Kumpulan Soal dan Pembahasan Ikatan Kimia

Unduh soal pembahasan Ikatan Kimia untuk kelas XII SMA/MA

Soal dan pembahasan Ikatan Kimia dari berbagai penerbit buku seperti Erlangga oleh Michael Purba KTSP 2006 dan Unggul Sudarmo Kurikulum 2013, Yudhistira, Platinum, Grafindo, Phißeta dan Esis

Download File dalam format .doc agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Google Drive | Zippyshare | Mirror

Soal dan Pembahasan 

 

  1. Setiap unsur mampu membentuk ikatan kimia karena memiliki ….
  2. Elekcron valensi
  3. Kecendrungan membentuk konfigurasi electron gas mulia
  4. Lintasan electron
  5. Neutron dalam inti atom
  6. Proton dan neutron

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 72)

(Jawaban: B)

Pembahasan:

Unsur-unsur gas mulia sukar bereaksi karena unsur-unsur tersebut tergolong unsur yang stabil. Menurut G. N. Lewis dan W. Kossel, kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh electron valensinya yang berjumah delapan, keculi He yang hanya memiliki dua electron. Setiap atom dalam pembentukan senyawa membentuk konfigurasi electron yang stabil, yaitu konfigurasi electron gas mulia yang disebut konfigurasi octet atau kaidah oktet, sedangkan Helium disebut kaidah duplet. Atom-atom suatu unsur berusaha mencapai konfigurasi octet atau duplet dengan cara berikatan dengan atom-atom lain. Ikatan yang terjadi dapat berupa ikatan ion, kovalen dan kovalen koordinasi.

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 51)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Diantara sifat berikut ini yang bukan sifat senyawa ion adalah …
  2. Rapuh
  3. Titik leleh tinggi
  4. Larutan dapat menghantar listrik
  5. Lelehannya dapat menghantar listrik
  6. Padatannya dapat menghantar listrik

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 134)

                                                                                    (Jawaban: D)

Pembahasan:

Sifat senyawa ion, yaitu:

– Kristalnya keras tetapi rapuh

– Mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi

– Mudah larut di dalam air

– Dapat menghantar arus listrik dalam keadaaan cair dan larutan, tetapi dalam padatan tidak bisa.

(Kimia SMA/ MA Kelas X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, 100)

 

  1. Perbedaan antara ion Na+dengan atom natrium adalah:
  2. Ion Nakelebihan 1 proton
  3. Ion Nakelebihan 1 elektron
  4. Ion Nakekurangan 1 elektron
  5. Ion Nakekurangan 1 proton
  6. Ion Nakekurangan 1 neutron

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 101)

                                                                              (Jawaban: C)

Pembahasan:

Ion Namemiliki ion positif maka kekurangan satu elektronnya, dari yang 11 nomor atomnya menjadi 10 disebabkan melepaskan 1 elektron. Ion Naini melepaskan 1 elektron untuk mencapai kestabilannya.bedadengan Na yang nomor atomnya 11. Dilihat dari konfigurasi elektronnya:

Na+ : 2 8

Na  : 2 8 1

Dilihat ev nya makanya, Na+ kekurangan elektronnya.

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 109)

 

  1. Di antara zat berikut ini, yang mengandung ikatan ion adalah:
  2. Es batu
  3. Silikon
  4. Perunggu
  5. Batu kapur
  6. Gula

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 101)                                                                        (Jawaban: D)

Pembahasan:

Batu kapur mengandung ikatan ion karena rumus senyawa batu kapur adalah CaSO4. Dimana dalam senyawa tersebut terdapat unsur Ca yang merupakan logam. Es batu merupakan air, silikon bukan logam, gula juga bukan merupakan logam. Dan juga +                  CaSO4

Logam + non logam = ikatan ion

(Kimia Untuk SMA/MA kelas X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 97)

 

  1. Unsur yang mengikat dua electron untuk mendapatkan konfigurasi electron yang stabil adalah ….
  2. 11Na 19K
  3. 14Si 20Ca
  4. 16S

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 72)

(Jawaban: C)

Pembahasan:

Untuk mencapai konfigurasi electron yang stabil harus mencapai jumlah electron valensi berjumlah delapan, yaitu konfigurasi electron gas mulia yang disebut konfigurasi octet. Sehingga untuk mengikat dua electron atom yang mengikatnya adalah harus memiliki jumlah electron enam electron valensinya yaitu S, dengan konfigurasi elektronnya: 2 8 6.

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 51)

 

  • Diketahui nomor atom unsur:

A= 3                      D= 12

B= 4                      E= 9

C= 11                    F= 17

Ikatan paling ionic dapat terbentuk antara ….

  1. A dengan E
  2. A dengan F
  3. C dengan E
  4. C dengan F
  5. B dengan F

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 101)

                                                                                                            (Jawaban: C)

Pembahasan:

Konfigurasi electron pada soal ini yaitu:

3A= 2 1            12D= 2 8 2

4B= 2 2            9E= 2 7

11C= 2 8 1        17F= 2 8 7

Pada konfigurasi yang ikatan ionic paling kuat yaitu yang bisa mencapai kestabilan sesuai dengan kaidah octet, yang menurut G. N. Lewis dan W. Kossel, kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh electron valensinya yang berjumah delapan, keculi He yang hanya memiliki dua electron. Sehingga didapatkan jawabannya yaitu C dengan F, yang unsur C melepas satu electron sedangkan yang unsur F menerima satu electron agar stabil.

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 79)

 

  • Diketahui beberapa unsur dengan konfigurasi electron sebagai berikut:

P: 2 8 7                  S: 2 8 8

Q: 2 8 8 1              T: 2 8 18 4

R: 2 8 18 2

Diantara unsur di atas, yang paling stabil (paling sukar membentuk ikatan kimia) adalah ….

  1. P
  2. Q
  3. R
  4. S
  5. T

(Kimia IA, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 133)

                                                                                    (Jawaban: D)

 

Pembahasan:

Unsur yang paling stabil atau yang paling sukar berekasi yaitu adalah unsur golongan gas mulia. Gas mulia mempunyai kofigurasi penuh, yaitu konfigurasi octet yaitu yang memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya. Pada soal, jumlah masing masing konfigurasi electron sangat beragam, tetapi yang sangat stabil dan paling sukar membentuk ikatan kimia yaitu  S dengan jumlah electron 18, yang electron terluarnya 8, dan sangat stabil dan tidak bisa berikatan lagi dengan unsur lain.

(Kimia IA, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 99)

 

  1. Kelompok senyawa yang semuanya berikatan ion adalah ….
  2. NH3, CO2, dan H2O
  3. CH4, NaCl, dan CaCl2
  4. NaCl, HCl, dan H2O
  5. KCl, NaI, dan MgBr2
  6. H2, Cl2, dan NaI

(Sains Kimia SMA Kelas X, Ratih dkk, Bumi Aksara, 2002, Hal: 68)

                                                                                    (Jawaban: D)

Pembahasan:

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negative. Ikatan ion terbentuk dari unsur logam dan unsur nonlogam. Hal ini terjadi karena antara unsur logam dan nonlogam terdapat perbedaan daya tarik electron yang cukup besar sehingga terjadi serah terima electron. Tidak semua unsur logam dan nonlogam membentuk ikatan ion, senyawa ion bila dilarutkan dalam air maka akan terurai menjadi ion-ionnya, karena itu larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik.

(Sains Kimia SMA Kelas X, Ratih dkk, Bumi Aksara, 2002, Hal: 53)

 

  • Unsur bernomor atom 17 paling mudah berikatan ion dengan unsur bernomor unsur ….
  1. 3 16
  2. 11 19
  3. 13

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 72)

(Jawaban: E)

 

 

Pembahasan:

Unsur bernomor atom 17 adalah tergolong usnur yang memiliki konfigurasi elektronnya adalah 2 8 7, berarti tergolong usnsur bergolongan VII, dan berarti jumlah electron yang diterima yaitu 8-7 = 1, sehingga memerlukan 1 elektron yang diperlukan agar unsur tersebut stabil. Atom-atom unsur yang cenderung menerima electron memiliki afinitas electron atau keelektronegatifan yang relatif besar. Unsur ini merupakan unsur nonlogam. Jawabnnya E, karena unsur yang bernomor 19 dengan konfigurasi 2 8 8 1, unsur ini melepaskan 1 elektronnya, agar dia juga stabil dan dapat berikatan ion. Dan juga saat melepaskan elektronnya, yang dilihat juga yaitu energy ionisasinya. Energy ionisasi yaitu energy minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepas suatu electron paling luar yang terikat paling lemah membentuk ion positif, maka dari itu kenapa tidak E, jika E bisa juga, tapi kita lihat energy ionisasi pada suatu periode dari kiri ke kanan energy ionisasinya semakin besar, dalam suatu golongan dari bawah ke atas energy ionisasinya semakin besar.

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 53)

 

  1. Diketahui beberapa unsur dengan energy ionisasi (dalam kJ mol-1) sebagai berikut. Na = 500; Li = 520; B = 800; Be = 900; F= 1.681; Ne = 2.081.

Ikatan paling ionic dapat terbentuk antara pasangan unsur ….

  1. Na dengan F Na dengan Ne
  2. F dengan Ne Na dengan Li
  3. B dengan Be

(Kimia IA, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 133)

                                                                                    (Jawaban: A)

 

 

Pembahasan:

Energy ionisasi adalah energy minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepas suatu electron paling luar yang terikat paling lemah membentuk ion positive. Dalam suatu periode semakin kekanan semakin besar energy ionisasinya, sehingga jika diliat dalam soal, untuk pasangan unsur yang paling dapat terbentuk yaitu Na dan F, kita tahu bahwa F merupakan golongan VIIA yang harus menyerap 1 elektron agar stabil. Jika kita lihat pada energy ionisisasi, Ne paling besar, tetapi Ne adalah golongan VIIIA, golongan gas mulia, yang sudah stabil sehingga sukar untuk bereaksi.

(Chemistry IA, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2010, Hal: 50)

  1. Diantara pasangan unsur berikut yang dapat membentuk senyawa ion adalah ….
  2. C (Z = 6) dan Cl (Z = 17)
  3. N (Z = 7) dan H (Z = 1)
  4. C (Z = 6) dan O (Z = 8)
  5. Mg (Z = 12) dan Cl (Z = 17)
  6. P (Z = 15) dan O (Z = 8)

(Sains Kimia SMA Kelas X, Ratih dkk, Bumi Aksara, 2002, Hal: 69)

(Jawaban: D)

Pembahasan:

Konfigurasi electron:


6C = 2 4

17Cl = 2 8 7

7N = 2 5

1H = 1

8O = 2 6

12Mg = 2 8 2

15P = 2 8 5

 

Dalam membentuk ikatan ion, harus ada unsur yang melepas den menerima electron, dan juga harus memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Pembentukan senyawa yang terbentuk yaitu:

Mg                              Mg2+ + 2e

(2 8 2)                         (2 8)

Cl     +    1 e–                             Cl  x 2

(2 8 7)                         (2 8 8)

Mg2+ +  Cl                        MgCl2

Electron yang dilepaskan Mg adalah 2, sedangakan Cl hanya menerima 1 elektron. Oleh karena itu, diperlukan 2 atom Cl (dikalikan 2) sehingga elektorn yang dilepaskan sama dengan electron yang diterima. Ikatan yang terjadi antara Mg2+dengan 2Cladalah ikatan ion. Rumus kimia, yaitu MgCl2.

(Sains Kimia SMA Kelas X, Ratih dkk, Bumi Aksara, 2002, Hal: 53)

 

  1. Dua buah unsur memiliki notasi dan . Bila kedua unsur tersebut berikatan maka senyawa yang dihasilkan adalah ….
  2. XY2 X2Y2
  3. XY3 X2Y
  4. X2Y

(Sains Kimia SMA Kelas X, Ratih dkk, Bumi Aksara, 2002, Hal: 69)

(Jawaban: B)

Pembahasan:

Pada ikatan kimia untuk membentuk suatu senyawa harus ada ikatan yang mana adanya gaya tarik-menarik listrik antara ion yang berbeda muatan yang biasa disebut ikatan ion.

13X= 2 8 3 (golongan IIIA) membentuk ion X3+
17Y= 2 8 7 (golongan VIIA) membentuk ion Y
Sehingga membentuk dengan senyawa XY3

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 81)

 

  1. Unsur X dan Y membentuk senyawa dengan rumus kimia XY3. Kemungkinan nomor atom X dan Y adalah ….
  2. 3 dan 5 5 dan 9
  3. 3 dan 9 7 dan 13
  4. 5 dan 7

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 102)

(Jawaban: D)

Pembahasan:

XY3  adalah hasil perkalian silang antara muatannya. Sehingga, X memiliki muatan +3, yaitu X3+  dan Y memiliki muatan -1 yaitu Y. Maka, jika X3+, konfigurasi elektronnya yaitu 2 3 melepaskan 3 elektron, sehingga nomor atomya 7  dan konfigurasi electron Y yaitu 2 7,  sehingga menarik 1 elektron, jadi nomor atomnya adalah 9. Dengan berpatokan pada aturan octet, maka rumus empiris senyawa ion dari suatu pasangan logam-nonlogam dapat diramalkan.

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006. Hal: 83)

 

  1. Unsur X dengan konfigurasi elektron 1s22s2p3sdapat bereaksi dengan unsur Y yang terletak pada golongan oksigen, membentuk senyawa:
  2. XY d.    X3Y
  3. X2Y e.  XY2
  4. X2Y3

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 100)

                                                                              (Jawaban: A)

Pembahasan:

X: golongan IIA     bermuatan +2

Y: golongan VIA    bermuatan -2

Sehingga, jumlah elektron yang dibutuhkan Y sama dengan yang dilepas X, dan membentuk senyawa XY.

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 100)

 

  1. Unsur X mempunyai konfigurasi: 1s22s2p3s3p1. Senyawa kloridanya mempunyai rumus:
  2. XCl
  3. XCl2
  4. XCl3
  5. XCl4
  6. XCl5

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 100)

                                                                                    (Jawaban: C)

 

Pembahasan:

Unsur X adalah golongan IIIA, sehingga bermuatan +3. Sedangkan Y adalah klorida yang merupakan golongan VIIA yang bermuatan -1. Sehingga perkalian silang antara muatannya akan menghasilkan senyawa XCl3.

(Kimia SMA X, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 100)

 

 

  1. Suatu senyawa yang terbentuk dengan cara menggunakan pasangan elektron bersama mempunyai ikatan . . .
  2. Van der Waals
  3. Ion
  4. Logam
  5. Kovalen
  6. Hidrogen

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 67)

Jawaban: D

 

Pembahasan:

ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian bersama pasangan elektron. Ikatan yang terbentuk distabilkan oleh gaya tarik-menarik antara elektron dan inti atom serta gaya tolak-menolak antarinti atom.

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 49)

 

 

 

 

 

 

 

  1. Suatu ikatan kimia yang tebentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antar atom-atom logam, disebut . . .
  2. Ikatan logam
  3. Ikatan ion
  4. Ikatan kovalen
  5. Ikatan hidrogen
  6. Ikatan kovalen koordinasi

(Kimia 1, J.M.C. Johari dan M. Rachmawati, Esis,2006, Hal: 144)

Jawaban: A

 

Pembahasan:

Ikatan logam adalah ikatan yang tebentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antar atom-atom logam.

(Kimia 1, J.M.C. Johari dan M. Rachmawati, Esis,2006, Hal: 130)

 

  1. Di antara molekul-molekul dibawah ini, yang mempunyai ikatan kovalen rangkap dua adalah . . .
  2. N2 (nomor atom N = 7)
  3. O2 (nomor atom O = 8)
  4. H2 (nomor atom H = 1)
  5. H2O
  6. NH3

Jawaban: B

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 122)

 

 

 

 

 

Pembahasan:

Ikatan rangkap dua terjadi apabila dua pasang elektron berikatan.

8O = 1s2 2s2 2p4 (elektron valensi 6)

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 101)

 

  1. Pada senyawa SO3 terdapat ikatan . . .
  2. Ikatan ion
  3. Ikatan hidrogen
  4. Ikatan kovalen dan Ikatan kovalen koordinasi
  5. Ikatan ion dan logam
  6. Ikatan kovalen dan ion

Jawaban: C

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 123)

 

Pembahasan:

Ikatan kovalen koordinasi terjadi jika pada pembentukkan ikatan terdapat pasangan elektron yang hanya berasal dari salah satu atom yang berikatan. Pada molekul SO3, atom S mempunyai nomor atom 16 dan O mempunyai nomor atom 8, konfigurasi elektronnya:

16S : 1S2 2S2 2P6 3S2 3P4 atau 2 8 6 (memiliki 6 elektron valensi)

8O : 1S2 2S2 2P4 atau 2 6 (memiliki 6 elektron valensi)

Kedua atom memerlukan 2 elektron untuk membentuk konfigurasi oktet, jadi kedua atom saling memberikan 2 e untuk digunakan bersama dengan ikatan kovalen.

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 103)

 

  1. Dari rumus titik elektron asam nitrat (HNO3) dibawah ini, pasangan elektron yang menunjukkan ikatan kovalen koordinasi adalah pasangan elektron nomor . . .
  2. 1   4
  3. 2   5
  4. 3

 

Jawaban: C

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 125)

 

Pembahasan:

ikatan kovalen koordinasi terjadi karena adanya pembentukan ikatan terdapat pasangan elektron yang hanya berasal dari salah satu atom yang berikatan.

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 102)

 

  1. Elektrovalen umumnya memiliki sifat-sifat berikut, kecuali . . .
  2. Titik didih dan titik lebur tinggi
  3. Padatan dapat menghantarkan listrik
  4. Larutan dapat menghantarkan listrik
  5. Padatan tidak bisa menghantarkan listrik
  6. Umumnya berbentuk padat (kristal)

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 125)

Jawaban: B

Pembahasan :

Sifat-sifat elektrovalen, sebagai berikut:

  • Titik didih dan titik lebur tinggi
  • Umumnya padat (kristal)
  • Bentuk larutan dapat menghantarkan listrik
  • Bentuk padatan tidak dapat menghantarkan listrik

(Jalan pintas kimia pintar, Sumarjono, ANDI Yogyakarta,2010. Hal: 42)

 

  1. Perhatikan data hasil percobaan berikut ini.
Sifat fisik Zat A
Wujud zat padat
Kelarutan dalam air Tidak larut
Daya hantar listrik larutan isolator
Titik leleh dan titik didih rendah

 

 

 

Berdasarkan data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis ikatan yang terdapat pada zat A adalah . . .

  1. Kovalen polar
  2. Ionik
  3. Kovalen koordinasi
  4. Kovalen nonpolar
  5. Logam

Jawaban: D

(Jalan pintas kimia pintar, Sumarjono, ANDI Yogyakarta,2010, Hal: 52)

 

Pembahasan :

Ikatan kovalen nonpolar memiliki sifat :

  • Tidak mengalami polarisasi muatan
  • Larut dalam pelarut nonpolar
  • Larutan tidak dapat menghantarkan listrik

(Jalan pintas kimia pintar, Sumarjono, ANDI Yogyakarta,2010, Hal: 44)

 

  1. Ikatan logam sangat berhubungan dengan salah satu sifat logam, kecuali . . .
  2. Titik didih tinggi
  • Titik leleh tinggi
  1. Penghantar listrik yang baik
  2. Semikonduktor
  3. Permukaan mengkilap

Jawaban: D

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 68)

 

Pembahasan:

Sifat-sifat logam, diantaranya:

  • Umumnya bersifat keras
  • Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi
  • Penghantar panas dan listrik yang baik
  • Mempunyai permukaan yang mengkilap

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 61)

 

  1. Kelompok senyawa kovalen berikut yang bersifat non polar adalah . . .
  2. NH3, N2, O2
  3. H2O, HCl, HF
  4. PCl3, PCl5, ClO3
  5. H2, Br2, CH4
  6. HBr, HCl, HI

                                                                                             Jawaban: D

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2007, Hal: 109)

 

Pembahasan :

Ikatan kovalen non polar:

  • Larut dalam pelarut non polar
  • Bentuk murni maupun larutannya tidak dapat menghantarkan listrik
  • Ciri-ciri:
  • Homoatomik (Br2, N2, O2, O3, H2)
  • Dispersi nergy simetris (CH4, CO2, PCl5)
  • Momen dipol = 0

(Jalan pintas kimia pintar, Sumarjono, ANDI Yogyakarta,2010, Hal: 44)

 

 

 

 

  1. Titik didih air lebih rendah dibandingkan titik didih intan, hal tersebut disebabkan . . .
  2. Ikatan kovalen yang terbentuk pada intan sangat lemah
  3. Pada saat dipanaskan, nergy yang diperlukan untuk memutuskan ikatan kovalen pada intan sangat besar
  4. Ikatan antarmolekul pada air menyebabkan pergerakan partikel-partikel lebih bebas
  5. Pada saat air dipanaskan, ikatan yang terputus adalah ikatan antara atom H dan O, bukan ikatan antarmolekul air
  6. Ikatan antar-atom pada air menyebabkan pergerakan partikel-partikel lebih bebas

Jawaban: B

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2007, Hal: 109)

Pembahasan:

ikatan kovalen yang terbentuk pada grafit, intan, dan nergy sangat kuat. Jadi, pada saat dipanaskan, nergy yang diperlukan untuk memutuskan ikatan sangat besar. Faktor inilah yang menyebabkan titik didih dan titik lelehnya sangat besar.

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2007, Hal: 89)

 

  1. Jenis ikatan dalam NH4Cl adalah . . .
  2. Kovalen
  3. Ion dan kovalen
  4. Ion dan kovalen koordinat
  5. Kovalen koordinat dan kovalen
  6. Kovalen, kovalen koordinat, dan ion

Jawaban E. Kovalen, kovalen koordinat, dan ion

(Kimia 1A, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 136)

Jawaban: A

 

 

Pembahasan:

 

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 106)

 

  1. Kedudukan elektron-elektron dari atom-atom logam dalam membentuk ikatan logam adalah . . .
  2. Selalu berada di antara dua atom logam yang berikatan dan digunakan secara bersama
  3. Masing-masing atom logam memberikan elektron valensinya kepada atom logam yang lain
  4. Tidak terikat pada salah satu atom tetapi dapat bergerak bebas sebagai awan elektron
  5. Masing-masing elektron valensi berada diantara inti atom logam yang saling berdekatan satu sama lain
  6. Terikat pada inti atom logam tertentu sesuai dengan jumlah proton dari atom logam yang bersangkutan

                                                                                                      Jawaban: C

(Kimia SMA/MA Kelas X, Unggul Sudarto, Erlangga, 2013, Hal: 123)

 

Pembahasan:

ikatan logam sangat kuat karena elektron valensinya bergerak cepat mengitari inti-inti logam sehinggga satu dan lainnya sukar dilepaskan.

(Chemistry 1A, Nana Sutresna, Facil, 2010, Hal: 67)

 

  1. Senyawa-senyawa kovalen berikut memenuhi kaidah oktet, kecuali . . .
  2. CHCl3
  • NHO3
  1. H2O
  2. C2H4
  3. BeCl2

Jawaban E

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 108)

Pembahasan:

molekul BeCl2, terbentuk dari satu atom logam Be dan dua atom non logam Cl. Konfigurasi elektron atom Be, yaitu 1s2 2s2. Untuk mencapai kestabilannya mengikuti hukum oktet Lewis, atom Be seharusnya memerlukan 6 elektron tambahan. Namun, pada kenyataannya jumlah elektron pada atom Be kurang dari 8. Ikatan yang terbentuk pada molekul BeCl2 adalah sebagai berikut:

Dalam molekul tersebut, atom Be hanya mempunyai 4 elektron di kulit terluarnya. Jadi, BeCl2 tidak memenuhi hukum oktet.

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 55)

 

  1. Senyawa berikut yang bersifat kovalen polar adalah . . .
  2. H2O
  3. CH4
  4. CO2
  5. N2
  6. BH3

Jawaban A

(Chemistry 1A, Nana Sutresna, Facil, 2010, Hal: 73)

 

Pembahasan:

contoh senyawa yang memiliki bentuk molekul simetris dan bersifat nonpolar, yaitu CH4, BH3, BCl3, BF3, PCl5, dan CO2. (Chemistry 1A, Nana Sutresna, Facil, 2010, h. 62)

Molekul H2O mempunyai momen dipol dan bersifat polar.

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 57)

 

  1. Ikatan kimia yang terdapat dalam senyawa H2SO4 adalah . . .
  2. 2 ikatan kovalen tunggal dan 3 ikatan kovalen koordinasi
  3. 3 ikatan kovalen rangkap dan 2 ikatan ion
  4. 2 ikatan ion dan 3 ikatan kovalen koordinasi
  5. 4 ikatan kovalen tunggal dan 2 ikatan kovalen koordinasi
  6. 2 ikatan kovalen tunggal dan 3 ikatan ion

Jawaban D

(Kimia 1, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 68)

 

Pembahasan:

pada penggambaran struktur Lewis molekul H2SO4, elektron yang berasal dari atom H ditandai dengan (●), elektron dari atom S ditandai dengan (●), dan atom O ditandai dengan (x).

Jadi, dalam molekul H2SO4 terdapat empat ikatan kovalen tunggal dan dua ikatan kovalen koordinasi.

(Chemistry 1A, Nana Sutresna, Facil, 2010, Hal: 73)

 

  1. Diantara senyawa berikut yang bukan molekul kovalen polar adalah?
  2. HCL
  • NACL
  1. NH3
  2. H20
  3. PCL3

Jawaban B

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serangkai, 2013, Hal: 93)

Pembahasan:

Molekul Penyusun Ikatan Keterengan
HCL Semua non logam Kovalen 2 atom tidak sejenis= Polar
NACL Na= logam Ion
NH3 Semua non logam Kovalen Punya 1 PEB= Polar
H2O Semua non logam Kovalen Punya 2 PEB= Polar
PCL3 Semua non logam Kovalen Punya 1 PEB= Polar

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serengkai , 2013, Hal: 84)

  1. Diantara senyawa berikut bersifat polar, kecuali…
  2. H2S
  3. NH3
  4. BCL3
  5. H2O
  6. HI

                                                                                          Jawaban C

(Kimia SMA X, Sentot Budi Rahardjo, Tiga serengkai, 2012, Hal: 87)

Pembahasan:

Molekul Penyusunan Ikatan Keterangan
H2S Semua non logam Kovalen Punya 2 PEB= polar
NH3 Semua non logam Kovalen Punya 1 PEB= Polar
BCL3 B= Ion Ion
H2O Kovalen Kovalen Punya 2 PEB= Polar
HI Kovalen Kovalen 2 Atom tidak sejenis= Polar

(Kimia SMA X,Sentot Budi Rahardjo, Tiga Serangkai, 2012, Hal: 79)

  1. Unsur- unsur atom dengan nomor atom sebagai berikut.!

A= 6, B= 8, C= 11, D= 17, E= 19, Pasangan unsur- unsur dibawah ini yang dapat membentuk ikatan kovalen non polar adalah….

  1. A dan C
  2. B dan C
  3. C dan D
  4. A dan D
  5. D dan E

Jawaban D

(Kimia SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 123)

Pembahasan:

Ikatan kovalen non polar terbentuk pula pada unsur- unsur bukan logam. Melalui konfigurasi electron dapat ditentukan jumlah electron valensi, golongan logam atau non logam.

A= 6 (Nomor atom) A= 2, 4 (Konfigurasi electron)

D= 7 (Nomor atom) D= 2, 8, 7 (Konfigurasi electron)

Jadi, unsur yang dapat membentuk ikatan kovalen nonpolar adalah A dan D

(Kimia SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 113)

  1. Diantara senyawa berikut yang paling polar adalah….
  2. HF
  3. HCL
  4. F2
  5. HBr
  6. HI

                                                                                          Jawaban A

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serengkai , 2013, Hal: 113)

Pembahasan:

Paling polar yaitu beda keelegtronegatifan nya besar sedangkan HF golongan 1A dan VIIA dan merupakan yang paling polar karena keelegtronegatifan nya besar.

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serengkai , 2013, Hal.98)

N= 1S2 2S2 2P3

Cl= 1S2 2S2 2P6 3S2 3P5

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serengkai , 2013, Hal: 86)

 

 

 

  1. N= 1S2 2S2 2P3 (5) / Elektron valensi

Cl= 1S2 2S2 2P6 3S2 3P5 (7)/ Elektron valensi

Berikut molekul dari senyawa yang terjadi jika kedua unsur tersebut berikatan sesuai aturan octet adalah….

  1. Linear
  2. Segitiga Piramida
  3. Tetrahedral
  4. Segitiga bipiramida
  5. Octahedral

                                                                                                      Jawaban B

(Kimia SMA X, Untung Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 122)

Pembahasan:

N= 1S2 2S2 2P3 (5) / Elektron valensi

Cl= 1S2 2S2 2P6 3S2 3P5 (7)/ Elektron valensi

Unsur N yang bervalensi 5 membutuhkan 3 elektron dari unsur Cl agar terpenuhi kaidah octet ( kaidah 8). Sedangkan unsur Cl yang bervalensi 7 hanya membutuhkan 1 elektron dan atom N. Berarti harus ada 3 unsur Cl yang berikatan dengan N sehingga terbentuk NCl3.

Unsur N sebagai atom pusat mempunyai 1 elektron terdiri dari 3 diantaranya berikatan dengan Cl dan 2 elektron bebas (sepasang electron bebas).

Atom pusat           = N

PEI                        = 3

PEB                       = 1

Tipe molekulnya = AX3E

Bentuk molekul = Segitiga Piramida

Jadi, bentuk molekul dari senyawa yang terjadi jika unsur N dan Cl berikatan adalah Segitiga Piramida

(Kimia SMA X, Untung Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 110)

 

  1. Diketahui konigurasi electron.

Si= (Ne)   3S2 3P2

F= (Ne)    2S2 2P5

Jika kedua unsur tersebut membentuk senyawa, bentuk molekul yang terjadi sesuai aturan octet adalah…

  1. Linear
  2. Segitiga datar
  3. Segitiga Piramida
  4. Tetrahedral
  5. Oktahedaral

                                                                                          Jawaban C

(Kimia SMA X, Sentot Budi Rahardjo, Tiga serengkai, 2012, Hal: 112)

Pembahasan:

Elektron valensi SI dan F yaitu

SI= (Ne) 3S2 3P2 (4 Elektron valensi)

F= (Ne) 2S2 2P5 (7 Elektron valensi)

Unsur SI mempunyai 4 elektron terluar. Agar tercapai kaidah octet, keempatnya harus berikatan dengan F sehingga tidak terdapat electron bebas. Sedangkan F hanya membutuhkan 1 elektron dari SI sehingga dibutuhkan 4 unsur F. agar terbentuk senyawa SIF4.

Atom pusat= SI

PEB                 = 4

PEI                  = 0

Tipe molekul= AX4

Bentuk molekul= Tetrahedral

Jadi, bentuk molekul yang terjadi dari senyawa yang dibentuk SI dan F sesuai kaidah octet adalah Tetrahedral.

(Kimia SMA X, Sentot Budi Rahardjo, Tiga serengkai, 2012, Hal: 87)

  1. Tentukan tipe molekul dari BF3…..
  2. AX3
  3. AX2
  4. AX4E
  5. AX4
  6. AX2E

                                                                                          Jawaban A

(Kimia SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 115)

Pembahasan:

  • BF3 jumlah electron valensi atom pusat atau Boron(B)= 5
  • Jumlah pasangan electron ikatan (x)= 4
  • Jumlah pasangan electron bebas E= 0
  • Tipe molekul AX3

 

  1. Tentukan tipe molekul dari PCl3
  2. AX3E
  3. AX2E2
  4. AX3E2
  5. AX4
  6. AX3 Jawaban A

(Kimia SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 11)

Pembahasan:

  • PCl3 jumlah electron valensi atom pusat P= 5
  • Jumlah pasangan electron ikatan X = 3
  • Jumlah pasangan electron bebas E= 1
  • Tipe molekul AX3E

(Kimia SMA X)

 

 

  1. Ramalkan kepolaran molekul dari BCl3 berikut….
  2. Polar
  3. Non polar
  4. Sangat polar
  5. Reaktif
  6. Benar semua

                                                                                                      Jawaban B

(Kimia SMA X, Untung Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 115)

Pembahasan:

Bentuk molekul BCl3 adalah segitiga datar, atom Cl lebih elektronegatif dari atom B.maka ikatan B-Cl yang polar membentuk vektore dipole sama kuat sehingga menghasilkan momen dipol sama dengan O. molekul BCl3 bersifat non polar.

(Kimia SMA X, Untung Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 103)

 

  1. Ramalkan kepolaran molekul dari NH3 berikut….
  2. Polar
  3. Non polar
  4. Reaktif
  5. Sangat polar
  6. Benar semua

                                                                                                      Jawaban A

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serengkai , 2013, Hal: 115)

 

Pembahasan:

Bentuk molekul dari NH3 adalah trigonal piramida atom N lebih elektronegatif dari atom H. maka ikatan N-H adalah polar. Oleh karena bentuk NH3 trigona piramida dan ikatan N-H yang polar mengarah ke atas pusat N maka momen dipolnya tidak sama dengan O sehingga bersifat polar. 4. P (nomor atom 5) konfigurasi electronnya sama dengan [Ne] 3S2 3P3 supaya dapat membentuk 5 ikatan kovalen, maka satu kovalen dari orbital 3ds harus di promosikan ke orbital 3d. selanjutnya, orbital 3s,3 orbital 3p, dan 1 orbital 3d mengalami hibridisasi membentuk orbital hibrida sp3d yang berbentuk bipiramida trigonal.

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serengkai , 2013, Hal: 86)

  1. Yang dimaksud dengan ikatan kovalen polar….
  2. terjadi jika adanya penggunaan pasangan electron secara bersama-sama oleh atom-atom yang berikatan
  3. Ikatan kovalen yang terbentuk ketika electron sekutu atom tidak benar-benar dipakai
  4. Ikatan kovalen yang terbentuk ketika atom membagikan elektronnya setara (sama)
  5. Ikatan kimia yang yang menggunakan pasangan electron bersama yang berasal dari salah satu atom
  6. Ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima electron

                                                                                                      Jawaban B

(Kimia SMA X, Untung Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 98)

Pembahasan:

Ikatan kovalen terbentuk karena ketika electron sekutu atom tidak benar-benar dipakai. Hal ini terjadi ketika atom mempunyai elektronegativitas yang lebih tinggi dari pada atom laiinya. Atom yang mempunyai elektronegativitas yang tinggi mempunyai tarikan electron yang lebih kuat. Akibatnya electron sekutu lebih dekat ke atom yang mempunyai elektronegatifitas tinngi.

(Kimia SMA X, Untung Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 112)

 

 

 

 

  1. Yang dimaksud dengan kovalen non polar…
  2. Terjadi jika adanya penggunaan pasangan electron secara bersama-sama oleh atom-atom yang berikatan
  • Ikatan kovalen yang terbentuk ketika electron sekutu atom tidak benar-benar dipakai
  1. Ikatan kovalen yang terbentuk ketika atom membagikan elektronnya setara (sama)
  2. Ikatan kimia yang yang menggunakan pasangan electron bersama yang berasal dari salah satu atom
  3. Ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima electron

                                                                                          Jawaban C

(Kimia SMA X, Sentot Budi Rahardjo, Tiga serengkai, 2012, Hal: 87)

 

Pembahasan:

Ikatan kovalen yang terbentuk ketika atom membagikan elektronnya secara bersama setara (sama) biasanya terjadi ketika ada atom yang mempunyai afinitas electron yang sama atau hampir sama. Semakin dekat nilai afinitas electron maka semakin kuat ikatannya.

(Kimia SMA X, Sentot Budi Rahardjo, Tiga serengkai, 2012, Hal: 87)

 

  1. Yang dimaksud dengan struktur lewis yaitu….
  2. menggambarkan susunan electron dari atom-atom yang berikatan dan dapat menunjukkan jumlah pasangan electron bebas dan jumlah pasangan electron ikatan sekitar atom pusat
  3. gambaran kedudukan atom-atom didalam suatu molekul berdasarkan susunan ruang pasangan electron atom pusat dalam molekul. pasangan electron ini baik yang yang berikatan maupun yang bebas, yaitu dalam ruang tiga dimensi dan juga menggambarkan besarnya sudut-sudut yang dibentuk dalam sudut molekul.
  4. menggambarkan molekul berdasarkan kepada tolakan pasangan electron disekitar atom pusat
  5. A dan B benar
  6. semua benar

                                                                                          Jawaban A

(Kimia SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 123)

Pembahasan:

struktur lewis menjelaskan tentang menggambarkan susunan electron dari atom-atom yang berikatan dan dapat menunjukkan jumlah pasangan electron ikatan sekitar atom pusat.

(Kimia SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal. 95)

  1. Yang dimaksud bentuk molekul yaitu….
  2. menggambarkan susunan electron dari atom-atom yang berikatan dan dapat menunjukkan jumlah pasangan electron bebas dan jumlah pasangan electron ikatan sekitar atom pusat
  3. gambaran kedudukan atom-atom didalam suatu molekul berdasarkan susunan ruang pasangan electron atom pusat dalam molekul. pasangan electron ini baik yang yang berikatan maupun yang bebas, yaitu dalam ruang tiga dimensi dan juga menggambarkan besarnya sudut-sudut yang dibentuk dalam sudut molekul.
  4. menggambarkan molekul berdasarkan kepada tolakan pasangan electron disekitar atom pusat
  5. A dan B benar
  6. semua benar

                                                                                          Jawaban B

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serangkai, 2013, Hal. 97)

      Pembahasan:

gambaran kedudukan atom-atom didalam suatu molekul berdasarkan susunan ruang pasangan electron atom pusat dalam molekul. pasangan electron ini baik yang yang berikatan maupun yang bebas, yaitu dalam ruang tiga dimensi dan juga menggambarkan besarnya sudut-sudut yang dibentuk dalam sudut molekul.

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serangkai, 2013, Hal: 80)

  1. Berdasarkan pernyataan bentuk molekul di bawah ini merupakaan pernyataan dari teori….
    • Linear
    • segitiga datar
    • tetrahedral
    • trigonal bipiramida
    • octahedral
      1. Teori Hibridisasi
      2. Teori domain electron
      3. Aturan octet
      4. aturan duplet
      5. Struktur lewis

                                                                                                      Jawaban B

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serangkai, 2013, Hal: 95)

 

Pembahasan:

Bentuk molekul senyawa kovalen diuraikan berdasarkan teori domain electron diuraikan berdasarkan teori domain electron dan teori hibridisasi. berdasarkan teori domain electron terdapat lima macam bentuk molekul kovalen, yaitu Linear, segitiga datar, Tetrahedral, trigonal bipiramida, dan octahedral. teori hibridisasi dijelaskan berdasarkan proses penggabungan (hibridisasi) orbital-orbital atom yang digunakan oleh electron-elektron yang saling berikatan.

(Kimia SMA X, Endang Susilowati, Tiga Serangkai, 2013, Hal: 72)

 

 

  1. Molekul 2-metil butana mempunyai titik didih yang lebih rendah daripada molekul n-butana sebab 2-metil propana ….
  2. Mempunyai Mr lebih besar
  3. Molekulnya lebih rumit
  4. Mempunyai ikatan hidrogen
  5. Polar dan n-butana non-polar
  6. Lebih mudah mengalami dispersi

(KIMIA SMA KELAS X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 129)

                                                                                                        Jawaban: B

Pembahasan:

Molekul-molekul yang bentuknya sederhana akan mempunyai gaya antar-molekul yang lebih kuat daripada yang bentuknya rumit. Pada n-butana, molekul-molekul dapat tertata dengan kompak sehingga jarak antar-molekul menjadi sangat dekat dan terdapat banyak tempat pada molekul tersebut yang saling tarik-menarik dengan molekul lainnya, sedangkan 2-metil propana tidak tertata kompak dan gaya londonnya menjadi lemah, sehingga lebih mudah diputuskan.

(KIMIA SMA X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 117)

  1. Titik didih SiH4 lebih tinggi daripada CH4 karena ……………..
  2. Molekul SiH4 polar, sedangkan CH4 nonpolar
  3. Molekul SiH4 bertarikan dengan ikatan hidrogen, sedangkan CH4 tidak
  4. Struktur SiH4 berupa molekul raksasa, sedangkan CH4 berupa molekul sederhana
  5. Molekul SiH4 mempunyai dipol permanen, sedangkan CH4 tidak
  6. Massa molekul relatif SiH4 lebih besar daripada CH4

(KIMIA SMA KELAS XIA, Michael Purba, Erlangga, 2006, Hal: 76)

                                                                                                      Jawaban E

Pembahasan:

Pada deretan hidrida golongan IVA (CH4 = -164, SiH4 = -112, GeH4 = -90, dan SnH4 = -52) terdapat kenaikkan titik didih yang teratur dari CH4 ke GeH4. Hal ini dapat dijelaskan menurut gaya van der Waals yang bekerja pada molekul-molekul tersebut. Massa molekul CH4 paling kecil, maka gaya van der Waals yang bekerja padanya paling lemah. Oleh karena itu titik didihnya paling rendah.

(KIMIA SMA KELAS X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 118)

  1. Berikut ini data titik didih beberapa senyawa hidrida.

HI           =   -35oC

HF          =   19,4oC

HBr        =   -67oC

HCl         =   -84oC

HCN       =   -26oC

Di antara senyawa-senyawa pada data tersebut yang memiliki ikatan hidrogen paling kuat adalah …

 

  1. HCN
  2. HI
  3. HF
  4. HBr
  5. HCl

 

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 66)

                                                                                              Jawaban C

 

Pembahasan:

Berdasarkan data titik didih terlihat bahwa senyawa yang memiliki titik didih terbesar adalah HF. Pada molekul HF ujung molekul pada atom H lebih bermuatan positif dan ujung molekul pada atom F lebih bermuatan negatif. Jadi, antara atom H pada molekul pertama dengan atom F pada molekul berikutnya terjadi gaya tarik-menarik yang cukup kuat, yang disebut dengan ikatan Hidrogen.

(KIMIA SMA KELAS XI, Sri Rahayu Ningsih dkk, Bumi Aksara, 2007, Hal: 37)

 

  1. Gaya dispersi pada molekul-molekul non-polar terjadi akibat adanya ……………
  2. Dipol-dipol permanen
  3. Dipol-dipol sesaat
  4. Imbasan dipol permanen
  5. Gaya elektrostatis molekul polar
  6. Ikatan hidrogen

(KIMIA SMA KELAS X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 128)

                                                                                                  Jawaban B

Pembahasan:

Gaya van der Waals dalam suatu molekul kovalen dapat disebabkan oleh tiga hal, pertama adanya tarik-menarik molekul polar dengan molekul polar (dipol-dipol), kedua adanya tarik-menarik antara ion dengan molekul polar (ion-dipol), ketiga adalah terjadinya taik-menarik antara molekul-molekul non-polar akibat adanya dipol sesaat yang juga disebut gaya dispersi (gaya London)

(KIMIA SMA KELAS X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 116)

  1. Diketahui senyawa :
  2. H2O (l)
  3. HCN (g)
  4. CH4 (g)
  5. HF (l)
  6. NH3 (l)

Kelompok senyawa yang memiliki ikatan hidrogen adalah …

  1. 1, 2, dan 3
  2. 1, 3, dan 4
  3. 1, 4, dan 5
  4. 2, 3, dan 5
  5. 3, 4, dan 5

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 66)

                                                                                                           Jawaban C

Pembahasan:

Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terbentuk antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen. Kutub positif pada kedudukan H berikatan dengan kutub negatif pada kedudukan atom yang keelektronegatifannya besar seperti Fluor, Oksigen, dan Nitrogen. Terjadinya ikatan hidrogen pada NH3, H2O, dan HF akibat adanya ikatan H-O, H-N, dan H-F.

(KIMIA SMA KELAS XI, Sri Rahayu Ningsih dkk, Bumi Aksara, 2007, Hal: 37)

  1. Ukuran H2O lebih kecil daripada ukuran molekul H2S, tetapi H2O mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada H2 Peristiwa tersebut disebabkan oleh….
  2. Perbedaan massa rumus H2O dan H2S
  3. Adanya ikatan hidrogen pada H2O
  4. Adanya gaya van der Waals pada H2O
  5. Adanya orientasi yang lebih besar pada H2O
  6. H2O merupakan senyawa polar, sedangkan H2S non-polar

(KIMIA SMA KELAS X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 283)

                                                                                                     Jawaban B

 

Pembahasan

Titik didih H2O lebih tinggi dari H2S karena antarmolekul H2O terdapat ikatan hidrogen sedangkan antarmolekul H2S terdapat gaya tarik dipol-dipol.

(JALAN PINTAS PINTAR KIMIA, Sumarjono, ANDI Yogyakarta, 2010, Hal:  50)

 

  1. Etanol (CH3CH2OH) dan dimetil eter (CH3-O-CH3) mempunyai massa molekul relatif (Mr) sama yaitu 46. Pernyataan berikut yang benar adalah…
  2. Titik didih etanol lebih tinggi karena terdapat ikatan hidrogen
  3. Titik didih dimetil eter lebih tinggi karena terdapat ikatan hidrogen
  4. Titik didih etanol sama dengan titik didih dimetil eter
  5. Titik didih etanol lebih tinggi karena terdapat gaya London
  6. Titik didih dimetil eter lebih tinggi karena terdapat gaya London

(JALAN PINTAS PINTAR KIMIA, Sumarjono, ANDI Yogyakarta, 2010, Hal: 53)

                                                                                                               Jawaban A

Pembahasan:

Senyawa Etanol Da Dimetil Eter Mempunyai Massa Molekul Relatif (Mr) Yang Sama Yaitu 46 Tetapi titik didih etanol lebih tinggi daripada dimetil eter. Hal ini disebabkan pada etanol terjadi ikatan hidrogen sedangkan pada dimetil eter tidak.

(KIMIA SMA KELAS X, Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 119)

  1. Antarmolekul diatomik dapat membentuk gaya antarmolekul karena adanya gaya London. Sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya London, antarmolekul diatomik berikut yang memiliki gaya van der Waals paling kuat adalah ….
  2. H2 dan N2
  3. N2 dan Cl2
  4. H2 dan Cl2
  5. N2 dan O2
  6. Cl2 dan O2

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 66)

                                                                                                         Jawaban E

 

Pembahasan:

H2 jumlah elektron 2, N2 jumlah elektron 14, O2 jumlah elektron 16, Cl2 jumlah elektron 34, berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa titik didih dipengaruhi oleh jumlah elektron, semakin banyak jumlah elektron maka gaya tarik-menarik molekul dipol sesaat semakin besar sehingga ikatannya semakin kuat. Mudah tidaknya suatu molekul membentuk dipol sesaat dinamakan polarisabilitas.

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 51)

 

  1. Titik didih gas nitrogen lebih tinggi dibandingkan gas hidrogen, sebab ….
  2. Nomor atom nitrogen lebih tinggi
  3. Massa molekul gas hidrogen lebih tinggi
  4. Ikatan van der Waals nitrogen lebih kuat
  5. Ikatan van der Waals hidrogen lebih kuat
  6. Gas hidrogen membentuk ikatan hidrrogen

(KIMIA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal: 37)

                                                                                                          Jawaban C

 

Pembahasan:

Gaya van der Waals adalah gaya tarik menarik antarmolekul yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang sangat kecil. Semakin kuat gaya antarmolekul, titik didih semakin tinggi karena energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan semakin besar. Begitu juga untuk senyawa nonpolar, titik didih senyawa nonpolar dipengaruhi oleh kekuatan gaya van der Waals. Salah satu senyawa nonpolar yaitu Nitrogen dan Hidrogen. Titik didih nitrogen lebih tinggi dibandingkan hidrogen disebabkan oleh ikatan van der Waals nitrogen yang kuat.

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 51)

  1. Berdasarkan sifat periodik unsur-unsur halogen, HF diharapkan mempunyai titik didih paling rendah dibandingkan dengan HI, HCl dan HBr. Namun, pada kenyataannya HF mempunyai titik didih paling tinggi. Hal ini disebabkan HF mempunyai ikatan ….
  2. Ion
  3. Hidrogen
  4. Kovalen
  5. Van der Waals
  6. Kovalen – Ion

(KIMIA KELAS XI, Sandri Justiana Dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal.: 136)

                                                                                                       Jawaban B

Pembahasan:

Senyawa Massa Molekul Relatif Perbedaan Keelektronegatifan Titik Diidh (oC)
HF 20 1,9 + 19,7
HCl 36,5 0,8 -85,1
HBr 81 0, -66,8
HI 128 0,1 -35,4

Berdasarkan data Mr, seharusnya titik didih semakin ke bawah semakin besar. Akan tetapi, berdasarkan perbedaan keelektronegatifan, seharusnya titik didih semakin ke atas semakin besar. Perbedaan keelektronegatifan yang semakin besar menunjukkan bahwa ikatan antarmolekul semakin keatas semakin kuat. Berdasarkan data titik didih terlihat bahwa senyawa yang memiliki titik didih terbesar adalah HF. Hal ini terjadi karena antarmolekul HF memiliki ikatan yang sangat kuat. Dari penelitian diketahui bahwa senyawa HF memiliki ikatan hidrogen.

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 43)

  1. Ikatan yang terdapat dalam molekul air dan antarmolekul air adalah ….
  2. Ikatan kovalen dan gaya London
  3. Ikatan kovalen dan gaya van der Waals
  4. Ikatan kovalen dan ikatan hidrogen
  5. Ikatan kovalen dan ikatan kovalen polar
  6. Ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinat

(KIMIA SMA KELAS XI, Sri Rahayu Ningsih dkk, Bumi Aksara, 2007, Hal: 47)

                                                                                                          Jawaban C

 

 

 

 

Pembahasan:

Ikatan yang terdapat dalam molekul air adalah ikatan kovalen. Ikatan kovalen terjadi melalui pemakaian pasangan elektron bersama. Karena O nomor atomnya 8 dan elektron valensinya 6, terdapat dua elektron yang tidak berpasangan sehingga diperlukan dua elektron lain untuk memenuhi kaidah oktet. Dua elektron lain itu adalah H.

(CHEMISTRY 1A, Nana Sutresna, Facil, 2010, Hal:  57)

Ikatan yang terdapat dalam antarmolekul H2O adalah ikatan hidrogen. Karena atom H lebih bermuatan postif dan atom O lebih bermuatan negatif, sehingga antar atom H pada molekul pertama dengan atom O pada molekul berikutnya terjadi ikatan hidrogen.

(KIMIA SMA KELAS XI, Sri Rahayu Ningsih dkk, Bumi Aksara, 2007, hal. 38)

 

  1. Perhatikan gambar berikut.

Ikatan hidrogen ditunjukkan oleh ….

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

 

(KIMIA KELAS XI, Sandri Justiana dan Muchtaridi, Yudhistira, 2009, Hal:  36)

                                                                                                        Jawaban D

 

Pembahasan:

Ikatan hidrogen ditunjukkan oleh nomor 4. Karena atom H lebih bermuatan postif dan atom O lebih bermuatan negatif, sehingga antar atom O pada molekul satu dengan atom H pada molekul berikutnya terjadi ikatan hidrogen. Sedangkan pada nomor 1, 2, 3, dan 5 bukan kiatan hidrogen itu merupakan ikatan kovalen karena antara atom H dan O mereka saling berikatan dalam satu molekul, atau terjadinya pemakaian pasangan elektron bersama.

(KIMIA SMA KELAS XI, Sri Rahayu Ningsih dkk, Bumi Aksara, 2007, Hal: 38)

 

 

  1. Urutan titik didih halogen adalah…
  2. HCl < HBr < HI < HF
  3. HF > HCl > HBr > HI
  4. HI > HF > HBr > HCl
  5. HI < HF < HBr < HCl
  6. HBr > HI > HF > HCl

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal:. 65)

                                                                                                    Jawaban A

Pembahasan:

Senyawa Titik Diidh (oC)
HF + 19,7
HCl -85,1
HBr -66,8
HI -35,4

Berdasarkan tabel, urutan titik didih yang terbesar adalah HF. Hal ini terjadi karena antarmolekul HF memiliki ikatan yang sangat kuat. Dari penelitian diketahui bahwa senyawa HF memiliki ikatan hidrogen. Urutan dari yang terkecil adalah HCl < HBr < HI < HF.

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 43)

  1. Ikan dapat hidup dalam air karena di dalam air terdapat oksigen yang terlarut. Oksigen nonpolar dapat larut dalam air yang polar karena oksigen membentuk
  2. Ion positif
  3. Ion negatif
  4. Dipol
  5. Dipol sesaat
  6. Gas

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 66)

                                                                                                      Jawaban D

Pembahasan:
Oksigen merupakan senyawa nonpolar, senyawa non polar tidak memiliki dipol, akibatnya molekul yang tidak memiliki dipol akan membentuk dipol sesaat (dipol sementara). Setelah terbentuk dipol sesaat, akan terjadi ikatan antara molekul dipol dan molekul dipol sesaat.

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, Hal: 66)

  1. Hubungan besarnya Mr dengan besarnya titik didih adalah ….
  2. Semakin kecil Mr suatu senyawa, semakin tinggi titik didihnya
  3. Semakin besar Mr suatu senyawa, semakin rendah titik didihnya
  4. Semakin kecil Mr suatu senyawa, semakin rendah titik didihnya
  5. Besar kecilnya Mr suatu senyawa tidak mempengaruhi titik didih
  6. Semakin besar Mr suatu senyawa, semakin tinggi titik didihnya

(KIMIA SMA KELAS XI, Sri Rahayu Ningsih dkk, Bumi Aksara, 2007, Hal:. 43)

                                                                                                    Jawaban E

Pembahasan:

Semakin besar Mr suatu senyawa, semakin tinggi titik didihnya. Hal ini terjadi karena proses pemisahan (perenggangan) antarmolekul sehingga perubahan wujud zad dari cair ke gas memerlukan energi yang besar. Adapun senyawa yang memiliki Mr kecil, titik didihnya cenderung rendah karena molekul tersebut mudah direnggangkan hingga lolos menjadi molekul gas.

(CHEMISTRY 2A, Nana Sutresna, Facil, 2012, h. 42)