetimbangan menjadi . . . .

  1. Tetap 2,5
  2. Kurang dari 2,5
  3. Lebih dari 2,5
  4. Tidak tentu
  5. Tidak dapat diprediksi

(OSN Kimia SMA, A. Haris Watoni, Yramawidya, 2014, h 224)

Jawaban : b

Pembahasan :

Sesuai dengan azas Le Chatelier “ jika suhu dinaikkan maka reaksi akan bergeser kearah reaksi yang menyerap kalor (reaksi endoterm). Jika suhu diturunkan maka reaksi bergeser kearah reaksi yang melepas kalor (reaksi endoterm)”

“ suhu berubah, maka nilai Kc berubah” dimana bila reaksi bergeser kekanan maka nilai Kc makin besar  dan jika reaksi bergeser kekiri maka nilai Kc makin kecil

(Mustafal Bakri, 2012, SPM (Serial Pendalam Materi), jakarta : Esis. Hal. 92.

 

  1. Pada peruraian 1 mol gas SO3 menjadi gas SO2 dan O2 dalam ruang bervolume 5 dm3 diperoleh gas O2 sebanyak 0,25 mol, maka harga tetapan kesetimbangan sebesar. . . . M
  2. 0,05
  3. 0,5
  4. 5
  5. 10
  6. 15

(OSN Kimia SMA, A. Haris Watoni, Yramawidya, 2014, h 224)

 

Pembahasan :

Diket : V = 5 dm3 = 5 L

SO3 = 1 mol

O2 = 0,25 mol

Dit : Kc

Penyelesaian

 

 

2SO3                Û        2SO2                   +          O2

M :    1 mol                           –                                   –

B :     – 0.5 mol                      + 0.5mol                      0.25 mol

S:       0.5 mol                        0.5 mol                        0.25 mol

 

Kc =

Kc =

Kc =  = 0.25 mol

n = M. V

0.25 mol = M . 5 L

M = 0.25 mol/ 5 L

M = 0.05 M

Jawaban : a

 

 

  1. Pada temperatur tinggi, bila gas karbon monoksida bereaksi dengan gas hydrogen akan menghasilkan methanol seperti pada persamaan reaksi berikut:

CO(g) + 2H2(g) Û CH3OH

Bila 0.40 mol CO dan 0.30 mol H2 bereaksi dalam bejana 1 L dan mencapai kesetimbangan ternyata terbentuk 0.06 mol CH3OH. Nilai Kc untuk reaksi tersebut adalah . . . .

  1. 50
  2. 98
  3. 7
  4. 0
  5. 4

(OSN Kimia SMA, A. Haris Watoni, Yramawidya, 2014, h 227)

Pembahasan :

CO(g)     +          2H2(g)    Û       CH3OH

M :    –                       –                          –

B :  + 0.40  mol         + 0.30 mol          + 0.06

S : 0.40 mol               0.30 mol          0.06 mol

 

Kc =

Kc =

Kc =

Kc =

Jawaban : c

 

  1. Pada ruang tertutup terdapat 1 mol gaas NH3 yang terdisosiasi 50% menurut persamaan reaksi : 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) Jika tekanan di dalam ruang tersebut 3 atm, maka harga Kp pada saat itu adalah . . . . . . . .
  2. d.
  3. e.

 

(KIMIA Untuk SMA kelas XI, Phibeta, Unggul Sudarmo 2006 hal 132)

Pembahasan :

2NH3(g)                       N2(g)                 +              3H2(g)

M         1mol                         –                                        –

R       – 0,5 mol                    + ½ 0,5mol                  + 3/2 0,5mol

S       0,5 mol                      0,25mol                                   0,75 mol

 

a    =

0,5  =

nt    =    0,5

 

nt   = 0,5 + 0,25 +  0,75

= 1,5

Pt   = 3 atm

P NH3  = . pt

=   . 3   = 1

P N2    =   . pt

=   . 3   = 3

P H2     = . pt

=   . 3   = 1,5

Kp     =

=

=   1,68

=

Jawaban : E

 

  1. dalam suatu ruangan 10 liter pada suhu 7oC terdapat dalam keadaan kesetimbangan 1 mol NH3, 2 mol O2, 2 mol NO dan 2 mol uap air menurut persamaan.

4NH3(g) + 5O2(g)  4NO(g) + 6H2O(g)

Harga tetapan kesetimbangan reaksi pada suhu tersebut adalah . . . . . .

  1. 0,25 D. 32
  2. 0,5 E. 64
  3. 3,2

(Kimia untuk SMA kelas XI Semester 1, Michael Purba, 2007,hal 232)

Pembahasan

4NH3(g)          +          5O2(g)             4NO(g)                         +          6H2O(g)

1mol                          2mol                2mol                            2mol

Kc     =

=              =    32

 

  1. Ke dalam ruangan tertutup dimasukan 1 mol gas A dan 1 mol gas B. Setelah bereaksi menurut persamaan 2A + 3B A2B3 dan dicapai kesetimbangan, masih terdapat 0,25 mol gas B. Kalau volum ruang 1 dm3, maka tetapan kesetimbangan reaksi tersebut ialah . . . . .
  2. 16 D. 72
  3. 32 E. 80
  4. 64

(Kimia untuk SMA kelas XI Semester 1, Michael Purba, 2007,hal 232)

 

Pembahasan :

2A   +          3B                A2B3

M         1mo           1mol                      –

R       – 0,5mol       – 0,75mol         -0,25 mol

S       0,5 mol         0,25 mol          0,25 mol

 

Kc     =

=                 =   63,99   = 64

 

  1. jika terhadap suatu system kesetimbangan dilakukan suatu aksi, pada system akan terjadi suatu reaksi sehingga pengaruh aksi terhadap system menjadi sekecil mungkin. Asas ini dikemukakan oleh . . . . .
  2. Van’t Haff D. Hess
  3. de Broglie E. Dalton
  4. le Chatelier

(Chemistry 2A for grade XI Senior High School, nana strusna, 2010, hal 184)

Pembahasan :

Hubungan antara reaksi yang timbul pada system kesetimbangan dengan aksi yang diberikan dari luar dirumuskan oleh seorang ahli kimia berkebangsaan perancis, Henry Louis Le Chatelier, yang tekenal dengan asas Le Chatelier, yang menyatakan:

Jika pada suatu system yang berada dalam keadaan setimbang dilakukan suatu aksi(tindakan), maka system akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.

Jawaban C

 

  1. Reaksi CO2(g) + NO(g)  NO2(g)  +  CO(l) dilakukan dalam wadah 5L, pada keadaan awal terdapat 4,5 mol CO2 dan 4 mol NO. Sesudah kesetimbangan, NO yang masih tersisa 0,5 mol. Tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah . . . . . .
  2. 0,1125 D. 0,49
  3. 0,245 E. 0,06
  4. 0,355

(Kimia untuk SMA kelas XI Semester 1, Michael Purba, 2007,hal 232)

Pembahasan :

CO2(g) + NO(g)    NO2(g)  +  CO(l)

CO2 = 4,5 mol

NO = 4 mol

NO sisa = 0,5 mol

CO2(g)              +          NO(g)              NO2(g)              +          CO(l)

M         4,5 mol                        4 mol                  –                                     –

R         – 3,5 mol                     – 3,5 mol          +  3,5 mol                   +  3,5 mol

S        1 mol                           0,5 mol                          3,5 mol                         3,5 mol

 

Kc =         = 0,245

Jawaban B

 

  1. Kedalam bejana 1 liter dimasukan x mol CO dan X mol uap air. Jika tercapai kesetimbangan :           CO(g)  + H2O CO2(g)   + H2(g)

Ternyata ada ¼ x mol CO2, maka tetapan kesetimbangan Kc, bagi reaksi ini ialah . . . . .

  1. 1/4 D. 1/16
  2. 1/8 E. 1/32
  3. 1/9

(Kimia untuk SMA kelas XI Semester 1, Michael Purba, 2007,hal 232)

Pembahasan :

CO(g)                +          H2O             CO2(g)              +          H2(g)

M         x mol                             x mol                –                                  –

R         – ¼ x mol                     – ¼ x mol         +¼ xmol                      + ¼ x mol

S          0,75x mol                    0,75x mol        ¼ x mol                       ¼ x mol

Kc  =     = 1/3 x 1/3 = 1/9

Jawabannya : C

 

 

  1. Suatu kesetimbangan dikatakan dinamis, apabila dalam kesetimbangan…
  2. Reaksi ke kanan dan ke kiri telah terhenti
  3. Secara makroskopis reaksi berlangsung terus menerus
  4. Laju reaksi ke kanan lebih cepat dari laju reaksi ke kiri
  5. Secara mikroskopis reaksi tetap berlangsung kedua arah
  6. Jumlah mol zat pereaksi selalu sama dengan jumlah mol hasil reaksi

 

( Kimia SMA XI, Sandri justiana- Muchtariadi, Yudhistira, 2009, h. 131 )

Jawaban : D

          Pembahasan:

          Bersifat dinamis artinya secara mikroskopis reaksi berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya, yang mana dapat dilihat dari perubahan suhu, tekanan, konsentrasi atau warnanya.contohnya pada reaksi berikut :

          N2O4 (g)          ↔        2NO2

             (Tak berwarna)                      (coklat)

          Bila sejumlah gas N2O4 dimasukkan kedalam botol tertutup, gas yang semula tak berwarna secara perlahan-lahan akan berubah menjadi coklat. Pada awalnya perubahan itu tidak tampak namun secara bertahap akan semakin menjadi coklat, pada suatu saat warna tersebut akan tidak bertambah pekat, pada saat itulah terjadi kesetimbangan. Pada saat kesetimbangn tersebut masih ada gas N2O4, hal ini dapat dibuktikan dengan mendinginkan tabung tersebut. Pada saat didinginkan warna coklat semakin pucat, ini menunjukkan bahwa gas N2O4 terbentuk lebih banyak. Jadi, pada saat setimbang baik pereaksi maupun hasil reaksimasih tetap ada dalam sistem.

  1. Pada suhu tertutup yang tekanannya 10 atm, terdapat dalam keadaan setimbang 0,3 mol gas SO2 ; 0,1 mol gas SO3 ; 0,1 mol gas O2 dengan reaksi :

 

2SO3 (g) 2SO2 (g) + O2 (g)

Nilai Kp pada suhu tersebut adalah…

  1. 36 atm
  2. 18 atm
  3. 19 atm
  4. 4,5 atm
  5. 0,05 atm

 

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h. 131 )

 

Jawaban : B

Pembahasan :

Diket : tekanan (P)           = 10 atm

          nSO2 = 0,3 mol

          n SO3 = 0,1 mol

          n O2  =0,1 mol

Ditanya, Kp ?

PSO2 =  x P total           P SO3 =                         P O2 =

          =                   = 2 atm                                           = 2 atm

          = 6 atm

Kp      =    

           =        

          =

          = 18 atm

  1. Pada reaksi kesetimbangan :

PCl5 (g)PCl3 (g) + HCl (g)

Pada suhu 27oC mempunyai nilai Kc = 0,04. Nilai Kp pada kesetimbangan tersebut adalah..

  1. 0,0885
  2. 0,0984
  3. 0,885
  4. 0,984
  5. 1,080

 

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, h. 174 )

Jawaban : D

Pembahasan :

PCl5 (g)PCl3 (g) + HCl (g)

Diket : Kc= 0,04

           T = 27 + 273 = 300 K

Kp = Kc (RT)Δn

             = 0,04 ( 0,082 x 300 )

          = 0,04 x 24,6

          = 0,984

  1. Dalam ruang 1 liter terdapat kesetimbangan antara gas N2, H2dan NH3 dengan persamaan reaksi :

2NH3 (g) N2 (g) + 3H2 (g)

Pada kesetimbangan tersebut terdapat dalam 0,01 mol N2 ; 0,01 mol H2 ; 0,05 mol NH3. Nilai tetapan kesetimbangan reaksi adalah..

  1. 2 x 10-8
  2. 5 x 10-5
  3. 5 x 10-10
  4. 4 x 10-6
  5. 2 x 10-10

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, h. 169 )

 

Jawaban : D

Pembahasan :

2NH3 (g) N2 (g) + 3H2 (g)

Kp =

          =

          =

          = 4 x 10-6

  1. Dalam ruang 1 liter sebanyak 0,6 mol gas PCl5 dipanaskan menurut reaksi :

PCl5 (g)PCl3 (g) + Cl2 (g)

Dalam kesetimbangan dihasilkan 0,2 mol gas Cl2 jika temperatur pada ruangan 300 K dan harga R = 0,082 , harga Kpadalah…

  1. 0,04 atm
  2. 0,10 atm
  3. 1,64 atm
  4. 2,46 atm
  5. 6,05 atm

( kimia SMA XI, Sri rahayu, Ratih, Tine maria kuswati. Bumi aksara.h. 154 )

Jawaban : D

Pembahasan :

  PCl5(g) PCl3 (g) Cl2 (g)
Mula-mula 0,6 mol
Terurai 0,2 mol
Setimbang 0,4 mol 0,2 mol 0,2 mol

 

Kc =

          =

          = 0,1

Kp = Kc (RT)Δn

= 0,1 x (0,082 x 300)1

= 2,46 atm

  1. Diantara persamaan reaksi kesetimbangan berikut ini akan bergeser ke kanan jika tekanan diperbesar, yaitu..
  2. S (s) + O2(g)SO2(g)
  3. H2(g) + I2(g)2HI (g)
  4. 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
  5. C (s) + O2(g) CO2(g)
  6. N2(g) + 3H2(g)↔ 2NH3(g)

 

( Kimia SMA XI, Sandri justiana- Muchtariadi, Yudhistira, 2009, h. 132 )

 

Jawaban : E

Pembahasan :

          Dapat kita lihat bahwa pada persamaan N2(g) + 3H2(g)↔ 2NH3(g) jumlah mol diruas kiri (4)  > jumlah mol diruas kanan (2)

          Kemudian jika tekanan diperbesar maka volume akan berkurang, reaksi akan bergeser kejumlah mol yang paling kecil yaitu pada ruas kanan. Jadi, reaksi akan bergeser ke arah kanan.

  1. Pada ToCdalam ruangan yang bervolume 10 liter dipanaskan 0,6 mol SO3 hingga terdisosiasi 50 % menurut persamaan reaksi :

2SO3(g)2SO2(g) + O2(g)

          Nilai tetapan kesetimbangan (Kc ) untuk reaksi tersebut adalah …

  1. 0,010
  2. 0,015
  3. 0,020
  4. 0,025
  5. 0,030

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h. 132 )

Jawaban : B

Pembahasan :

Diket : volume = 10 liter

          Mol zat awal  SO3 = 0,6 mol

          α = 50 %

α=

mol zat terurai = α xmol SO3awal

                      = 50 % x 0,6

                      = 0,3

          2SO3(g)                      2SO2(g)              +         O2(g)

m :     0,6 mol                      –                                      –

t   :    – 0,3 mol                    + 0,3 mol                       + 0,15 mol

s   :    0,3 mol                      0,3 mol                           0,15 mol

[SO3] =  = 0,03

[SO2] =  = 0,03

[O2] =  = 0,015

Kc =

          =

          =

          = 0,015

  1. Dalam ruang tertutup yang volumenya 10 liter pada suhu dan tekanan tertentu 0,1 mol gas N2O4 terdisosiasi dengan derajat disosiasi (a) = 0,5 menurut persamaan reaksi :

N2O4 (g)2NO2 (g)

Nilai tetapan kesetimbangan (Kc) pada reaksi tersebut adalah…

  1. 0,02
  2. 0,05
  3. 0,10
  4. 0,20
  5. 0,50

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, h. 173 )

Jawaban : A

Pembahasan :

α =

mol zat terurai = α x         mol N2O4 awal

                   = 0,5 x 0,1

                   = 0,05

N2O4 (g)2NO2 (g)

m :    0,1 mol          –

t  :     0,05 mol     +0,1 mol

s  :     0,05 mol        0,1 mol

[N2O4] =  = 0,005                                             Kc =

[NO2] =  = 0,01                                                  =                        

                                                                               =

                                                                               = 0,02

  1. Diketahui reaksi kesetimbangan : FeO4(s) + CO (g)Fe (s) + CO2(s). Jika pada saat setimbangan terdapat 0,2 mol Fe3O4, 0,3 mol CO, 0,6 mol Fe dan 0,1 mol CO2 dan tekanan total sebesar 3 atm maka harga Kp adalah…
  2. 0,23
  3. 0,43
  4. 63
  5. 0,33
  6. 0,53

 

( kimia SMA XI, Sri rahayu, Ratih, Tine maria kuswati. Bumi aksara.h. 163 )

Jawaban : D

Pembahasan :

FeO4(s) + CO (g)Fe (s) + CO2(s)

PCO =  x P total

PCO =  x 3 atm

          = 0,6

P CO2  =  x 3 atm

          = 0,2

Kp =

          =

          = 0,33

  1. Untuk kesetimbangan A + B Apabila diketahui tekanan gas parsial PA = 0,1, PB = 02 dan Pc = 0,3 maka Kp adalah…
  2. 12
  3. 15
  4. 16
  5. 18
  6. 20

 

( Kimia SMA XI, Sandri justiana- Muchtariadi, Yudhistira, 2009, h. 139 )

 

Jawaban : B

Pembahasan :

Kp =

          =  = 15

Jadi, harga Kp adalah = 15

  1. Rumusan hukum kesetimbangan bagi reaksi kesetimbangan

Cu2+(aq) + Zn (s)Cu (s) + Zn2+ (Aq)

Adalah…

  1. K =
  2. K =
  3. K =
  4. K =
  5. K =

 

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, h. 172 )

Jawaban : D

Pembahasan :

          Nilai Kc untuk reaksi kesetimbangan heterogen

          Karena jika terdapat larutan dan fase padat yang menentukan Kc nya adalah larutan zat yang berwujud padat tidak mempunyai konsentrasi, dan pada reaksi yang melibatkan larutan dan fase padat, air yang hanya berfungsi sebagai pelarut dianggap tidak ikut beraksi, jika ikut bereaksi konsentrasinya dianggap tetap karena jumlahnya yang yang jauh lebih besar dibandingkan zat lainnya.

  1. Dalam ruang 1 liter, pada temperatur 27oC terdapat kesetimbangan

PCl5 (g)PCl3 (g) + Cl2 (g)

Jika pada keadaan tersebut harga Kc = 0,25 M dan R = 0,082 L atm K-1 mol -1 berapa harga Kp zat tersebut …

  1. 7,15 atm
  2. 6,5 atm
  3. 6,20 atm
  4. 6,13 atm
  5. 7,0 atm

 

( kimia SMA XI, Sri rahayu, Ratih, Tine maria kuswati. Bumi aksara.h. 144 )

Jawaban : D

Pembahasan :

T = 273 + 27 = 300 K

Kp = Kc (RT)Δn

          = 0,25 M x ( 0,082 L atm K-1 mol -1 x 300 )1

             = 6,13 atm

  1. Reaksi homogen yang tidak pengaruhi oleh perubahan volume adalah…
  2. 2NO22NO + O2
  3. 2NH3N2 + 3H2
  4. PCl5 PCl3 + Cl2
  5. 2HCl ↔ H2 + Cl2
  6. B dan c benar

 

( Kimia SMA XI, Sandri justiana- Muchtariadi, Yudhistira, 2009, h. 132 )

 

Jawaban : D

Pembahasan :

          Bila volume diperbesar kesetimbangan akan bergeser menuju keruas dengan jumlah molekul atau partikel ( jumlah koefisien reaksi ) yang besar.

          Jadi, pada reaksi 2HCl ↔ H2 + Cl jumlah koefisien pada ruas kiri dan kanan yaitu sama sehingga tidak dipengaruhi oleh volume.

( Kimia SMA XI, Unggul Sudarmo, Phibeta, 2006, h. 123 )

  1. Pada reaksi kesetimbangan :

CO + H2O CO2 + H2

Nilai K = 0,80. Untuk menghasilkan 4 mol H2 4 mol H2 per liter dari 6 mol H2O perliter, jumlah gas CO yang ditambahkan adalah..

  1. 20 mol L-1
  2. 16 mol L-1
  3. 14 mol L-1
  4. 12 mol L-1
  5. 10 mol L-1

( Chemistry 2A, Nana Sutresna, Facil, 2010, h. 185 )

Jawaban : A

Pembahasan :

CO  +  H2  CO2  +  H2

M: x        6 mol       –           4 mol

B: 4 mol    4 mol    4mol    4 mol

S: (x-4)      2mol     4mol    8mol

Kc =

          =

          =

1,6 x – 6,4 = 32

1,6 x = 32 + 6,4

1,6 x = 38, 4

X =  = 24 mol

CO = x – 4

          = 24 -4

          = 20 mol/L

  1. Pada suhu ToC dalam sebuah bejana V liter terdapat kesetimbangan 2X (g) 3Y (g). Harga Kp pada suhu tersebut adalah ½ . apabila harga Px = 4 atm, harga Py pada suhu tersebut … atm
  2. 1,3
  3. 2,0
  4. 5,0
  5. 8,0
  6. 32,0

(Kimia SMA XI, Muctariadi- Sandri Justiana, Quadra, 2007, h. 162 )

 Jawaban : B

Pembahasan :

Kp = ½

Harga Px = 4 atm

Ditanya, Py ?

 

Kp =

½ =

½ =

8 = [PY ]3

Y = 2,0

 

  1. Tetapan kesetimbangan reaksi 2BaO2(s)2BaO (s) + O2(g) diberikan oleh…
  2. Kc =
  3. Kc =
  4. Kc =
  5. Kc =
  6. Kc = [ O2 ]

(Panduam belajar Kimia 2A, Riandi Hidayat, Yudhistira, 2014, h. 114 )

Jawaban : E

Pembahasan :

Karena jika terdapat fase gas dan fase padat yang menentukan Kc adalah fase gas. Pada Kc solid dan liquid diabaikan karena tekanan  dan konsentrasinya sangat kecil sehingga diabaikan. Dan juga solid dan liquid diabaikan karena pergerakan partikel solid dan liquid itu sangat lambat sehingga tidak mempengaruhi kesetimbangan.

 

  1. Pada Suhu T°C dalam sebuah bejana 5 liter terdapat kesetimbangan berikut :

2X(g) Û 3Y(g). Nilai Kp pada suhu tersebut adalah 1/2 . Bila nilai Px = 4 atm, maka nilai PY pada suhu tersebut adalah . . . .

  1. 3 atm
  2. 0 atm
  3. 6 atm
  4. 0 atm
  5. 0 atm

(Mustafal Bakri, 2012, SPM (Serial Pendalam Materi), jakarta : Esis. Hal. 93.)

Pembahasan :

Kp =

½  =

½  =

Py = 2 atm (jawaban : B)

 

  1. Pada keadaan kesetimbangan kimia, pernyataan berikut yang benar adalah . . . .
  2. Mol pereaksi yang berubah sama dengan mol zat yang terbentuk
  3. Konsentrasi zat – zat dalam campuran reaksi tidak berubah
  4. Laju reaksi maju lebih cepat daripada laju reaksi balik
  5. Mol zat pereaksi sama dengan mol zat hasil reaksi
  6. Reaksi telah berganti

(Mustafal Bakri, 2012, SPM (Serial Pendalam Materi), jakarta : Esis. Hal. 95.)

Jawab : B

Pembahasan :

Pada suatu reaksi yang telah mencapai keadaan setimbang maka konsentrasi zat-zat dalam campuran reaksi tidak berubah.

 

  1. Dalam bejana bervolume 2 L terdapat keetimbangan reaksi N2(g) + 3H2(g) Û 2NH3(g). pada keadaan setimbang terdapat 2 mol N2, 4 mol H2, dan 8 mol NH3. Harga tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah ….
  2. 0,5
  3. 1,0
  4. 1,5
  5. 2,0
  6. 2,5

(Muchtaridi dan sandri justiana, 2007, kimia 2 SMA kelas XI, Bandung : Quadra. Hal.161. No. 18)

Jawab:

N2(g) + 3H2(g) Û 2NH3(g).

Kc =

Kc =

 

Kc = 16/8

Kc = 2

Jawaban : D

 

 

  1. Pada reaksi kesetimbangan CO(g) + H2O(g) Û H2(g) + CO2(g) tetapan kesetimbangannya =  1,00. Banyaknya mol CO yang ditambahkan kedalam 3 mol H2O supaya terbentuk 2 mol H2 dan CO2 adalah . . . .
  2. 3 mol
  3. 4 mol
  4. 4/3 mol
  5. ¾ mol
  6. 6 mol

Jawab :

Kc =

1  = =

3 CO = 4

CO = 4/3 mol

Jawab: C

 

  1. Pada temperatur 200 K , harga Kc untuk suatu reaksi kesetimbangan gas adalah

2PQ(g) Û P2(g) + Q2(g) adalah 473. Jika R= 0,082 atm mol-1 K-1 maka harga Kp untuk reaksi tersebut adalah . . . .

  1. 0,01
  2. 100
  3. 236,5
  4. 473
  5. 946

Sri rahayu Ningsih, 2001, Sains Kimia Kelas XI, Jakarta: Bumi Aksara. Hal. 144. No. 14

Jawab :

Diket : 2PQ(g) Û P2(g) + Q2(g)

                Kc = 473

R = 0,082

T = 200 K

Dn = 0

dit : Kp

penye: Kp = Kc (RT)Dn

                Kp = 473 (0,082 x 200 )0

                Kp = 473 (16,4)0

Kp = 473  (1)

Kp = 473

Jawaban : D

 

  1. Pada temperatur tinggi, bila gas karbon monoksida bereaksi dengan gas hydrogen akan menghasilkan methanol seperti pada persamaan reaksi berikut ini.

CO(g) + 2H2(g) Û CH3OH(g)

Bila 0,4 mol CO dan 0,30 mol H2 Bereaksi dalam wadah 1 L dan mencapai kesetimbangan ternyata terbentuk 0,06 mol CH3OH. Nilai Kc untuk reaksi tersebut adalah . . . .

  1. 0,50
  2. 0,98
  3. 1,70
  4. 2,0
  5. 5,4
  6. Haris Watoni, 2014, Kimia untuk SMA Kelas XI kelompok peminatan Matematika dan IPA, Bandung : Yrama Widya. Hal. 206. No.7.

Jawab :

Diket : CO = 0,4 mol

H2 = 0,30 mol

CH3OH = 0,06 mol

Dit : Kc

Penye : Kc = [CH3OH] / [H2]2 [CO]

Kc = 0,06 / [0,30]2 [0,40]

Kc = 0,06 / (0,09) (0,4)

Kc = 0,06/0,036

Kc = 1,6667 ~ 1,7

Jawab : C

 

  1. Pada suhu tertentu dalam ruang 10 L terdapat Kesetimbangan dari reaksi

2SO­3(g) Û  2SO2(g) + O2(g)

Apabila 80 gr SO3 (S= 32, O = 16) dipanaskan hingga tercapai keadaan setimbang pada suhu tersebut, didapat perbandingan mol SO3 : O2 = 2: 1 Tetapan Kesetimbangan dari reaksi adalah . . . .

  1. 25

b.2,5

  1. 0,4
  2. 0,04
  3. 0,025

Jawab :

Diket : gr SO3 = 80 gr

SO3 : O2 = 2 : 1

V = 10 L

2SO­3(g) Û  2SO2(g) + O2(g)

Dit : Kc

Penye :

n =

n =

 

n =

n =

2SO­3(g) Û        2SO2(g)                 +          O2(g)

m =      1 mol               –                                   –

b =       -2xmol             +2x mol                       + x mol

s =       1 – 2x mol       2x mol                         x mol

 

Perbandingan SO3/ O2  = 2/1

Maka =

1- 2x = 2x

1 = 2x + 2x

1 = 4x

X = ¼ = 0,25

 

Jadi : SO3 :  1 – 2x = 1 – 2(0,25)

= 1 – 0,5

= 0,5

2SO­2 : 2 x = 2 (0,25)

= 0,5

O2 : x = 0,25

 

Kc =

Kc =

Kc =

Kc = 0,025

Jawaban : E

 

  1. Pada temperatur 900 K , reaksi :

2SO­2(g) + O2(g) Û  2SO3(g) , mempunyai nilai Kp = 0,345. Dalam keadaan setimbang dari ketiga campuran gas tersebut, tekanan parsial SO2 dan O2 masing – masing adalah 0,215 atm dan 0,679 atm. Nilai tekanan parsial gas SO3 dalam keadaan setimbang adalah . . . . atm.

  1. 0,0504
  2. 0,1040
  3. 0,0108
  4. 0,3020
  5. 0,0910

(A. Haris Watoni, 2014, Kimia untuk SMA Kelas XI kelompok peminatan Matematika dan IPA, Bandung : Yrama Widya. Hal. 206. No.8.)

Jawab :

Diket : kp = 0,345

P SO2 = 0,215 atm

P O2 = 0,679 atm

Dit : SO3

Penye :

Kp =

0,345 =

0,345 =

P(SO3)2 = 0,01082

P(SO3) =

P (SO3) = 0,1040 atm  (Jawaban : B)

 

  1. Nilai Kc dari reaksi sintesis ammonia berikut pada suhu 375 ° C adalah 1,2.

N2(g) + 3H2(g) Û 2NH3(g)

Berapa nilai Kp reaksi ini ?

  1. 4,1 x 10-8
  2. 1,3 x 10-3
  3. 4,2 x 10-4
  4. 3,4 x 103
  5. 3,4 x 104

(A. Haris Watoni, 2014, Kimia untuk SMA Kelas XI kelompok peminatan Matematika dan IPA, Bandung : Yrama Widya. Hal. 206. No.12.)

Jawab :

Diket : Kc = 1,2

T = 375°C (375 + 273 = 648 ° K)

N2(g) + 3H2(g) Û 2NH3(g)

 

Dit : Kp

Penye :

Dn = ruas kanan – ruas kiri

= 2 – 4 = -2

Kp = Kc (RT)Dn

Kp = 1,2 (0,082 x 648)2

Kp = 1,2 / (2823,434496)

Kp = 0.0004250143

Kp = 4.2 x 10-4

Jawaban : C

 

 

  1. Pada reaksi kesetimbangan 2HI(g) Û H2(g) + I2(g) , 0,1 mol HI dipanaskan sehingga terbentuk 0,02 mol I2. Derajat disosiasi HI adalah . . . .
  2. 0,2
  3. 0,3
  4. 0,4
  5. 0,5
  6. 0,6

(Riandi Hidayat, 2014, Panduan Belajar kimia 2A,Jakarta: Yudistira. Hal. 131. No. 24)

Jawab :

Diket : 2HI(g) Û H2(g) + I2(g)

                I2 : 0,02 mol

HI = 0,1

 

a =

 

a =  = 0,2

Jawaban : A

 

  1. Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut . 2 NaHCO3(s) Û Na2CO3(s) + H2O(g) + CO2(g).

Jika natrium hidrogen karbonat dipanaskan dalam ruang hampa pada suhu tertentu, tekanan dalam sistem kesetimbangan adalah P atm. Tetapan kesetimbangan Kp bagi reaksi ini adalah . . . .

  1. Kp = P
  2. Kp = 2P
  3. Kp = ¼ P2
  4. Kp = p2
  5. Kp = ½ P2

(Riandi Hidayat, 2014, Panduan Belajar kimia 2A,Jakarta: Yudistira. Hal. 130. No.15. )

Jawab:

2 NaHCO3(s) Û Na2CO3(s)  + H2O(g) + CO2(g)

Kp = [H2O] [CO2]

Kp = (P) (P)

Kp = P2

Jawaban : D

 

 

  1. Pada suhu 700 K terjadi reaksi kesetimbangan :

CO2(g) + H2(g) Û CO(g) + H2O(l) dengan nilai Kc = 0,11

Nilai Kp untuk reaksi tersebut adalah . . . .

  1. 0,99
  2. 9,99
  3. 0,11
  4. 11,0
  5. 110

(A. Haris Watoni, 2014, Kimia untuk SMA Kelas XI kelompok peminatan Matematika dan IPA, Bandung : Yrama Widya. Hal. 207. No.15.)

Pembahasan

Kp = Kc (RT)Dn

= 0,11 (0,082 x  700)0

= 0,11 (1)

= 0,11

Jawaban: C

 

  1. Dalam ruang 1 liter dimasukkan gas SO3 sebanyak 6 mol dan terurai menurut persamaan reaksi : 2 SO3(g) Û 2 SO2(g) + O2(g)

Setelah reaksi berada dalam keadaan setimbang didapatkan gas oksigen sebanyak 2 mol. Nilai Kc reaksi tersebut adalah . . . .

  1. 4
  2. 6
  3. 8
  4. 10
  5. 12

(Mustafal Bakri, 2012, Seri Pendalaman Materi Kimia  untuk SMA / MA, Jakarta : esis. Hal. 96. No 10)

Jawab :

2 SO3(g)                 Û       2 SO2(g)                +          O2(g)

M =     6 mol                          –                                   –

B =      – 4 mol                         + 4 mol                        +2 mol

S =       2  mol                          4 mol                           2 mol

 

Kc

Kc

Kc

Kc = 8 (Jawaban : C)

 

  1. Dalam suatu ruangan 2 liter direaksikan 4 mol gas A dan 6 mol gas B dengan reaksi sebagai berikut : 2A(g) + 3B(g) Û 2C(g) + 2D(g)

Setelah tercapai kesetimbangan didapatkan gas A tersisa sebanyak 2 mol. nilai tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi tersebut adalah . . . .

  1. 1/3
  2. 2/3
  3. 1/27
  4. 8/27
  5. 3/32

(Mustafal Bakri, 2012, Seri Pendalaman Materi Kimia  untuk SMA / MA, Jakarta : esis. Hal. 96. No 11)

Jawab :

2A(g)      +          3B(g)      Û        2C(g)      +                      2D(g)

M =     4 mol               6 mol               –                                   –

B =      – 2 mol             – 3 mol             + 2 mol +                     2 mol

S =       2 mol               3 mol               2 mol                           2 mol

 

Kc =

Kc =

Kc =  =  = 1 x  =

Jawaban : D

 

 

  1. 0,08 mol SO3 terurai dan terbentuk 0,1 mol SO2, maka derajat disosiasi SO3 sebesar . . . .
  2. 1,25
  3. 3,00
  4. 4,25
  5. 5,25
  6. 6,15

pembahasan

2SO3 Û 2SO­2 + O2

Mol terurai = 0.1 mol

Mol mula – mula = 0,08

a = Jumlah zat terurai / jumlah zat mula-mula

a =

a = 1,25